MANAGED BY:
SELASA
28 MARET
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Senin, 20 Maret 2017 07:30
Tekan Inflasi, BI Kembali Gandeng Pelajar
Tak Sekadar Bercocok Tanam
MASIH JADI MOMOK: Program SPI yang dijalankan BI diharap dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat untuk menanam tanaman ini secara mandiri. (ANGGI PRADITHA/KP)

PROKAL.CO, BALIKPAPAN - Program Sekolah Peduli Inflasi (SPI) dari Bank Indonesia kembali digulirkan tahun ini. Tak hanya mengajak bercocok tanam untuk melawan kelangkaan bahan pangan, para pelajar juga diajak untuk memberi nilai tambah dengan pembekalan wirausaha.

Sebagai informasi, laju kenaikan harga atau inflasi di Balikpapan memang saat ini masih di atas rata-rata nasional. Tahun ini, sampai Februari lalu tercatat di posisi 4,13 persen. Sedangkan inflasi nasional pada periode yang sama sebesar 3,02 persen.

Kondisi tersebut tak lepas dari masih tingginya ketergantungan Kota Minyak pada sejumlah bahan pangan dari daerah lain. Salah satunya adalah cabai. Tanaman ini kembali menjadi fokus utama dalam program SPI tahun ini.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw-BI) Balikpapan Suharman Tabrani berharap, program ini dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat secara luas. Selain memang, menjadikan para pelajar sebagai produsen cabai, juga menjadi target utamanya.

“SPI adalah program pengendalian inflasi dari sisi ekspektasi. Caranya, kami ajak siswa melakukan budi daya cabai dalam polybag, dengan metode organik,” ucap Suharman saat Kick Off SPI 2017, Sabtu (18/3) lalu.

Dia menyebut, program ini merupakan lanjutan, sejak dicanangkan pada 2012 lalu. Namun sebelumnya, sosialisasi lebih banyak melibatkan kalangan ibu rumah tangga.

Selain kini menjadikan sekolah sebagai mitra, cakupan program SPI tahun ini juga meluas. Hingga ke Penajam Paser Utara (PPU).

“Untuk SPI tahun ini, juga ada pembeda. Yakni pengenalan aplikasi SIAPIK (Sistem Administrasi Pencatatan Keuangan), yang bisa digunakan di smartphone berbasis Android. Jadi mereka tidak hanya diajarkan cara bercocok tanam. Jiwa berbisnisnya juga dipupuk,” kata Harman, sapaan akrabnya.

Adapun alasan memilih cabai, lanjut dia, karena tanaman ini masih menjadi salah satu komoditas yang paling sering memberi andil besar kepada kenaikan indeks harga komoditas, khususnya pangan, di Balikpapan. Tingginya permintaan yang tak diimbangi kestabilan pasokan, menjadi penyebab.

“Program ini juga diharapkan dapat menggiring ekspektasi masyarakat, supaya agar tidak terlalu bergantung pada pasokan pasar. Paling tidak, mereka bisa memproduksi untuk dikonsumsi sendiri,” tuturnya.

Salah satu sekolah yang sukses menjalankan program ini, kata Harman, adalah SMA 3 Balikpapan. Bahkan, penerapannya menjadi percontohan untuk BI di wilayah lain. Selain konsumsi pribadi, sekolah tersebut juga berhasil mengolah makanan dari bahan dasar cabai. Bahkan, sampai dijual ke masyarakat.

“Sampai saat ini, produksi cabai dari 30 sekolah yang sudah ikut program SPI, jika diakumulasikan mencapai 500 kilogram. Itu capaian untuk setiap panen,” terangnya.

Selain sekolah, dia menyebut, ke depan, program ini juga akan melibatkan kalangan perusahaan. Salah satunya, akan diupayakan melalui Forum CSR Kota Balikpapan.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala SMA 3 Balikpapan, Daliya mengatakan, hasil panen cabai tidak hanya di konsumsi pribadi. Tapi, juga diolah sebagai bahan dasar makanan. “Selain cabai, saat ini kami juga melakukan penanaman pisang dan terong,” ucapnya.

Sementara itu, ketua Pelaksana Program SPI 2017, Andi Adityaning Palupi menjelaskan, tahun ini bantuan yang dikeluarkan KPw-BI Balikpapan untuk Program SPI 2017 adalah Rp 840 juta. Selain untuk pembelian bantuan sarana produksi, dana bantuan tersebut juga untuk pelatihan budi daya, pelatihan kewirausahaan, dan pendampingan intensif kepada sekolah-sekolah.

“Ada lima Pendamping Penyuluh Lapangan (PPL) dan mantan petani hasil binaan BI yang sudah berhasil melakukan budi daya cabai dalam polybag secara organik. Tiga orangnya lagi PPL yang ditunjuk Dinas Pertanian PPU. Mereka sengaja diperbantukan khusus oleh BI untuk mendampingi sekolah-sekolah ini selama dua bulan secara intensif,” terangnya.

Untuk target, manajer Unit Komunikasi dan Koordinasi Kebijakan KPw-BI Balikpapan ini menyebutkan, yang pertama melakukan sosialisasi kepedulian di sekolah minimal satu kali. Kedua, penanaman bibit cabai dalam polybag minimal 800 bibit setiap sekolah, dan berhasil melakukan panen sebanyak 15 kg untuk satu sekolah.

Sebagai informasi, SPI 2017, untuk di Balikpapan diberikan kepada SMP negeri dan swasta, sekitar 20 SMP. Kemudian di lima pondok pesantren. Di PPU, lima SMA/SMK. (aji/man2/k18)


BACA JUGA

Senin, 27 Maret 2017 07:12

Anggaran Terbatas, Paket Pelatihan Kerja Dipangkas

BALIKPAPAN – Tak hanya pembangunan fisik, terbatasnya anggaran belanja pemerintah juga berdampak…

Senin, 27 Maret 2017 07:08

Peluang Besar hingga Pedalaman, Sayang SDM Terbatas

Besarnya nilai dari beberapa sektor usaha tertentu seringkali tak kasat mata. Bisnis telematika, adalah…

Senin, 27 Maret 2017 07:05

Promosi Wisata, Optimalkan Armada Transportasi

SAMARINDA – Berbagai cara dilakukan pemerintah untuk menarik wisatawan datang ke Kota Tepian.…

Senin, 27 Maret 2017 07:03

Penerimaan Migas Jeblok sejak 2012

JAKARTA – Penerimaan di sektor migas terdampak jebloknya harga minyak dunia. Dirjen Anggaran Kemenkeu,…

Sabtu, 25 Maret 2017 07:18

Tawarkan 139 Unit Plus Promo Menarik

SAMARINDA  –   Di tengah lesunya bisnis properti secara keseluruhan, Ciputra Group justru…

Sabtu, 25 Maret 2017 07:07

Tebusan Tax Amnesty, Paser Kalah dari PPU

TANA PASER  –  Grafik menurun dicatat oleh Kantor Pelayanan Penyuluhan dan Konsultasi…

Sabtu, 25 Maret 2017 07:05

Harga BBM dan Tarif Listrik Dipastikan Tak Naik

JAKARTA –   Pemerintah memastikan tarif dasar listrik nonsubsidi dan harga bahan bakar minyak…

Sabtu, 25 Maret 2017 07:05

Layanan BTN Dibatasi Sementara

JAKARTA  -  Untuk sementara, PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) tak melayani pembukaan rekening…

Jumat, 24 Maret 2017 11:16

MUI Keluarkan 9 Fatwa Ekonomi Baru, Begini Aturan Soal Pembiayaan Rumah Inden

JAKARTA - Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI) mengeluarkan sembilan fatwa baru…

Jumat, 24 Maret 2017 07:27

MANTAP!! Jadi yang Keenam di Indonesia, Pengisian Avtur di Bandara Sepinggan akan Gunakan Hydrant Pit

BALIKPAPAN – Pengembangan infrastruktur Depot Pengisian Pesawat Udara (DPPU) dilakukan Pertamina…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .