MANAGED BY:
SENIN
26 JUNI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

UTAMA

Minggu, 19 Maret 2017 09:10
Salaman Gagal dan Guyonan Garing Warnai Pertemuan Perdana

Ketika Donald Trump Berjumpa Angela Merkel di Tengah Setumpuk Perbedaan

BELUM TERBIASA: Donald Trump (kanan) dan Angela Merkel berjabat tangan setelah konferensi pers di Gedung Putih, Jumat (17/3) waktu setempat. (SAUL LOEB/AFP PHOTO)

PROKAL.CO, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump akhirnya bertemu Kanselir Jerman Angela Merkel. Pada Jumat waktu setempat (17/3), pertemuan dua pemimpin negara kuat itu menyedot perhatian media. Karena kuatnya perbedaan kebijakan, yang tertangkap adalah bahasa tubuh keduanya penuh ketidaknyamanan.

“JAUH lebih baik saling berbicara satu sama lain, bukannya saling membicarakan satu sama lain. Percakapan kami hari ini (Jumat) menjadi buktinya,” ungkap Merkel dalam jumpa pers bersama Trump setelah pertemuan tertutup di Oval Office. Tidak banyak yang dipaparkan dua pemimpin itu di hadapan media dalam pertemuan perdana mereka tersebut.

Mereka hanya membahas perdagangan-perekonomian serta pertahanan-keamanan. Sebab, mereka memilih berfokus pada persamaan dua negara. Ternyata, persamaan Jerman dan AS tidak banyak. “Tentang penyadapan oleh pemerintahan sebelumnya, setidaknya, saya rasa kami punya persamaan,” kata taipan 70 tahun itu.

Namun, guyonan Trump tersebut tidak membuat Merkel tertawa, bahkan tersenyum pun tidak. Kanselir perempuan pertama Eropa itu tetap menunjukkan raut wajah datar. Selama 30 menit berdampingan di East Room, Merkel terlihat sangat tidak nyaman. Berbeda dengan Trump yang sangat rileks meski terus menghindari tatapan mata dengan salah seorang perempuan paling berpengaruh di dunia tersebut.

Sebelum guyonan garing tentang penyadapan itu, Trump membuat Merkel merengut. Sebab, dia mengabaikan uluran tangan sang kanselir. Setelah bertemu dan bersalaman di pintu masuk Gedung Putih, dua pemimpin dunia tersebut masuk. Mereka sejenak melayani media sebelum masuk Oval Office. Saat itu, Merkel kembali mengajak Trump bersalaman untuk kepentingan foto. Namun, taipan 70 tahun tersebut terlihat cuek.

Insiden salaman gagal itu terekam media. Sejumlah pengamat politik lantas berkomentar. Menurut mereka, yang Trump lakukan itu tidak pernah terjadi sebelumnya. “Pertemuan dua kepala negara adalah momen resmi yang segala sesuatunya sudah teratur dan tertulis rapi. Termasuk tentang jabat tangan,” ucap sumber Agence France-Presse.

Seperti Washington yang berselimut salju tebal, dialog di Oval Office juga terasa dingin dan beku. Jumat itu, Merkel menyangsikan sikap Trump terhadap Uni Eropa (UE). Meski pemilik Trump Tower tersebut bersumpah bakal menghargai dan menghormati organisasi terbesar Eropa itu, kanselir 62 tahun tersebut tidak yakin. Sebab, pemerintahan Trump lebih memprioritaskan negosiasi dan kerja sama antarnegara.

Bagi Merkel, kebijakan Washington itu menunjukkan, Trump tidak menghargai UE. “Saya adalah penganut perdagangan bebas. Tapi, saya hanya melakukan kerja sama dagang yang fair,” kata presiden ke-45 Negeri Paman Sam tersebut. Karena itu, sebagai negara, AS hanya mau menjalin kerja sama dagang dengan satu negara lain. Tidak dengan 28 negara sekaligus lewat UE.

Jawaban Trump itu jelas tidak bisa diterima Merkel. Sebagai negara terkuat UE, setelah Inggris memilih hengkang, Jerman tidak mau menjalin kerja sama dengan AS sebagai negara. Sebab, Negeri Bavaria tersebut mengusung mandat mulia dari UE. Terutama untuk menjalin kerja sama dagang dan perekonomian dengan AS. “Saya berharap, kami bisa kembali bertemu dan duduk bersama untuk membahas kesepakatan AS-UE,” tegasnya.

Selain tentang UE, Trump dan Merkel menyinggung NATO dalam jumpa pers bersama itu. Sama seperti pandangan mereka terhadap UE, dua negara tersebut juga bertolak belakang soal NATO. Sebagaimana yang selalu ditegaskan sejak resmi menjabat presiden, Trump mendesak Jerman menaikkan anggaran militernya sesuai imbauan NATO. Yakni, 2 persen dari GDP.

“Saya tegaskan kepada Kanselir Merkel tentang dukungan kuat AS terhadap NATO. Saya juga meminta sekutu kami di NATO mewujudkan komitmen mereka tentang dana pertahanan keamanan. Ada banyak negara anggota yang tidak berkontribusi sesuai aturan dan itu tidak adil bagi AS. Mereka harus membayar utang mereka selama ini,” tutur Trump.

Jerman kali terakhir mengalokasikan anggaran militer 1,2 persen GDP. Termasuk negara yang disebut Trump berutang kepada AS. Karena itu, Jumat lalu Merkel menyatakan kesanggupannya memenuhi komitmen bersama tersebut. “Kami pasti akan menggenapinya. Tapi, semua itu perlu proses,” ujar penyandang gelar doktor sains dari Leipzig University tersebut. (AFP/Reuters/BBC/hep/c16/any/jpnn/rom/k8)


BACA JUGA

Minggu, 25 Juni 2017 12:56

Ekonomi Lesu, Arus Mudik Turun

BALIKPAPAN - Gelombang arus mudik tahun ini menurun dibanding tahun lalu, khususnya jalur udara. Sejak…

Minggu, 25 Juni 2017 12:00

Lebaran Jadi Momen Pemersatu Bangsa

JAKARTA  –  Prediksi tidak ada perbedaan dalam penetapan 1 Syawal 1438 H/2017 M terjawab…

Minggu, 25 Juni 2017 11:30

Tangani Banjir di Samarinda, Bisa Lewat Jalur Utang

SAMARINDA  –  Kekhawatiran banjir melanda ibu kota Kaltim saat Idulfitri sedikit berkurang.…

Minggu, 25 Juni 2017 02:20

BEDA MENYAMBUT HARI KEMENANGAN

MESKI dilarang, namun tak menghalangi sejumlah kelompok pemuda di Samarinda melakukan takbiran keliling…

Minggu, 25 Juni 2017 02:05

Tak Mudik, Bawa Keluarga Besar ke Kaltim

Sebagai pimpinan tertinggi di Kodam VI Mulawarman, Mayjen TNI Sonhadji dan keluarga menjalani momen…

Minggu, 25 Juni 2017 02:02

Jukir Liar Bebas Merdeka, Ini Kata Dishub

SAMBIL  menunduk, Suwondo sibuk mengatur lembaran rupiah dengan jari-jarinya. Baru rapi setengah,…

Sabtu, 24 Juni 2017 15:25

Mulai Bahaya di Jalan, Sudah Enam Tewas di Jalur Mudik

BONTANG–Dua hari jelang Lebaran, warga Kaltim kian disibukkan dengan arus mudik. Terutama lewat…

Sabtu, 24 Juni 2017 13:00

Potensi Zakat Besar, Sayangnya Transparansi LAZ Rendah

SAMARINDA  –  Hari Raya Idulfitri tinggal hitungan jam. Salah satu amalan penyempurna…

Sabtu, 24 Juni 2017 12:47
Lebaran, saat Jarak dan Waktu Dipangkas Teknologi Komunikasi

Pilih Virtual, Silaturahmi Bisa Tergerus

Bagi generasi 1980-an dan 1990-an, setiap menjelang Idulfitri, biasanya berburu kartu ucapan Lebaran.…

Sabtu, 24 Juni 2017 12:45
Para Tokoh Agama dalam Pembangunan Kaltim: Jos Soetomo (4-Habis)

Bangun Masjid Cheng Ho di Tiga Daerah

Selain dikenal sebagai pengusaha gaek, HM Jos Soetomo juga aktif berkecimpung dalam berbagai kegiatan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .