MANAGED BY:
SABTU
16 DESEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

SELISIK/LAPSUS

Senin, 20 Maret 2017 08:38
Wajib Rutin Kontrol Kehamilan

PROKAL.CO, BERBEDA kategori penyakit jantung bawaan (PJB), maka berbeda pula kasus dan kelainan struktur jantungnya. Dalam PJB sianotik, kelainan yang terjadi lebih kompleks. Sementara itu, PJB asianotik memiliki kelainan yang sederhana dan tunggal. Tetapi lebih dari 90 persen seluruh jenis kategori PJB memerlukan tindakan untuk pengobatan.

“Soal pengobatan, tidak selamanya penderita PJB membutuhkan intervensi dini. Kalau non biru ada yang bisa menutup sendiri organnya, bisa menunggu kalau tidak ada masalah atau keluhan,” tutur Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Muhammad Iqbal.

Namun, sambung dia, ada pula kasus pada bayi yang baru lahir dua minggu telah membutuhkan tindakan operasi. Misalnya, dia tidak dapat bertahan dan efeknya hingga ke gejala gagal jantung usia dini. Kalau sudah demikian, butuh tindakan intervensi secepatnya. Sebab, ancamannya bisa menyebabkan gagal jantung yang tidak dapat diubah alias irreversible.

“Ada beberapa pilihan tindakan, bisa pemasangan alat atau operasi. Jika memilih pemasangan alat, sang anak sudah harus cukup besar dulu. Sebab, masuknya alat melalui pembuluh darah di paha. Butuh penanganan secepatnya dan mendesak karena keluhan membesar, mau tidak mau operasi,” ucap dokter dari pasangan Abdul Aziz dan Sadikal tersebut ini.

Pemasangan alat tergolong tindakan minimal infasif. Caranya seperti pemasangan ring pada orang dewasa. Cukup dengan kateter, alat akan masuk lewat pembuluh darah. Fungsinya untuk menutup organ yang kurang sempurna. Sebelum melakukan pemasangan ring, pasien akan diberikan suntikan anestesi atau bius lokal yang berada di sekitar pangkal paha.

Cara penanganannya tidak perlu masuk ke daerah jantung secara langsung. Tapi semua dikendalikan dari pangkal paha. Dokter hanya membuat sayatan kecil di daerah pangkal paha beberapa milimeter. Proses pertama yang akan dilakukan adalah kateterisasi, sebuah selang kecil akan masuk dari pangkal paha menuju pangkal jantung yang disebut kateter.

“Pada bagian ini kami masukkan kateter diagnostik. Kemudian memantau dengan bantuan kamera, kami akan melihat sejauh apa kasusnya,” kata pria yang menjalani pendidikan Kardiologi Intervensi di Pusat Jantung Nasional Harapan Kita Jakarta.

Setelah melihat kondisi pembuluh darah yang bermasalah, kateter diagnostik akan diganti dengan kateter penuntun. Kateter ini hanya mampu masuk sampai ke pangkal pembuluh darah jantung. Selanjutnya, butuh wire atau rel sebagai media untuk melakukan pemasangan alat.

“Selesai tindakan, pasien tidak usah minum obat lagi. Berbeda dengan mereka yang sakit jantung koroner, wajib minum obat seumur hidup,” ungkap suami dari  Ariyanti Dalmer tersebut. PJB yang sulit terdeteksi, menuntut kesadaran ibu hamil untuk aware terhadap buah hatinya sedari janin.

Proteksinya dapat dilakukan ibu hamil dengan pemeriksaan rutin selama mengandung. Ibu hamil harus kontrol kandungan ke dokter, baik selama masa kehamilan hingga pasca kelahiran secara berkala. Salah satunya pemeriksaan janin dengan memanfaatkan teknologi ultrasonografi (USG).

Jadi, jika terdapat kecurigaan kelainan jantung pada janin, dokter dapat segera melakukan pemeriksaan lanjutan dan teliti. Sementara itu, Spesialis Kandungan Rumah Sakit Dr Kanujoso Djatiwibowo (RSKD) Teddy Teguh Satriadi menyebutkan, pemeriksaan janin dengan teknologi USG penting sekali untuk seorang ibu hamil.

Terutama di usia janin yang masih dini, satu sampai tiga bulan pertama atau trisemester I masa kehamilan. “Banyak kasus kejanggalan pada janin dalam kandungan tidak cepat terdeteksi. Padahal semua itu dapat terdeteksi jika ibu hamil rajin mengontrol kandungannya melalui proses USG,” ucapnya.

Pria kelahiran Palembang, 47 tahun silam itu menjelaskan, pemeriksaan USG menjadi satu-satunya cara untuk dapat memeriksa kondisi bayi. Dokter akan mampu memastikan pertumbuhan janin tersebut sesuai usia kehamilannya.

“USG membantu dokter mengetahui setiap kejanggalan dalam kandungan. Selama ini banyak kasus bayi yang terlambat ditangani karena sang ibu tidak pernah melakukan USG. Akhirnya sulit bagi dokter untuk melakukan evaluasi dan pertolongan secepat mungkin,” bebernya.

Dia menegaskan, penggunaan USG sangat penting sekali untuk memeriksa perkembangan buah hati agar ibu hamil dapat memastikan perilaku janin dalam kandungan berjalan normal dan baik. Dia berpesan kepada ibu hamil agar tidak ragu atau takut menggunakan teknologi USG. Sebab, proses USG bukan termasuk bagian dari tindakan operasi.

Suami dari Hema Nurfika itu mengatakan, alat ini hanya mengambil getaran suara di dalam janin. Kemudian suara tersebut dapat diubah menjadi bentuk gambar. “Tidak ada efek radiasi dan aman untuk dilakukan pada seluruh usia masa kehamilan. Sejauh ini, USG telah hadir dalam berbagai macam varian hingga yang terbaru yakni USG 4D,” pungkasnya. (*/gel/riz/k16)


BACA JUGA

Senin, 11 Desember 2017 09:25

Vonis Tumpul para Koruptor

Korupsi serupa sampar yang tak kunjung memberi waras. Efek jera dari putusan peradilan nyatanya tak…

Senin, 11 Desember 2017 09:22

Alat Bukti Belum Bisa Membawa Keyakinan

RASUAH tak mungkin berdiri sendiri. Namun, tak sedikit kasus yang bergulir ke meja hijau hanya menyajikan…

Senin, 11 Desember 2017 08:35

Berebut Rekomendasi Jelang Pendaftaran

Konstelasi politik jelang Pemilihan Bupati (Pilbup) Penajam Paser Utara (PPU) 2018 mulai menghangat.…

Kamis, 07 Desember 2017 07:33

Masih Ada yang Tinggal di Lereng Gunung

TANA PASER – Lokasi Komunitas Adat Terpencil (KAT) di Dusun Pasero, RT 05, Desa Kerang Dayu, Kecamatan…

Kamis, 07 Desember 2017 07:31

Masuk Radar Kejaksaan

TANA PASER – Proyek pembangunan rumah untuk Komunitas Adat Terpencil (KAT) di Dusun Pasero, RT…

Kamis, 07 Desember 2017 07:30

Kades: Warga Sudah Huni Rumah Adat

PROTES warga terhadap kondisi rumah dari proyek Kementerian Sosial (Kemensos) untuk pemberdayaan Komunitas…

Rabu, 06 Desember 2017 07:45

Nasib Kesultanan Paser di Zaman Sekarang

Sejarah panjang Kerajaan Paser telah berakhir 1906 silam. Setelah Pangeran Mangku Jaya Kesuma gelar…

Rabu, 06 Desember 2017 07:39

Ini Riwayat Sultan Terakhir Kerajaan Paser

KEPEMIMPINAN sultan terakhir (kesebelas) jatuh pada masa pemerintahan Pangeran Mangku Jaya Kesuma gelar…

Kamis, 30 November 2017 07:40

Fokus Infrastruktur Dasar

Defisit anggaran pemerintah daerah belum berakhir. Ini membuat pejabat Pemkab Kutai Timur (Kutim) adu…

Kamis, 30 November 2017 07:38

Mahyunadi: Perhatikan Utang

LEGISLATOR mendukung program Pemkab di APBD Kutim 2018. Tapi, penyelenggara anggaran diwanti-wanti agar…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .