MANAGED BY:
RABU
26 APRIL
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

SELISIK/LAPSUS

Senin, 20 Maret 2017 08:31
Hindari Minum Jamu dan Obat Pelangsing
Muhammad Iqbal

PROKAL.CO, PENYAKIT jantung bawaan atau PJB adalah kelainan jantung yang terjadi pada bayi sejak dalam kandungan. Disebabkan adanya gangguan dalam pembentukan organ. Jadi, timbul kelainan struktur dan fungsi jantung dari kondisi normalnya. Karena itu, tanpa kontrol kehamilan yang baik, seringkali PJB tidak terdiagnosa sebelum bayi dilahirkan.

Prevalensi terjadinya kasus PJB di Indonesia yakni 8:1.000 kelahiran hidup. Dengan populasi mencapai 200 juta penduduk dan angka kelahiran hidup dua persen, diperkirakan terdapat sekitar 30 ribu penderita PJB. Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Muhammad Iqbal mengatakan, umumnya PJB berasal dari pengaruh sang ibu saat melewati masa kehamilan.

Hanya, penyebabnya beragam. Di antaranya infeksi, faktor genetik, diabetes, sampai pola hidup sang ibu. Pola hidup yang dimaksud adalah ibu hamil yang kerap meminum alkohol, merokok, dan mengonsumsi obat tertentu. Masuknya zat kimia secara masif ke dalam tubuh juga turut memengaruhi pembentukan janin.

Menurut pria kelahiran Medan, Sumatra Utara, tersebut, infeksi selama kehamilan menjadi faktor terbesar hadirnya PJB. “Pada beberapa kasus, ibu hamil kerap minum ramuan jamu yang tak jelas. Atau minum obat pelangsing saat hamil. Hasilnya bisa berpengaruh pada pembentukan organ. Jadi, ketika bayi lahir, dia sudah mengalami gangguan pada jantungnya,” kata dokter yang bertugas di RS Pertamina Balikpapan itu.

Iqbal melanjutkan, pengaruh gangguan tersebut itu hadir dalam kelainan katup, dinding, dan pembuluh darah jantung. Dengan contoh kasus seperti kelainan sekat bilik jantung berlubang atau ventricular septal defect (VSD). Lalu, kelainan sekat serambi jantung berlubang atau atrial septal defect (ASD). Kemudian, kasus penyempitan katup paru atau pulmonary stenosis (PS), persisten duktus arteriosus, dan komplikasi kelainan tetralogi fallot.

Dokter berusia 49 tahun itu menjelaskan, PJB terbagi lagi dalam dua kategori. Yakni biru (sianotik) dan non biru (asianotik). Kategori ini menunjukkan bahwa PJB memiliki gejala dan sebaliknya. “Termasuk dalam kategori sianotik, jika gejala penyakit jantung tampak dari ujung jari dan ujung bibir yang berwarna kebiruan,” kata alumnus Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia itu.

Terutama pada saat bayi menangis, wajah bayi tampak pucat dan biru. Warna biru di sekitar bibir dan kuku akibat darah yang mengalir dalam tubuh justru didominasi oleh sel darah merah. Di mana, kandungan oksigen rendah akibat percampuran darah bersih dan darah kotor.

Pada kondisi ini, tubuh bayi tidak mendapatkan oksigen yang cukup dan normal. Sangat berbahaya sehingga membutuhkan tindakan cepat. Adapun PJB yang hadir tanpa gejala, masuk dalam kategori non biru atau asianotik. Kasusnya mencapai 75 persen dari keseluruhan PJB sehingga banyak orangtua yang tidak menyadari.

Sebab, bayi tidak menimbulkan gejala yang nyata. “Orangtua tidak dapat mengetahui jika buah hatinya mengalami gangguan pada jantung. Tidak ada gejala yang timbul secara kasat mata. Biasanya baru terdeteksi saat anak mengalami pemeriksaan untuk penyakit lain,” tuturnya.

Selain pemeriksaan fisik, biasanya dokter dapat melakukan pemeriksaan lanjutan dengan teknologi medis. Misal, elektrokardiografi (EKG), rontgen (X-Ray) dada, oksimetri, sampai kateterisasi atau angiografi. (*/gel/riz/k16)


BACA JUGA

Senin, 17 April 2017 08:44
Hutan Lenyap di Kawasan Cagar Alam

DAGELAN BIROKRAT KOTA TEPIAN

Banjir bak sebuah balada. Dialog penyakit menahun yang turun-temurun. ROBAYU, Samarinda DIBELAH Sungai…

Senin, 17 April 2017 08:30

SKM, Kunci yang Terabaikan

SUNGAI Karang Mumus (SKM) menjadi kanal raksasa untuk mengurai banjir. Banyak cara yang diwacanakan…

Senin, 10 April 2017 09:13

Sudah Teruji, Belum Dilirik

Di tengah kondisi perekonomian Kaltim yang mengalami pertumbuhan minus, jumlah UMKM terus menurun.ROESITA…

Senin, 10 April 2017 09:09

Industri Mikro-Kecil Justru Tumbuh 12,37 Persen

SEMENTARA itu, di tengah menurunnya geliat UMKM di Kaltim, industri manufaktur mikro-kecil justru membukukan…

Senin, 10 April 2017 09:08

Diolah Jadi 15 Varian Cake, Kantongi Omzet Rp 60 Juta Per Bulan

Dari tangan kreatif Riswahyuni, salak tidak hanya tampil apa adanya seperti sekadar buah. Namun menjadi…

Kamis, 06 April 2017 11:00
Kisah Memilukan Anak-Anak yang Sudah Harus Menikah pada Usia Sekolah

Nyawa Nyaris Melayang saat Melahirkan

“Enggak papa. Ya sudah lah, sudah ikhlas,” kata SA, pasrah, ketika harus melahirkan pada…

Kamis, 06 April 2017 10:56
Maraknya Pernikahan di Bawah Umur

Perempuan Malah Cari Nafkah

MARAKNYA kasus pernikahan anak di Indonesia adalah miskonsepsi yang terpendam dari masyarakat Indonesia.…

Rabu, 05 April 2017 08:38

Perang Bintang Birokrat

Sayembara perebutan kursi bakal calon gubernur Kaltim pendamping Rita Widyasari telah dimulai. Penjaringan…

Rabu, 05 April 2017 08:26

Wakil Tentukan Elektabilitas

PENETAPAN Rita Widyasari sebagai calon gubernur (cagub) Kaltim dari Partai Golkar dianggap tepat. Hal…

Rabu, 05 April 2017 08:24

Rita Akui Lirik Farid

GELIAT Pemilihan Gubernur (Pilgub) Kaltim makin cepat. Bakal calon gubernur yang diusung Partai Golkar,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .