MANAGED BY:
SENIN
26 JUNI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

FEATURE

Kamis, 16 Maret 2017 09:16
Ikan Bawis Bontang Menuju Pasar Dunia
Diolah Jadi Nugget, Potensi Besar yang Belum Digarap Maksimal
TAK SEKADAR IKAN: Dari tangan dingin Yosep Peniel Batubara (kanan) dan Muhammad Ridwan, ikan bawis diolah jadi nugget.(anggi praditha/kp)

PROKAL.CO, Ikan ini sudah mendunia. Sebaran ekspornya ke beberapa negara di Asia. Sayangnya, banyak orang Kaltim dan Indonesia masih begitu awam mendengar namanya. Ya, ikan bawis khas Kota Taman, Bontang.

DINA ANGELINA, Balikpapan

MENYANTAP ikan bawis biasanya dipadukan dengan sambal. Daging ikan ini tercampur dengan pedasnya biji-biji cabai berwarna merah menggoda. Pilihan lauk yang nikmat untuk menu makan siang. Di kota asalnya, Bontang, menu sambal duet ikan bawis memang terkenal. Beken dengan sebutan gami bawis. Hmm, apa Anda pernah mendengar atau bahkan sudah mencicipinya?

Walau terkenal dengan bentuk olahan sambal, sebenarnya bawis dapat dinikmati dengan berbagai cara. Salah satunya nugget. Rasanya tidak kalah nikmat dengan nugget dari daging ayam. Ide ini merupakan hasil buah pemikiran brilian Yosep Peniel Batubara dan Muhammad Ridwan.

Menurut mereka, selama ini ikan bawis belum termanfaatkan maksimal. Gaungnya pun tidak begitu menggema. Keduanya berharap, inovasi ini mampu membawa ikan bawis terkenal ke seluruh penjuru Tanah Air. Caranya dengan memilih nugget sebagai variasi untuk konsumsi ikan bawis.

Alasannya, nugget menjadi salah satu menu favorit dan mudah diterima lidah masyarakat. Selain itu, nugget dapat dikonsumsi dari berbagai kalangan. Rencananya, produk ini diberi nama Bonfish. “Kami pikir nugget termasuk makanan yang praktis, tahan lama, dan bisa disebarkan ke mana saja dengan mudah,” ungkap Yosep, pemuda asal Bontang yang kini menjadi mahasiswa Jurusan Hukum Universitas Indonesia.

Nantinya, produksi nugget turut melibatkan banyak pihak. Di antaranya kelompok nelayan ikan bawis sebagai penyedia bahan baku. Lalu, ada peran ibu rumah tangga sebagai pengolah nugget hingga buzzer promosi online sebagai pemasaran melalui media sosial.

“Penjualan akan mulai dari online dan retail konsinyasi. Kami siapkan perizinan PIRT agar olahan ikan ini terjamin dari Dinas Kesehatan. Perencanaan sudah matang, tinggal eksekusi produk di sana,” timpal Muhammad Ridwan. Pemuda berusia 21 tahun itu menjelaskan, sasaran utama produk Bonfish adalah warga Kaltim. Kemudian berkembang ke provinsi dan wilayah Indonesia lainnya. Termasuk menyentuh Jabodetabek dengan beragam metode pemasaran, seperti penjualan online, minimarket, sampai outlet.

Dirinya mengaku optimistis, cara ini mampu turut mendorong nama ikan bawis melambung. Selain memperkenalkan ikan bawis, sambung dia, inovasi turut menjadi pacuan agar pemerintah daerah serius menggarap potensi sumber daya laut itu.

“Harapannya, pemerintah bisa lebih fokus dan aware terhadap potensi ikan bawis. Ikut publikasi dan membudidayakan secara besar-besaran. Tujuan utama dari inovasi kami agar Bonfish dan ikan bawis bisa menjadi ikon atau makanan khas Bontang,” ucap Yosep, pria kelahiran 2 September 1996 ini.

Keduanya ingin pemerintah mulai serius dalam meningkatkan nilai jual ikan bawis. Apalagi jika pasar telah terbuka, otomatis produk olahan ikan bawis dapat menambah penghasilan masyarakat yang membudidayakan dan mengolah ikan tersebut. “Potensinya besar dan kami pikir bisa memproduksinya secara nyata. Cuma memang tidak bisa langsung, kami masih sambil fokus ke akademik,” ungkapnya. (riz/k16)


BACA JUGA

Rabu, 21 Juni 2017 08:05

Surprise Hasil Survei, Bukan Faktor Aji Mumpung

Wajah perempuan asal Tangerang, Banten ini sudah banyak dikenali masyarakat Indonesia. Sebagai public…

Selasa, 20 Juni 2017 08:21

Kukuh di Puncak, Pendukung Rita Makin Solid

Sejumlah gebrakan Rita Widyasari dalam membangun Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), membuat masyarakat…

Sabtu, 17 Juni 2017 01:48

Busana Muslimah Kian Diminati, Ibadah Sekaligus Berbisnis

Kian kemari busana muslimah terutama hijab terus memasuki era modernisasi. Berbagai bentuk gaya dipadupadankan…

Sabtu, 17 Juni 2017 00:31

Nyaris Di-chainsaw, Bangun Masjid Meski Bukan Muslim

Setelah puluhan tahun bertugas sebagai pasukan di Satuan Brimob, AKP Anton Saman kini dipercaya sebagai…

Sabtu, 17 Juni 2017 00:10

Rambah Bawang Putih, Faktor Geografis Jadi Tantangan Utama

Selain mandiri dengan bawang merah, Brebes juga mampu mencukupi kebutuhan bawang putihnya dari daerah…

Jumat, 16 Juni 2017 08:57

Antusias Berbagi Semangat, Tetap Menulis saat Sakit

Tri Wahyuni Zuhri, dia dikenal sebagai penulis, blogger, sekaligus survivor kanker. Banyak karya dan…

Jumat, 16 Juni 2017 08:39

Mudah Bersosialisasi dan lebih Lembut Tanpa Disuruh

Ada banyak literatur yang membuktikan khasiat musik. Baik bagi pendidikan langsung atau pendidikan karakter.…

Kamis, 15 Juni 2017 10:10
Kisah Sukses Pendiri BDS Snack, Sri Astuty

Tangan Kanan Pegang Stoples, Tangan Kiri Gendong Anak

Usaha yang dia bangun di Jakarta pernah terbakar dan dijarah. Belum lagi, modal habis tak bersisa akibat…

Rabu, 14 Juni 2017 09:47

Tak Hanya Kumulonimbus, Pencemaran Air Laut Juga Dimonitor

Dengan kecanggihan teknologi, masyarakat bisa dengan mudah mendapatkan informasi prakiraan cuaca cukup…

Selasa, 13 Juni 2017 08:41

Gejala Berawal dari Badan Menggigil, Penderita Diabetes Berisiko

Meski bukan tergolong penyakit baru, masih banyak orang yang belum memahami salah satu penyakit saraf,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .