MANAGED BY:
KAMIS
22 JUNI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Selasa, 21 Maret 2017 07:45
Masa Keemasan Walet Telah Memudar
SEPI BUYER: Tiongkok tak lagi melirik sarang walet Indonesia ditengarai sebagai penyebab sepinya pasar belakangan ini. Tak sedikit sarang kini kembali dijadikan rumah oleh sang pemilik.(RIFKI/KP)

PROKAL.CO, SAMARINDA – Bisnis sarang walet di Kota Tepian tampaknya telah mati suri. Dari target PAD sebesar Rp 50 juta, yang terealisasi hanya Rp 7 juta. Kondisi semakin berat lantaran ekspor harus melalui Malaysia.

Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Samarinda Hermanus Barus mengatakan, PAD dari sarang walet selalu tetap, tidak ada peningkatan. Dia juga mengaku bingung bagaimana cara menaikkannya. Hermanus menduga sarang walet tidak jadi objek menarik lagi. Sebab, kata dia, banyak rumah walet yang sudah tutup. “Beberapa rumah walet kembali jadi rumah biasa. Barangkali masa keemasan walet sudah sirna,” ujarnya.

Hermanus juga mengaku tidak tahu berapa jumlah pengusaha walet saat ini. Kata dia, dulu setiap jalan di Samarinda masih terdengar suara walet. Sekarang sudah tidak ada. Menurut dia, mungkin itu indikator bahwa bisnis walet kian sunyi. “Makanya kami tak berani pasang target pajak untuk sarang walet,” sebutnya.

Selain itu, ujar dia, beredar isu di kalangan pengusaha walet bahwa Tiongkok tidak tertarik lagi pada sarang walet dari Indonesia. Isu itu menyebutkan, sarang walet dari Indonesia dipaparkan memakai pemutih. Sebab, bagi pengusaha walet, semakin putih semakin laris. Namun, kata dia, kabar itu tak sepenuhnya bisa dipercaya. Sebab, ada juga persaingan bisnis dari negara tetangga. “Saingan berat kita dari Malaysia. Sekarang tak boleh ekspor langsung, tapi harus lewat Malaysia,” beber dia.

Diwartakan, PAD dari sektor pajak sarang walet sangat minim. Dari target Rp 50 juta, Pemkot Samarinda hanya mampu merealisasikan Rp 7 juta. Alasannya, jual-beli air liur walet ini kini sepi. Dari target Rp 50 juta, yang terealisasi hanya Rp 7 juta. Tarif pajaknya adalah 10 persen dari omzet mereka. Dari sekitar 200 gedung sarang walet di Kota Tepian, setidaknya hanya 25 yang aktif. (*/hdd/lhl/k16)


BACA JUGA

Kamis, 22 Juni 2017 07:13

Merasakan Sistem dan Layanan Bank di UK: Apa yang Beda dari Indonesia?

Ketika diharuskan membuat akun bank di United Kingdom (UK), pikiran saya tidak lepas dari membandingkan…

Kamis, 22 Juni 2017 06:59

Tembus 5.800, IHSG Cetak Rekor

JAKARTA - Rekor tertinggi sepanjang sejarah kembali dicatat indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa…

Kamis, 22 Juni 2017 06:52

Tanpa Izin, Tiga Entitas Dihentikan OJK

JAKARTA - Satuan Tugas (Satgas) Waspada Investasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) kembali menyetop kegiatan…

Kamis, 22 Juni 2017 06:50

Aturan DNI Segera Dilonggarkan

JAKARTA - Pemerintah akan segera melonggarkan peraturan Daftar Negatif Investasi (DNI) guna menarik…

Kamis, 22 Juni 2017 06:49

“Bilang 'Saya Pancasila' tapi Tidak Bayar Pajak”

JAKARTA - Direktorat Jenderal Pajak (Ditjen Pajak) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengadakan Bimbingan…

Rabu, 21 Juni 2017 07:02

Melalui Smartphone, Kredit Tanpa Agunan Bisa Cair

Sekarang, cukup dengan duduk sambil pemegang smartphone, Anda sudah bisa dapat pinjaman modal untuk…

Rabu, 21 Juni 2017 06:45

Setelah Hongkong, Incar Empat Negara

JAKARTA - Pemerintah kian serius terlibat dalam pelaksanaan sistem keterbukaan dan akses pertukaran…

Rabu, 21 Juni 2017 06:39

Lima Emiten Baru Melantai di Bursa

PERLAHAN tapi pasti, jumlah perusahaan yang listing di pasar modal mulai ramai seiring dengan peringkat…

Rabu, 21 Juni 2017 06:36

Waspadai Kejahatan Skimming, Phishing, dan Malware

JELANG Lebaran, transaksi keuangan di tengah masyarakat meningkat. Bank Indonesia (BI) mengingatkan…

Selasa, 20 Juni 2017 10:09

Sasar Wisatawan, Lion Group Segera Terbangi India

PARIS - Terhitung mulai 10 Juli nanti, Lion Group akan membuka penerbangan Jakarta ke Chennai, India.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .