MANAGED BY:
RABU
18 OKTOBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

SELISIK/LAPSUS

Senin, 20 Maret 2017 08:51
Makanan Harus Bergizi
KELAINAN JANTUNG: Dari pemeriksaan dokter, Syifa Aulia mengalami kelainan jantung. Misalnya jantung berada di sebelah kanan, padahal normalnya di kiri seperti hasil rontgen yang ditunjukkan Rina Wahyuni.(anggi praditha/kp)

PROKAL.CO, ANAK dengan penyakit jantung bawaan (PJB) tidak memiliki pantangan. Seperti anak kecil pada umumnya, boleh makan apa saja karena sedang melewati masa pertumbuhan. Lantas, mengapa anak dengan PJB sering terlihat kurus dan kurang segar bugar? Alasannya sederhana, penderita PJB jarang memiliki nafsu makan yang besar. Dampaknya berpengaruh pada nutrisi dalam tubuh.

Dokter Spesialis Gizi Martin Ayuningtyas mengatakan, biasanya penderita PJB, terutama dengan kasus yang berat mengalami kekurangan nutrisi. Sebab, aktivitas makan sudah menjadi suatu beban. Apalagi jika asupannya salah. “Dia mudah lelah kalau terlalu banyak makan, butuh tenaga ekstra saat makan dan jantungnya memompa lebih besar. Makanya cepat lelah karena aktivitas makan seperti berat sekali dan jadi beban,” ucap dokter asal Purworejo, Jawa Tengah itu.

Pada penderita PJB, darah bersih dan darah kotor tercampur dalam tubuh. Jadi, oksigen dalam darah tidak berjalan baik. Padahal, metabolisme penyaluran makanan membutuhkan oksigen yang cukup. Dia mengatakan, jika kasus penyakitnya semakin berat, otomatis status gizi ikut menurun. Jadi, nutrisi turut menjadi perhatian.

Apalagi kalau sudah termasuk gizi buruk, anak dengan PJB harus mendapatkan nutrisi ekstra untuk mengejar keseimbangan nutrisinya. Padahal, penderita PJB juga tidak boleh makan terlalu berat dan banyak. Apabila dalam satu kali makan konsumsinya cukup banyak, efeknya akan terasa pada jantung yang berpacu lebih cepat.

“Mereka tidak nafsu makan karena makan itu melelahkan. Kuncinya, makanan diberikan dengan porsi sedikit demi sedikit, namun dalam waktu yang sering. Lalu, makanan harus padat energi dan mudah dicerna agar tidak menjadi beban,” tuturnya.

Prinsipnya, sambung dia, jangan beri makan yang terlalu membebani anak dengan PJB.

Hampir sama dengan pasien gagal jantung atau serangan jantung, Anda dilarang memberikan konsumsi makanan yang menguras energi, seperti makanan keras. Sebab, untuk mengunyah saja, mereka butuh tenaga lebih. “Contohnya satu sendok nasi dan satu sendok madu. Nasi kalorinya hanya 20, kalau madu bisa sampai 60. Jadi, satu sendok madu saja juga bisa jadi variasi selain nasi. Walau setiap kali makan cukup satu sendok makan, usahakan makanannya padat energi. Jadi, gizinya tetap terjaga,” jelasnya.

Penerapan nutrisi akan berbeda pula dengan penderita PJB yang ingin menjalani tahap operasi. Sebab, tubuh anak harus memiliki gizi yang seimbang. Bahkan berat badan terbilang proporsional agar dapat melalui syarat pelaksanaan operasi. “Kalau waktu operasi sudah mepet dan perlu nutrisi tambahan, ada opsi pemberian gizi melalui saluran selang infus,” ujarnya.

PJB merupakan penyakit yang ditentukan dari masa kehamilan ibu. Karena itu, sebaiknya selama proses mengandung, ibu hamil terus menjaga asupan gizi dan janin. “Ibu hamil harus memiliki gizi seimbang dan banyak konsumsi folat. Bisa variasi makanan jika bosan. Hindari merokok, alkohol, dan pemicu stres,” pungkasnya. (*/gel/riz/k16)


BACA JUGA

Selasa, 10 Oktober 2017 09:06
Plus dan Minus Penggunaan Bahan Bakar Gas

Murah dari Premium, Ramah bagi Mesin

Gas mulai ramai dilirik pengendara di Balikpapan sebagai bahan bakar mobil. Sebagian besar adalah angkutan…

Selasa, 10 Oktober 2017 09:01

Pakai BBG, Lingkungan Diuntungkan

ADA 500 kendaraan di Balikpapan yang sudah mengonsumsi BBG. Baik mobil dinas maupun angkutan umum. Tahun…

Sabtu, 30 September 2017 07:57

Amunisi Pencitraan

HAMPIR  seperempat Mei 2015 adalah bulan yang tak biasa bagi Muhammad Sulaiman. Dia berada ratusan…

Sabtu, 30 September 2017 07:46

Lagi, Empat OPD Digeledah

PENGGELEDAHAN  tim KPK di Tenggarong berlanjut. Kemarin (29/9) penggeledahan dilakukan di empat…

Jumat, 29 September 2017 08:20

Pembunuh yang Tak Pandang Bulu

Pada 2012, pelatih Persiba Balikpapan, Junaidi (47) meninggal dunia usai bermain bola pada laga eksibisi…

Jumat, 29 September 2017 08:17

Olahraga Tiga Kali Seminggu

OTOT jantung tak seperti otot tubuh yang bisa dibentuk dan semakin kuat dengan berbagai olahraga. Meski…

Jumat, 29 September 2017 08:15

Kuasai Cpr Selamatkan Pasien

PASIEN jantung kini bisa menggunakan jalur jaminan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS). Penyakit…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .