MANAGED BY:
SABTU
23 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Selasa, 21 Maret 2017 07:45
Masa Keemasan Walet Telah Memudar
SEPI BUYER: Tiongkok tak lagi melirik sarang walet Indonesia ditengarai sebagai penyebab sepinya pasar belakangan ini. Tak sedikit sarang kini kembali dijadikan rumah oleh sang pemilik.(RIFKI/KP)

PROKAL.CO, SAMARINDA – Bisnis sarang walet di Kota Tepian tampaknya telah mati suri. Dari target PAD sebesar Rp 50 juta, yang terealisasi hanya Rp 7 juta. Kondisi semakin berat lantaran ekspor harus melalui Malaysia.

Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Samarinda Hermanus Barus mengatakan, PAD dari sarang walet selalu tetap, tidak ada peningkatan. Dia juga mengaku bingung bagaimana cara menaikkannya. Hermanus menduga sarang walet tidak jadi objek menarik lagi. Sebab, kata dia, banyak rumah walet yang sudah tutup. “Beberapa rumah walet kembali jadi rumah biasa. Barangkali masa keemasan walet sudah sirna,” ujarnya.

Hermanus juga mengaku tidak tahu berapa jumlah pengusaha walet saat ini. Kata dia, dulu setiap jalan di Samarinda masih terdengar suara walet. Sekarang sudah tidak ada. Menurut dia, mungkin itu indikator bahwa bisnis walet kian sunyi. “Makanya kami tak berani pasang target pajak untuk sarang walet,” sebutnya.

Selain itu, ujar dia, beredar isu di kalangan pengusaha walet bahwa Tiongkok tidak tertarik lagi pada sarang walet dari Indonesia. Isu itu menyebutkan, sarang walet dari Indonesia dipaparkan memakai pemutih. Sebab, bagi pengusaha walet, semakin putih semakin laris. Namun, kata dia, kabar itu tak sepenuhnya bisa dipercaya. Sebab, ada juga persaingan bisnis dari negara tetangga. “Saingan berat kita dari Malaysia. Sekarang tak boleh ekspor langsung, tapi harus lewat Malaysia,” beber dia.

Diwartakan, PAD dari sektor pajak sarang walet sangat minim. Dari target Rp 50 juta, Pemkot Samarinda hanya mampu merealisasikan Rp 7 juta. Alasannya, jual-beli air liur walet ini kini sepi. Dari target Rp 50 juta, yang terealisasi hanya Rp 7 juta. Tarif pajaknya adalah 10 persen dari omzet mereka. Dari sekitar 200 gedung sarang walet di Kota Tepian, setidaknya hanya 25 yang aktif. (*/hdd/lhl/k16)


BACA JUGA

Kamis, 21 September 2017 06:57

Start-up Belum Terdata, BI Tetap Memantau

SAMARINDA – Kemunculan start-up di Benua Etam mewarnai geliat bisnis di daerah. Namun, hingga…

Kamis, 21 September 2017 06:56

NAH..!! Menteri ESDM Minta Cabut 600 Izin Tambang

JAKARTA - Izin tambang yang dianggap ilegal karena tak memenuhi kaidah clean on clear (CnC) terus diburu…

Kamis, 21 September 2017 06:53

Beri Peluang Swasta dengan Syarat “Uang Muka”

JAKARTA - Pemerintah bakal segera menelurkan aturan terkait Limited Concession Scheme (LCS) sebagai…

Kamis, 21 September 2017 06:52

Bauran Energi Terbarukan Sudah Lampaui Target

JAKARTA - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyampaikan laporan kinerja terkait perkembangan…

Kamis, 21 September 2017 06:50

Uang Elektronik Mulai Tenar

ASOSIASI Bank Pembangunan Daerah (Asbanda) melihat rencana Bank Indonesia (BI) terkait biaya isi ulang…

Kamis, 21 September 2017 06:48

Hanya 11 Persen Industri Punya Hak Paten

JAKARTA - Inovasi dalam dunia bisnis tengah menjadi fokus pengembangan dari pemerintah di berbagai sektor,…

Kamis, 21 September 2017 06:48

Petugas Pajak Kini Bisa Turun ke Lapangan Memeriksa

PEMERINTAH telah menerbitkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 36 Tahun 2017 tentang Pengenaan Pajak Penghasilan…

Rabu, 20 September 2017 07:33

Tekan Biaya Logistik, Mesti Ada Tol Sungai

BALIKPAPAN – Kaltim harus mampu menekan biaya logistik yang terlalu tinggi. Terutama di daerah…

Rabu, 20 September 2017 07:27

Ekonomi Masih Bergantung Ekspor

SAMARINDA - Ekonomi Kaltim triwulan II 2017 tumbuh 3,6 persen year on year (yoy), lebih rendah dibandingkan…

Rabu, 20 September 2017 07:25

Batu Bara Berpotensi Balik Menguat

SAMARINDA - Harga batu bara pada Selasa (19/9) melemah tipis 0,45 persen atau 0,40 poin di USD 87 per…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .