MANAGED BY:
SABTU
24 JUNI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

MASKULIN

Minggu, 09 April 2017 11:47
Dari Dingdong hingga Helloween
ORISINAL: Empat tahun lalu, Helloween menyapa Kota Raja. Tak ingin ketinggalan momen, Lilo akhirnya meminta tanda tangan semua personel. Walhasil, 40 tanda tangan untuk 40 keping rilisan fisik dari band asal Jerman itu berhasil didapat. Foto album Live in UK adalah contohnya.

PROKAL.CO, DELAPAN tahun berburu piringan hitam membuat Trisa Hipmi Sudarma dikenal sebagai salah satu kolektor vinyl di Kalimantan Timur. Selain langka, alat pemutar rilisan fisik tersebut sulit ditemui sehingga tak banyak orang berminat memilikinya. Tidak heran jika dirinya sedikit kesulitan mencari kawan berbincang mengenai piringan hitam.

“Di Tenggarong hanya ada beberapa orang yang menyukai vinyl. Di kota lain seperti Samarinda dan Balikpapan juga ada, tapi jika dibandingkan rilisan fisik lainnya, ya, peminat vinyl masih sedikit,” ujar Lilo kepada Maskulin, ahad pekan lalu.

Namun, jumlah yang sedikit itu justru membuatnya akrab dengan kawan-kawan penikmat vinyl, baik di luar Tenggarong maupun di luar Kaltim. Salah satunya Adit, kolektor piringan hitam dari kota Minyak.

Adit kerap berburu vinyl di Jerman melalui jasa transaksi elektronik. Dikenal sebagai negara pembuat piringan hitam dengan kualitas terbaik, Lilo acap kali memesan rilisan incarannya melalui Adit.

“Teman-teman yang lain juga banyak menitipkan pesanannya. Kalau dihitung, ongkos kirimnya jadi lebih irit,” terangnya terkekeh.

Salah satu koleksi langka yang didapatkan dari Jerman, yaitu piringan hitam Guruh Gipsy. Kelompok musik itu beranggotakan Guruh Sukarno Putra, Keenan Nasution, Roni Harahap, Chrisye, Oding Nasution, dan Abadi Soesman yang merilis album berbentuk kaset pita pada tahun 1976. Materi musik tersebut terdengar hingga Jerman kemudian dirilis ulang oleh salah satu label di Negeri Panser itu.

“Padahal, musisi Indonesia, tapi saya dapatnya rilisan dari Jerman tahun 2010 dengan kisaran harga satu juta rupiah. Sekarang, nilainya bisa tiga juta rupiah dan termasuk langka sebab tidak diproduksi lagi,” ungkapnya.

Pengalaman menarik lainnya bermula ketika Lilo kecil asyik bermain dingdong di pasar. Dia tertarik dengan gambar Jack O Lantern (labu kuning) milik salah satu kedai. Penasaran, dia pun mencari tahu. Hasilnya, kepala labu dengan senyum seram itu adalah lambang dari band power metal asal Hamburg, Jerman yang selanjutnya jadi grup masik favoritnya.

“Kebetulan bapak penjual itu membawa kasetnya, saya minta diputarkan lagunya dan langsung suka,” tuturnya bercerita.

Beranjak dewasa, pria kelahiran Bontang itu mulai mencari album Live in the UK dari Helloweenkeluaran 1898 yang dikenalnya sejak kecil. Akhirnya, dia mendapatkan album itu di Jakarta dengan harga Rp 200 ribu. Tidak berhenti sampai di situ, pencarian album berlanjut dengan model senada, yakni print gambar Jack O Lantern di permukaannya.

“Dapatnya di Jerman lagi dengan harga lima ratus ribu. Koleksi saya kebanyakan kalau enggakdari Jakarta, ya, dari Jerman,” sambungnya.

Tahun 2013 menjadi tahun paling berkesan ketika grup musik Helloween bertandang ke Tenggarong. Tak ingin kehilangan kesempatan, Lilo lantas membawa semua koleksi rilisan fisiknya untuk mendapatkan tanda tangan. Para personel Helloween pun terkejut dengan antusias dan loyalitasnya.

“Sekitar empat puluh rilisan fisik dan semuanya ditandatangani. Sebenarnya saya kasihan sebab terlalu banyak, tapi mereka malah bersemangat. Mumpung sedang ada di sini, katanya,” ucap Lilo menirukan lantas tersenyum. (*/kik/*/ypl/k11)


BACA JUGA

Minggu, 18 Juni 2017 12:07

Dipanggil Adiboy, Lahirkan Filosofi

Buah jatuh tak jauh dari pohonnya, demikian sang anak yang tumbuh dengan merekam kebiasaan sang ayah.…

Minggu, 18 Juni 2017 12:05

Ukir Nama di Alas Kaki

JARI telunjuk Eri Kurniawan bergerak aktif memainkan scroll mouse tersambung ke komputer, sedangkan…

Minggu, 18 Juni 2017 12:04

Hobi Rawat Sendiri

MATAHARI pagi menyapa malu ketika Eri Kurniawan duduk di ruang tengah rumahnya. Tangannya sibuk menghimpun…

Minggu, 18 Juni 2017 12:00

Buah Tangan East Kalimantan Center, Terkenal di Tiga Benua

ABON ikan, tas rotan, manik-manik, lempok durian, boleh dikatakan buah tangan khas Bumi Mulawarman.…

Minggu, 18 Juni 2017 11:59

Fenomena Mudik Lebaran, Ajang Tukar Kasih dan Kisah

FENOMENA mudik nyatanya bukan hanya terjadi di Indonesia, ramai-ramai kembali ke kampung halaman lazim…

Minggu, 18 Juni 2017 11:58

Sesuaikan Karakter Pemudik

SETELAH berjuang satu tahun sibuk di kota orang, kini saatnya kembali ke rumah. Bagi pemudik, setidaknya…

Minggu, 18 Juni 2017 11:52

Sejam Reduksi 1.000 Kalori

JANGAN sepele dengan skipping. Walau hanya menggunakan tali sebagai media olah fisik, beberapa bagian…

Minggu, 18 Juni 2017 11:51

Rutin Olahraga, Jangan Begadang

ANDREAS Panjaitan terus memutar tali yang digenggamnya. Dentuman musik menemani lompatannya yang terhubung…

Minggu, 18 Juni 2017 11:50

Periksa sebelum Konsumsi

TAMPILAN fisik selalu menjadi utama. Sebab, itu ragam cara dilakukan untuk bisa mendapatkan tubuh ideal.…

Minggu, 18 Juni 2017 11:49

VARIASI OLAH FISIK LOMPAT TALI

Gerakan lompat saat berolahraga dengan jump rope dapat dilakukan dengan beragam gaya. Selain menghalau…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .