MANAGED BY:
RABU
26 APRIL
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN
Senin, 20 Maret 2017 12:09
Awas, Isu Penculikan Anak Marak Lagi
Kapolda NTB Brigjen Pol Firli. Foto: Lombok Post/JPNN.com

PROKAL.CO,  

MATARAM- Isu penculikan anak sebagaimana terjadi pada 2012 kembali terulang. Malah isu masih terus menyebar melalui pesan singkat dan media sosial.

 

Pola yang sama terjadi pada 2012 lalu. Saat itu sejumlah warga tewas menjadi korban keberingasan warga yang termakan isu menyesatkan tersebut.

 

”Agar hati-hati, pesan dari kapolres mataram. Tolong disebarkan sms ini ke semua orang, ini kejadian nyata dan jangan diremehkan..mereka mencari korban sebanyak 400 orang tua, muda dan anak-anak untuk mengambil alat-alat dalam anggota tubuh/organ tubuh manusia. ciri2 orang tersebut memakai mobil avanza DH 1857, motor satria hitam DH 1011, mtor revo merah DH 3838, mio merah pengendaranya bertato penuh badan, ciri-ciri yang sangat menonjol tato kawat duri,”

 

Itulah bunyi pesan singkat yang dikirim secara berantai di NTB akhir tahun 2012 lalu.

 

Sontak pesan ancaman penculikan ini menebar teror yang meresahkan masyarakat terutama di Pulau Lombok.

 

Pesan ini membuat masyarakat ketakutan dan penuh curiga berlebihan terhadap orang-orang baru dan tak dikenal yang melintas di pemukiman.

 

Hasilnya hanya dalam beberapa hari, lima orang meninggal dunia. Mereka menjadi sasaran kecurigaan warga dan dihakimi di sejumlah lokasi. Bahkan salah satu diantara mereka menjadi bulan-bulanan massa saat berada di sel tahanan Polsek Kediri.

 

Belakangan setelah isu mereda dan polisi melakukan penyelidikan lima korban yang telah meninggal dunia secara mengenaskan itu terbukti bukanlah pelaku penculikan.

 

Mereka adalah warga biasa yang menjadi korban keberingasan warga yang terbakar isu menyesatkan.

 

Kini, awal 2017 kembali muncul isu yang sama, tentang penculikan anak. Pola penyebaran isunya pun hampir sama.

 

Mengabarkan adanya isu penculikan anak. Bedanya kini pesan itu disebar melalui sejumlah jejaring sosial dan grup WhatsApp.

 

Berikut salah satu pesan singkat yang didapatkan Lombok Post (Jawa Pos Group):

 

”Info ini disampaikan Pak Agus Sarkawi Kepsek Abu Hurairah. Kabar dari Ibu Ana guru BK SMPN 5 Mataram, kemarin salah satu siswa kelas 7 dan 9 putra SMPN 5 Mataram, hampir diculik beberapa orang dengan mobil ketika pulang ujian mid. Dugaan sementara upaya jual beli organ menarget anak-anak,”

 

Guna menelusuri kebenarannya, Lombok Post berusaha mengkonfirmasi kepada pihak SMPN 5 Mataram.

 

Kepala Sekolah SMPN 5 Mataram Muhammad Ali mengatakan, di sekolahnya tidak ada guru BK yang bernama Ibu Ana.

 

Kata Ali, pihaknya juga kebingungan dengan beredarnya pesan singkat itu. Ini ditambah lagi ada pencatutan nama SMPN 5 Mataram, meski belakangan hal tersebut ternyata tidak benar.

 

”Kita cuma dengar dari orang-perorang, jadi tidak diketahui kebenarannya. Tapi bisa saya pastikan tidak ada yang namanya Ibu Ana yang bekerja sebagai guru BK disini,” tegas dia.

 

Terpisah, Kapolda NTB Brigjen Pol Firli menegaskan, kepolisian akan menelusuri siapa-siapa saja yang menyebarkan isu penculikan anak.

 

Baik melalui pesan singkat maupun jejaring sosial. ”Nanti akan kita telusuri,” tegas dia.

 

Firli mengatakan dalam Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) ada sanksi terhadap siapa saja yang menyebarkan kabar bohong. Apalagi dengan tujuan untuk meresahkan masyarakat. ”Nanti akan ada sanksi jika memang terbukti,” ujarnya.

 

Perkembangan teknologi dan informasi, membuat semua orang bisa membagikan berita apa saja. Meski isinya belum dapat dipastikan benar atau tidak. (jpnn)

 


BACA JUGA

Senin, 24 April 2017 18:22

Prabowo Capres 2019, Kader Gerindra Mulai Gerilya

  JAKARTA- Ketua Umum Prabowo Subianto akan maju lagi sebagai calon presiden (capres) pada Pilpres…

Senin, 24 April 2017 18:15

Ahok Kalah, Kerja Jokowi Tak Nyaman

  JAKARTA- Kekalahan Basuki Tjahaja alias Ahok pada Pilkada DKI Jakarta 2017 membuat kerja Presiden…

Senin, 24 April 2017 18:08

Yorrys: Setnov Segera Tersangka

  JAKARTA- Wacana Munaslub di tubuh Partai Golkar kembali  mengemuka. Hal itu bukan tanpa…

Minggu, 23 April 2017 15:30

Pasangan Beda 45 Tahun, Rela Rogoh Kocek Rp 2,6 M

  BONE- Ada ungkapan love is blind. Kalau sudah kadung cinta halangan apapun diterjang. Kisah cinta…

Minggu, 23 April 2017 15:12

Morotai Digenjot, Tiongkok Siap Investasi Rp 13 Triliun

  JAKARTA- Pemerintah terus menggenjot sektor pariwisata. Destinasi Morotai salah satunya. Bahkan…

Minggu, 23 April 2017 14:33

CATAT! Ini Formasi Rekrutmen CPNS 2017

  JAKARTA- Meski moratorium rekrutmen CPNS masih berlaku, untuk beberapa formasi khusus, lowongannya…

Minggu, 23 April 2017 14:24

Lima Nama yang Dinilai Pantas Dampingi Prabowo di Pilpres 2019

  JAKARTA- Ketua Umum DPP Partai Gerindra Prabowo Subianto sedang di atas angin. Terutama karena…

Sabtu, 22 April 2017 12:20

Langgar Batas, TNI-AL Tangkap Kapal Tiongkok di Natuna

  NATUNA- Demi menegakkan kedaulatan razia di laut Indonesia terus dilakukan. Hasilnya, jajaran…

Sabtu, 22 April 2017 12:09

ASTAGA! Guru Madrasah Cabuli Murid Laki-laki di Musala

  PEKALONGAN- Ini jelas perbuatan yang sangat memprihatinkan sekaligus memalukan. Seorang pria…

Sabtu, 22 April 2017 11:29

Apa??? Anggota DPR Usul Kebal Hukum

  JAKARTA- Karena banyaknya anggota DPR yang tersangkut kasus-kasus hukum, para wakil rakyat di…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .