MANAGED BY:
SELASA
28 MARET
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

FEATURE

Kamis, 16 Maret 2017 09:16
Ikan Bawis Bontang Menuju Pasar Dunia
Diolah Jadi Nugget, Potensi Besar yang Belum Digarap Maksimal
TAK SEKADAR IKAN: Dari tangan dingin Yosep Peniel Batubara (kanan) dan Muhammad Ridwan, ikan bawis diolah jadi nugget.(anggi praditha/kp)

PROKAL.CO, Ikan ini sudah mendunia. Sebaran ekspornya ke beberapa negara di Asia. Sayangnya, banyak orang Kaltim dan Indonesia masih begitu awam mendengar namanya. Ya, ikan bawis khas Kota Taman, Bontang.

DINA ANGELINA, Balikpapan

MENYANTAP ikan bawis biasanya dipadukan dengan sambal. Daging ikan ini tercampur dengan pedasnya biji-biji cabai berwarna merah menggoda. Pilihan lauk yang nikmat untuk menu makan siang. Di kota asalnya, Bontang, menu sambal duet ikan bawis memang terkenal. Beken dengan sebutan gami bawis. Hmm, apa Anda pernah mendengar atau bahkan sudah mencicipinya?

Walau terkenal dengan bentuk olahan sambal, sebenarnya bawis dapat dinikmati dengan berbagai cara. Salah satunya nugget. Rasanya tidak kalah nikmat dengan nugget dari daging ayam. Ide ini merupakan hasil buah pemikiran brilian Yosep Peniel Batubara dan Muhammad Ridwan.

Menurut mereka, selama ini ikan bawis belum termanfaatkan maksimal. Gaungnya pun tidak begitu menggema. Keduanya berharap, inovasi ini mampu membawa ikan bawis terkenal ke seluruh penjuru Tanah Air. Caranya dengan memilih nugget sebagai variasi untuk konsumsi ikan bawis.

Alasannya, nugget menjadi salah satu menu favorit dan mudah diterima lidah masyarakat. Selain itu, nugget dapat dikonsumsi dari berbagai kalangan. Rencananya, produk ini diberi nama Bonfish. “Kami pikir nugget termasuk makanan yang praktis, tahan lama, dan bisa disebarkan ke mana saja dengan mudah,” ungkap Yosep, pemuda asal Bontang yang kini menjadi mahasiswa Jurusan Hukum Universitas Indonesia.

Nantinya, produksi nugget turut melibatkan banyak pihak. Di antaranya kelompok nelayan ikan bawis sebagai penyedia bahan baku. Lalu, ada peran ibu rumah tangga sebagai pengolah nugget hingga buzzer promosi online sebagai pemasaran melalui media sosial.

“Penjualan akan mulai dari online dan retail konsinyasi. Kami siapkan perizinan PIRT agar olahan ikan ini terjamin dari Dinas Kesehatan. Perencanaan sudah matang, tinggal eksekusi produk di sana,” timpal Muhammad Ridwan. Pemuda berusia 21 tahun itu menjelaskan, sasaran utama produk Bonfish adalah warga Kaltim. Kemudian berkembang ke provinsi dan wilayah Indonesia lainnya. Termasuk menyentuh Jabodetabek dengan beragam metode pemasaran, seperti penjualan online, minimarket, sampai outlet.

Dirinya mengaku optimistis, cara ini mampu turut mendorong nama ikan bawis melambung. Selain memperkenalkan ikan bawis, sambung dia, inovasi turut menjadi pacuan agar pemerintah daerah serius menggarap potensi sumber daya laut itu.

“Harapannya, pemerintah bisa lebih fokus dan aware terhadap potensi ikan bawis. Ikut publikasi dan membudidayakan secara besar-besaran. Tujuan utama dari inovasi kami agar Bonfish dan ikan bawis bisa menjadi ikon atau makanan khas Bontang,” ucap Yosep, pria kelahiran 2 September 1996 ini.

Keduanya ingin pemerintah mulai serius dalam meningkatkan nilai jual ikan bawis. Apalagi jika pasar telah terbuka, otomatis produk olahan ikan bawis dapat menambah penghasilan masyarakat yang membudidayakan dan mengolah ikan tersebut. “Potensinya besar dan kami pikir bisa memproduksinya secara nyata. Cuma memang tidak bisa langsung, kami masih sambil fokus ke akademik,” ungkapnya. (riz/k16)


BACA JUGA

Sabtu, 25 Maret 2017 07:09

Persentase Kecil, Kaltim Belum Punya Produk Kuat

Bicara nilai ekspor, Kaltim termasuk daerah menyumbang banyak . Namun itu untuk komoditas besar. Sedangkan…

Jumat, 24 Maret 2017 08:48

Suntik Anti Kerutan Jadi Tren Kecantikan di Kaltim

Tampak cantik dan awet muda dambaan setiap perempuan. Banyak cara pun dilakukan, termasuk cara instan.…

Sabtu, 18 Maret 2017 00:10

Era Banjir Informasi, Keunggulan Media Konvensional Makin Jelas

Kemudahan mendapat informasi dari media sosial, tak langsung membuat media konvensional ditinggalkan…

Jumat, 17 Maret 2017 08:44

Pemkot Gamang, Pemprov Kukuh, Yarsi Melawan

Prahara izin operasional Rumah Sakit Islam (RSI) Samarinda menjadi cerita lain dari polemik penarikan…

Kamis, 16 Maret 2017 08:44

Double Rating, Pengguna dan Pekerja Sama-Sama Puas

Perkembangan industri kreatif, termasuk aplikasi Startup memang tengah gencar-gencarnya. Satu lagi,…

Rabu, 15 Maret 2017 09:56

Orangtua Sempat Stres, Kini Jadi Kebanggaan lewat Prestasi Olimpiade Sains

Tampil sebagai anak ‘spesial’, tak membuat Wu Alfred Hardy merasa berbeda dengan anak lainnya.…

Selasa, 14 Maret 2017 08:28

Diolah Jadi Sambal yang Mengandung Senyawa Aktif

Berawal dari kejenuhan menikmati menu yang itu-itu saja, dua mahasiswa Universitas Mulawarman ini berhasil…

Selasa, 14 Maret 2017 08:11

Sering Terlibat Penyamaran, Benci Asap Rokok

Cantik dan centil. Usia masih 20-an tahun. Namun, Tisa dan Odol (nama sapaan) sudah banyak pengalaman…

Senin, 13 Maret 2017 09:31
Intip Persiapan Partai Jelang Pilgub 2018

Mau Tidak Mau Bangun Koalisi, Baru Golkar yang Melaju

Genderang perang pertarungan kandidat calon gubernur dan wakil gubernur pada Pilgub Kaltim 2018 terus…

Senin, 13 Maret 2017 09:11

Paling Cerewet soal Penampilan Polisi

Tubuhnya kecil, namun tegap. Bicaranya tegas dan to the point. Nurul, biasa dia disapa. Memimpin…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .