MANAGED BY:
SELASA
28 MARET
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

SELISIK/LAPSUS

Senin, 20 Maret 2017 08:31
Hindari Minum Jamu dan Obat Pelangsing
Muhammad Iqbal

PROKAL.CO, PENYAKIT jantung bawaan atau PJB adalah kelainan jantung yang terjadi pada bayi sejak dalam kandungan. Disebabkan adanya gangguan dalam pembentukan organ. Jadi, timbul kelainan struktur dan fungsi jantung dari kondisi normalnya. Karena itu, tanpa kontrol kehamilan yang baik, seringkali PJB tidak terdiagnosa sebelum bayi dilahirkan.

Prevalensi terjadinya kasus PJB di Indonesia yakni 8:1.000 kelahiran hidup. Dengan populasi mencapai 200 juta penduduk dan angka kelahiran hidup dua persen, diperkirakan terdapat sekitar 30 ribu penderita PJB. Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Muhammad Iqbal mengatakan, umumnya PJB berasal dari pengaruh sang ibu saat melewati masa kehamilan.

Hanya, penyebabnya beragam. Di antaranya infeksi, faktor genetik, diabetes, sampai pola hidup sang ibu. Pola hidup yang dimaksud adalah ibu hamil yang kerap meminum alkohol, merokok, dan mengonsumsi obat tertentu. Masuknya zat kimia secara masif ke dalam tubuh juga turut memengaruhi pembentukan janin.

Menurut pria kelahiran Medan, Sumatra Utara, tersebut, infeksi selama kehamilan menjadi faktor terbesar hadirnya PJB. “Pada beberapa kasus, ibu hamil kerap minum ramuan jamu yang tak jelas. Atau minum obat pelangsing saat hamil. Hasilnya bisa berpengaruh pada pembentukan organ. Jadi, ketika bayi lahir, dia sudah mengalami gangguan pada jantungnya,” kata dokter yang bertugas di RS Pertamina Balikpapan itu.

Iqbal melanjutkan, pengaruh gangguan tersebut itu hadir dalam kelainan katup, dinding, dan pembuluh darah jantung. Dengan contoh kasus seperti kelainan sekat bilik jantung berlubang atau ventricular septal defect (VSD). Lalu, kelainan sekat serambi jantung berlubang atau atrial septal defect (ASD). Kemudian, kasus penyempitan katup paru atau pulmonary stenosis (PS), persisten duktus arteriosus, dan komplikasi kelainan tetralogi fallot.

Dokter berusia 49 tahun itu menjelaskan, PJB terbagi lagi dalam dua kategori. Yakni biru (sianotik) dan non biru (asianotik). Kategori ini menunjukkan bahwa PJB memiliki gejala dan sebaliknya. “Termasuk dalam kategori sianotik, jika gejala penyakit jantung tampak dari ujung jari dan ujung bibir yang berwarna kebiruan,” kata alumnus Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia itu.

Terutama pada saat bayi menangis, wajah bayi tampak pucat dan biru. Warna biru di sekitar bibir dan kuku akibat darah yang mengalir dalam tubuh justru didominasi oleh sel darah merah. Di mana, kandungan oksigen rendah akibat percampuran darah bersih dan darah kotor.

Pada kondisi ini, tubuh bayi tidak mendapatkan oksigen yang cukup dan normal. Sangat berbahaya sehingga membutuhkan tindakan cepat. Adapun PJB yang hadir tanpa gejala, masuk dalam kategori non biru atau asianotik. Kasusnya mencapai 75 persen dari keseluruhan PJB sehingga banyak orangtua yang tidak menyadari.

Sebab, bayi tidak menimbulkan gejala yang nyata. “Orangtua tidak dapat mengetahui jika buah hatinya mengalami gangguan pada jantung. Tidak ada gejala yang timbul secara kasat mata. Biasanya baru terdeteksi saat anak mengalami pemeriksaan untuk penyakit lain,” tuturnya.

Selain pemeriksaan fisik, biasanya dokter dapat melakukan pemeriksaan lanjutan dengan teknologi medis. Misal, elektrokardiografi (EKG), rontgen (X-Ray) dada, oksimetri, sampai kateterisasi atau angiografi. (*/gel/riz/k16)


BACA JUGA

Jumat, 24 Maret 2017 11:09

Rencana Pasar Induk Km 5,5, Begini Nasibnya..

BALIKPAPAN - Rencana pembangunan Pasar Induk seperti terlupakan. Tanah yang sudah disiapkan pun tak…

Jumat, 24 Maret 2017 11:00
Dilepas Sayang, Dirawat Tak Ada Anggaran

Aset Pemkot Jadi Sarang Nyamuk

SAYANG seribu sayang. Di tengah defisit anggaran, banyak aset daerah yang tak dikelola maksimal. Kian…

Jumat, 24 Maret 2017 08:58

Ternyata TB Juga Intai Penduduk Kelas Menengah ke Atas

TUBERKULOSIS (TB) memiliki perkiraan 400 pengidap tiap 100 ribu penduduk. Artinya, jika jumlah penduduk…

Jumat, 24 Maret 2017 08:56

BPJS Tanggung Biaya Seluruh Pengobatan TB

BERDASARKAN data World Health Organization (WHO)  Global Tuberculosis Report 2016, kasus TB di…

Jumat, 24 Maret 2017 08:22

MIRIS... Hanya Ada Tiga Pedagang di Pasar Teritip

BALIKPAPAN - Kondisi miris terlihat di Pasar Teritip. Meski sudah beroperasi, namun selain Jumat, hanya…

Jumat, 24 Maret 2017 08:20

Pemkot Malah Klaim Justru Kurang Aset

BALIKPAPAN - Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Madram Muchyar mengatakan, aset-aset…

Senin, 20 Maret 2017 08:56

TERISAK TANPA TERLIHAT

Musibah bisa datang kapan saja. Tanpa pandang umur. DINA ANGELINA, Balikpapan SYIFA Aulia hanya bisa…

Senin, 20 Maret 2017 08:51

Makanan Harus Bergizi

ANAK dengan penyakit jantung bawaan (PJB) tidak memiliki pantangan. Seperti anak kecil pada umumnya,…

Senin, 20 Maret 2017 08:38

Wajib Rutin Kontrol Kehamilan

BERBEDA kategori penyakit jantung bawaan (PJB), maka berbeda pula kasus dan kelainan struktur jantungnya.…

Selasa, 14 Maret 2017 14:12
Melirik Potensi Lain saat Ekonomi Merangkak Naik

Agrobisnis Menggiurkan, Buka Pintu Ekspor

Kaltim tengah berjuang lepas dari keterpurukan ekonomi. Pelan tapi pasti.  DUA tahun belakangan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .