MANAGED BY:
SENIN
25 JUNI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

MASKULIN

Minggu, 09 April 2017 11:50
Punya 600 Vinyl Seharga Mobil
NADIR: Dulu, harga rilisan fisik album Cermin dari God Bless tahun 1980 hanya Rp 200 ribu, sekarang nilai jualnya menembus angka Rp 2 juta untuk satu keeping.

PROKAL.CO, KALIMAT pertama yang terlintas ketika mendengar piringan hitam ialah barang langka alias susah didapat. Di Indonesia, rilisan fisik berbentuk vinyl awalnya hanya digunakan sebagai demo album yang disiarkan di radio kota-kota besar.

Mengingat nilai nadirnya itulah harga vinyl melonjak naik. Misalkan saja, piringan hitam dari God Bless dengan album Cermin rilisan tahun 1980, dulu harganya Rp 200 ribu, sekarang nilai jualnya menembus angka Rp 2 juta untuk satu keping rilisan fisik. “Punya saya kebetulan sudah dapat tanda tangan lengkap dari semua personel,” ucap pengusaha kontraktor itu.

Wajar bila harganya melonjak naik. Padahal, piringan hitam milik Trisa Hipmi Sudarma itu hanya dibeli di salah satu sudut pasar rilisan fisik di Jakarta. “Pernah suatu hari, ada kolektor dari Jakarta menghubungi dan menawar empat juta untuk album itu. Cuma saya memang tidak mau melepas meski ditawar mahal,” akunya ketika ditemui ahad pekan lalu di rumahnya.

Lilo—sapaannya—melanjutkan, koleksi vinyl lainnya terhitung langka, yaitu album Effigy of The Forgotten dari band metal Suffocation. Album pertama grup musik asal Amerika itu dirilis tahun 1991 dan saat ini dibanderol Rp 1 juta. “Dapatnya di Jerman, di sini enggak ada yang jual,” sambungnya.

Kualitas vinyl pun menentukan harga jual. Ada perbedaan mendasar antara piringan hitam rilisan dulu dan sekarang. Perkembangan teknologi membuat setiap proses rekaman melalui editing sehingga audio bebas dari noise. Namun, sensasinya berbeda ketika mendengarkan vinyl rilisan dulu masih menggunakan cara manual untuk rekaman. “Suaranya lebih jernih dan natural, kualitasnya sesuai dengan harga yang dibayar,” lanjutnya.

Penghobi travelling itu menjelaskan, selain rilisan fisik, komponen alat pemutarnya pun terbilang mahal. Misal, satu jarum turntable dijual dengan harga Rp 600 ribu. Besarnya harga jarum itulah yang membuat Lilo meredam keinginan memutar piringan hitam berkali-kali. “Kalau sering diputar, otomatis jarumnya terkikis dan cepat habis. Makanya saya sudah jarang mendengarkan vinyl. Selain mahal, mencarinya pun tidak mudah tergantung keberuntungan,” ungkapnya.

Ada dua macam alat pemutar piringan hitam, yaitu klasik dan digital. Turntable digital lebih praktis karena jarum otomatis terangkat ketika lagu selesai, sehingga vinyl pun berhenti berputar. Beda halnya dengan turntable klasik, jarum harus segera diangkat ketika lagu berakhir agar tidak merusak permukaan vinyl. “Bahaya apabila tertidur saat asyik mendengarkan, kalau tergores nantinya menimbulkan suara berisik saat musik diputar,” jelas pria yang sedang menggeluti usaha tambak ikan itu.

Hingga saat ini, Lilo memiliki lebih dari 600 keping piringan hitam. Koleksinya didominasi musik beraliran rock mencakup musisi Indonesia dan luar negeri. Selain itu, dia mempunyai dua buah alat pemutar piringan hitam, yaitu jenis klasik merek Kenwood dan jenis digital merek Technics.

“Pernah saya iseng menghitung jumlah biaya dikeluarkan untuk mengoleksi vinyl, kalau misalnya ditabung mungkin bisa membangun rumah atau beli mobil,” tutupnya lantas tertawa. (*/kik/*/ypl/k11)


BACA JUGA

Minggu, 24 Juni 2018 11:31

Berinovasi Agar Pelanggan Tak Bosan

TOLOK ukur sukses menurut Rusyadi Syakir adalah bisa bekerja sesuai passion. Sebab, bukan hanya mendapatkan…

Minggu, 24 Juni 2018 11:25

Sebar Dakwah Lewat Media Sosial

MERINTIS sesuatu bukan hal yang bisa dianggap remeh, termasuk membangun sebuah komunitas. Niat dan komitmen…

Minggu, 24 Juni 2018 06:02

Berinovasi agar Pelanggan Tak Bosan

TOLOK ukur sukses menurut Rusyadi Syakir adalah bisa bekerja sesuai passion. Sebab, bukan hanya mendapatkan…

Minggu, 17 Juni 2018 00:46

Waspada Kolesterol Pasca Lebaran

JAKARTA – Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FK UI) Ari Fahrial Syam mengimbau agar…

Sabtu, 16 Juni 2018 13:16

Gini Loh, Supaya Ngga Ngantuk Abis Begadang Nonton Piala Dunia

Pertandingan Piala Dunia 2018 malam ini tentu menjadi keseruan tersendiri bagi Anda yang gemar olahraga…

Minggu, 10 Juni 2018 05:29

Lapangan Pekerjaan untuk Masyarakat Bayur

SHEILA Achmad memilih bekerja di lapangan daripada memerhatikan usaha yang dikelolanya di balik meja.…

Minggu, 03 Juni 2018 10:40

Desain Pakaian, Dipesan Hingga Luar Daerah

DENGAN tatapan serius, tangan Muhammad Gusti Fahrizal mengayunkan pena. Garis demi garis tercoret pada…

Minggu, 03 Juni 2018 10:39

Desainer Serba Bisa

PENDIDIKAN tinggi tak membuat Muhammad Gusti Fahrizal tergiur untuk jadi pegawai. Padahal orangtua menginginkannya…

Minggu, 03 Juni 2018 10:33

Rumah Literasi Wadah Berbagi Informasi

SEJAK 2016 membangun komunitas Literasi Papadah, Mahmuddin Bashar dan kawan-kawannya mendapatkan beragam…

Minggu, 03 Juni 2018 10:32

Membaca, Menulis, dan Berdiskusi

SAAT melihat sebuah fenomena, seseorang dituntut bisa berpikir kritis untuk menganalisis atau mengevaluasi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .