MANAGED BY:
JUMAT
23 JUNI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

FEATURE

Sabtu, 18 Maret 2017 01:27
Melihat Sisi Lain Penyusunan Berkas Perkara Megakorupsi KTP-el
Tidak Tidur Tiga Malam, Dokumen Setebal 24.000 Lembar

PROKAL.CO, Terungkapnya nama-nama besar di skandal kartu tanda penduduk elektronik (KTP-el) tidak lepas dari kerja tim satuan tugas (satgas) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Selama hampir tiga tahun, para penggiat antikorupsi itu berusaha keras menyeret koruptor KTP-el ke pengadilan. Bagaimana kisah di balik proses panjang itu?

 

AGUS DWI PRASETYO, Jakarta

 

BEBERAPA  orang dengan ID password (ID pas) KPK warna biru (umum terbatas) tampak sibuk di depan lobi gedung, awal Maret (1/3) lalu. Seorang dari mereka terlihat menarik troli berisi tumpukan kertas yang ditidurkan. Lainnya mendorong dan memegangi kertas agar tidak terjatuh. ”Mau dibawa ke pengadilan tipikor,” ujar petugas di rombongan itu.

 Sekilas, orang-orang itu seperti staf KPK biasa. Namun, setelah dicermati, mereka ternyata bagian tim satgas KPK yang menangani kasus megakorupsi KTP-el. Tumpukan kertas yang mereka bawa adalah berkas perkara dua terdakwa, yakni mantan Direktur Jenderal (Dirjen) Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Irman dan anak buahnya Sugiharto.

 Hari itu merupakan kali pertama berkas perkara Irman dan Sugiharto diperlihatkan ke publik. Totalnya, 24.000 lembar. Terdiri dari dua bundel berita acara pemeriksaan (BAP) dan satu gepok surat dakwaan. Bila disusun vertikal, tingginya mencapai 2,5 meter. Hampir setara dengan dua kali tinggi orang dewasa Indonesia umumnya.

Berkas perkara supertebal sebenarnya bukan yang pertama bagi KPK. Sebelumnya, dokumen perkara korupsi simulator SIM yang menyeret mantan Kakorlantas Mabes Polri Djoko Susilo juga fantastis. Yakni, setinggi 3 meter. Ada pula berkas kasus eks Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum dalam korupsi proyek Hambalang yang tingginya mencapai paha orang dewasa.

Namun, untuk menyusun berkas sedemikian banyak itu tentu tidak bisa dilakukan sembarang orang. KPK membentuk tim khusus yang bekerja sejak kasus-kasus itu masih di tingkat penyelidikan. Bila investigasi awal menemukan dua alat bukti, pimpinan KPK baru menunjuk ketua tim satgas untuk memulai penyidikan. Dari situlah awal penyusunan berkas perkara dimulai.

Khusus untuk kasus KTP-el, KPK membentuk dua satgas sejak 2014. Keduanya tergabung dalam satu tim penyidik yang menangani berkas Irman dan Sugiharto secara terpisah. Berkas keduanya baru digabung saat naik ke penuntutan. ”Penyidikan memakan waktu 2,5 tahun,” ujar Irene Putrie, ketua tim dalam perkara yang merugikan negara Rp 2,3 triliun tersebut.

Secara umum ada banyak pegawai KPK yang terlibat dalam pengusutan kasus KTP-el. Hanya, untuk anggota struktural tim, seperti penyidikan dan penuntutan, ditunjuk pimpinan KPK melalui surat perintah tugas. Penunjukan itu didasarkan pada tingkat kesulitan kasus. Penyidikan, misalnya, diberikan pada penyidik yang benar-benar menguasai teknis pengadaan, penganggaran dan pelaksanaan proyek pemerintah. Selama penyidikan dan penuntutan, tim akan dibantu pegawai lain di luar struktural. Misal, dalam pemberkasan BAP saksi dan tersangka, setiap penyidik dibantu dua tenaga administrasi dan tiga orang yang khusus ditugaskan untuk wira-wiri memfotokopi berkas. Sementara itu, untuk penyusunan barang bukti, penyidik dibantu tiga petugas pengelola barang bukti.

Hasil kerja penyidik diteliti satu demi satu oleh delapan orang yang secara khusus ditugaskan untuk meneliti BAP. Mereka juga bekerja sejak dua satgas tersebut dibentuk. Sama dengan penyidik, kedelapan orang itu memiliki kapasitas yang disesuaikan dengan jenis kasus yang ditangani. ”Ada jaksa yang juga ditugaskan dalam penyidikan ini (KTP-el, Red),” kata Irene kepada Jawa Pos.

Setali dengan BAP, barang bukti yang dikumpulkan penyidik juga melibatkan tim lain. Yakni, tim pengelola barang bukti KPK. Tugasnya, membantu mengidentifikasi, menyusun dan memberikan nomor setiap barang bukti yang disita dari sejumlah tempat. Mulai ruang kerja terdakwa saat menjabat di Kemendagri sampai kantor perusahaan yang menjadi rekanan proyek KTP-el.

Di antara tahapan itu, mengompilasi pemeriksaan saksi dan dokumen untuk berkas perkara, seperti surat penyitaan, berita acara (penahanan dan penyitaan) serta upaya hukum lain, merupakan yang paling rumit. Maklum, perlu kehati-kehatian untuk menyusun resume berkas perkara yang terdiri dari puluhan ribu lembar BAP ratusan saksi dan barang bukti sebanyak 80 kontainer (box plastic) ukuran besar tersebut.

Butuh waktu dua minggu untuk mengompilasi dan menjilid semua berkas perkara tersebut. Semua anggota tim terlibat dalam tahap penyusunan berkas perkara. ”Kerja rumit lainnya, menyusun daftar barang bukti sehingga memudahkan penuntut umum dalam mengajukan di persidangan,” ujar Koordinator Unit Pelacakan Aset, Pengelola Barang Bukti dan Eksekusi (setara Eselon II) di KPK ini.

Pada tahap-tahap akhir itu, penyidik dan jaksa penuntut umum (JPU) sering terlibat debat dan diskusi sengit. Situasi bahkan semakin panas saat konsinyering (pekerjaan mendesak) untuk merumuskan dakwaan. Anggota tim rela bahkan sempat tidak tidur alias lembur tiga malam untuk menuntaskan perumusan surat dakwaan tersebut. ”Diskusi dan debat itu hal yang paling seru,” ucapnya, tertawa.

Secara teknis, redaksional dakwaan sepenuhnya dihendel JPU gabungan dua satgas. Surat dakwaan diselesaikan dengan waktu cukup singkat. Yakni, hanya dua minggu. Itu lantaran sebagian penuntut umum KPK juga turut terlibat di penyidikan. ”Jadi BB (barang bukti yang disita saat penyidikan) sudah dipilih-pilih oleh jaksa,” tutur perempuan berjilbab ini. ”Meskipun renja (rencana kerja) atas surat dakwaan sudah dibuat dalam tiga bulan terakhir, namun koreksi dan penyempurnaan dalam dua minggu dan koreksi redaksional tiga hari,” imbuh perempuan yang 9 tahun berprofesi sebagai jaksa KPK ini.

Bukan hanya saat menyusun berkas perkara dan surat dakwaan, tim juga harus berupaya ekstra saat menelusuri aliran uang korupsi KTP-el. Maklum, tidak sedikit uang negara yang diduga dikorupsi dalam proyek senilai Rp 5,9 triliun tersebut. Pun, banyak nama besar yang diduga terlibat. ”Hampir semua perkara KPK melibatkan nama besar, yang penting profesional dan sesuai hukum,” tegasnya.

Selama proses itu, ketua tim dituntut aktif memberikan arahan kepada penyidik dan memimpin diskusi. Termasuk menjaga mood pegawai saat bekerja. Biasanya, guyonan ringan soal pilihan menu makanan sering terlontar ketika menjelang jam istirahat. Hal itu yang kerap mendinginkan suasana kerja. ”Tiap kepala beda mau (menu makan),” ucapnya lantas tersenyum. (far/k8)


BACA JUGA

Sabtu, 17 Juni 2017 01:48

Busana Muslimah Kian Diminati, Ibadah Sekaligus Berbisnis

Kian kemari busana muslimah terutama hijab terus memasuki era modernisasi. Berbagai bentuk gaya dipadupadankan…

Sabtu, 17 Juni 2017 00:31

Nyaris Di-chainsaw, Bangun Masjid Meski Bukan Muslim

Setelah puluhan tahun bertugas sebagai pasukan di Satuan Brimob, AKP Anton Saman kini dipercaya sebagai…

Sabtu, 17 Juni 2017 00:10

Rambah Bawang Putih, Faktor Geografis Jadi Tantangan Utama

Selain mandiri dengan bawang merah, Brebes juga mampu mencukupi kebutuhan bawang putihnya dari daerah…

Jumat, 16 Juni 2017 08:57

Antusias Berbagi Semangat, Tetap Menulis saat Sakit

Tri Wahyuni Zuhri, dia dikenal sebagai penulis, blogger, sekaligus survivor kanker. Banyak karya dan…

Jumat, 16 Juni 2017 08:39

Mudah Bersosialisasi dan lebih Lembut Tanpa Disuruh

Ada banyak literatur yang membuktikan khasiat musik. Baik bagi pendidikan langsung atau pendidikan karakter.…

Kamis, 15 Juni 2017 10:10
Kisah Sukses Pendiri BDS Snack, Sri Astuty

Tangan Kanan Pegang Stoples, Tangan Kiri Gendong Anak

Usaha yang dia bangun di Jakarta pernah terbakar dan dijarah. Belum lagi, modal habis tak bersisa akibat…

Rabu, 14 Juni 2017 09:47

Tak Hanya Kumulonimbus, Pencemaran Air Laut Juga Dimonitor

Dengan kecanggihan teknologi, masyarakat bisa dengan mudah mendapatkan informasi prakiraan cuaca cukup…

Selasa, 13 Juni 2017 08:41

Gejala Berawal dari Badan Menggigil, Penderita Diabetes Berisiko

Meski bukan tergolong penyakit baru, masih banyak orang yang belum memahami salah satu penyakit saraf,…

Senin, 12 Juni 2017 08:53

Mengingat Budaya dari Balik Tembok

Lewat lukisan hyper realistic, pasangan suami-istri ini mengubah tembok yang semula membosankan jadi…

Sabtu, 10 Juni 2017 10:09

Mengintip Command Center Pertama di Kaltim Milik Polres Balikpapan

Masyarakat Balikpapan patut senang dan bangga. Polres Balikpapan berinovasi dengan menghadirkan layanan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .