MANAGED BY:
SENIN
26 JUNI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

SELISIK/LAPSUS

Senin, 20 Maret 2017 08:31
Hindari Minum Jamu dan Obat Pelangsing
Muhammad Iqbal

PROKAL.CO, PENYAKIT jantung bawaan atau PJB adalah kelainan jantung yang terjadi pada bayi sejak dalam kandungan. Disebabkan adanya gangguan dalam pembentukan organ. Jadi, timbul kelainan struktur dan fungsi jantung dari kondisi normalnya. Karena itu, tanpa kontrol kehamilan yang baik, seringkali PJB tidak terdiagnosa sebelum bayi dilahirkan.

Prevalensi terjadinya kasus PJB di Indonesia yakni 8:1.000 kelahiran hidup. Dengan populasi mencapai 200 juta penduduk dan angka kelahiran hidup dua persen, diperkirakan terdapat sekitar 30 ribu penderita PJB. Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Muhammad Iqbal mengatakan, umumnya PJB berasal dari pengaruh sang ibu saat melewati masa kehamilan.

Hanya, penyebabnya beragam. Di antaranya infeksi, faktor genetik, diabetes, sampai pola hidup sang ibu. Pola hidup yang dimaksud adalah ibu hamil yang kerap meminum alkohol, merokok, dan mengonsumsi obat tertentu. Masuknya zat kimia secara masif ke dalam tubuh juga turut memengaruhi pembentukan janin.

Menurut pria kelahiran Medan, Sumatra Utara, tersebut, infeksi selama kehamilan menjadi faktor terbesar hadirnya PJB. “Pada beberapa kasus, ibu hamil kerap minum ramuan jamu yang tak jelas. Atau minum obat pelangsing saat hamil. Hasilnya bisa berpengaruh pada pembentukan organ. Jadi, ketika bayi lahir, dia sudah mengalami gangguan pada jantungnya,” kata dokter yang bertugas di RS Pertamina Balikpapan itu.

Iqbal melanjutkan, pengaruh gangguan tersebut itu hadir dalam kelainan katup, dinding, dan pembuluh darah jantung. Dengan contoh kasus seperti kelainan sekat bilik jantung berlubang atau ventricular septal defect (VSD). Lalu, kelainan sekat serambi jantung berlubang atau atrial septal defect (ASD). Kemudian, kasus penyempitan katup paru atau pulmonary stenosis (PS), persisten duktus arteriosus, dan komplikasi kelainan tetralogi fallot.

Dokter berusia 49 tahun itu menjelaskan, PJB terbagi lagi dalam dua kategori. Yakni biru (sianotik) dan non biru (asianotik). Kategori ini menunjukkan bahwa PJB memiliki gejala dan sebaliknya. “Termasuk dalam kategori sianotik, jika gejala penyakit jantung tampak dari ujung jari dan ujung bibir yang berwarna kebiruan,” kata alumnus Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia itu.

Terutama pada saat bayi menangis, wajah bayi tampak pucat dan biru. Warna biru di sekitar bibir dan kuku akibat darah yang mengalir dalam tubuh justru didominasi oleh sel darah merah. Di mana, kandungan oksigen rendah akibat percampuran darah bersih dan darah kotor.

Pada kondisi ini, tubuh bayi tidak mendapatkan oksigen yang cukup dan normal. Sangat berbahaya sehingga membutuhkan tindakan cepat. Adapun PJB yang hadir tanpa gejala, masuk dalam kategori non biru atau asianotik. Kasusnya mencapai 75 persen dari keseluruhan PJB sehingga banyak orangtua yang tidak menyadari.

Sebab, bayi tidak menimbulkan gejala yang nyata. “Orangtua tidak dapat mengetahui jika buah hatinya mengalami gangguan pada jantung. Tidak ada gejala yang timbul secara kasat mata. Biasanya baru terdeteksi saat anak mengalami pemeriksaan untuk penyakit lain,” tuturnya.

Selain pemeriksaan fisik, biasanya dokter dapat melakukan pemeriksaan lanjutan dengan teknologi medis. Misal, elektrokardiografi (EKG), rontgen (X-Ray) dada, oksimetri, sampai kateterisasi atau angiografi. (*/gel/riz/k16)


BACA JUGA

Selasa, 20 Juni 2017 08:27

Waspada Kolesterol setelah Lebaran

Pada momen setelah Lebaran, banyak orang yang mengalami gangguan kesehatan. Biasanya kolesterol tinggi…

Selasa, 20 Juni 2017 08:25

Utamakan Buah, Masakan Jangan Dipanasi Terus

BANYAKNYA makanan dan kegiatan sudah menjadi tradisi di hari yang fitri.  Namun jika tak dijaga…

Selasa, 20 Juni 2017 08:22

Cermat Mengolah Daging

LEBARAN semakin dekat. Untuk menyambut momen tersebut, kebiasaan masyarakat di rumah menyediakan menu-menu…

Selasa, 13 Juni 2017 12:09

WASPADALAH...!! Lebaran Mendekat, Perampok Makin Nekat

Meningkatnya perputaran uang membuat perampokan jadi kejahatan yang khas jelang Lebaran. PERISTIWA peroncean…

Selasa, 13 Juni 2017 08:44

Hindari Kecurigaan dengan Transaksi Nontunai

MEMINIMALISASI belanja menggunakan uang tunai adalah upaya Novitrisari Istidevi agar selalu aman dari…

Selasa, 06 Juni 2017 08:39

Seribu Wajah sang Perusak Organ

  Lupus memang bukan penyakit baru di Indonesia. Namun kenyataannya, masih banyak orang yang tidak…

Selasa, 06 Juni 2017 08:36

Enggan Salahkan Keadaan, Orangtua Jadi Pelecut Semangat

  Di usia yang tergolong masih dini, Anisa Rizky Ameilia dan Arrahman harus berjibaku sebagai penderita…

Selasa, 06 Juni 2017 08:33

Mengancam Organ Vital Anak

LUPUS pada usia balita tergolong unik dan langka. Jumlah kasusnya jauh lebih sedikit dibandingkan dewasa.…

Selasa, 06 Juni 2017 08:32

Saling Menguatkan lewat Kula Kupu Borneo

SEMENJAK resmiberdiri 21 Mei 2016 lalu, Kula Kupu Borneo (KKB) memiliki beragam kesibukan untuk membantu…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .