MANAGED BY:
SENIN
26 JUNI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN
Senin, 20 Maret 2017 12:09
Awas, Isu Penculikan Anak Marak Lagi
Kapolda NTB Brigjen Pol Firli. Foto: Lombok Post/JPNN.com

PROKAL.CO,  

MATARAM- Isu penculikan anak sebagaimana terjadi pada 2012 kembali terulang. Malah isu masih terus menyebar melalui pesan singkat dan media sosial.

 

Pola yang sama terjadi pada 2012 lalu. Saat itu sejumlah warga tewas menjadi korban keberingasan warga yang termakan isu menyesatkan tersebut.

 

”Agar hati-hati, pesan dari kapolres mataram. Tolong disebarkan sms ini ke semua orang, ini kejadian nyata dan jangan diremehkan..mereka mencari korban sebanyak 400 orang tua, muda dan anak-anak untuk mengambil alat-alat dalam anggota tubuh/organ tubuh manusia. ciri2 orang tersebut memakai mobil avanza DH 1857, motor satria hitam DH 1011, mtor revo merah DH 3838, mio merah pengendaranya bertato penuh badan, ciri-ciri yang sangat menonjol tato kawat duri,”

 

Itulah bunyi pesan singkat yang dikirim secara berantai di NTB akhir tahun 2012 lalu.

 

Sontak pesan ancaman penculikan ini menebar teror yang meresahkan masyarakat terutama di Pulau Lombok.

 

Pesan ini membuat masyarakat ketakutan dan penuh curiga berlebihan terhadap orang-orang baru dan tak dikenal yang melintas di pemukiman.

 

Hasilnya hanya dalam beberapa hari, lima orang meninggal dunia. Mereka menjadi sasaran kecurigaan warga dan dihakimi di sejumlah lokasi. Bahkan salah satu diantara mereka menjadi bulan-bulanan massa saat berada di sel tahanan Polsek Kediri.

 

Belakangan setelah isu mereda dan polisi melakukan penyelidikan lima korban yang telah meninggal dunia secara mengenaskan itu terbukti bukanlah pelaku penculikan.

 

Mereka adalah warga biasa yang menjadi korban keberingasan warga yang terbakar isu menyesatkan.

 

Kini, awal 2017 kembali muncul isu yang sama, tentang penculikan anak. Pola penyebaran isunya pun hampir sama.

 

Mengabarkan adanya isu penculikan anak. Bedanya kini pesan itu disebar melalui sejumlah jejaring sosial dan grup WhatsApp.

 

Berikut salah satu pesan singkat yang didapatkan Lombok Post (Jawa Pos Group):

 

”Info ini disampaikan Pak Agus Sarkawi Kepsek Abu Hurairah. Kabar dari Ibu Ana guru BK SMPN 5 Mataram, kemarin salah satu siswa kelas 7 dan 9 putra SMPN 5 Mataram, hampir diculik beberapa orang dengan mobil ketika pulang ujian mid. Dugaan sementara upaya jual beli organ menarget anak-anak,”

 

Guna menelusuri kebenarannya, Lombok Post berusaha mengkonfirmasi kepada pihak SMPN 5 Mataram.

 

Kepala Sekolah SMPN 5 Mataram Muhammad Ali mengatakan, di sekolahnya tidak ada guru BK yang bernama Ibu Ana.

 

Kata Ali, pihaknya juga kebingungan dengan beredarnya pesan singkat itu. Ini ditambah lagi ada pencatutan nama SMPN 5 Mataram, meski belakangan hal tersebut ternyata tidak benar.

 

”Kita cuma dengar dari orang-perorang, jadi tidak diketahui kebenarannya. Tapi bisa saya pastikan tidak ada yang namanya Ibu Ana yang bekerja sebagai guru BK disini,” tegas dia.

 

Terpisah, Kapolda NTB Brigjen Pol Firli menegaskan, kepolisian akan menelusuri siapa-siapa saja yang menyebarkan isu penculikan anak.

 

Baik melalui pesan singkat maupun jejaring sosial. ”Nanti akan kita telusuri,” tegas dia.

 

Firli mengatakan dalam Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) ada sanksi terhadap siapa saja yang menyebarkan kabar bohong. Apalagi dengan tujuan untuk meresahkan masyarakat. ”Nanti akan ada sanksi jika memang terbukti,” ujarnya.

 

Perkembangan teknologi dan informasi, membuat semua orang bisa membagikan berita apa saja. Meski isinya belum dapat dipastikan benar atau tidak. (jpnn)

 


BACA JUGA

Minggu, 25 Juni 2017 17:15

Ada Apa Ini? GNPF MUI Temui Jokowi di Istana

PROKAL.CO, JAKARTA- Tak ada angin tak ada hujan, sejumlah perwakilan Gerakan Nasional Pengawal Fatwa…

Minggu, 25 Juni 2017 17:06

Lebaran Berdarah, Mapolda Sumut Diserang, 1 Polisi dan Teroris Tewas

  PROKAL.CO, JAKARTA- Aksi teror beberapa jam sebelum salat Lebaran Idulfitri menyasar ke Mapolda…

Minggu, 25 Juni 2017 16:51

Cemburu, Masuk Kamar, Istri Dibantai hingga Mandi Darah

  PROKAL.CO, TEGAL- Mudik untuk lebaran bersama keluarga justru jadi maut bagi Khoiroh,35. Wanita…

Jumat, 23 Juni 2017 16:27

Rampok Hambur Puluhan Juta di Jalan agar Bisa Kabur

PROKAL.CO, PALEMBANG- Ada saja cara penjahat agar bebas dari kejaran massa. Dua perampok di Palembang…

Jumat, 23 Juni 2017 09:21

Keterlibatan Setnov Menguat

JAKARTA - Upaya jaksa penuntut umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membuktikan aliran uang…

Jumat, 23 Juni 2017 09:20

Kasasi Ditolak, Otto Kecewa

JAKARTA – Upaya pengajuan kasasi oleh Jessica Kumala Wongso ke Mahkamah Agung (MA) akhirnya kandas.…

Jumat, 23 Juni 2017 09:17

Tata Ulang Pendidikan Karakter Budaya

JAKARTA – Rencana untuk menggodok ulang full day school atau sekolah lima hari sampai sore bukan…

Rabu, 21 Juni 2017 18:23

Habib Rizieq Minta SP3, Polri: Ayo Pulang

PROKAL.CO, JAKARTA- Ini suara resmi Mabes Polri terkait permohonan kuasa hukum Habib Rizieq Shihab kepada Presiden…

Rabu, 21 Juni 2017 18:03

UENAK TENAN, Penghasilan Anggota DPRD Naik Drastis

PROKAL.CO, JAKARTA- Para wakil rakyat di daerah kembali tersenyum lebar. Ini seiring resmi diberlakukannya…

Rabu, 21 Juni 2017 17:54

Detik-detik Si Cantik Nyonya Gubernur Terima Uang Suap Satu Kardus

  PROKAL.CO, JAKARTA- Lembaga pemberangus korupsi, Selasa (20/6) menangkap si cantik Lily Martiani…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .