MANAGED BY:
SELASA
22 MEI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN
Senin, 20 Maret 2017 12:09
Awas, Isu Penculikan Anak Marak Lagi
Kapolda NTB Brigjen Pol Firli. Foto: Lombok Post/JPNN.com

PROKAL.CO,  

MATARAM- Isu penculikan anak sebagaimana terjadi pada 2012 kembali terulang. Malah isu masih terus menyebar melalui pesan singkat dan media sosial.

 

Pola yang sama terjadi pada 2012 lalu. Saat itu sejumlah warga tewas menjadi korban keberingasan warga yang termakan isu menyesatkan tersebut.

 

”Agar hati-hati, pesan dari kapolres mataram. Tolong disebarkan sms ini ke semua orang, ini kejadian nyata dan jangan diremehkan..mereka mencari korban sebanyak 400 orang tua, muda dan anak-anak untuk mengambil alat-alat dalam anggota tubuh/organ tubuh manusia. ciri2 orang tersebut memakai mobil avanza DH 1857, motor satria hitam DH 1011, mtor revo merah DH 3838, mio merah pengendaranya bertato penuh badan, ciri-ciri yang sangat menonjol tato kawat duri,”

 

Itulah bunyi pesan singkat yang dikirim secara berantai di NTB akhir tahun 2012 lalu.

 

Sontak pesan ancaman penculikan ini menebar teror yang meresahkan masyarakat terutama di Pulau Lombok.

 

Pesan ini membuat masyarakat ketakutan dan penuh curiga berlebihan terhadap orang-orang baru dan tak dikenal yang melintas di pemukiman.

 

Hasilnya hanya dalam beberapa hari, lima orang meninggal dunia. Mereka menjadi sasaran kecurigaan warga dan dihakimi di sejumlah lokasi. Bahkan salah satu diantara mereka menjadi bulan-bulanan massa saat berada di sel tahanan Polsek Kediri.

 

Belakangan setelah isu mereda dan polisi melakukan penyelidikan lima korban yang telah meninggal dunia secara mengenaskan itu terbukti bukanlah pelaku penculikan.

 

Mereka adalah warga biasa yang menjadi korban keberingasan warga yang terbakar isu menyesatkan.

 

Kini, awal 2017 kembali muncul isu yang sama, tentang penculikan anak. Pola penyebaran isunya pun hampir sama.

 

Mengabarkan adanya isu penculikan anak. Bedanya kini pesan itu disebar melalui sejumlah jejaring sosial dan grup WhatsApp.

 

Berikut salah satu pesan singkat yang didapatkan Lombok Post (Jawa Pos Group):

 

”Info ini disampaikan Pak Agus Sarkawi Kepsek Abu Hurairah. Kabar dari Ibu Ana guru BK SMPN 5 Mataram, kemarin salah satu siswa kelas 7 dan 9 putra SMPN 5 Mataram, hampir diculik beberapa orang dengan mobil ketika pulang ujian mid. Dugaan sementara upaya jual beli organ menarget anak-anak,”

 

Guna menelusuri kebenarannya, Lombok Post berusaha mengkonfirmasi kepada pihak SMPN 5 Mataram.

 

Kepala Sekolah SMPN 5 Mataram Muhammad Ali mengatakan, di sekolahnya tidak ada guru BK yang bernama Ibu Ana.

 

Kata Ali, pihaknya juga kebingungan dengan beredarnya pesan singkat itu. Ini ditambah lagi ada pencatutan nama SMPN 5 Mataram, meski belakangan hal tersebut ternyata tidak benar.

 

”Kita cuma dengar dari orang-perorang, jadi tidak diketahui kebenarannya. Tapi bisa saya pastikan tidak ada yang namanya Ibu Ana yang bekerja sebagai guru BK disini,” tegas dia.

 

Terpisah, Kapolda NTB Brigjen Pol Firli menegaskan, kepolisian akan menelusuri siapa-siapa saja yang menyebarkan isu penculikan anak.

 

Baik melalui pesan singkat maupun jejaring sosial. ”Nanti akan kita telusuri,” tegas dia.

 

Firli mengatakan dalam Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) ada sanksi terhadap siapa saja yang menyebarkan kabar bohong. Apalagi dengan tujuan untuk meresahkan masyarakat. ”Nanti akan ada sanksi jika memang terbukti,” ujarnya.

 

Perkembangan teknologi dan informasi, membuat semua orang bisa membagikan berita apa saja. Meski isinya belum dapat dipastikan benar atau tidak. (jpnn)

 


BACA JUGA

Minggu, 20 Mei 2018 10:10

KPK Lanjutkan Kasus Century

JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akhirnya melanjutkan penanganan kasus skandal korupsi…

Sabtu, 19 Mei 2018 14:03

BIKIN GADUH..!! Kemenag Rilis 200 Mubalig yang Dianggap Penuhi Kriteria Berceramah

JAKARTA- Mengawali Ramadan, Kementerian Agama (Kemenag) melansir pengumuman penting, yakni 200 mubalig…

Sabtu, 19 Mei 2018 13:36

4 Kg Sabu Masuk Lapas, Kepala Lapas Akhirnya Dipenjara Juga

BANDARLAMPUNG - Kasus lolosnya 4 kilogram sabu-sabu dan ekstasi di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas…

Sabtu, 19 Mei 2018 13:34

Tuntutan Mati Aman Abdurrachman Dipastikan Tidak Pengaruhi Pergerakan Teror

JAKARTA -Mabes Polri memastikan tuntutan mati terhadap terdakwa otak pengeboman MH Thamrin, Aman Abdurrachman,…

Sabtu, 19 Mei 2018 12:53

Bos JAD Aman Abdurrachman, Dituntut Hukuman Mati, Ini Alasan Kejagung

JAKARTA -Kejaksaan Agung mengungkapkan alasan tim jaksa penuntut umum (JPU) menuntut hukuman mati terhadap…

Sabtu, 19 Mei 2018 11:54

Mantap..!! Presiden Dewan ICAO Anugerahkan Indonesia Council President Certificate

MONTREAL- Indonesia mendapatkan penghargaan dari International Civil Aviation Organization (ICAO). Penghargaan…

Rabu, 16 Mei 2018 21:32

GILAA..!! Hanya karena Dipaksa Sarapan Pagi, Suami Gorok Leher Istrinya

Seorang suami bernama Ahmad Pahmi, 36, di Ogan Komering Ulu (OKU) Timur, Sumsel, tega menghabisi nyawa…

Rabu, 16 Mei 2018 21:10

Demokrat dan Gerindra Makin Akrab, Tanda-Tanda Berkoalisi?

JAKARTA- Konstelasi pemilihan presiden bergerak semakin dinamis seiring makin dekatnya pendaftaran capres…

Rabu, 16 Mei 2018 21:08

Teroris Jaringan JAD di Tangerang Nyamar Jadi Tukang Vermak Jeans

Tiga terduga teroris yang diringkus Densus 88 Antiteror dipastikan berasil dari jaringan Jemaah…

Rabu, 16 Mei 2018 21:03

BLUNDER..!! Gara-Gara Ini, Admin Akun Presiden Jokowi Dipecat

Sekretariat Presiden telah mencopot salah satu admin pemegang akun @jokowi di Twitter. Penyebabnya adalah…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .