MANAGED BY:
SABTU
24 JUNI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

MASKULIN

Minggu, 09 April 2017 11:50
Punya 600 Vinyl Seharga Mobil
NADIR: Dulu, harga rilisan fisik album Cermin dari God Bless tahun 1980 hanya Rp 200 ribu, sekarang nilai jualnya menembus angka Rp 2 juta untuk satu keeping.

PROKAL.CO, KALIMAT pertama yang terlintas ketika mendengar piringan hitam ialah barang langka alias susah didapat. Di Indonesia, rilisan fisik berbentuk vinyl awalnya hanya digunakan sebagai demo album yang disiarkan di radio kota-kota besar.

Mengingat nilai nadirnya itulah harga vinyl melonjak naik. Misalkan saja, piringan hitam dari God Bless dengan album Cermin rilisan tahun 1980, dulu harganya Rp 200 ribu, sekarang nilai jualnya menembus angka Rp 2 juta untuk satu keping rilisan fisik. “Punya saya kebetulan sudah dapat tanda tangan lengkap dari semua personel,” ucap pengusaha kontraktor itu.

Wajar bila harganya melonjak naik. Padahal, piringan hitam milik Trisa Hipmi Sudarma itu hanya dibeli di salah satu sudut pasar rilisan fisik di Jakarta. “Pernah suatu hari, ada kolektor dari Jakarta menghubungi dan menawar empat juta untuk album itu. Cuma saya memang tidak mau melepas meski ditawar mahal,” akunya ketika ditemui ahad pekan lalu di rumahnya.

Lilo—sapaannya—melanjutkan, koleksi vinyl lainnya terhitung langka, yaitu album Effigy of The Forgotten dari band metal Suffocation. Album pertama grup musik asal Amerika itu dirilis tahun 1991 dan saat ini dibanderol Rp 1 juta. “Dapatnya di Jerman, di sini enggak ada yang jual,” sambungnya.

Kualitas vinyl pun menentukan harga jual. Ada perbedaan mendasar antara piringan hitam rilisan dulu dan sekarang. Perkembangan teknologi membuat setiap proses rekaman melalui editing sehingga audio bebas dari noise. Namun, sensasinya berbeda ketika mendengarkan vinyl rilisan dulu masih menggunakan cara manual untuk rekaman. “Suaranya lebih jernih dan natural, kualitasnya sesuai dengan harga yang dibayar,” lanjutnya.

Penghobi travelling itu menjelaskan, selain rilisan fisik, komponen alat pemutarnya pun terbilang mahal. Misal, satu jarum turntable dijual dengan harga Rp 600 ribu. Besarnya harga jarum itulah yang membuat Lilo meredam keinginan memutar piringan hitam berkali-kali. “Kalau sering diputar, otomatis jarumnya terkikis dan cepat habis. Makanya saya sudah jarang mendengarkan vinyl. Selain mahal, mencarinya pun tidak mudah tergantung keberuntungan,” ungkapnya.

Ada dua macam alat pemutar piringan hitam, yaitu klasik dan digital. Turntable digital lebih praktis karena jarum otomatis terangkat ketika lagu selesai, sehingga vinyl pun berhenti berputar. Beda halnya dengan turntable klasik, jarum harus segera diangkat ketika lagu berakhir agar tidak merusak permukaan vinyl. “Bahaya apabila tertidur saat asyik mendengarkan, kalau tergores nantinya menimbulkan suara berisik saat musik diputar,” jelas pria yang sedang menggeluti usaha tambak ikan itu.

Hingga saat ini, Lilo memiliki lebih dari 600 keping piringan hitam. Koleksinya didominasi musik beraliran rock mencakup musisi Indonesia dan luar negeri. Selain itu, dia mempunyai dua buah alat pemutar piringan hitam, yaitu jenis klasik merek Kenwood dan jenis digital merek Technics.

“Pernah saya iseng menghitung jumlah biaya dikeluarkan untuk mengoleksi vinyl, kalau misalnya ditabung mungkin bisa membangun rumah atau beli mobil,” tutupnya lantas tertawa. (*/kik/*/ypl/k11)


BACA JUGA

Minggu, 18 Juni 2017 12:07

Dipanggil Adiboy, Lahirkan Filosofi

Buah jatuh tak jauh dari pohonnya, demikian sang anak yang tumbuh dengan merekam kebiasaan sang ayah.…

Minggu, 18 Juni 2017 12:05

Ukir Nama di Alas Kaki

JARI telunjuk Eri Kurniawan bergerak aktif memainkan scroll mouse tersambung ke komputer, sedangkan…

Minggu, 18 Juni 2017 12:04

Hobi Rawat Sendiri

MATAHARI pagi menyapa malu ketika Eri Kurniawan duduk di ruang tengah rumahnya. Tangannya sibuk menghimpun…

Minggu, 18 Juni 2017 12:00

Buah Tangan East Kalimantan Center, Terkenal di Tiga Benua

ABON ikan, tas rotan, manik-manik, lempok durian, boleh dikatakan buah tangan khas Bumi Mulawarman.…

Minggu, 18 Juni 2017 11:59

Fenomena Mudik Lebaran, Ajang Tukar Kasih dan Kisah

FENOMENA mudik nyatanya bukan hanya terjadi di Indonesia, ramai-ramai kembali ke kampung halaman lazim…

Minggu, 18 Juni 2017 11:58

Sesuaikan Karakter Pemudik

SETELAH berjuang satu tahun sibuk di kota orang, kini saatnya kembali ke rumah. Bagi pemudik, setidaknya…

Minggu, 18 Juni 2017 11:52

Sejam Reduksi 1.000 Kalori

JANGAN sepele dengan skipping. Walau hanya menggunakan tali sebagai media olah fisik, beberapa bagian…

Minggu, 18 Juni 2017 11:51

Rutin Olahraga, Jangan Begadang

ANDREAS Panjaitan terus memutar tali yang digenggamnya. Dentuman musik menemani lompatannya yang terhubung…

Minggu, 18 Juni 2017 11:50

Periksa sebelum Konsumsi

TAMPILAN fisik selalu menjadi utama. Sebab, itu ragam cara dilakukan untuk bisa mendapatkan tubuh ideal.…

Minggu, 18 Juni 2017 11:49

VARIASI OLAH FISIK LOMPAT TALI

Gerakan lompat saat berolahraga dengan jump rope dapat dilakukan dengan beragam gaya. Selain menghalau…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .