MANAGED BY:
KAMIS
17 AGUSTUS
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

FEATURE

Sabtu, 18 Maret 2017 01:27
Melihat Sisi Lain Penyusunan Berkas Perkara Megakorupsi KTP-el
Tidak Tidur Tiga Malam, Dokumen Setebal 24.000 Lembar

PROKAL.CO, Terungkapnya nama-nama besar di skandal kartu tanda penduduk elektronik (KTP-el) tidak lepas dari kerja tim satuan tugas (satgas) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Selama hampir tiga tahun, para penggiat antikorupsi itu berusaha keras menyeret koruptor KTP-el ke pengadilan. Bagaimana kisah di balik proses panjang itu?

 

AGUS DWI PRASETYO, Jakarta

 

BEBERAPA  orang dengan ID password (ID pas) KPK warna biru (umum terbatas) tampak sibuk di depan lobi gedung, awal Maret (1/3) lalu. Seorang dari mereka terlihat menarik troli berisi tumpukan kertas yang ditidurkan. Lainnya mendorong dan memegangi kertas agar tidak terjatuh. ”Mau dibawa ke pengadilan tipikor,” ujar petugas di rombongan itu.

 Sekilas, orang-orang itu seperti staf KPK biasa. Namun, setelah dicermati, mereka ternyata bagian tim satgas KPK yang menangani kasus megakorupsi KTP-el. Tumpukan kertas yang mereka bawa adalah berkas perkara dua terdakwa, yakni mantan Direktur Jenderal (Dirjen) Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Irman dan anak buahnya Sugiharto.

 Hari itu merupakan kali pertama berkas perkara Irman dan Sugiharto diperlihatkan ke publik. Totalnya, 24.000 lembar. Terdiri dari dua bundel berita acara pemeriksaan (BAP) dan satu gepok surat dakwaan. Bila disusun vertikal, tingginya mencapai 2,5 meter. Hampir setara dengan dua kali tinggi orang dewasa Indonesia umumnya.

Berkas perkara supertebal sebenarnya bukan yang pertama bagi KPK. Sebelumnya, dokumen perkara korupsi simulator SIM yang menyeret mantan Kakorlantas Mabes Polri Djoko Susilo juga fantastis. Yakni, setinggi 3 meter. Ada pula berkas kasus eks Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum dalam korupsi proyek Hambalang yang tingginya mencapai paha orang dewasa.

Namun, untuk menyusun berkas sedemikian banyak itu tentu tidak bisa dilakukan sembarang orang. KPK membentuk tim khusus yang bekerja sejak kasus-kasus itu masih di tingkat penyelidikan. Bila investigasi awal menemukan dua alat bukti, pimpinan KPK baru menunjuk ketua tim satgas untuk memulai penyidikan. Dari situlah awal penyusunan berkas perkara dimulai.

Khusus untuk kasus KTP-el, KPK membentuk dua satgas sejak 2014. Keduanya tergabung dalam satu tim penyidik yang menangani berkas Irman dan Sugiharto secara terpisah. Berkas keduanya baru digabung saat naik ke penuntutan. ”Penyidikan memakan waktu 2,5 tahun,” ujar Irene Putrie, ketua tim dalam perkara yang merugikan negara Rp 2,3 triliun tersebut.

Secara umum ada banyak pegawai KPK yang terlibat dalam pengusutan kasus KTP-el. Hanya, untuk anggota struktural tim, seperti penyidikan dan penuntutan, ditunjuk pimpinan KPK melalui surat perintah tugas. Penunjukan itu didasarkan pada tingkat kesulitan kasus. Penyidikan, misalnya, diberikan pada penyidik yang benar-benar menguasai teknis pengadaan, penganggaran dan pelaksanaan proyek pemerintah. Selama penyidikan dan penuntutan, tim akan dibantu pegawai lain di luar struktural. Misal, dalam pemberkasan BAP saksi dan tersangka, setiap penyidik dibantu dua tenaga administrasi dan tiga orang yang khusus ditugaskan untuk wira-wiri memfotokopi berkas. Sementara itu, untuk penyusunan barang bukti, penyidik dibantu tiga petugas pengelola barang bukti.

Hasil kerja penyidik diteliti satu demi satu oleh delapan orang yang secara khusus ditugaskan untuk meneliti BAP. Mereka juga bekerja sejak dua satgas tersebut dibentuk. Sama dengan penyidik, kedelapan orang itu memiliki kapasitas yang disesuaikan dengan jenis kasus yang ditangani. ”Ada jaksa yang juga ditugaskan dalam penyidikan ini (KTP-el, Red),” kata Irene kepada Jawa Pos.

Setali dengan BAP, barang bukti yang dikumpulkan penyidik juga melibatkan tim lain. Yakni, tim pengelola barang bukti KPK. Tugasnya, membantu mengidentifikasi, menyusun dan memberikan nomor setiap barang bukti yang disita dari sejumlah tempat. Mulai ruang kerja terdakwa saat menjabat di Kemendagri sampai kantor perusahaan yang menjadi rekanan proyek KTP-el.

Di antara tahapan itu, mengompilasi pemeriksaan saksi dan dokumen untuk berkas perkara, seperti surat penyitaan, berita acara (penahanan dan penyitaan) serta upaya hukum lain, merupakan yang paling rumit. Maklum, perlu kehati-kehatian untuk menyusun resume berkas perkara yang terdiri dari puluhan ribu lembar BAP ratusan saksi dan barang bukti sebanyak 80 kontainer (box plastic) ukuran besar tersebut.

Butuh waktu dua minggu untuk mengompilasi dan menjilid semua berkas perkara tersebut. Semua anggota tim terlibat dalam tahap penyusunan berkas perkara. ”Kerja rumit lainnya, menyusun daftar barang bukti sehingga memudahkan penuntut umum dalam mengajukan di persidangan,” ujar Koordinator Unit Pelacakan Aset, Pengelola Barang Bukti dan Eksekusi (setara Eselon II) di KPK ini.

Pada tahap-tahap akhir itu, penyidik dan jaksa penuntut umum (JPU) sering terlibat debat dan diskusi sengit. Situasi bahkan semakin panas saat konsinyering (pekerjaan mendesak) untuk merumuskan dakwaan. Anggota tim rela bahkan sempat tidak tidur alias lembur tiga malam untuk menuntaskan perumusan surat dakwaan tersebut. ”Diskusi dan debat itu hal yang paling seru,” ucapnya, tertawa.

Secara teknis, redaksional dakwaan sepenuhnya dihendel JPU gabungan dua satgas. Surat dakwaan diselesaikan dengan waktu cukup singkat. Yakni, hanya dua minggu. Itu lantaran sebagian penuntut umum KPK juga turut terlibat di penyidikan. ”Jadi BB (barang bukti yang disita saat penyidikan) sudah dipilih-pilih oleh jaksa,” tutur perempuan berjilbab ini. ”Meskipun renja (rencana kerja) atas surat dakwaan sudah dibuat dalam tiga bulan terakhir, namun koreksi dan penyempurnaan dalam dua minggu dan koreksi redaksional tiga hari,” imbuh perempuan yang 9 tahun berprofesi sebagai jaksa KPK ini.

Bukan hanya saat menyusun berkas perkara dan surat dakwaan, tim juga harus berupaya ekstra saat menelusuri aliran uang korupsi KTP-el. Maklum, tidak sedikit uang negara yang diduga dikorupsi dalam proyek senilai Rp 5,9 triliun tersebut. Pun, banyak nama besar yang diduga terlibat. ”Hampir semua perkara KPK melibatkan nama besar, yang penting profesional dan sesuai hukum,” tegasnya.

Selama proses itu, ketua tim dituntut aktif memberikan arahan kepada penyidik dan memimpin diskusi. Termasuk menjaga mood pegawai saat bekerja. Biasanya, guyonan ringan soal pilihan menu makanan sering terlontar ketika menjelang jam istirahat. Hal itu yang kerap mendinginkan suasana kerja. ”Tiap kepala beda mau (menu makan),” ucapnya lantas tersenyum. (far/k8)


BACA JUGA

Rabu, 16 Agustus 2017 09:16

Terkesima Toleransi, Terobsesi Slogan Work Hard, Play Hard

Tertarik mempelajari lingkungan hidup lebih intim, Mira Anantha Yosilia melangkahkan kakinya hingga…

Selasa, 15 Agustus 2017 09:01

Nasi dan Roti Tak Pas di Lidah, Kepincut Lanjut S-2

Tiap hari, purna pasikbra Indonesia ini mengasah kemampuan berbahasanya dengan menonton serial-serial…

Senin, 14 Agustus 2017 08:29

Liput Konser Klasik, Telur Rebus Jadi Menu Andalan

Bersama 76 pelajar dari seluruh Indonesia, dua siswa SMA 3 Samarinda mengenyam pendidikan bahasa Jerman…

Sabtu, 12 Agustus 2017 08:03

Tagihan Hotel Belum Dibayar, Jamaah Ngotot Umrah

Masih ingat kasus Timur Sarana (Tisa) Tour and Travel yang gagal memberangkatkan ribuan calon jamaah…

Sabtu, 12 Agustus 2017 06:58

Lamar Jadi PRT, Berhasil Gondol Barang Elektronik

Memiliki tubuh yang ramping, kulit putih, serta suara yang lembut menjadi modal bagi Su, warga Kelurahan…

Sabtu, 12 Agustus 2017 06:49

Kian Modern, Kini Siapkan Perluasan Daya Tampung, Koridor, hingga Wisata Kuliner

Aku yang dulu bukanlah yang sekarang. Pelabuhan Semayang tak lagi kumuh, kuno, dan kusam. Penumpang…

Jumat, 11 Agustus 2017 08:40

Ibu Terhindar Kanker Payudara, Anak Luput Diabetes

Paras cantiknya tentu sudah tak asing lagi. Meski berstatus sebagai dokter, Lula Kamal sempat malang…

Kamis, 10 Agustus 2017 09:02

Dehidrasi, Tetap Antusiasi ke Masjid Khandaq

SELAGI menjalankan rutinitas ibadah salat Arbain selama 40 waktu atau 8 hari di Madinah, jamaah calon…

Kamis, 10 Agustus 2017 08:58

Kini, Hilda Lebih Sehat, Tidur Nyenyak dan Tidak Pelupa Lagi

Coiling endovascular merupakan metode pengobatan aneurisma untuk mencegah stroke. Sebelumnya, metode…

Rabu, 09 Agustus 2017 08:38

Sisihkan 300 Kompetitor dalam Tujuh Menit

Satu lagi pemuda berprestasi dari Kota Minyak, Muchtar Nashir namanya. Hampir setiap tahun, pria berusia…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .