MANAGED BY:
SENIN
26 JUNI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

SELISIK/LAPSUS

Senin, 20 Maret 2017 08:38
Wajib Rutin Kontrol Kehamilan

PROKAL.CO, BERBEDA kategori penyakit jantung bawaan (PJB), maka berbeda pula kasus dan kelainan struktur jantungnya. Dalam PJB sianotik, kelainan yang terjadi lebih kompleks. Sementara itu, PJB asianotik memiliki kelainan yang sederhana dan tunggal. Tetapi lebih dari 90 persen seluruh jenis kategori PJB memerlukan tindakan untuk pengobatan.

“Soal pengobatan, tidak selamanya penderita PJB membutuhkan intervensi dini. Kalau non biru ada yang bisa menutup sendiri organnya, bisa menunggu kalau tidak ada masalah atau keluhan,” tutur Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Muhammad Iqbal.

Namun, sambung dia, ada pula kasus pada bayi yang baru lahir dua minggu telah membutuhkan tindakan operasi. Misalnya, dia tidak dapat bertahan dan efeknya hingga ke gejala gagal jantung usia dini. Kalau sudah demikian, butuh tindakan intervensi secepatnya. Sebab, ancamannya bisa menyebabkan gagal jantung yang tidak dapat diubah alias irreversible.

“Ada beberapa pilihan tindakan, bisa pemasangan alat atau operasi. Jika memilih pemasangan alat, sang anak sudah harus cukup besar dulu. Sebab, masuknya alat melalui pembuluh darah di paha. Butuh penanganan secepatnya dan mendesak karena keluhan membesar, mau tidak mau operasi,” ucap dokter dari pasangan Abdul Aziz dan Sadikal tersebut ini.

Pemasangan alat tergolong tindakan minimal infasif. Caranya seperti pemasangan ring pada orang dewasa. Cukup dengan kateter, alat akan masuk lewat pembuluh darah. Fungsinya untuk menutup organ yang kurang sempurna. Sebelum melakukan pemasangan ring, pasien akan diberikan suntikan anestesi atau bius lokal yang berada di sekitar pangkal paha.

Cara penanganannya tidak perlu masuk ke daerah jantung secara langsung. Tapi semua dikendalikan dari pangkal paha. Dokter hanya membuat sayatan kecil di daerah pangkal paha beberapa milimeter. Proses pertama yang akan dilakukan adalah kateterisasi, sebuah selang kecil akan masuk dari pangkal paha menuju pangkal jantung yang disebut kateter.

“Pada bagian ini kami masukkan kateter diagnostik. Kemudian memantau dengan bantuan kamera, kami akan melihat sejauh apa kasusnya,” kata pria yang menjalani pendidikan Kardiologi Intervensi di Pusat Jantung Nasional Harapan Kita Jakarta.

Setelah melihat kondisi pembuluh darah yang bermasalah, kateter diagnostik akan diganti dengan kateter penuntun. Kateter ini hanya mampu masuk sampai ke pangkal pembuluh darah jantung. Selanjutnya, butuh wire atau rel sebagai media untuk melakukan pemasangan alat.

“Selesai tindakan, pasien tidak usah minum obat lagi. Berbeda dengan mereka yang sakit jantung koroner, wajib minum obat seumur hidup,” ungkap suami dari  Ariyanti Dalmer tersebut. PJB yang sulit terdeteksi, menuntut kesadaran ibu hamil untuk aware terhadap buah hatinya sedari janin.

Proteksinya dapat dilakukan ibu hamil dengan pemeriksaan rutin selama mengandung. Ibu hamil harus kontrol kandungan ke dokter, baik selama masa kehamilan hingga pasca kelahiran secara berkala. Salah satunya pemeriksaan janin dengan memanfaatkan teknologi ultrasonografi (USG).

Jadi, jika terdapat kecurigaan kelainan jantung pada janin, dokter dapat segera melakukan pemeriksaan lanjutan dan teliti. Sementara itu, Spesialis Kandungan Rumah Sakit Dr Kanujoso Djatiwibowo (RSKD) Teddy Teguh Satriadi menyebutkan, pemeriksaan janin dengan teknologi USG penting sekali untuk seorang ibu hamil.

Terutama di usia janin yang masih dini, satu sampai tiga bulan pertama atau trisemester I masa kehamilan. “Banyak kasus kejanggalan pada janin dalam kandungan tidak cepat terdeteksi. Padahal semua itu dapat terdeteksi jika ibu hamil rajin mengontrol kandungannya melalui proses USG,” ucapnya.

Pria kelahiran Palembang, 47 tahun silam itu menjelaskan, pemeriksaan USG menjadi satu-satunya cara untuk dapat memeriksa kondisi bayi. Dokter akan mampu memastikan pertumbuhan janin tersebut sesuai usia kehamilannya.

“USG membantu dokter mengetahui setiap kejanggalan dalam kandungan. Selama ini banyak kasus bayi yang terlambat ditangani karena sang ibu tidak pernah melakukan USG. Akhirnya sulit bagi dokter untuk melakukan evaluasi dan pertolongan secepat mungkin,” bebernya.

Dia menegaskan, penggunaan USG sangat penting sekali untuk memeriksa perkembangan buah hati agar ibu hamil dapat memastikan perilaku janin dalam kandungan berjalan normal dan baik. Dia berpesan kepada ibu hamil agar tidak ragu atau takut menggunakan teknologi USG. Sebab, proses USG bukan termasuk bagian dari tindakan operasi.

Suami dari Hema Nurfika itu mengatakan, alat ini hanya mengambil getaran suara di dalam janin. Kemudian suara tersebut dapat diubah menjadi bentuk gambar. “Tidak ada efek radiasi dan aman untuk dilakukan pada seluruh usia masa kehamilan. Sejauh ini, USG telah hadir dalam berbagai macam varian hingga yang terbaru yakni USG 4D,” pungkasnya. (*/gel/riz/k16)


BACA JUGA

Selasa, 20 Juni 2017 08:27

Waspada Kolesterol setelah Lebaran

Pada momen setelah Lebaran, banyak orang yang mengalami gangguan kesehatan. Biasanya kolesterol tinggi…

Selasa, 20 Juni 2017 08:25

Utamakan Buah, Masakan Jangan Dipanasi Terus

BANYAKNYA makanan dan kegiatan sudah menjadi tradisi di hari yang fitri.  Namun jika tak dijaga…

Selasa, 20 Juni 2017 08:22

Cermat Mengolah Daging

LEBARAN semakin dekat. Untuk menyambut momen tersebut, kebiasaan masyarakat di rumah menyediakan menu-menu…

Selasa, 13 Juni 2017 12:09

WASPADALAH...!! Lebaran Mendekat, Perampok Makin Nekat

Meningkatnya perputaran uang membuat perampokan jadi kejahatan yang khas jelang Lebaran. PERISTIWA peroncean…

Selasa, 13 Juni 2017 08:44

Hindari Kecurigaan dengan Transaksi Nontunai

MEMINIMALISASI belanja menggunakan uang tunai adalah upaya Novitrisari Istidevi agar selalu aman dari…

Selasa, 06 Juni 2017 08:39

Seribu Wajah sang Perusak Organ

  Lupus memang bukan penyakit baru di Indonesia. Namun kenyataannya, masih banyak orang yang tidak…

Selasa, 06 Juni 2017 08:36

Enggan Salahkan Keadaan, Orangtua Jadi Pelecut Semangat

  Di usia yang tergolong masih dini, Anisa Rizky Ameilia dan Arrahman harus berjibaku sebagai penderita…

Selasa, 06 Juni 2017 08:33

Mengancam Organ Vital Anak

LUPUS pada usia balita tergolong unik dan langka. Jumlah kasusnya jauh lebih sedikit dibandingkan dewasa.…

Selasa, 06 Juni 2017 08:32

Saling Menguatkan lewat Kula Kupu Borneo

SEMENJAK resmiberdiri 21 Mei 2016 lalu, Kula Kupu Borneo (KKB) memiliki beragam kesibukan untuk membantu…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .