MANAGED BY:
KAMIS
23 NOVEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Rabu, 15 Maret 2017 07:54
TUNGGU SAJA...!! Progres Waterboom Terbesar di Kaltim Itu Sudah 80 Persen

Investor Bangun Wahana Plus Muesum Hiburan di Palaran

KOLEKSI ANTIK. Ratusan koleksi barang antik terpajang di rumah Hery Susanto Gun, pengusaha yang akan membangun sarana hiburan di Palaran. Beberapa koleksi dunia ini akan dipajang di museum yang menjadi bagian dari wahana wisata keluarga tersebut.(Rizki Hadid/KP)

PROKAL.CO, Tak perlu ribut-ribut soal Trans Studio jadi apa tidak. Faktanya, Samarinda sebentar lagi akan memiliki wahana waterboom terbesar di Kaltim.

PEMILIK PT Samarinda Golden Prima, Hery Susanto Gun tengah membangun wisata keluarga, yakni Floating Market Lembang di Palaran. Wahana ini memiliki waterboom dengan fasilitas lengkap.

Hery mengatakan, saat ini progres wahana hiburan yang dibangunnya itu mencapai 80 persen. Di dalamnya, ada museum dengan sekitar 400 koleksi barang antik yang akan dipajang. Di antaranya guci, keris, piring, binatang yang diawetkan, topi kerajaan, dan gamelan. Barang antik itu merupakan koleksi pribadinya yang dikumpulkan sejak lama. “Mengoleksi barang antik merupakan salah satu hobi saya,” sebutnya.

Dia mengatakan, museum itu terbuka untuk umum. Tujuannya untuk pendidikan. Selain koleksinya dari berbagai daerah, ada pula dari Tiongkok. Dia juga membuka peluang untuk kerja sama pihak ketiga. Semisal Pemprov Kaltim tertarik untuk menampilkan sejarah Benua Etam di museumnya atau warga Kaltim yang punya foto-foto bersejarah.

Dia mengakui, jika dihitung secara bisnis, sarana hiburan yang dibangunnya tak terlampau mendulang keuntungan maksimal. Meski demikian, dia sangat meyakini dapat menyumbangkan PAD yang maksimal bagi daerah.

Museum ini merupakan bagian dari kompleks sarana hiburan keluarga yang dibangunnya di Palaran. Hery mengatakan, sudah memiliki nama untuk bisnis pariwisata di lahan seluas 300 hektare itu, namun dia akan mengungkapkannya nanti. Konsep sarana hiburan itu, menurut dia, mirip dengan Floating Market Lembang, namun lebih lengkap dan besar.

Selain museum, ada pula waterboom, outbond, gazebo, kolam ikan, rumah adat, dan arena bermain airsoft gun. Perencanaan tempat ini dimulai sejak 2008 dan pekerjaan fisik sejak 2010. Dia pun enggan menyebutkan anggaran yang telah dikucurkan. Yang jelas, kata Hery, untuk waterboom saja menghabiskan puluhan miliar. Dia mengklaim waterboom itu terbesar se-Kaltim. Hal ini yang dianggapnya menjadi magnet bagi pengunjung. “Waterboom kami ambil dari kemiringan gunung, kemudian diberi fondasi batu yang kuat, meluncur dari atas ke bawah,” ulasnya.

Hery menerangkan, wahana ini ditargetkan buka pada 1 September mendatang, tapi diundur hingga akhir tahun nanti. Koleksi barang antik masih berada di rumahnya, belum dipindah ke museum. Sebab, masih menunggu pemasangan kamera pengintai yang terhubung ke kepolisian dan rekaman khusus.

Di Samarinda bakal dibangun Trans Studio. Apakah tidak merasa bersaing secara bisnis? Hery mengatakan, tak menganggap Trans Studio sebagai pesaing. Sebab, dirinya sejak awal tidak mengusung misi bisnis, tapi hanya karena hobi. “Tidak perlu takut. Saya hanya mau berbuat sosial untuk masyarakat supaya ada hiburan. Tak ada visi keuntungan, hanya PAD,” urainya. (*/hdd/lhl/k16)


BACA JUGA

Rabu, 22 November 2017 07:08

Jawa Jenuh, Kalimantan Belum Dilirik

SAMARINDA – Dominasi sektor pertambangan dalam daftar kucuran modal di Kaltim tahun ini menjadi…

Rabu, 22 November 2017 07:06

Komoditas Mentah Tetap Berisiko

MESKI sekarang tengah dalam tren membaik, bisnis batu bara tetaplah bukan pilihan yang bagus bagi Kaltim.…

Rabu, 22 November 2017 07:02

Pelatih Tenaga Kerja Mesti Berstandar Internasional

BALIKPAPAN - DiJerman, keberadaan pelatih tempat kerja menjadi prasyarat wajib bagi perusahaan yang…

Rabu, 22 November 2017 06:57

Harga Pertamax Naik Rp 150 Per Liter

JAKARTA – Pengguna bahan bakar minyak nonsubsidi pertamax harus menambah pengeluaran mereka. PT…

Rabu, 22 November 2017 06:56

Tahun Depan, Dolar Bisa Tembus Rp 13.800

JAKARTA – Rupiah diperkirakan dapat merosot hingga level 13.800 per dolar AS tahun depan. Posisi…

Selasa, 21 November 2017 07:09

Pertambangan Tetap Primadona Investor

BALIKPAPAN – Meski cenderung fluktuatif dan tak terbarukan, bisnis pertambangan tetap menjadi…

Selasa, 21 November 2017 07:05

2018, Dominasi Rumah Subsidi Berlanjut

BALIKPAPAN – Pasar properti di Kota Minyak diproyeksi tak banyak berubah tahun depan. Pengembangan…

Selasa, 21 November 2017 07:02

Uang Muka Jadi Pertimbangan Utama

ATURAN mengenai rasio cicilan terhadap pinjaman atau loan to value (LTV) kredit properti berdasarkan…

Selasa, 21 November 2017 07:01

Pengaruhi Ekspektasi Publik, Isu Inflasi Jadi Fokus Utama

Dalam banyak bidang, jurnalis tak cukup hanya berperan sebagai penerus informasi. Untuk memberitakan…

Selasa, 21 November 2017 06:56

Konsumsi LPG Nonsubsidi Naik 45 Persen

BALIKPAPAN – Upaya pemerintah mendorong konsumsi gas elpiji nonsubsidi terus membuahkan hasil.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .