MANAGED BY:
SELASA
23 MEI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

UTAMA

Minggu, 19 Maret 2017 09:10
Salaman Gagal dan Guyonan Garing Warnai Pertemuan Perdana

Ketika Donald Trump Berjumpa Angela Merkel di Tengah Setumpuk Perbedaan

BELUM TERBIASA: Donald Trump (kanan) dan Angela Merkel berjabat tangan setelah konferensi pers di Gedung Putih, Jumat (17/3) waktu setempat. (SAUL LOEB/AFP PHOTO)

PROKAL.CO, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump akhirnya bertemu Kanselir Jerman Angela Merkel. Pada Jumat waktu setempat (17/3), pertemuan dua pemimpin negara kuat itu menyedot perhatian media. Karena kuatnya perbedaan kebijakan, yang tertangkap adalah bahasa tubuh keduanya penuh ketidaknyamanan.

“JAUH lebih baik saling berbicara satu sama lain, bukannya saling membicarakan satu sama lain. Percakapan kami hari ini (Jumat) menjadi buktinya,” ungkap Merkel dalam jumpa pers bersama Trump setelah pertemuan tertutup di Oval Office. Tidak banyak yang dipaparkan dua pemimpin itu di hadapan media dalam pertemuan perdana mereka tersebut.

Mereka hanya membahas perdagangan-perekonomian serta pertahanan-keamanan. Sebab, mereka memilih berfokus pada persamaan dua negara. Ternyata, persamaan Jerman dan AS tidak banyak. “Tentang penyadapan oleh pemerintahan sebelumnya, setidaknya, saya rasa kami punya persamaan,” kata taipan 70 tahun itu.

Namun, guyonan Trump tersebut tidak membuat Merkel tertawa, bahkan tersenyum pun tidak. Kanselir perempuan pertama Eropa itu tetap menunjukkan raut wajah datar. Selama 30 menit berdampingan di East Room, Merkel terlihat sangat tidak nyaman. Berbeda dengan Trump yang sangat rileks meski terus menghindari tatapan mata dengan salah seorang perempuan paling berpengaruh di dunia tersebut.

Sebelum guyonan garing tentang penyadapan itu, Trump membuat Merkel merengut. Sebab, dia mengabaikan uluran tangan sang kanselir. Setelah bertemu dan bersalaman di pintu masuk Gedung Putih, dua pemimpin dunia tersebut masuk. Mereka sejenak melayani media sebelum masuk Oval Office. Saat itu, Merkel kembali mengajak Trump bersalaman untuk kepentingan foto. Namun, taipan 70 tahun tersebut terlihat cuek.

Insiden salaman gagal itu terekam media. Sejumlah pengamat politik lantas berkomentar. Menurut mereka, yang Trump lakukan itu tidak pernah terjadi sebelumnya. “Pertemuan dua kepala negara adalah momen resmi yang segala sesuatunya sudah teratur dan tertulis rapi. Termasuk tentang jabat tangan,” ucap sumber Agence France-Presse.

Seperti Washington yang berselimut salju tebal, dialog di Oval Office juga terasa dingin dan beku. Jumat itu, Merkel menyangsikan sikap Trump terhadap Uni Eropa (UE). Meski pemilik Trump Tower tersebut bersumpah bakal menghargai dan menghormati organisasi terbesar Eropa itu, kanselir 62 tahun tersebut tidak yakin. Sebab, pemerintahan Trump lebih memprioritaskan negosiasi dan kerja sama antarnegara.

Bagi Merkel, kebijakan Washington itu menunjukkan, Trump tidak menghargai UE. “Saya adalah penganut perdagangan bebas. Tapi, saya hanya melakukan kerja sama dagang yang fair,” kata presiden ke-45 Negeri Paman Sam tersebut. Karena itu, sebagai negara, AS hanya mau menjalin kerja sama dagang dengan satu negara lain. Tidak dengan 28 negara sekaligus lewat UE.

Jawaban Trump itu jelas tidak bisa diterima Merkel. Sebagai negara terkuat UE, setelah Inggris memilih hengkang, Jerman tidak mau menjalin kerja sama dengan AS sebagai negara. Sebab, Negeri Bavaria tersebut mengusung mandat mulia dari UE. Terutama untuk menjalin kerja sama dagang dan perekonomian dengan AS. “Saya berharap, kami bisa kembali bertemu dan duduk bersama untuk membahas kesepakatan AS-UE,” tegasnya.

Selain tentang UE, Trump dan Merkel menyinggung NATO dalam jumpa pers bersama itu. Sama seperti pandangan mereka terhadap UE, dua negara tersebut juga bertolak belakang soal NATO. Sebagaimana yang selalu ditegaskan sejak resmi menjabat presiden, Trump mendesak Jerman menaikkan anggaran militernya sesuai imbauan NATO. Yakni, 2 persen dari GDP.

“Saya tegaskan kepada Kanselir Merkel tentang dukungan kuat AS terhadap NATO. Saya juga meminta sekutu kami di NATO mewujudkan komitmen mereka tentang dana pertahanan keamanan. Ada banyak negara anggota yang tidak berkontribusi sesuai aturan dan itu tidak adil bagi AS. Mereka harus membayar utang mereka selama ini,” tutur Trump.

Jerman kali terakhir mengalokasikan anggaran militer 1,2 persen GDP. Termasuk negara yang disebut Trump berutang kepada AS. Karena itu, Jumat lalu Merkel menyatakan kesanggupannya memenuhi komitmen bersama tersebut. “Kami pasti akan menggenapinya. Tapi, semua itu perlu proses,” ujar penyandang gelar doktor sains dari Leipzig University tersebut. (AFP/Reuters/BBC/hep/c16/any/jpnn/rom/k8)


BACA JUGA

Senin, 22 Mei 2017 11:00

Simak, Ini Cerita di Balik Terbakarnya KM Mutiara Sentosa I saat Menuju Balikpapan

BALIKPAPAN – Wajah kusut, memelas, dan pasrah. Raut ini mendominasi ekspresi 184 penumpang yang…

Senin, 22 Mei 2017 09:38

REKOR AKBAR SI NYONYA BESAR

ITALIA mutlak milik Juventus. Klub Turin ini memastikan gelar juara Serie A musim 2016-2017 setelah…

Senin, 22 Mei 2017 09:29

Rasio Timpang di Rutan

Solusi keterbatasan pegawai di lembaga pemasyarakatan (lapas) dan pengadilan negeri (PN) segera terjawab.…

Senin, 22 Mei 2017 09:14

Distribusi Rumah “Jokowi” Diduga Tanpa Data

SAMARINDA – Program sejuta rumah murah Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan sejuta harap.…

Senin, 22 Mei 2017 09:12

Membangun Negeri, Komitmen Cetak Birokrasi Antikorupsi

Selama tiga hari Workshop Generasi Tunas Integritas yang digelar Pemprov Kaltim bekerja sama Komisi…

Minggu, 21 Mei 2017 12:00

Lima Tewas Terbakar di Masalembu

BALIKPAPAN - Terbakarnya KM Mutiara Sentosa I, Rabu (20/5) menambah daftar panjang kapal yang karam…

Minggu, 21 Mei 2017 12:00

WAH..!! Rumah Subsidi Itu Jadi Lahan Bisnis

SAMARINDA – Upaya pemerintah menyediakan hunian layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR),…

Minggu, 21 Mei 2017 09:21

Modal Bagus Tantang Singo Edan

TENGGARONG – Mitra Kukar punya modal bagus saat bertandang ke markas Arema FC, pekan depan. Itu…

Minggu, 21 Mei 2017 09:19
Perppu Keterbukaan Perbankan Tak Pengaruhi Investasi

Investor Pertimbangkan Untung-Rugi

SAMARINDA – Mulai diberlakukannya Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) Nomor…

Minggu, 21 Mei 2017 09:14

Tertahan di Pintu hingga Diintimidasi Telepon Spekulan

Upaya Satuan Tugas (Satgas) Pangan Polri mengendus kejahatan yang memainkan harga pangan menjelang Ramadan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .