MANAGED BY:
KAMIS
17 AGUSTUS
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

MASKULIN

Minggu, 09 April 2017 11:40
Fakta Tergantung Pembaca, Arif Memilah Kabar
LEBIH BIJAK: Saat menerima informasi berantai mengenai peristiwa tertentu, baiknya dibaca detail lalu cari kebenarannya. Jika merasa valid, boleh diteruskan ke yang lain.ALAN RUSANDI/KP

PROKAL.CO, BULAN kesembilan tahun lalu, Christian Simanungkalit selesai menempuh tes moneter yang diselenggarakan Bank Indonesia (BI) sebagai tahap seleksi penerimaan pegawai. Selang beberapa hari setelah tes, banker yang kini menetap di Jakarta itu menerima pesan lewat aplikasi pesan LINE mengenai beasiswa yang diadakan oleh Bank Indonesia.

Rasa semangat Christian untuk membagikan kepada kerabat dan saudara pun tersambar. Namun, siapa sangka informasi diterima ternyata hoax alias bohong. “Semenit setelah saya membagikan informasi itu ke beberapa grup LINE, ada balasan pesan dari salah satu anggota grup tentang konfirmasi pihak BI. Dan informasi beasiswa itu tidak benar,” ucap pria yang akrab disapa Tian tersebut kepada Maskulin.

Walhasil semangat berbagi itu pun berakhir malu. “Saya jadikan itu sebuah pembelajaran saja untuk tidak menerima dan membagi informasi mentah-mentah,” akunya.

Pengalaman berbeda datang dari Fitri Handayani, mahasiswi Program Studi Ilmu Komunikasi, Universitas Mulawarman. Kesehariannya selain mengerjakan tugas akhir, Fitri sudah menjadi aktivis di berbagai komunitas maupun LSM di Samarinda sejak semester satu. Hal itu membuat Fitri memiliki koneksi dengan banyak orang dan informasi yang didapat terbilang cukup banyak dan beragam. “Untuk aplikasi pesan seperti LINE, saya tergabung dalam kurang lebih 50 grup,” ujarnya.

Nah, informasi-informasi yang dia terima tak berhenti. Dia selalu menyebarkan kabar tersebut ke grup lainnya. Tetapi respons yang dia dapat terkadang tidak seperti yang dia harapkan. “Ya, pernah suatu waktu seorang teman di kampus menegur saya, sebab intensitas membagikan informasi di grup kelas cukup sering dan memang tidak semua informasi sesuai kebutuhan anggota grup,” tuturnya. Beberapa kali juga berita yang dia sebar ternyata hoax.

Jika demikian, Fitri hanya bisa minta maaf dan mencoba cari tahu kebenaran berita tersebut. Dia mengaku tindakannya itu sebagai bentuk kepedulian kepada orang-orang sekitar. “Direspons atau tidak yang penting ada kepuasan memberi perhatian kepada orang lain,” sebutnya.

Namun, alangkah baik tidak segera menyebarkan tanpa tahu kebenarannya. Sebab informasi yang diterima lewat media tanpa batas ruang dan waktu, bisa saja membuat orang lain khawatir.

Seperti dialami Santi Ernawati, teman sekelas Fitri. “Waktu itu saya membaca berita penculikan anak yang dilakukan dokter muda dari salah satu media online, akhirnya membuat keluarga jadi waswas dan lakukan pengawasan ketat terhadap keponakan saya,” ucap perempuan yang baru saja menikah tersebut. Tapi, seiring penyelidikan pihak berwajib serta klarifikasi, ternyata berita tersebut hoax, keluarga Santi menjadi cukup lega namun tetap berjaga. (*/day/*/ypl/k9)

            


BACA JUGA

Minggu, 06 Agustus 2017 11:38

Selera Sesuai Rupa

KUDA besi keluaran Suzuki yakni GSX-R 150 dan GSX-S 150 hadir menyesuaikan kebutuhan penggunanya. Seri…

Minggu, 06 Agustus 2017 11:37

Perubahan Mayor dengan Minor

BEBERAPA konsumen masih belum paham apa beda facelift dan all new. Pabrik yang berada di bawah brand…

Minggu, 06 Agustus 2017 11:35

Ganti Sesuai Kebutuhan

GARANG dan tinggi merupakan impresi dari tampilan mobil jip. Mobil off-road yang terus diperbarui dengan…

Minggu, 06 Agustus 2017 11:31

Dongkrak Performa dengan Modifikasi Header

PRODUSEN mobil tentunya sudah menghitung setiap komponen yang terpasang di produknya dengan tepat. Semuanya…

Minggu, 06 Agustus 2017 11:29

Main sambil Nostalgia

Action figure dasarnya memang mainan, tetapi sekarang sudah berkembang jadi barang koleksi. Apalagi…

Minggu, 06 Agustus 2017 11:27

Mainan Sejajar Emas

SAMBIL mengintip di balik kotak kecil yang terhubung dengan lensa, mata Ginanjar Adi mengajak tubuhnya…

Minggu, 06 Agustus 2017 11:26

Enggan Berhenti dari Hobi

“Ya, saya masuk dalam kategori candu. Candu banget mungkin,” ujar Ginanjar Adi dengan ceria.…

Minggu, 06 Agustus 2017 11:20

Trauma Disakiti hingga Perubahan Orientasi Seksual

USIA ideal menikah bagi pria adalah 28 tahun, hal tersebut dinilai secara mental dan finansial. Secara…

Minggu, 06 Agustus 2017 11:17

Kriteria dan Trauma

TERKADANG hubungan asmara membawa sejumlah batasan, berbeda dengan kehidupan lajang yang lebih bebas.…

Minggu, 06 Agustus 2017 11:13

Bisa Membuahi, Belum Tentu Mampu Ereksi

ADA paradigma zaman dahulu yang mengatakan bahwa pria akan bisa membuahi sampai umur kapan pun. “Penelitian…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .