MANAGED BY:
KAMIS
17 AGUSTUS
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

MASKULIN

Minggu, 09 April 2017 11:50
Punya 600 Vinyl Seharga Mobil
NADIR: Dulu, harga rilisan fisik album Cermin dari God Bless tahun 1980 hanya Rp 200 ribu, sekarang nilai jualnya menembus angka Rp 2 juta untuk satu keeping.

PROKAL.CO, KALIMAT pertama yang terlintas ketika mendengar piringan hitam ialah barang langka alias susah didapat. Di Indonesia, rilisan fisik berbentuk vinyl awalnya hanya digunakan sebagai demo album yang disiarkan di radio kota-kota besar.

Mengingat nilai nadirnya itulah harga vinyl melonjak naik. Misalkan saja, piringan hitam dari God Bless dengan album Cermin rilisan tahun 1980, dulu harganya Rp 200 ribu, sekarang nilai jualnya menembus angka Rp 2 juta untuk satu keping rilisan fisik. “Punya saya kebetulan sudah dapat tanda tangan lengkap dari semua personel,” ucap pengusaha kontraktor itu.

Wajar bila harganya melonjak naik. Padahal, piringan hitam milik Trisa Hipmi Sudarma itu hanya dibeli di salah satu sudut pasar rilisan fisik di Jakarta. “Pernah suatu hari, ada kolektor dari Jakarta menghubungi dan menawar empat juta untuk album itu. Cuma saya memang tidak mau melepas meski ditawar mahal,” akunya ketika ditemui ahad pekan lalu di rumahnya.

Lilo—sapaannya—melanjutkan, koleksi vinyl lainnya terhitung langka, yaitu album Effigy of The Forgotten dari band metal Suffocation. Album pertama grup musik asal Amerika itu dirilis tahun 1991 dan saat ini dibanderol Rp 1 juta. “Dapatnya di Jerman, di sini enggak ada yang jual,” sambungnya.

Kualitas vinyl pun menentukan harga jual. Ada perbedaan mendasar antara piringan hitam rilisan dulu dan sekarang. Perkembangan teknologi membuat setiap proses rekaman melalui editing sehingga audio bebas dari noise. Namun, sensasinya berbeda ketika mendengarkan vinyl rilisan dulu masih menggunakan cara manual untuk rekaman. “Suaranya lebih jernih dan natural, kualitasnya sesuai dengan harga yang dibayar,” lanjutnya.

Penghobi travelling itu menjelaskan, selain rilisan fisik, komponen alat pemutarnya pun terbilang mahal. Misal, satu jarum turntable dijual dengan harga Rp 600 ribu. Besarnya harga jarum itulah yang membuat Lilo meredam keinginan memutar piringan hitam berkali-kali. “Kalau sering diputar, otomatis jarumnya terkikis dan cepat habis. Makanya saya sudah jarang mendengarkan vinyl. Selain mahal, mencarinya pun tidak mudah tergantung keberuntungan,” ungkapnya.

Ada dua macam alat pemutar piringan hitam, yaitu klasik dan digital. Turntable digital lebih praktis karena jarum otomatis terangkat ketika lagu selesai, sehingga vinyl pun berhenti berputar. Beda halnya dengan turntable klasik, jarum harus segera diangkat ketika lagu berakhir agar tidak merusak permukaan vinyl. “Bahaya apabila tertidur saat asyik mendengarkan, kalau tergores nantinya menimbulkan suara berisik saat musik diputar,” jelas pria yang sedang menggeluti usaha tambak ikan itu.

Hingga saat ini, Lilo memiliki lebih dari 600 keping piringan hitam. Koleksinya didominasi musik beraliran rock mencakup musisi Indonesia dan luar negeri. Selain itu, dia mempunyai dua buah alat pemutar piringan hitam, yaitu jenis klasik merek Kenwood dan jenis digital merek Technics.

“Pernah saya iseng menghitung jumlah biaya dikeluarkan untuk mengoleksi vinyl, kalau misalnya ditabung mungkin bisa membangun rumah atau beli mobil,” tutupnya lantas tertawa. (*/kik/*/ypl/k11)


BACA JUGA

Minggu, 06 Agustus 2017 11:38

Selera Sesuai Rupa

KUDA besi keluaran Suzuki yakni GSX-R 150 dan GSX-S 150 hadir menyesuaikan kebutuhan penggunanya. Seri…

Minggu, 06 Agustus 2017 11:37

Perubahan Mayor dengan Minor

BEBERAPA konsumen masih belum paham apa beda facelift dan all new. Pabrik yang berada di bawah brand…

Minggu, 06 Agustus 2017 11:35

Ganti Sesuai Kebutuhan

GARANG dan tinggi merupakan impresi dari tampilan mobil jip. Mobil off-road yang terus diperbarui dengan…

Minggu, 06 Agustus 2017 11:31

Dongkrak Performa dengan Modifikasi Header

PRODUSEN mobil tentunya sudah menghitung setiap komponen yang terpasang di produknya dengan tepat. Semuanya…

Minggu, 06 Agustus 2017 11:29

Main sambil Nostalgia

Action figure dasarnya memang mainan, tetapi sekarang sudah berkembang jadi barang koleksi. Apalagi…

Minggu, 06 Agustus 2017 11:27

Mainan Sejajar Emas

SAMBIL mengintip di balik kotak kecil yang terhubung dengan lensa, mata Ginanjar Adi mengajak tubuhnya…

Minggu, 06 Agustus 2017 11:26

Enggan Berhenti dari Hobi

“Ya, saya masuk dalam kategori candu. Candu banget mungkin,” ujar Ginanjar Adi dengan ceria.…

Minggu, 06 Agustus 2017 11:20

Trauma Disakiti hingga Perubahan Orientasi Seksual

USIA ideal menikah bagi pria adalah 28 tahun, hal tersebut dinilai secara mental dan finansial. Secara…

Minggu, 06 Agustus 2017 11:17

Kriteria dan Trauma

TERKADANG hubungan asmara membawa sejumlah batasan, berbeda dengan kehidupan lajang yang lebih bebas.…

Minggu, 06 Agustus 2017 11:13

Bisa Membuahi, Belum Tentu Mampu Ereksi

ADA paradigma zaman dahulu yang mengatakan bahwa pria akan bisa membuahi sampai umur kapan pun. “Penelitian…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .