MANAGED BY:
RABU
26 APRIL
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

FEATURE

Jumat, 17 Maret 2017 08:44
Pemkot Gamang, Pemprov Kukuh, Yarsi Melawan

Nasib Rumah Sakit Islam setelah Putusan Pansus dan PTUN

TANPA KEPASTIAN: Sejak berhenti beroperasi November 2016, Rumah Sakit Islam Samarinda belum melayani pasien. Padahal sengketa di PTUN telah memenangkan Yarsi. Demikian juga rekomendasi Pansus DPRD Kaltim yang meminta Pemkot Samarinda memberikan izin operasi. (dok/kp)

PROKAL.CO, Prahara izin operasional Rumah Sakit Islam (RSI) Samarinda menjadi cerita lain dari polemik penarikan aset gedung bekas Rumah Sakit Umum yang ditempuh Pemprov Kaltim.

TERLEPAS dari proses hukum yang ditempuh Yayasan RSI (Yarsi) karena penarikan itu, DPRD Kaltim membentuk panitia khusus (pansus). Mencari jalan tengah untuk mengurai kegalauan Pemkot Samarinda menerbitkan izin operasional RSI.

Pansus yang digawangi Rita Artaty Barito pun menyampaikan hasil kerja tim yang dibentuk sejak 13 Desember 2016 tersebut.

“Pansus merekomendasikan kepada Pemkot Samarinda untuk segera memproses perpanjangan izin operasional yang diajukan Yarsi,” ucap Rita dalam paripuna pembahasan hasil kerja pansus RSI, Rabu (15/3). Tak hanya itu, pansus pun turut merekomendasikan pemprov memberikan izin pemakaian lahan kepada Yarsi. Jadi, pelayanan kesehatan tak terganggu.

“Pemprov dapat berpedoman dengan perundangan yang berlaku yakni, Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2016 tentang Pedoman Pemanfaatan Aset Daerah. Serta Pasal 14 ayat 1 dan 2 Bab IV UU 36/2009 tentang Kesehatan,” lanjut politikus Golkar Kaltim itu. Perselisihan pemerintah dengan yayasan, terang dia, pernah terjadi di Bandung, Jawa Barat (Jabar), pada 2010.

Kala itu, hubungan Pemprov Jabar dengan yayasan pengelola RS Al Islam meregang karena kebijakan penarikan aset. Namun, kedua belah pihak yang sempat bersengketa bersepakat mengedepankan pelayanan kesehatan sembari membahas lebih lanjut kesepakatan baru.

Putusan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Samarinda bernomor 29/G/2016/PTUN.SMD yang menganulir SK pencabutan hak pakai gedung itu pun tak luput dari pertimbangan pansus. Ditambah hasil konsultasi ke Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) pada 7 Februari 2017 lalu terungkap, jika RSUD AW Sjahranie selaku Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) tak dibenarkan membuat holding company atau anak usaha. Serta memverifikasi ke badan pertanahan tentang status lahan.

“Meski sertifikat hak pakai Nomor 028 tertanggal 6 Agustus 1992 benar milik Pemprov Kaltim, tapi tertera lahan itu diperuntukkan untuk Rumah Sakit Islam,” jelasnya. Sebelum palu sidang diketuk, paripurna RSI tersebut memantik hujan interupsi untuk mengubah rekomendasi menjadi putusan DPRD Kaltim. Salah satunya Dahri Yasin.

Menurut Dahri, rekomendasi yang dihasilkan pansus berupa anjuran yang tak mengikat. “Untuk memastikan ada kejelasan agar RSI dapat beroperasi lagi, harus diubah menjadi putusan legislatif,” terangnya.

Selepas paripurna, Bere Ali, asisten III Setprov Kaltim yang hadir dalam paripurna itu menegaskan, sikap pemerintah tak akan goyah selama proses hukum belum menghasilkan putusan final dan mengikat. “Sebelum ada kata incracht, kami akan tetap pada sikap semula,” katanya. Surat Keputusan (SK) Gubernur Kaltim, Awang Faroek Ishak bernomor 180/K.419/2016 tertanggal 25 Juli 2016 tentang Pencabutan Hak Pakai Gedung Bekas Rumah Sakit Umum, dinilainya masih berlaku selepas banding diajukan.

“Kami mengapresiasi rekomendasi itu. Tapi, administrasi perizinan itu berada di ranah hukum. Bukan politik. Jadi kami memilih putusan itu final,” terangnya. Sementara itu, Penjabat Sekretaris Daerah Samarinda Hermanto yang turut hadir dalam paripurna itu mengaku akan segera membahas rekomendasi pansus RSI tersebut. “Kami tunggu salinannya, setelah itu langsung dirapatkan. Tapi, berhubung pak wali (Syaharie Jaang) masih dinas di luar kota jadi tunggu beliau balik,” sebutnya.

Diketahui, Pemkot Samarinda dibuat gamang karena SK Gubernur Kaltim untuk memberikan perpanjangan izin operasional RSI, kedaluwarsa pada 16 November 2016. Alasannya tak lain karena dasar permohonan izin harus mencantumkan lokasi berdirinya rumah sakit. Sementara SK itu justru mencabut hak pakai gedung yang telah dipinjampakaikan sejak 1987 silam.

Pemkot pun sampai membuat tim khusus untuk menentukan izin operasional tersebut. “Otoritasnya ada di Pak Wali, jadi mau tak mau menunggu,” tutupnya.

BERHARAP IZIN TERBIT

Upaya yayasan menghidupkan kembali pelayanan RSI terus membuahkan hasil. Sebelumnya, Yarsi punya putusan PTUN Samarinda yang menjadi alat tawar. Kini rekomendasi pansus RSI di DPRD Kaltim memberikan sinyalemen baru dianulirnya SK gubernur.

Apalagi hasil kerja pansus yang diketuai Rita Artaty Barito itu kian menguatkan dalih jika penarikan tersebut tak sesuai aturan. “Kami sangat mengapresiasi kerja pansus, urusan izin jelas wewenang Pemkot Samarinda,” ucap penasihat hukum Yarsi, Aswanuddin.

Dia menyebut, sengketa yang diajukan Yarsi di PTUN Samarinda, tak akan memengaruhi keberadaan yayasan yang terletak di Jalan Gurami itu. “Putusan itu hanya menganulir SK, bukan soal Yarsi untuk angkat kaki dari RSI,” katanya. Pria berkacamata tersebut berharap gubernur legawa. Mengingat keberadaan RSI bukan demi keuntungan semata, melainkan kebutuhan masyarakat luas. “Sudah jelas pula SHP (Sertifikat Hak Pakai) itu ditujukan atas nama RSI,” tutupnya. (*/ryu/riz/k16)


BACA JUGA

Selasa, 25 April 2017 08:39

Tak Perlu Terbang Jauh untuk Pasang Ring Jantung

Catheterization laboratory (Cath Lab) termasuk dalam prosedur pemeriksaan yang memanfaatkan teknologi…

Senin, 24 April 2017 07:43

Nikmati Weekend dengan Soal Biologi dan Bahasa Inggris

NOFIYATUL CHALLIMAH, Samarinda RAUT MUKA DW tampak serius. Mengenakan busana hitam dan kepala tertunduk.…

Jumat, 21 April 2017 08:56

Telat Berobat Mengakibatkan Kecacatan dan Kematian

Setiap tahun, pada 17 April diperingati sebagai Hari Hemofilia Sedunia. Dalam rangka memperingatinya,…

Rabu, 19 April 2017 08:35
Workshop Kesenian Garapan Dinas Pariwisata Kaltim

Butet-Djaduk Mantapkan Seni Pertunjukan Seniman Lokal

Pertunjukan yang apik seringkali membekas di ingatan. Gerak dan suara yang harmonis. Ditambah penampilan…

Selasa, 18 April 2017 09:11
Berkunjung ke Desa Budaya Pampang, Kampung Dayak Kenyah di Kota Tepian

Lamin Dibentengi Kampung Bugis dan Kampung Jawa

Beberapa tahun terakhir, kian banyak wisatawan melirik Desa Budaya Pampang. Mereka memilih kampung ini…

Senin, 17 April 2017 08:20

Pekerja Chevron Mulai Gelisah Terkait Alih Kelola WK Attaka dan East Kalimantan

Rencana hengkangnya Chevron Indonesia Company dari Kaltim pada 2018 mulai menimbulkan riak-riak kegelisahan…

Sabtu, 15 April 2017 08:42

Nostalgia Duet dengan Gus Dur Kelola Bank Nusumma

Dukungan moral dari tokoh nasional untuk Dahlan Iskan terus mengalir. Kemarin, giliran Yenny Wahid dan…

Sabtu, 15 April 2017 08:28

Ini Kunci Utama Kontrol Asam Urat

Asam urat bukan lagi penyakit yang asing di telinga masyarakat Indonesia. Kalangan tua dan muda bisa…

Jumat, 14 April 2017 08:24

Bawa Batik Motif Balikpapan ke Level Internasional

Walau hanya bermodal dana awal sekitar Rp 5 juta, produk lokal asli Kota Minyak ini telah…

Kamis, 13 April 2017 08:48
Bincang dengan Profesor Pan Luo, Pakar Pengobatan Kanker Minimal Invasif

Operasi Hanya Satu Jam, Sayatan Cukup Kecil

Dengan metode pengobatan invasif, dokter tidak perlu melakukan operasi besar. Cukup dengan sayatan kecil…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .