MANAGED BY:
SELASA
28 MARET
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Selasa, 21 Maret 2017 07:45
Masa Keemasan Walet Telah Memudar
SEPI BUYER: Tiongkok tak lagi melirik sarang walet Indonesia ditengarai sebagai penyebab sepinya pasar belakangan ini. Tak sedikit sarang kini kembali dijadikan rumah oleh sang pemilik.(RIFKI/KP)

PROKAL.CO, SAMARINDA – Bisnis sarang walet di Kota Tepian tampaknya telah mati suri. Dari target PAD sebesar Rp 50 juta, yang terealisasi hanya Rp 7 juta. Kondisi semakin berat lantaran ekspor harus melalui Malaysia.

Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Samarinda Hermanus Barus mengatakan, PAD dari sarang walet selalu tetap, tidak ada peningkatan. Dia juga mengaku bingung bagaimana cara menaikkannya. Hermanus menduga sarang walet tidak jadi objek menarik lagi. Sebab, kata dia, banyak rumah walet yang sudah tutup. “Beberapa rumah walet kembali jadi rumah biasa. Barangkali masa keemasan walet sudah sirna,” ujarnya.

Hermanus juga mengaku tidak tahu berapa jumlah pengusaha walet saat ini. Kata dia, dulu setiap jalan di Samarinda masih terdengar suara walet. Sekarang sudah tidak ada. Menurut dia, mungkin itu indikator bahwa bisnis walet kian sunyi. “Makanya kami tak berani pasang target pajak untuk sarang walet,” sebutnya.

Selain itu, ujar dia, beredar isu di kalangan pengusaha walet bahwa Tiongkok tidak tertarik lagi pada sarang walet dari Indonesia. Isu itu menyebutkan, sarang walet dari Indonesia dipaparkan memakai pemutih. Sebab, bagi pengusaha walet, semakin putih semakin laris. Namun, kata dia, kabar itu tak sepenuhnya bisa dipercaya. Sebab, ada juga persaingan bisnis dari negara tetangga. “Saingan berat kita dari Malaysia. Sekarang tak boleh ekspor langsung, tapi harus lewat Malaysia,” beber dia.

Diwartakan, PAD dari sektor pajak sarang walet sangat minim. Dari target Rp 50 juta, Pemkot Samarinda hanya mampu merealisasikan Rp 7 juta. Alasannya, jual-beli air liur walet ini kini sepi. Dari target Rp 50 juta, yang terealisasi hanya Rp 7 juta. Tarif pajaknya adalah 10 persen dari omzet mereka. Dari sekitar 200 gedung sarang walet di Kota Tepian, setidaknya hanya 25 yang aktif. (*/hdd/lhl/k16)


BACA JUGA

Senin, 27 Maret 2017 07:12

Anggaran Terbatas, Paket Pelatihan Kerja Dipangkas

BALIKPAPAN – Tak hanya pembangunan fisik, terbatasnya anggaran belanja pemerintah juga berdampak…

Senin, 27 Maret 2017 07:05

Promosi Wisata, Optimalkan Armada Transportasi

SAMARINDA – Berbagai cara dilakukan pemerintah untuk menarik wisatawan datang ke Kota Tepian.…

Senin, 27 Maret 2017 07:03

Penerimaan Migas Jeblok sejak 2012

JAKARTA – Penerimaan di sektor migas terdampak jebloknya harga minyak dunia. Dirjen Anggaran Kemenkeu,…

Sabtu, 25 Maret 2017 07:18

Tawarkan 139 Unit Plus Promo Menarik

SAMARINDA  –   Di tengah lesunya bisnis properti secara keseluruhan, Ciputra Group justru…

Sabtu, 25 Maret 2017 07:07

Tebusan Tax Amnesty, Paser Kalah dari PPU

TANA PASER  –  Grafik menurun dicatat oleh Kantor Pelayanan Penyuluhan dan Konsultasi…

Sabtu, 25 Maret 2017 07:05

Harga BBM dan Tarif Listrik Dipastikan Tak Naik

JAKARTA –   Pemerintah memastikan tarif dasar listrik nonsubsidi dan harga bahan bakar minyak…

Sabtu, 25 Maret 2017 07:05

Layanan BTN Dibatasi Sementara

JAKARTA  -  Untuk sementara, PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) tak melayani pembukaan rekening…

Jumat, 24 Maret 2017 11:16

MUI Keluarkan 9 Fatwa Ekonomi Baru, Begini Aturan Soal Pembiayaan Rumah Inden

JAKARTA - Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI) mengeluarkan sembilan fatwa baru…

Jumat, 24 Maret 2017 07:28

Lahan 3,5 Juta Ha Menganggur, Punya Siapa?

SAMARINDA – Kaltim memiliki 3,5 juta hektare (ha) lahan menganggur. Aset tersebut dipegang para…

Jumat, 24 Maret 2017 07:27

MANTAP!! Jadi yang Keenam di Indonesia, Pengisian Avtur di Bandara Sepinggan akan Gunakan Hydrant Pit

BALIKPAPAN – Pengembangan infrastruktur Depot Pengisian Pesawat Udara (DPPU) dilakukan Pertamina…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .