MANAGED BY:
KAMIS
22 JUNI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

SELISIK/LAPSUS

Selasa, 14 Maret 2017 14:12
Melirik Potensi Lain saat Ekonomi Merangkak Naik
Agrobisnis Menggiurkan, Buka Pintu Ekspor
-

PROKAL.CO, Kaltim tengah berjuang lepas dari keterpurukan ekonomi. Pelan tapi pasti.

 DUA tahun belakangan menjadi momen yang berat bagi Benua Etam. Motor utama penggerak ekonomi dari sektor pertambangan batu bara, terpukul. Dari empat provinsi di Pulau Kalimantan, Kaltim yang paling merasakan dampaknya. Laju pertumbuhan ekonomi negatif.

Meski tampil tak prima, bukan berarti tak menyimpan asa. Kini, perlahan, ekonomi Kaltim tumbuh mendekati positif. Hingga triwulan ke-IV 2016, tercatat minus 0,38 persen. Angka itu lebih baik dari capaian pengujung 2015, yakni minus 1,21 persen. Perbaikan itu disebut-sebut ada pengaruhnya dari harga batu bara yang mulai merangkak. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) merilis, harga batu bara acuan pada Maret 2017 senilai USD 81,9 per metrik ton. Lain hal, konsumsi rumah tangga daerah ini meningkat, meski tak signifikan. Dari 17,21 persen pada 2015 menjadi 17,9 persen pada 2016.

Pemprov Kaltim, memang, komit melakukan transformasi ekonomi dari sumber daya alam ekstraktif menuju hilirisasi produk. Tapi, tak begitu saja bisa lepas dari ketergantungan sumber daya alam tersebut. Dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kaltim 2013–2018, tema tahunan pada 2017 ialah pemantapan industri hilir untuk mewujudkan struktur ekonomi yang berkualitas.

Bagaimana gambaran ekonomi Kaltim tahun ini? Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak menuturkan, upaya hilirisasi tak bisa instan. Sekarang pemprov sedang mempersiapkan infrastruktur yang menunjang. Tanpa itu, transformasi sulit terwujud.  Faroek sadar, dampak dari transformasi ekonomi tak bisa dirasakan dalam jangka pendek. Tapi, dengan fondasi tersebut membuat ekonomi daerah tidak rapuh seperti sekarang. Bahkan, orang nomor satu di pemerintahan Kaltim itu sesumbar, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Maloy Batuta Trans Kalimantan akan mampu mendongkrak perekonomian daerah ini. Begitu pun dengan megaproyek Jalan Tol Balikpapan–Samarinda yang digagasnya. “Saya yakin kalau itu rampung, ke depan ekonomi akan lebih bagus. Sekarang saja batu bara mulai bagus kembali,” terangnya di ruang kerjanya, beberapa waktu lalu.

Dia mengungkapkan, dalam menyiapkan infrastruktur yang representatif tak bisa mengandalkan APBD semata. Keterlibatan investor menjadi penting. Dalam kondisi ekonomi seperti begini saja, mantan bupati Kutai Timur itu menyebut, pemodal banyak berdatangan. Tentu saja, mereka memiliki perhitungan terhadap Kaltim. “Jawabannya, karena ke depan ekonomi Kaltim akan lebih baik. Itu keyakinan saya. Statistik di BPS (Badan Pusat Statistik) menyampaikan angka-angka kenaikan itu,” ucapnya.

Banyak potensi yang bisa dikembangkan daerah ini. Menurut Faroek, agrobisnis dapat menjadi harapan. Maka itu, sekarang sedang digalakkan menanam jagung dan komoditas lain yang mudah dan cepat dinikmati rakyat. Sepanjang 2016, luas tanam jagung sebanyak 11,5 ribu hektare. Pada 2016 ini dan tahun depan akan terus berlanjut. Dampak dari upaya tersebut akan terlihat bagus. Swasembada pangan bakal terwujud pada 2017 dan swasembada beras pada 2018.

“Dengan catatan, upaya sungguh-sungguh. Bupati dan wali kota jangan asyik dengan program yang dibuat mendadak, hanya untuk kepentingan politik,” ujar politikus Partai NasDem itu. Tiap daerah, lanjut dia, dapat fokus dengan komoditas unggul dan mudah dikembangkan. Sebagai contoh, cabai. Pengembangannya sama mudahnya dengan singkong dan kedelai.

Sementara itu, soal peluang investasi ke depan, tak lain di industri hilir. Sekarang saja, tutur dia, banyak proposal yang maju ke mejanya. Tapi, semuanya dalam pertimbangan. Salah satunya, bisnis semen. Di samping itu, produk turunan batu bara, seperti pupuk dan amonium nitrat. Kelapa sawit pun tidak ketinggalan. “Banyak sekali yang bisa dimaksimalkan dan dibangun,” imbuhnya.

Apalagi ekspor sudah terbuka direct call  dari Balikpapan ke luar negeri. Menjadi harapan dirinya, bisa dimanfaatkan kalangan pengusaha di Kaltim. Menurut dia, komoditas yang memungkinkan, antara lain udang, lada, rumput laut, dan buah naga. “Nyatanya (pengusaha) enggak bisa menjamin kontinuitas. Sekali ekspor bisa, kedua juga bisa, tapi ketiganya kosong,” terang dia.

Para pengusaha beralasan ketersediaan ladang untuk menanam. Menurut Faroek, lahan di Kaltim masih luas. Tinggal pengusaha bekerja sama dengan bupati/wali kota memanfaatkan lahan telantar. Jadi, tinggal bergantung kemauan.

Sekprov Kaltim Rusmadi menambahkan, menjadi tugas pemerintah menyiapkan infrastruktur yang menunjang transformasi ekonomi ke arah hilirisasi. Upaya lain, perizinan dipermudah dan mendorong APBN masuk.

“Konsep kawasan industri menjadi jawaban. Mengalokasikan APBD sebagai stimulan,” terang doktor jebolan University of the Philippines Los Banos itu.

Sebab, APBD tak mampu jika menanggung seluruhnya. Dari total produk domestik regional bruto (PDRB) Kaltim 2015 mencapai Rp 586 triliun, yang kembali ke daerah hanya Rp 20 triliunan. Akhirnya, ruang fiskal daerah ini terlalu kecil. Jadi, memang, investasi swasta menjadi tumpuan dalam membangun. Di samping itu, ekspor memiliki andil. Itu yang menjadi alasan pemprov mendorong Pelabuhan Kariangau, Balikpapan, bisa melayani pelayaran ekspor. “Itu supaya bisa langsung ekspor dari Balikpapan,” katanya.

Dikatakan, struktur ekonomi Kaltim berbeda dengan nasional. Kaltim didominasi komoditas yang bergantung ekspor, sedangkan yang mendominasi nasional adalah konsumsi rumah tangga hingga mencapai 50 persen. Maka tidak heran, terang dia, ketika ekspor di Kaltim terganggu, maka terusik pula perekonomian. “Ini saja masih negatif. Proyeksi BI (Bank Indonesia) sampai 2017 masih sama. Tapi, mudah-mudahan positif,” harap dia. (ril/far/k8)

 


BACA JUGA

Selasa, 20 Juni 2017 08:27

Waspada Kolesterol setelah Lebaran

Pada momen setelah Lebaran, banyak orang yang mengalami gangguan kesehatan. Biasanya kolesterol tinggi…

Selasa, 20 Juni 2017 08:25

Utamakan Buah, Masakan Jangan Dipanasi Terus

BANYAKNYA makanan dan kegiatan sudah menjadi tradisi di hari yang fitri.  Namun jika tak dijaga…

Selasa, 20 Juni 2017 08:22

Cermat Mengolah Daging

LEBARAN semakin dekat. Untuk menyambut momen tersebut, kebiasaan masyarakat di rumah menyediakan menu-menu…

Selasa, 13 Juni 2017 12:09

WASPADALAH...!! Lebaran Mendekat, Perampok Makin Nekat

Meningkatnya perputaran uang membuat perampokan jadi kejahatan yang khas jelang Lebaran. PERISTIWA peroncean…

Selasa, 13 Juni 2017 08:44

Hindari Kecurigaan dengan Transaksi Nontunai

MEMINIMALISASI belanja menggunakan uang tunai adalah upaya Novitrisari Istidevi agar selalu aman dari…

Selasa, 06 Juni 2017 08:39

Seribu Wajah sang Perusak Organ

  Lupus memang bukan penyakit baru di Indonesia. Namun kenyataannya, masih banyak orang yang tidak…

Selasa, 06 Juni 2017 08:36

Enggan Salahkan Keadaan, Orangtua Jadi Pelecut Semangat

  Di usia yang tergolong masih dini, Anisa Rizky Ameilia dan Arrahman harus berjibaku sebagai penderita…

Selasa, 06 Juni 2017 08:33

Mengancam Organ Vital Anak

LUPUS pada usia balita tergolong unik dan langka. Jumlah kasusnya jauh lebih sedikit dibandingkan dewasa.…

Selasa, 06 Juni 2017 08:32

Saling Menguatkan lewat Kula Kupu Borneo

SEMENJAK resmiberdiri 21 Mei 2016 lalu, Kula Kupu Borneo (KKB) memiliki beragam kesibukan untuk membantu…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .