MANAGED BY:
SELASA
22 MEI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

FEATURE

Sabtu, 18 Maret 2017 00:10
Era Banjir Informasi, Keunggulan Media Konvensional Makin Jelas

Catatan Kegiatan Edukasi Media TEPI

MASIH UNGGUL: Ingin mendapat informasi yang tepat dan tepercaya membuat media konvensional tak bisa ditinggalkan masyarakat. Hal itulah yang disampaikan dalam kegiatan edukasi media, Jumat (17/3).

PROKAL.CO, Kemudahan mendapat informasi dari media sosial, tak langsung membuat media konvensional ditinggalkan masyarakat. Pasalnya, berbagai etika dan cara kerja jurnalis, membuat ramuan berita hasil olahan media konvensional dianggap lebih tepercaya. Itulah yang membuat media konvensional bertahan bahkan dinilai lebih unggul dari media sosial.

 

Berbagai kemudahan mengakses informasi di dunia sosial, saat ini justru dianggap menjadi bumerang bagi media sosial tersebut. Terutama informasi yang diperoleh dari Citizen Journalism. Berbagai fakta dari keunggulan media konvensional pun diulas dalam rangkaian acara edukasi media yang digelar Total E&P Indonesie (TEPI), Jumat (17/3), di Hotel Grand Fatma, Tenggarong.

 Dalam sesi diskusi bertajuk Peran Media Konvensional di Era Pasca Kebenaran, Head of Department Media Relation TEPI Kristanto Hartadi mengatakan, di tengah banjir informasi saat meningkatnya penggunaan sosial media, media konvensional memiliki tugas tambahan. Misalnya, kata dia, sebagai otentikator yang membantu menyahihkan berita. Selain itu, untuk membantu menempatkan fakta pada konteks yang tepat.

"Banyak hal yang tidak bisa dilakukan oleh informasi yang diakses melalui sosial media. Misalnya saja, liputan investigasi, serta pola kerja jurnalis yang berperan sebagai pengawas kebijakan dan lainnya. Apalagi, jurnalis adalah tenaga profesional yang bekerja berdasarkan kode etik dan aturan yang jelas. Ini yang tidak dimiliki oleh sosial media," ujarnya.

 Di mengaku sering menyampaikan ini saat diminta menjadi tim penilai Uji Kompetensi Wartawan (UKW). Selain pernah menjadi jurnalis, Kristanto kerap diundang sebagai dosen tamu di berbagai universitas di Indonesia, untuk berbicara seputar jurnalistik. "Saat ini, cara kerja wartawan juga masih menjadi panutan bagi jurnalisme warga. Termasuk dalam memerangi berita hoax. Hanya, memang perlu inovasi agar media konvensional juga tetap terus bertahan," ungkapnya.

Berbagai peran media konvensional lainnya, kata dia, juga untuk memerangi berita provokatif serta propaganda yang menjerumuskan pola pikir masyarakat. "Bayangkan saja, sangat mudahnya saat ini memengaruhi masyarakat dengan media sosial. Kalau hal ini digunakan untuk kepentingan yang buruk, dampaknya juga akan buruk. Lagi-Lagi di sinilah peran media konvensional," imbuhnya.

Selain itu, dalam sesi lain, kegiatan ini memberikan pembekalan kepada peserta dalam materi public speaking. Materi tersebut disampaikan oleh Handri Ramadhani selaku Deputy Head of Division Corporate Communication TEPI. (qi/waz/k8)


BACA JUGA

Sabtu, 12 Mei 2018 07:23

“Awalnya Getaran, lalu Suara Menggelegar, Kami Pun Langsung Lari”

Ketika Gunung Merapi mengalami letusan freatik kemarin (11/5), ratusan pendaki tengah memasak, mengopi,…

Sabtu, 12 Mei 2018 06:30

Jelang Ramadan, Penjualan Meningkat 300 Persen

Perabotan dari jati jepara masih menjadi idola masyarakat karena memiliki kualitas mumpuni. Sempat kehilangan…

Sabtu, 05 Mei 2018 11:36

Istri Lebih Enjoy dengan Sex Toys, Suami Pilih Cerai

Salah satu tujuan menikah adalah untuk menyalurkan hasrat biologis. Namun, bagaimana jadinya jika suami…

Sabtu, 28 April 2018 06:22

Pariwisata Harusnya Sumbang Porsi Ekonomi Lebih Besar

Kendati punya surga bernama Derawan, Kakaban, Sangalaki, dan Maratua, nyatanya kontribusi sektor pariwisata…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .