MANAGED BY:
SENIN
20 NOVEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Senin, 20 Maret 2017 07:30
Tekan Inflasi, BI Kembali Gandeng Pelajar
Tak Sekadar Bercocok Tanam
MASIH JADI MOMOK: Program SPI yang dijalankan BI diharap dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat untuk menanam tanaman ini secara mandiri. (ANGGI PRADITHA/KP)

PROKAL.CO, BALIKPAPAN - Program Sekolah Peduli Inflasi (SPI) dari Bank Indonesia kembali digulirkan tahun ini. Tak hanya mengajak bercocok tanam untuk melawan kelangkaan bahan pangan, para pelajar juga diajak untuk memberi nilai tambah dengan pembekalan wirausaha.

Sebagai informasi, laju kenaikan harga atau inflasi di Balikpapan memang saat ini masih di atas rata-rata nasional. Tahun ini, sampai Februari lalu tercatat di posisi 4,13 persen. Sedangkan inflasi nasional pada periode yang sama sebesar 3,02 persen.

Kondisi tersebut tak lepas dari masih tingginya ketergantungan Kota Minyak pada sejumlah bahan pangan dari daerah lain. Salah satunya adalah cabai. Tanaman ini kembali menjadi fokus utama dalam program SPI tahun ini.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw-BI) Balikpapan Suharman Tabrani berharap, program ini dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat secara luas. Selain memang, menjadikan para pelajar sebagai produsen cabai, juga menjadi target utamanya.

“SPI adalah program pengendalian inflasi dari sisi ekspektasi. Caranya, kami ajak siswa melakukan budi daya cabai dalam polybag, dengan metode organik,” ucap Suharman saat Kick Off SPI 2017, Sabtu (18/3) lalu.

Dia menyebut, program ini merupakan lanjutan, sejak dicanangkan pada 2012 lalu. Namun sebelumnya, sosialisasi lebih banyak melibatkan kalangan ibu rumah tangga.

Selain kini menjadikan sekolah sebagai mitra, cakupan program SPI tahun ini juga meluas. Hingga ke Penajam Paser Utara (PPU).

“Untuk SPI tahun ini, juga ada pembeda. Yakni pengenalan aplikasi SIAPIK (Sistem Administrasi Pencatatan Keuangan), yang bisa digunakan di smartphone berbasis Android. Jadi mereka tidak hanya diajarkan cara bercocok tanam. Jiwa berbisnisnya juga dipupuk,” kata Harman, sapaan akrabnya.

Adapun alasan memilih cabai, lanjut dia, karena tanaman ini masih menjadi salah satu komoditas yang paling sering memberi andil besar kepada kenaikan indeks harga komoditas, khususnya pangan, di Balikpapan. Tingginya permintaan yang tak diimbangi kestabilan pasokan, menjadi penyebab.

“Program ini juga diharapkan dapat menggiring ekspektasi masyarakat, supaya agar tidak terlalu bergantung pada pasokan pasar. Paling tidak, mereka bisa memproduksi untuk dikonsumsi sendiri,” tuturnya.

Salah satu sekolah yang sukses menjalankan program ini, kata Harman, adalah SMA 3 Balikpapan. Bahkan, penerapannya menjadi percontohan untuk BI di wilayah lain. Selain konsumsi pribadi, sekolah tersebut juga berhasil mengolah makanan dari bahan dasar cabai. Bahkan, sampai dijual ke masyarakat.

“Sampai saat ini, produksi cabai dari 30 sekolah yang sudah ikut program SPI, jika diakumulasikan mencapai 500 kilogram. Itu capaian untuk setiap panen,” terangnya.

Selain sekolah, dia menyebut, ke depan, program ini juga akan melibatkan kalangan perusahaan. Salah satunya, akan diupayakan melalui Forum CSR Kota Balikpapan.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala SMA 3 Balikpapan, Daliya mengatakan, hasil panen cabai tidak hanya di konsumsi pribadi. Tapi, juga diolah sebagai bahan dasar makanan. “Selain cabai, saat ini kami juga melakukan penanaman pisang dan terong,” ucapnya.

Sementara itu, ketua Pelaksana Program SPI 2017, Andi Adityaning Palupi menjelaskan, tahun ini bantuan yang dikeluarkan KPw-BI Balikpapan untuk Program SPI 2017 adalah Rp 840 juta. Selain untuk pembelian bantuan sarana produksi, dana bantuan tersebut juga untuk pelatihan budi daya, pelatihan kewirausahaan, dan pendampingan intensif kepada sekolah-sekolah.

“Ada lima Pendamping Penyuluh Lapangan (PPL) dan mantan petani hasil binaan BI yang sudah berhasil melakukan budi daya cabai dalam polybag secara organik. Tiga orangnya lagi PPL yang ditunjuk Dinas Pertanian PPU. Mereka sengaja diperbantukan khusus oleh BI untuk mendampingi sekolah-sekolah ini selama dua bulan secara intensif,” terangnya.

Untuk target, manajer Unit Komunikasi dan Koordinasi Kebijakan KPw-BI Balikpapan ini menyebutkan, yang pertama melakukan sosialisasi kepedulian di sekolah minimal satu kali. Kedua, penanaman bibit cabai dalam polybag minimal 800 bibit setiap sekolah, dan berhasil melakukan panen sebanyak 15 kg untuk satu sekolah.

Sebagai informasi, SPI 2017, untuk di Balikpapan diberikan kepada SMP negeri dan swasta, sekitar 20 SMP. Kemudian di lima pondok pesantren. Di PPU, lima SMA/SMK. (aji/man2/k18)


BACA JUGA

Sabtu, 18 November 2017 06:18

Pesimistis Capai Target

JAKARTA  —  Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi tahun ini sebesar 5,2 persen…

Sabtu, 18 November 2017 06:17

Ponpes Dipacu Ciptakan Pelaku IKM

JAKARTA  —  Dengan jumlah yang banyak, pondok pesantren (ponpes) berpotensi besar menciptakan…

Sabtu, 18 November 2017 06:15

Tahan Suku Bunga Acuan 4,25 Persen

BANK  Indonesia (BI) mempertahankan suku bunga acuan pada besaran 4,25 persen. Ini sebagai bagian…

Jumat, 17 November 2017 07:18

PARAH..!! Pertumbuhan Ekonomi Kaltim Terendah di Kalimantan

SAMARINDA – Kaltim tercatat sebagai provinsi dengan pertumbuhan ekonomi terendah, yakni sebesar…

Jumat, 17 November 2017 07:14

Yang Pasti, Ber-UKM Jangan Menyerah

BALIKPAPAN — Bangkitkan semangat ber-UKM, MarkPlus Inc bersama International Council for Small…

Jumat, 17 November 2017 07:12

ITK Menurun, Kondisi Konsumen Masih Baik

SAMARINDA - Nilai indeks tendensi konsumen (ITK) Kaltim pada triwulan III mengalami penurunan 0,99 poin…

Jumat, 17 November 2017 07:09

Setelah Berau, Kukar Juga Kembangkan Jagung

SAMARINDA - Realisasi luas tambah tanam (LTT) jagung di Berau dari Januari hingga September tahun ini…

Jumat, 17 November 2017 07:07

Rute ke Madinah Dibuka, Guangzhou Menyusul

BALIKPAPAN - Berlabel internasional, Bandara Sepinggan Balikpapan memiliki sedikit penerbangan ke luar…

Jumat, 17 November 2017 07:05

NPL Balikpapan Betah di Level Bahaya

BALIKPAPAN - Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Balikpapan mencatat rasio kredit bermasalah (non-performing…

Jumat, 17 November 2017 07:00

Direvisi Sesuai Kondisi Ekonomi

JAKARTA — Rencana kenaikan batas bawah tarif pesawat kelas ekonomi masih dikaji oleh Kementerian…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .