MANAGED BY:
SELASA
22 MEI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

SELISIK/LAPSUS

Senin, 20 Maret 2017 08:31
Hindari Minum Jamu dan Obat Pelangsing
Muhammad Iqbal

PROKAL.CO, PENYAKIT jantung bawaan atau PJB adalah kelainan jantung yang terjadi pada bayi sejak dalam kandungan. Disebabkan adanya gangguan dalam pembentukan organ. Jadi, timbul kelainan struktur dan fungsi jantung dari kondisi normalnya. Karena itu, tanpa kontrol kehamilan yang baik, seringkali PJB tidak terdiagnosa sebelum bayi dilahirkan.

Prevalensi terjadinya kasus PJB di Indonesia yakni 8:1.000 kelahiran hidup. Dengan populasi mencapai 200 juta penduduk dan angka kelahiran hidup dua persen, diperkirakan terdapat sekitar 30 ribu penderita PJB. Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Muhammad Iqbal mengatakan, umumnya PJB berasal dari pengaruh sang ibu saat melewati masa kehamilan.

Hanya, penyebabnya beragam. Di antaranya infeksi, faktor genetik, diabetes, sampai pola hidup sang ibu. Pola hidup yang dimaksud adalah ibu hamil yang kerap meminum alkohol, merokok, dan mengonsumsi obat tertentu. Masuknya zat kimia secara masif ke dalam tubuh juga turut memengaruhi pembentukan janin.

Menurut pria kelahiran Medan, Sumatra Utara, tersebut, infeksi selama kehamilan menjadi faktor terbesar hadirnya PJB. “Pada beberapa kasus, ibu hamil kerap minum ramuan jamu yang tak jelas. Atau minum obat pelangsing saat hamil. Hasilnya bisa berpengaruh pada pembentukan organ. Jadi, ketika bayi lahir, dia sudah mengalami gangguan pada jantungnya,” kata dokter yang bertugas di RS Pertamina Balikpapan itu.

Iqbal melanjutkan, pengaruh gangguan tersebut itu hadir dalam kelainan katup, dinding, dan pembuluh darah jantung. Dengan contoh kasus seperti kelainan sekat bilik jantung berlubang atau ventricular septal defect (VSD). Lalu, kelainan sekat serambi jantung berlubang atau atrial septal defect (ASD). Kemudian, kasus penyempitan katup paru atau pulmonary stenosis (PS), persisten duktus arteriosus, dan komplikasi kelainan tetralogi fallot.

Dokter berusia 49 tahun itu menjelaskan, PJB terbagi lagi dalam dua kategori. Yakni biru (sianotik) dan non biru (asianotik). Kategori ini menunjukkan bahwa PJB memiliki gejala dan sebaliknya. “Termasuk dalam kategori sianotik, jika gejala penyakit jantung tampak dari ujung jari dan ujung bibir yang berwarna kebiruan,” kata alumnus Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia itu.

Terutama pada saat bayi menangis, wajah bayi tampak pucat dan biru. Warna biru di sekitar bibir dan kuku akibat darah yang mengalir dalam tubuh justru didominasi oleh sel darah merah. Di mana, kandungan oksigen rendah akibat percampuran darah bersih dan darah kotor.

Pada kondisi ini, tubuh bayi tidak mendapatkan oksigen yang cukup dan normal. Sangat berbahaya sehingga membutuhkan tindakan cepat. Adapun PJB yang hadir tanpa gejala, masuk dalam kategori non biru atau asianotik. Kasusnya mencapai 75 persen dari keseluruhan PJB sehingga banyak orangtua yang tidak menyadari.

Sebab, bayi tidak menimbulkan gejala yang nyata. “Orangtua tidak dapat mengetahui jika buah hatinya mengalami gangguan pada jantung. Tidak ada gejala yang timbul secara kasat mata. Biasanya baru terdeteksi saat anak mengalami pemeriksaan untuk penyakit lain,” tuturnya.

Selain pemeriksaan fisik, biasanya dokter dapat melakukan pemeriksaan lanjutan dengan teknologi medis. Misal, elektrokardiografi (EKG), rontgen (X-Ray) dada, oksimetri, sampai kateterisasi atau angiografi. (*/gel/riz/k16)


BACA JUGA

Senin, 21 Mei 2018 09:04

Terbang.. Terbang.. Tinggi Daging Ayam

Saban tahun hukum ekonomi berlaku mutlak di Balikpapan. Ramadan, terlebih jelang Lebaran, harga-harga…

Senin, 21 Mei 2018 09:01

Pengepul Memainkan Harga

HARGA di pasar-pasar tradisional terkerek tinggi, tak terkontrol. Terkait itu, Kepala Kantor Pengawasan…

Senin, 21 Mei 2018 08:45

Permintaan Tinggi Pengaruhi Inflasi

HINGGA pekan kedua Mei, Bank Indonesia (BI) mencatat komoditas pangan yang mengalami kenaikan adalah…

Senin, 21 Mei 2018 08:42

Dipengaruhi Virus IBH

KEPALA Dinas Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DPPP) Balikpapan, Yosmianto, melihat ada beberapa faktor…

Senin, 21 Mei 2018 08:34

“Konsumen Tak Perlu Khawatir”

TINGGINYA harga daging ayam broiler di Balikpapan tak lepas dari campur tangan Perhimpunan Insan Perunggasan…

Senin, 21 Mei 2018 08:30

Indonesia Belum Miliki UU Kontrol Harga

Oleh: Abdul Hakim Pasaribu(Kepala Kantor Perwakilan KPPU Balikpapan) HARGA bahan pangan naik sudah bukan…

Jumat, 18 Mei 2018 08:51

Reduksi lewat Bank Sampah

KALTIM, di luar Mahakam Ulu, memiliki total 10 tempat pembuangan akhir (TPA). Samarinda sebagai ibu…

Rabu, 16 Mei 2018 09:13
Kejamnya Pembunuhan Ibu dan Anaknya di Muara Badak

Diungkap dalam Tiga Jam

HANYA perlu waktu tiga jam bagi tim gabungan Polsek Muara Badak dan Polres Bontang untuk mengungkap…

Rabu, 16 Mei 2018 09:08

Membunuh Akibat Uang Jajan Kurang

OLEH: RADEN RORO MIRA BUDIASIH PRIA di hadapan penulis sesekali melirik ke depan, kemudian mengarahkan…

Jumat, 11 Mei 2018 09:41
Nasib Beruang Madu di Kaltim

Lirik Jerman, Siap Go International

SEJAK UU 23/2014 tentang Pemerintah Daerah berlaku, Dinas Kehutanan Kaltim memegang kendali atas Kesatuan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .