MANAGED BY:
SELASA
23 MEI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

FEATURE

Kamis, 16 Maret 2017 09:16
Ikan Bawis Bontang Menuju Pasar Dunia
Diolah Jadi Nugget, Potensi Besar yang Belum Digarap Maksimal
TAK SEKADAR IKAN: Dari tangan dingin Yosep Peniel Batubara (kanan) dan Muhammad Ridwan, ikan bawis diolah jadi nugget.(anggi praditha/kp)

PROKAL.CO, Ikan ini sudah mendunia. Sebaran ekspornya ke beberapa negara di Asia. Sayangnya, banyak orang Kaltim dan Indonesia masih begitu awam mendengar namanya. Ya, ikan bawis khas Kota Taman, Bontang.

DINA ANGELINA, Balikpapan

MENYANTAP ikan bawis biasanya dipadukan dengan sambal. Daging ikan ini tercampur dengan pedasnya biji-biji cabai berwarna merah menggoda. Pilihan lauk yang nikmat untuk menu makan siang. Di kota asalnya, Bontang, menu sambal duet ikan bawis memang terkenal. Beken dengan sebutan gami bawis. Hmm, apa Anda pernah mendengar atau bahkan sudah mencicipinya?

Walau terkenal dengan bentuk olahan sambal, sebenarnya bawis dapat dinikmati dengan berbagai cara. Salah satunya nugget. Rasanya tidak kalah nikmat dengan nugget dari daging ayam. Ide ini merupakan hasil buah pemikiran brilian Yosep Peniel Batubara dan Muhammad Ridwan.

Menurut mereka, selama ini ikan bawis belum termanfaatkan maksimal. Gaungnya pun tidak begitu menggema. Keduanya berharap, inovasi ini mampu membawa ikan bawis terkenal ke seluruh penjuru Tanah Air. Caranya dengan memilih nugget sebagai variasi untuk konsumsi ikan bawis.

Alasannya, nugget menjadi salah satu menu favorit dan mudah diterima lidah masyarakat. Selain itu, nugget dapat dikonsumsi dari berbagai kalangan. Rencananya, produk ini diberi nama Bonfish. “Kami pikir nugget termasuk makanan yang praktis, tahan lama, dan bisa disebarkan ke mana saja dengan mudah,” ungkap Yosep, pemuda asal Bontang yang kini menjadi mahasiswa Jurusan Hukum Universitas Indonesia.

Nantinya, produksi nugget turut melibatkan banyak pihak. Di antaranya kelompok nelayan ikan bawis sebagai penyedia bahan baku. Lalu, ada peran ibu rumah tangga sebagai pengolah nugget hingga buzzer promosi online sebagai pemasaran melalui media sosial.

“Penjualan akan mulai dari online dan retail konsinyasi. Kami siapkan perizinan PIRT agar olahan ikan ini terjamin dari Dinas Kesehatan. Perencanaan sudah matang, tinggal eksekusi produk di sana,” timpal Muhammad Ridwan. Pemuda berusia 21 tahun itu menjelaskan, sasaran utama produk Bonfish adalah warga Kaltim. Kemudian berkembang ke provinsi dan wilayah Indonesia lainnya. Termasuk menyentuh Jabodetabek dengan beragam metode pemasaran, seperti penjualan online, minimarket, sampai outlet.

Dirinya mengaku optimistis, cara ini mampu turut mendorong nama ikan bawis melambung. Selain memperkenalkan ikan bawis, sambung dia, inovasi turut menjadi pacuan agar pemerintah daerah serius menggarap potensi sumber daya laut itu.

“Harapannya, pemerintah bisa lebih fokus dan aware terhadap potensi ikan bawis. Ikut publikasi dan membudidayakan secara besar-besaran. Tujuan utama dari inovasi kami agar Bonfish dan ikan bawis bisa menjadi ikon atau makanan khas Bontang,” ucap Yosep, pria kelahiran 2 September 1996 ini.

Keduanya ingin pemerintah mulai serius dalam meningkatkan nilai jual ikan bawis. Apalagi jika pasar telah terbuka, otomatis produk olahan ikan bawis dapat menambah penghasilan masyarakat yang membudidayakan dan mengolah ikan tersebut. “Potensinya besar dan kami pikir bisa memproduksinya secara nyata. Cuma memang tidak bisa langsung, kami masih sambil fokus ke akademik,” ungkapnya. (riz/k16)


BACA JUGA

Jumat, 19 Mei 2017 12:00
Menilik Manuver Dua Bakal Calon Gubernur

Jaang-Rizal Makin Lengket, Rita Dapat Bisikan dari KPK

Manuver dua kandidat kuat calon gubernur (Cagub) Kaltim periode 2018-2022 kian kencang. Rita Widyasari…

Rabu, 17 Mei 2017 09:47

Dekapan Hangat Senjata hingga Mimisan

Mengemban tugas negara di daerah konflik tidaklah mudah. Butuh mental wira agar mampu mengatasinya.…

Selasa, 16 Mei 2017 08:46

Kalau Sudah Tahu Tekniknya Bakal Ketagihan

Menggendong bayi terlihat sepele. Namun, ada baiknya Anda mengetahui posisi menggendong yang tepat,…

Sabtu, 13 Mei 2017 02:06

Ingin Kuliah, Fokuskan ke Pendidikan

Menghilangkan trauma dalam kasus kekerasan anak dianggap tak mudah. Namun, berbagai cara dilakukan untuk…

Sabtu, 13 Mei 2017 01:56

Media Sosial Sekarang Jadi Sarana Menggunjing

Kebiasaan Safari Jumat oleh Kapolda Kaltim Irjen Pol Safaruddin terus dijalankan. Kemarin, dia menjadi…

Sabtu, 13 Mei 2017 00:59

Tiga Bulan Bayar Rp 94 Ribu, Bocor Pun Tak Ada Semburan Api

Penggunaan jaringan gas (jargas) sebagai konversi tabung LPG menuai respons positif. Beberapa konsumen…

Jumat, 12 Mei 2017 08:47

Aman dari Gempa Namun Diadang Biaya Konstruksi

Bukan perkara mudah menghadirkan kereta api di Kalimantan, khususnya di Kaltim. Permasalahan utama adalah,…

Jumat, 12 Mei 2017 07:51

Bergerak, Obat Bagus untuk Diabetes

Obesitas bisa menjadi sumber berbagai penyakit. Maka, orang dengan usia di atas 18 tahun sangat disarankan…

Kamis, 11 Mei 2017 07:51

Surprise, Penikmat Folk Tak Kalah Banyak dengan di Jawa

Bukan hal mudah mengadukan bait-bait puisi ke dalam sebuah nada. Menciptakan alunan musik yang dapat…

Rabu, 10 Mei 2017 09:52

Skedul Dihambat Cuaca Buruk hingga Memori Riam 611

Beberapa jam sebelum acara penutupan, rombongan Kodam VI/Mulawarman dan Kaltim Post sempat waswas. Hujan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .