MANAGED BY:
KAMIS
17 AGUSTUS
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

MASKULIN

Minggu, 09 April 2017 11:52
Kisah Lilo yang Candu Piringan Hitam
Mimpi Bangun Museum Mini
SULIT NAMUN BAHAGIA: Selain langka, alat pemutar piringan hitam sulit didapat, sehingga penggemar vinyl pun sukar ditemui.

PROKAL.CO, MATANYA mendelik tepat ketika pandangannya bertemu kotak asing di sudut kamar indekos seorang kawan. Dari gagang pintu, jemarinya lantas berpindah menyusuri sudut demi sudut kotak tipis dengan ujung jarum terangkat itu. Berbekal penasaran, Trisa Hipmi Sudarma segera menyambut uluran piringan hitam Deep Purple keluaran tahun 1970 dari tangan kawannya dan meletakkannya di permukaan kotak. Kunjungan ke Bandung kala itu menjadi awal mula perkenalannya dengan vinyl dan turntable atau alat pemutar piringan hitam.

“Album In Rock milik Deep Purple ialah vinyl pertama yang saya dengar. Sensasinya memang berbeda, rasanya lebih puas ketika mendengarkan lagu dengan vinyl. Suara yang dihasilkan juga lebih jernih,” ungkap pria yang akrab disapa Lilo kepada Maskulin, Minggu (2/4) sembari mengenang memori 18 tahun silam itu saat menempuh pendidikan di Kota Kembang.

Profesi sang ayah sebagai gitaris dan ibu sebagai penyanyi mengantarkan Lilo kecil akrab dengan dunia musik. Sejak umur 8 tahun, dirinya kerap mendengarkan lagu-lagu musisi kesayangan dari compact cassette atau kaset pita. Kegemarannya mendengarkan lagu melalui rilisan fisik tetap berjalan seiring pergeseran kaset pita ke media yang lebih canggih, yaitu compact disc (CD).

Kebiasaan sedari kecil itulah yang membuat rasa penasaran Lilo membuncah ketika menemukan piringan hitam. Sejak saat itu, dia membulatkan tekad agar suatu hari dapat membeli vinyl dengan uang sendiri.

Sepuluh tahun berlalu, ingatan tentang piringan hitam kembali menguak ketika menyambangi konser musik di daerah Blok M Square di Jakarta Selatan. Dikenal sebagai tempat menjual berbagai rilisan fisik, Lilo kemudian berburu piringan hitam. Walhasil, album Ride The Lightning dari Metallica menjadi vinyl pertamanya.

“Waktu itu harganya tiga ratus ribu. Padahal, enggak punya alat pemutarnya, tapi tetap dibeli buat pajangan di dinding kamar. Pokoknya yang penting punya vinyl dulu, deh,” ujarnya lantas tertawa.

Kunjungan selanjutnya ke Jakarta membawa rezeki tersendiri tatkala seorang kawan menawarkan turntable second miliknya dengan harga murah. Tak ingin kehilangan kesempatan, pria yang kini tinggal di Tenggarong itu akhirnya berhasil membawa pulang turntable Kenwood keluaran tahun 1970.

“Dikasih murah sama teman, lima ratus ribu saja. Katanya, biar bisa dengar vinyl,” kenangnya.

Sejak saat itu, Lilo mulai tertarik berburu vinyl. Namun, hanya sedikit musisi Indonesia merilis album berbentuk piringan hitam. Lazimnya, vinyl digunakan sebagai media promosi ke radio-radio di kota, sedangkan rilisan fisik diperjualbelikan berupa kaset pita.

“Di rumah ada koleksi dari God Bless, Iwan Fals, dan Ikang Fauzi. Memang enggak banyak sebab rilis piringan hitam biayanya mahal,” sambungnya.

Hingga saat ini, Lilo masih gemar berburu vinyl. Selanjutnya, dia ingin membangun sebuah tempat untuk menyimpan dan memajang seluruh koleksi piringan hitam miliknya. Boleh dikatakan, museum mini khusus vinyl. Bangunan tersebut nantinya dapat dijadikan sebagai tempat bersantai dan terbuka untuk umum.

“Banyak yang menawar koleksi saya, tapi hanya beberapa saja yang dijual. Selebihnya disimpan untuk dinikmati,” pungkasnya. (*/ypl/k11)


BACA JUGA

Minggu, 06 Agustus 2017 11:38

Selera Sesuai Rupa

KUDA besi keluaran Suzuki yakni GSX-R 150 dan GSX-S 150 hadir menyesuaikan kebutuhan penggunanya. Seri…

Minggu, 06 Agustus 2017 11:37

Perubahan Mayor dengan Minor

BEBERAPA konsumen masih belum paham apa beda facelift dan all new. Pabrik yang berada di bawah brand…

Minggu, 06 Agustus 2017 11:35

Ganti Sesuai Kebutuhan

GARANG dan tinggi merupakan impresi dari tampilan mobil jip. Mobil off-road yang terus diperbarui dengan…

Minggu, 06 Agustus 2017 11:31

Dongkrak Performa dengan Modifikasi Header

PRODUSEN mobil tentunya sudah menghitung setiap komponen yang terpasang di produknya dengan tepat. Semuanya…

Minggu, 06 Agustus 2017 11:29

Main sambil Nostalgia

Action figure dasarnya memang mainan, tetapi sekarang sudah berkembang jadi barang koleksi. Apalagi…

Minggu, 06 Agustus 2017 11:27

Mainan Sejajar Emas

SAMBIL mengintip di balik kotak kecil yang terhubung dengan lensa, mata Ginanjar Adi mengajak tubuhnya…

Minggu, 06 Agustus 2017 11:26

Enggan Berhenti dari Hobi

“Ya, saya masuk dalam kategori candu. Candu banget mungkin,” ujar Ginanjar Adi dengan ceria.…

Minggu, 06 Agustus 2017 11:20

Trauma Disakiti hingga Perubahan Orientasi Seksual

USIA ideal menikah bagi pria adalah 28 tahun, hal tersebut dinilai secara mental dan finansial. Secara…

Minggu, 06 Agustus 2017 11:17

Kriteria dan Trauma

TERKADANG hubungan asmara membawa sejumlah batasan, berbeda dengan kehidupan lajang yang lebih bebas.…

Minggu, 06 Agustus 2017 11:13

Bisa Membuahi, Belum Tentu Mampu Ereksi

ADA paradigma zaman dahulu yang mengatakan bahwa pria akan bisa membuahi sampai umur kapan pun. “Penelitian…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .