MANAGED BY:
SELASA
28 MARET
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN
Senin, 20 Maret 2017 12:09
Awas, Isu Penculikan Anak Marak Lagi
Kapolda NTB Brigjen Pol Firli. Foto: Lombok Post/JPNN.com

PROKAL.CO,  

MATARAM- Isu penculikan anak sebagaimana terjadi pada 2012 kembali terulang. Malah isu masih terus menyebar melalui pesan singkat dan media sosial.

 

Pola yang sama terjadi pada 2012 lalu. Saat itu sejumlah warga tewas menjadi korban keberingasan warga yang termakan isu menyesatkan tersebut.

 

”Agar hati-hati, pesan dari kapolres mataram. Tolong disebarkan sms ini ke semua orang, ini kejadian nyata dan jangan diremehkan..mereka mencari korban sebanyak 400 orang tua, muda dan anak-anak untuk mengambil alat-alat dalam anggota tubuh/organ tubuh manusia. ciri2 orang tersebut memakai mobil avanza DH 1857, motor satria hitam DH 1011, mtor revo merah DH 3838, mio merah pengendaranya bertato penuh badan, ciri-ciri yang sangat menonjol tato kawat duri,”

 

Itulah bunyi pesan singkat yang dikirim secara berantai di NTB akhir tahun 2012 lalu.

 

Sontak pesan ancaman penculikan ini menebar teror yang meresahkan masyarakat terutama di Pulau Lombok.

 

Pesan ini membuat masyarakat ketakutan dan penuh curiga berlebihan terhadap orang-orang baru dan tak dikenal yang melintas di pemukiman.

 

Hasilnya hanya dalam beberapa hari, lima orang meninggal dunia. Mereka menjadi sasaran kecurigaan warga dan dihakimi di sejumlah lokasi. Bahkan salah satu diantara mereka menjadi bulan-bulanan massa saat berada di sel tahanan Polsek Kediri.

 

Belakangan setelah isu mereda dan polisi melakukan penyelidikan lima korban yang telah meninggal dunia secara mengenaskan itu terbukti bukanlah pelaku penculikan.

 

Mereka adalah warga biasa yang menjadi korban keberingasan warga yang terbakar isu menyesatkan.

 

Kini, awal 2017 kembali muncul isu yang sama, tentang penculikan anak. Pola penyebaran isunya pun hampir sama.

 

Mengabarkan adanya isu penculikan anak. Bedanya kini pesan itu disebar melalui sejumlah jejaring sosial dan grup WhatsApp.

 

Berikut salah satu pesan singkat yang didapatkan Lombok Post (Jawa Pos Group):

 

”Info ini disampaikan Pak Agus Sarkawi Kepsek Abu Hurairah. Kabar dari Ibu Ana guru BK SMPN 5 Mataram, kemarin salah satu siswa kelas 7 dan 9 putra SMPN 5 Mataram, hampir diculik beberapa orang dengan mobil ketika pulang ujian mid. Dugaan sementara upaya jual beli organ menarget anak-anak,”

 

Guna menelusuri kebenarannya, Lombok Post berusaha mengkonfirmasi kepada pihak SMPN 5 Mataram.

 

Kepala Sekolah SMPN 5 Mataram Muhammad Ali mengatakan, di sekolahnya tidak ada guru BK yang bernama Ibu Ana.

 

Kata Ali, pihaknya juga kebingungan dengan beredarnya pesan singkat itu. Ini ditambah lagi ada pencatutan nama SMPN 5 Mataram, meski belakangan hal tersebut ternyata tidak benar.

 

”Kita cuma dengar dari orang-perorang, jadi tidak diketahui kebenarannya. Tapi bisa saya pastikan tidak ada yang namanya Ibu Ana yang bekerja sebagai guru BK disini,” tegas dia.

 

Terpisah, Kapolda NTB Brigjen Pol Firli menegaskan, kepolisian akan menelusuri siapa-siapa saja yang menyebarkan isu penculikan anak.

 

Baik melalui pesan singkat maupun jejaring sosial. ”Nanti akan kita telusuri,” tegas dia.

 

Firli mengatakan dalam Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) ada sanksi terhadap siapa saja yang menyebarkan kabar bohong. Apalagi dengan tujuan untuk meresahkan masyarakat. ”Nanti akan ada sanksi jika memang terbukti,” ujarnya.

 

Perkembangan teknologi dan informasi, membuat semua orang bisa membagikan berita apa saja. Meski isinya belum dapat dipastikan benar atau tidak. (jpnn)

 


BACA JUGA

Senin, 27 Maret 2017 13:39

Istri Sahabat Diembat, Ujungnya...Sekarat!!

  MANADO- Beginilah akibatnya jika sahabat berkhianat. Istri teman disikat, ujung-ujungnya harus…

Minggu, 26 Maret 2017 09:36

Berdayakan Kontraktor Lokal di Proyek Daerah

JAKARTA – Kementerian Pekerjaan Umum dan Pembangunan Rakyat (PUPR) menggandeng kontraktor lokal/daerah…

Sabtu, 25 Maret 2017 12:45

Prabowo: Jokowi Tak Dukung Ahok

  JAKARTA- Presiden Jokowi diyakini bersikap netral dan takkan memberi dukungan kepada petahana…

Sabtu, 25 Maret 2017 12:34

Kehadiran Transportasi Online Jangan Picu Kerusuhan

JAKARTA- Kehadiran transpotasi online sebagai alternatif bisa menguntungkan konsumen. Di sisi lain kehadirannya…

Sabtu, 25 Maret 2017 12:32

Kehadiran Transportasi Online Jangan Picu Kerusuhan

JAKARTA- Kehadiran transpotasi online sebagai alternatif bisa menguntungkan konsumen. Di sisi lain kehadirannya…

Sabtu, 25 Maret 2017 12:01

Dibanding 2013, Nilai Tukar Rupiah Lebih Baik

  JAKARTA-  Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) disebutkan lebih baik…

Sabtu, 25 Maret 2017 11:34

Ratusan Anggota OPM Pilih Gabung RI

  PUNCAK- Lantaran kecewa terhadap Organisasi Papua Merdeka (OPM), ratusan anggota organisasi…

Jumat, 24 Maret 2017 15:25

Nusron Wahid: Masa Bantu Masjid Tak Boleh?

  JAKARTA- Beginilah kalau urusan agama dicampur dengan politik. Akibatnya sumbangan ke masjid…

Jumat, 24 Maret 2017 15:17

Menteri Susi Usul Suku Bajo Pindah ke Pesisir

  WAKATOBI- Suku Bajo identik dengan tinggal di atas sampan, perahu atau di atas air. Nah kini…

Jumat, 24 Maret 2017 15:09

ASTAGA!!! Anak Gugat Ibu Kandung Rp 1,8 M

  GARUT- Kasih ibu sepanjang jalan, kasih anak sepanjang penggalah. Itulah kisah yang menimpa Siti…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .