MANAGED BY:
RABU
18 OKTOBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

FEATURE

Kamis, 16 Maret 2017 09:16
Ikan Bawis Bontang Menuju Pasar Dunia
Diolah Jadi Nugget, Potensi Besar yang Belum Digarap Maksimal
TAK SEKADAR IKAN: Dari tangan dingin Yosep Peniel Batubara (kanan) dan Muhammad Ridwan, ikan bawis diolah jadi nugget.(anggi praditha/kp)

PROKAL.CO, Ikan ini sudah mendunia. Sebaran ekspornya ke beberapa negara di Asia. Sayangnya, banyak orang Kaltim dan Indonesia masih begitu awam mendengar namanya. Ya, ikan bawis khas Kota Taman, Bontang.

DINA ANGELINA, Balikpapan

MENYANTAP ikan bawis biasanya dipadukan dengan sambal. Daging ikan ini tercampur dengan pedasnya biji-biji cabai berwarna merah menggoda. Pilihan lauk yang nikmat untuk menu makan siang. Di kota asalnya, Bontang, menu sambal duet ikan bawis memang terkenal. Beken dengan sebutan gami bawis. Hmm, apa Anda pernah mendengar atau bahkan sudah mencicipinya?

Walau terkenal dengan bentuk olahan sambal, sebenarnya bawis dapat dinikmati dengan berbagai cara. Salah satunya nugget. Rasanya tidak kalah nikmat dengan nugget dari daging ayam. Ide ini merupakan hasil buah pemikiran brilian Yosep Peniel Batubara dan Muhammad Ridwan.

Menurut mereka, selama ini ikan bawis belum termanfaatkan maksimal. Gaungnya pun tidak begitu menggema. Keduanya berharap, inovasi ini mampu membawa ikan bawis terkenal ke seluruh penjuru Tanah Air. Caranya dengan memilih nugget sebagai variasi untuk konsumsi ikan bawis.

Alasannya, nugget menjadi salah satu menu favorit dan mudah diterima lidah masyarakat. Selain itu, nugget dapat dikonsumsi dari berbagai kalangan. Rencananya, produk ini diberi nama Bonfish. “Kami pikir nugget termasuk makanan yang praktis, tahan lama, dan bisa disebarkan ke mana saja dengan mudah,” ungkap Yosep, pemuda asal Bontang yang kini menjadi mahasiswa Jurusan Hukum Universitas Indonesia.

Nantinya, produksi nugget turut melibatkan banyak pihak. Di antaranya kelompok nelayan ikan bawis sebagai penyedia bahan baku. Lalu, ada peran ibu rumah tangga sebagai pengolah nugget hingga buzzer promosi online sebagai pemasaran melalui media sosial.

“Penjualan akan mulai dari online dan retail konsinyasi. Kami siapkan perizinan PIRT agar olahan ikan ini terjamin dari Dinas Kesehatan. Perencanaan sudah matang, tinggal eksekusi produk di sana,” timpal Muhammad Ridwan. Pemuda berusia 21 tahun itu menjelaskan, sasaran utama produk Bonfish adalah warga Kaltim. Kemudian berkembang ke provinsi dan wilayah Indonesia lainnya. Termasuk menyentuh Jabodetabek dengan beragam metode pemasaran, seperti penjualan online, minimarket, sampai outlet.

Dirinya mengaku optimistis, cara ini mampu turut mendorong nama ikan bawis melambung. Selain memperkenalkan ikan bawis, sambung dia, inovasi turut menjadi pacuan agar pemerintah daerah serius menggarap potensi sumber daya laut itu.

“Harapannya, pemerintah bisa lebih fokus dan aware terhadap potensi ikan bawis. Ikut publikasi dan membudidayakan secara besar-besaran. Tujuan utama dari inovasi kami agar Bonfish dan ikan bawis bisa menjadi ikon atau makanan khas Bontang,” ucap Yosep, pria kelahiran 2 September 1996 ini.

Keduanya ingin pemerintah mulai serius dalam meningkatkan nilai jual ikan bawis. Apalagi jika pasar telah terbuka, otomatis produk olahan ikan bawis dapat menambah penghasilan masyarakat yang membudidayakan dan mengolah ikan tersebut. “Potensinya besar dan kami pikir bisa memproduksinya secara nyata. Cuma memang tidak bisa langsung, kami masih sambil fokus ke akademik,” ungkapnya. (riz/k16)


BACA JUGA

Rabu, 11 Oktober 2017 08:23

Perokok Makin Muda, Berhenti Cukup dengan Teknik Pernapasan

Lebih dari sepertiga atau 36,3 persen penduduk Indonesia saat ini menjadi perokok. Bahkan, 20 persen…

Selasa, 10 Oktober 2017 08:16

Pesona Itu Bernama Lettu Burai Enggang

Dalam HUT ke-40 Taman Mini Indonesia Indah (TMII) 2017, busana khas Dayak menyihir pengunjung. BUSANA…

Senin, 09 Oktober 2017 08:23

Baru Empat Bulan, Tak Punya Pembina, Bersiap Penghijauan Massal

Sudah saatnya yang muda menularkan semangat menjaga keasrian lingkungan. Seperti yang dilakukan sekelompok…

Sabtu, 07 Oktober 2017 02:20

Kaltim Lakukan 2.000 Aksi dari 1.300 Zetizen

Ada ribuan zetizen di Kaltim yang mengunggah aksi positif ke www.zetizen.com. Dari ribuan orang itu,…

Sabtu, 07 Oktober 2017 02:10

Terkesan Kota yang Dinamis dengan Warganya yang Sadar Hukum

BALIKPAPAN  –  AKBP Jeffri Dian Juniarta yang kurang lebih dua tahun menjabat kapolres…

Sabtu, 07 Oktober 2017 02:04

FM2S Sigap Informasikan Kebakaran

Menggunakan Fire Man Monitoring System (FM2S), petugas maupun masyarakat dapat mengirimkan informasi…

Sabtu, 07 Oktober 2017 00:08

Susun Skema Kembangkan UMKM di Balikpapan

Pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Kota Minyak bisa dibilang hanya segelintir saja yang…

Jumat, 06 Oktober 2017 07:52

Tak Sedikit Korban Perundungan Akhirnya Bunuh Diri

Bicara soal kekerasan, sering kali perempuan dan anak menjadi korban. Baik verbal maupun nonverbal.…

Kamis, 05 Oktober 2017 08:34

Tanpa Sadar Perundungan kepada Anak Bisa Dilakukan Orangtua

Belakangan, kasus bullying atau perundungan ramai dibicarakan. Kebanyakan terjadi di sekolah. Namun,…

Rabu, 04 Oktober 2017 08:27

Cegah Salah Pergaulan, Wajib Jadi “Google” untuk Buah Hati

Anak selalu ingin tahu dan mencoba hal baru. Namun, tak sedikit orangtua bersikap abai. Malah menganggap…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .