MANAGED BY:
SELASA
23 MEI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN
Senin, 20 Maret 2017 12:09
Awas, Isu Penculikan Anak Marak Lagi
Kapolda NTB Brigjen Pol Firli. Foto: Lombok Post/JPNN.com

PROKAL.CO,  

MATARAM- Isu penculikan anak sebagaimana terjadi pada 2012 kembali terulang. Malah isu masih terus menyebar melalui pesan singkat dan media sosial.

 

Pola yang sama terjadi pada 2012 lalu. Saat itu sejumlah warga tewas menjadi korban keberingasan warga yang termakan isu menyesatkan tersebut.

 

”Agar hati-hati, pesan dari kapolres mataram. Tolong disebarkan sms ini ke semua orang, ini kejadian nyata dan jangan diremehkan..mereka mencari korban sebanyak 400 orang tua, muda dan anak-anak untuk mengambil alat-alat dalam anggota tubuh/organ tubuh manusia. ciri2 orang tersebut memakai mobil avanza DH 1857, motor satria hitam DH 1011, mtor revo merah DH 3838, mio merah pengendaranya bertato penuh badan, ciri-ciri yang sangat menonjol tato kawat duri,”

 

Itulah bunyi pesan singkat yang dikirim secara berantai di NTB akhir tahun 2012 lalu.

 

Sontak pesan ancaman penculikan ini menebar teror yang meresahkan masyarakat terutama di Pulau Lombok.

 

Pesan ini membuat masyarakat ketakutan dan penuh curiga berlebihan terhadap orang-orang baru dan tak dikenal yang melintas di pemukiman.

 

Hasilnya hanya dalam beberapa hari, lima orang meninggal dunia. Mereka menjadi sasaran kecurigaan warga dan dihakimi di sejumlah lokasi. Bahkan salah satu diantara mereka menjadi bulan-bulanan massa saat berada di sel tahanan Polsek Kediri.

 

Belakangan setelah isu mereda dan polisi melakukan penyelidikan lima korban yang telah meninggal dunia secara mengenaskan itu terbukti bukanlah pelaku penculikan.

 

Mereka adalah warga biasa yang menjadi korban keberingasan warga yang terbakar isu menyesatkan.

 

Kini, awal 2017 kembali muncul isu yang sama, tentang penculikan anak. Pola penyebaran isunya pun hampir sama.

 

Mengabarkan adanya isu penculikan anak. Bedanya kini pesan itu disebar melalui sejumlah jejaring sosial dan grup WhatsApp.

 

Berikut salah satu pesan singkat yang didapatkan Lombok Post (Jawa Pos Group):

 

”Info ini disampaikan Pak Agus Sarkawi Kepsek Abu Hurairah. Kabar dari Ibu Ana guru BK SMPN 5 Mataram, kemarin salah satu siswa kelas 7 dan 9 putra SMPN 5 Mataram, hampir diculik beberapa orang dengan mobil ketika pulang ujian mid. Dugaan sementara upaya jual beli organ menarget anak-anak,”

 

Guna menelusuri kebenarannya, Lombok Post berusaha mengkonfirmasi kepada pihak SMPN 5 Mataram.

 

Kepala Sekolah SMPN 5 Mataram Muhammad Ali mengatakan, di sekolahnya tidak ada guru BK yang bernama Ibu Ana.

 

Kata Ali, pihaknya juga kebingungan dengan beredarnya pesan singkat itu. Ini ditambah lagi ada pencatutan nama SMPN 5 Mataram, meski belakangan hal tersebut ternyata tidak benar.

 

”Kita cuma dengar dari orang-perorang, jadi tidak diketahui kebenarannya. Tapi bisa saya pastikan tidak ada yang namanya Ibu Ana yang bekerja sebagai guru BK disini,” tegas dia.

 

Terpisah, Kapolda NTB Brigjen Pol Firli menegaskan, kepolisian akan menelusuri siapa-siapa saja yang menyebarkan isu penculikan anak.

 

Baik melalui pesan singkat maupun jejaring sosial. ”Nanti akan kita telusuri,” tegas dia.

 

Firli mengatakan dalam Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) ada sanksi terhadap siapa saja yang menyebarkan kabar bohong. Apalagi dengan tujuan untuk meresahkan masyarakat. ”Nanti akan ada sanksi jika memang terbukti,” ujarnya.

 

Perkembangan teknologi dan informasi, membuat semua orang bisa membagikan berita apa saja. Meski isinya belum dapat dipastikan benar atau tidak. (jpnn)

 


BACA JUGA

Senin, 22 Mei 2017 17:16

Ini Kata FPI soal Pesta Seks Gay

  JAKARTA- Setelah terungkap dan digerebek polisi, pesta seks kaum gay di Kelapa Gading …

Senin, 22 Mei 2017 16:36

Mulai 2017, Guru Minimal 8 Jam di Sekolah

  JAKARTA- Demi meningkatkan mutu pendidikan dan kualitas siswa, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan…

Senin, 22 Mei 2017 16:27

Indonesia Wajib Waspada, LGBT Merusak Generasi Penerus

  JAKARTA- Indonesia darurat lesbian, gay, biseksual dan transgender (LGBT). Penggerebekan pesta…

Senin, 22 Mei 2017 16:20

Oalah... Ada PNS yang Ikut Pesta Gay

  JAKARTA- Setelah menggerebek pesta seks gay di sebuah ruko di kawasan Kelapa Gading, jajaran…

Minggu, 21 Mei 2017 09:05

20 Ribu Homestay Desa Wisata Dibangun Tahun Ini

JAKARTA ­– Homestay desa wisata jadi portofolio industri baru dalam pengembangan amenitas…

Minggu, 21 Mei 2017 09:04

Revisi Kurikulum Kuliah Calon Guru

JAKARTA – Rencana pemerintah menghapus mata kuliah praktik mengajar untuk sarjana keguruan, menuai…

Sabtu, 20 Mei 2017 18:58

Mahasiswa Demo di DPR-MPR, Tuntutannya ke Jokowi

  JAKARTA- Tak puas dengan kondisi kebangsaan yang kini terjadi di tanah Air, Forum Mahasiswa Indonesia…

Sabtu, 20 Mei 2017 18:52

Senior Hajar Junior. Kapolri Diminta Bertindak

  JAKARTA- DPR prihatin, risau sekaligus khawatir dengan kekerasan yang terus terjadi di sejumlah…

Jumat, 19 Mei 2017 18:51

Gus Mus: Dahlan Diuji Agar Derajatnya Naik

  SURABAYA- Makin banyak pihak yang bersimpati pada Dahlan Iskan. KH Mustofa Bisri salah satunya.…

Jumat, 19 Mei 2017 18:40

Tak Ada Bukti Serang Novel, Niko Dibebaskan

  JAKARTA-  Kasus penyiraman Novel Baswedan masih jalan di tempat. Niko Panji Tirtayasa alias…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .