MANAGED BY:
KAMIS
17 AGUSTUS
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

MASKULIN

Minggu, 09 April 2017 11:47
Dari Dingdong hingga Helloween
ORISINAL: Empat tahun lalu, Helloween menyapa Kota Raja. Tak ingin ketinggalan momen, Lilo akhirnya meminta tanda tangan semua personel. Walhasil, 40 tanda tangan untuk 40 keping rilisan fisik dari band asal Jerman itu berhasil didapat. Foto album Live in UK adalah contohnya.

PROKAL.CO, DELAPAN tahun berburu piringan hitam membuat Trisa Hipmi Sudarma dikenal sebagai salah satu kolektor vinyl di Kalimantan Timur. Selain langka, alat pemutar rilisan fisik tersebut sulit ditemui sehingga tak banyak orang berminat memilikinya. Tidak heran jika dirinya sedikit kesulitan mencari kawan berbincang mengenai piringan hitam.

“Di Tenggarong hanya ada beberapa orang yang menyukai vinyl. Di kota lain seperti Samarinda dan Balikpapan juga ada, tapi jika dibandingkan rilisan fisik lainnya, ya, peminat vinyl masih sedikit,” ujar Lilo kepada Maskulin, ahad pekan lalu.

Namun, jumlah yang sedikit itu justru membuatnya akrab dengan kawan-kawan penikmat vinyl, baik di luar Tenggarong maupun di luar Kaltim. Salah satunya Adit, kolektor piringan hitam dari kota Minyak.

Adit kerap berburu vinyl di Jerman melalui jasa transaksi elektronik. Dikenal sebagai negara pembuat piringan hitam dengan kualitas terbaik, Lilo acap kali memesan rilisan incarannya melalui Adit.

“Teman-teman yang lain juga banyak menitipkan pesanannya. Kalau dihitung, ongkos kirimnya jadi lebih irit,” terangnya terkekeh.

Salah satu koleksi langka yang didapatkan dari Jerman, yaitu piringan hitam Guruh Gipsy. Kelompok musik itu beranggotakan Guruh Sukarno Putra, Keenan Nasution, Roni Harahap, Chrisye, Oding Nasution, dan Abadi Soesman yang merilis album berbentuk kaset pita pada tahun 1976. Materi musik tersebut terdengar hingga Jerman kemudian dirilis ulang oleh salah satu label di Negeri Panser itu.

“Padahal, musisi Indonesia, tapi saya dapatnya rilisan dari Jerman tahun 2010 dengan kisaran harga satu juta rupiah. Sekarang, nilainya bisa tiga juta rupiah dan termasuk langka sebab tidak diproduksi lagi,” ungkapnya.

Pengalaman menarik lainnya bermula ketika Lilo kecil asyik bermain dingdong di pasar. Dia tertarik dengan gambar Jack O Lantern (labu kuning) milik salah satu kedai. Penasaran, dia pun mencari tahu. Hasilnya, kepala labu dengan senyum seram itu adalah lambang dari band power metal asal Hamburg, Jerman yang selanjutnya jadi grup masik favoritnya.

“Kebetulan bapak penjual itu membawa kasetnya, saya minta diputarkan lagunya dan langsung suka,” tuturnya bercerita.

Beranjak dewasa, pria kelahiran Bontang itu mulai mencari album Live in the UK dari Helloweenkeluaran 1898 yang dikenalnya sejak kecil. Akhirnya, dia mendapatkan album itu di Jakarta dengan harga Rp 200 ribu. Tidak berhenti sampai di situ, pencarian album berlanjut dengan model senada, yakni print gambar Jack O Lantern di permukaannya.

“Dapatnya di Jerman lagi dengan harga lima ratus ribu. Koleksi saya kebanyakan kalau enggakdari Jakarta, ya, dari Jerman,” sambungnya.

Tahun 2013 menjadi tahun paling berkesan ketika grup musik Helloween bertandang ke Tenggarong. Tak ingin kehilangan kesempatan, Lilo lantas membawa semua koleksi rilisan fisiknya untuk mendapatkan tanda tangan. Para personel Helloween pun terkejut dengan antusias dan loyalitasnya.

“Sekitar empat puluh rilisan fisik dan semuanya ditandatangani. Sebenarnya saya kasihan sebab terlalu banyak, tapi mereka malah bersemangat. Mumpung sedang ada di sini, katanya,” ucap Lilo menirukan lantas tersenyum. (*/kik/*/ypl/k11)


BACA JUGA

Minggu, 06 Agustus 2017 11:38

Selera Sesuai Rupa

KUDA besi keluaran Suzuki yakni GSX-R 150 dan GSX-S 150 hadir menyesuaikan kebutuhan penggunanya. Seri…

Minggu, 06 Agustus 2017 11:37

Perubahan Mayor dengan Minor

BEBERAPA konsumen masih belum paham apa beda facelift dan all new. Pabrik yang berada di bawah brand…

Minggu, 06 Agustus 2017 11:35

Ganti Sesuai Kebutuhan

GARANG dan tinggi merupakan impresi dari tampilan mobil jip. Mobil off-road yang terus diperbarui dengan…

Minggu, 06 Agustus 2017 11:31

Dongkrak Performa dengan Modifikasi Header

PRODUSEN mobil tentunya sudah menghitung setiap komponen yang terpasang di produknya dengan tepat. Semuanya…

Minggu, 06 Agustus 2017 11:29

Main sambil Nostalgia

Action figure dasarnya memang mainan, tetapi sekarang sudah berkembang jadi barang koleksi. Apalagi…

Minggu, 06 Agustus 2017 11:27

Mainan Sejajar Emas

SAMBIL mengintip di balik kotak kecil yang terhubung dengan lensa, mata Ginanjar Adi mengajak tubuhnya…

Minggu, 06 Agustus 2017 11:26

Enggan Berhenti dari Hobi

“Ya, saya masuk dalam kategori candu. Candu banget mungkin,” ujar Ginanjar Adi dengan ceria.…

Minggu, 06 Agustus 2017 11:20

Trauma Disakiti hingga Perubahan Orientasi Seksual

USIA ideal menikah bagi pria adalah 28 tahun, hal tersebut dinilai secara mental dan finansial. Secara…

Minggu, 06 Agustus 2017 11:17

Kriteria dan Trauma

TERKADANG hubungan asmara membawa sejumlah batasan, berbeda dengan kehidupan lajang yang lebih bebas.…

Minggu, 06 Agustus 2017 11:13

Bisa Membuahi, Belum Tentu Mampu Ereksi

ADA paradigma zaman dahulu yang mengatakan bahwa pria akan bisa membuahi sampai umur kapan pun. “Penelitian…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .