MANAGED BY:
RABU
26 APRIL
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

UTAMA

Jumat, 17 Maret 2017 11:11
Kekerasan Seksual terhadap Anak Naik Drastis
Tiga Pemerkosa Bocah 12 Tahun Sudah Ditahan, 10 Lainnya Masih Dikejar
PEMERKOSA: Pelaku saat diinterogasi polisi.

PROKAL.CO, class="yiv7438130927msonormal">SAMARINDA – Pemerkosaan yang diderita Cinderela, nama samaran, benar-benar mendapat perhatian khusus dari penegak hukum. Satu demi satu para pemerkosa gadis belia 12 tahun tersebut diringkus polisi. Pelaku diperkirakan berjumlah 13 orang dengan empat tempat kejadian selama empat hari, 16–20 Februari.

Hingga tadi malam, dua pelaku diamankan Unit Jatanras Satreskrim Polresta Samarinda. Sedangkan pelaku lain diketahui sudah meringkuk di dalam terali besi Rutan Klas IIA, Sempaja Samarinda, terkait kasus pencurian kendaraan bermotor. Artinya, tiga pelaku sudah dibekuk sejauh ini.

Pria yang disebut-sebut aktor utama pelaku pemerkosaan berinisial YR dibuat tak berdaya saat didatangi sejumlah aparat berseragam sipil. Di Jalan Cipto Mangunkusumo, Samarinda Seberang, YR yang tengah bersantai sembari menunggu penumpang langsung dibawa petugas ke Mapolresta Samarinda.

Dari mulut YR, pelaku lain berinisial MN, diamankan tak jauh dari lokasi penangkapan awal. “Tidak ada yang melawan, begitu dilihatkan foto korban mereka mengaku,” tegas Kasat Reskrim, Polresta Samarinda, Kompol Sudarsono, kemarin. Keduanya bekerja sebagai sopir angkutan kota (angkot). Sementara itu, pria berinisial SL dijemput dari rutan lantaran turut sebagai pelaku dalam kasus pemerkosaan. Khusus untuk pelaku yang lain, perwira berpangkat melati satu itu juga tak bisa mendetailkan kepada awak media. Artinya, masih ada sekitar 10 orang yang masih diburu petugas. Ditambahkan Sudarsono, nantinya, setelah diamankan seluruh pelaku, barulah polisi bisa menyimpulkan apa motif sebenarnya dan siapa-siapa saja yang terlibat dalam kasus tersebut.

 MEMULIHKAN PSIKIS

Pekerjaan rumah yang tak kalah besar selain menangkap semua pelaku pemerkosaan, adalah memulihkan psikis Cinderela. Menurut psikolog klinis, Ayunda Ramadhani, memang tidak mudah memulihkan psikis bocah malang itu. Butuh waktu dan penanganan yang tepat.

Disebut Ayunda, penanganan trauma tidak bisa digeneralisasi. Bergantung dengan kondisi kasus, latar belakang, dan tingkat trauma.

“Tapi, secara umum dilakukan terapi sesuai umur. Bisa dengan menstabilkan emosinya dahulu dengan relaksasi atau teknik stabilisasi emosi lainnya. Kemudian, dilanjutkan dengan konseling individual, konseling keluarga, dan terapi kognitif bagi anak,” jelas Ayunda.

Ayunda menyarankan, perhatian ekstra dan perlindungan harus diberikan semua pihak kepada korban. Termasuk tidak selalu meminta Cinderela menceritakan kronologi kejadian pada tiap orang yang bertanya. Menceritakan kronologi kejadian, disebut Ayunda, berpotensi menimbulkan retraumaisasi. Artinya, si anak bisa merasakan kembali trauma seperti yang dia rasakan karena mengingat kejadian tak menyenangkan tersebut.

“Perbanyak perhatian dan pelukan yang secara psikis dapat menenangkan anak,” imbuh Ayunda.

Dia menambahkan, anak perlu didampingi psikolog untuk mempercepat pemulihan pasca-trauma. Banyak opsi yang seiring waktu bisa dipilih untuk memulihkan trauma Cinderela. Opsi pindah dari domisili saat ini, bisa saja dilakukan. Namun, perlu dipertimbangkan lingkungan baru si anak. Apakah bisa memulihkan trauma yang sudah didera. Jadi, pemilihan lingkungan juga harus matang dan tidak boleh asal pindah. Sebab, apapun keputusan yang dibuat harus matang. Jika penanganan trauma tak maksimal, bukan tidak mungkin korban malah melakukan tindakan-tindakan yang mencelakai diri. Atau dampak psikis negatif yang berimbas pada kehidupan korban selanjutnya.

Secara psikologis, pemberian hukuman berat untuk pelaku juga memberikan dampak positif bagi korban. Namun, Ayunda menekankan fokus utama pemulihan adalah memberikan rasa aman dan perlindungan bagi korban. Mengingat, usia korban yang masih 12 tahun.

MENINGKAT

Berdasarkan data yang dihimpun dari Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kaltim, Samarinda, dan Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Samarinda, tingkat kekerasan seksual terus naik. Data dari P2TP2A Odah Etam Kaltim, kasus kekerasan seksual meningkat drastis. Pada 2015, ada enam kekerasan seksual. Menjadi 18 kejadian pada 2016 yang ditangani lembaga ini.

Sementara itu, P2TP2A Samarinda dan KPAID Samarinda, menangani 46 kasus kekerasan seksual selama 2016. Disebut Ketua P2TP2A Odah Etam Kaltim Eka Komariyah Kuncoro, anak dan perempuan memang masih menjadi korban kekerasan seksual yang paling dominan.

“Kasus kejahatan seksual terhadap anak ini harus diberantas. Predator anak di Kaltim masih banyak,” sebutnya.

Beragam elemen mesti berkontribusi untuk mengurangi para predator anak. Kepedulian lingkungan harus ditingkatkan lagi. Jangan sampai tak peduli dengan lingkungan sekitar, sehingga predator bisa beraksi dengan bebas. Pemerintah pun wajib menindak tegas predator anak. Sebab, kasus perkosaan berefek seumur hidup. Korban biasanya dihantui trauma dan kenangan tak mengenakkan karena kasus perkosaan tersebut.

Diketahui,Cinderela menjadi korban pemerkosaan di empat lokasi dalam empat hari berturut-turut. Dia disekap dan dipaksa meladeni tindakan tak senonoh sekelompok orang. Pria yang dihadapi lebih besar dari dirinya. Mencoba meronta dan meminta pertolongan, sayang, teriakan gadis belia itu tak ada yang mendengar.

Dari keterangan yang diperoleh media ini, awalnya Cinderela dipaksa berhubungan intim oleh seorang pelaku, inisial YR, yang sudah diamankan.

Cinderela tak mampu melawan kekuatan YR saat disetubuhi di dalam angkot di kawasan Palaran. Selanjutnya, tubuh gadis mungil itu tak berhenti dieksploitasi selama empat hari berturut-turut di empat lokasi berbeda.

Selain tak kuat melawan, rupanya, YR mengancam bakal menghabisi nyawa korban jika tak menuruti kemauan pelaku. Setelah dieksploitasi, Cinderela diantar pulang oleh salah satu dari pelaku dan diturunkan tak jauh dari kediamannya pada 20 Februari lalu. (*/dra/*/nyc/far/k8)


BACA JUGA

Selasa, 25 April 2017 13:13

Nginap di Hotel Melati, Akhirnya Bos Komura Itu Tertangkap

SAMARINDA – Kasus pidana di Koperasi Samudera Sejahtera (Komura) Samarinda masih memanas. Minggu…

Selasa, 25 April 2017 13:05

Sabotase Bandara demi Hindari Selingkuhan

AKSI playboy zaman sekarang tak melulu hanya menyakiti hati gadis. Bahkan juga bisa bikin repot negara.…

Selasa, 25 April 2017 13:00
Rita Widyasari, Calon Gubernur Perempuan Kaltim yang Begitu Didukung (1)

“Jangan Lihat Usia dan Gender, tapi Lihat Niat Saya Bangun Daerah”

Perempuan di provinsi ini belum banyak bersuara lantang. Terutama dalam menyuarakan derita di pelosok…

Selasa, 25 April 2017 12:00

Spirit Persiba Nodai Marora

BALIKPAPAN – Persiba Balikpapan mengusung misi berat di pekan kedua Liga 1 2017. Tim berjuluk…

Selasa, 25 April 2017 10:14

Bulan dari Perbatasan

Sepanjang 72 tahun kemerdekaan, merobek isolasi perbatasan negara layaknya pungguk merindukan rembulan.…

Senin, 24 April 2017 13:00

Izin Tambang Ditertibkan, Kukar Tak Perlu Gusar

SAMARINDA – Kekhawatiran Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Rita Widyasari bahwa penertiban izin…

Senin, 24 April 2017 12:45

Paling Kotor, Kalimantan Terparah Kedua di Asia Versi Forbes

Menyambut Hari Bumi, ada kado tidak istimewa dari Forbes. Pada 19 April lalu, situs berita majalah bergengsi…

Senin, 24 April 2017 12:34

Sehari, Biaya Makan untuk Penghuni Penjara Rp 137 Juta

SAMARINDA – Bergulirnya rencana revisi PP 99/2012 menjadi angin segar bagi penjara yang berpenghuni…

Senin, 24 April 2017 12:00

Kambing buat Bayar SPP

HARARE – Bayar beban biaya sekolah alias SPP kini tak perlu menggunakan uang tunai. Bayar saja…

Senin, 24 April 2017 09:31

DERBY LONDON DI FINAL FA

SEMIFINAL Piala FA di Stadion Wembley, Minggu (23/4), berlangsung dramatis. Arsenal berhasil bangkit…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .