MANAGED BY:
SABTU
16 DESEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

FEATURE

Selasa, 14 Maret 2017 08:28
Diolah Jadi Sambal yang Mengandung Senyawa Aktif

Cerita Dua Mahasiswa Unmul Bawa Mandai Mendunia

SEDERHANA TAPI BERKUALITAS: Fahmi Ilmi Sinatriya dan Henoch Tegar Prakorso membuat terobosan sambal dari bahan dasar mandai.

PROKAL.CO, Berawal dari kejenuhan menikmati menu yang itu-itu saja, dua mahasiswa Universitas Mulawarman ini berhasil menciptakan olahan mandai yang lezat. Cikal bakal sambal Nusantara dari Pulau Borneo.

DINA ANGELINA, Balikpapan

WARGA Benua Etam tentunya tak asing lagi dengan mandai. Olahan makanan dari kulit cempedak yang diasinkan. Melalui proses fermentasi, kulit buah ini menjadi lembut dan layak konsumsi. Bagaimana jika mandai tampil sebagai produk sambal? Warna merah gelap dari sambal dapat menggugah selera makan.

Gagasandatang dari dua mahasiswa Universitas Mulawarman (Unmul). Yaitu Fahmi Ilmi Sinatriya dan Henoch Tegar Prakorso. Keduanya membuat olahan mandai sambal dalam bentuk kemasan yang bisa diperjualbelikan dengan praktis dan higienis. Namanya Sambal Mandai Awak.

Fahmi menuturkan, ide ini muncul mengingat banyaknya penggemar mandai di Samarinda. Padahal, mandai merupakan makanan khas yang berasal dari Kalimantan Selatan. Namun, saking booming-nya, entah mulai kapan makanan ini sudah tersebar ke seluruh wilayah Pulau Kalimantan, termasuk Kaltim. Fahmi dan Henoch tergolong pencinta makanan ini. Mereka sudah cukup bosan karena mandai tampil tanpa perubahan.

Ditambah lagi kondisi penjual mandai di Kota Tepian juga tidak berubah dari masa ke masa.Lalu, lahirlah ide untuk memodifikasi rasa mandai. Keduanya pun melakukan branding pada mandai dengan cara yang berbeda dan modern. “Ibaratnya, mandai ini jadi makanan khas yang punya potensi terjual di pasar nasional hingga internasional. Tapi bagaimana kita bisa jual, kemasan saja tidak begitu diperhatikan. Alias masih seadanya dan membuat orang ragu membeli,” kata mahasiswa kelahiran 28 Oktober 1993 itu.

Pada umumnya, terang dia, orang Indonesia suka dengan beragam jenis sambal. Sehingga lidah masyarakat tidak akan sulit menerima kehadiran produk sambal. Hal ini menjadi alasan lain, mengapa mereka memilih membuat mandai menjadi sebuah sambal. Apalagi, menurut dia, saat ini sambal masih tergolong kurang variasi.

“Jadi, kami buat sambal dengan kombinasi olahan makanan lokal. Peluang pasar besar dan bahan baku utama tersedia banyak,” tuturnya. Bagian menarik dan spesial dari Sambal Mandai Awak juga datang lewat pembuatannya. Yakni sedikit sekali penggunaan garam dalam proses fermentasi mandai.

Berbeda dengan mandai umumnya, garam justru menjadi kunci dari proses fermentasi. Mahasiswa Jurusan Psikologi tersebut mengatakan, sengaja menghindari penggunaan garam yang cukup banyak. Sebab, efek garam yang berlebih dapat mendatangkan risiko seperti gangguan ginjal.

Lalu, bagaimana mereka melakukan fermentasi? Ternyata resepnya ada pada penggunaan yakult. Jadi, timnya menggunakan bakteri prebiotik yang terkandung dalam yakult. Nantinya, yakult dapat melakukan fermentasi dengan baik dan menghasilkan rasa yang gurih. Henoch menjelaskan, fermentasi kulit cempedak dari bantuan prebiotik tersebut dapat memecah senyawa aktif.

“Kelebihan mandai ini, punya kandungan senyawa aktif yang berfungsi menangkal radikal bebas. Kalau sambal pasaran, isinya hanya lombok biasa. Tapi produk sambal hasil kombinasi mandai dan cara fermentasi khusus itu memiliki kandungan fungsional yang bermanfaat bagi kesehatan,” ucap pria asal Batu Timbau, Kabupaten Kutai Timur itu.

Mahasiswa Jurusan Teknologi Hasil Pertanian tersebut berkisah, dirinya kesulitan dalam produksi Sambal Mandai Awak adalah waktu. Sebab, proses fermentasi membutuhkan waktu hingga tujuh hari. Kemudian, tempat pembuatan sambal juga harus jadi perhatian. Cari tempat yang bersih agar bebas dari pencemaran.

Kemudian, mereka juga perlu menciptakan kemasan mandai semenarik mungkin. Semua itu untuk menarik minat pembeli dan produk dapat bersaing di pasar. “Kalau kemasan kami masih harus pesan ke Jawa karena di sini stok botol seperti itu terbatas. Rencananya akan kami jual Rp 25 ribu untuk kemasan 250 gram,” katanya bersemangat.

Henoch mengaku optimistis dengan produk timnya. Bagaimanapun, Sambal Mandai Awak memiliki beragam nilai produk yang menjual. Mulai bahan baku lokal, tidak menggunakan bahan pengawet, kemasan praktis, higienis, tahan lama, dan rasa unik seperti daging ayam.

“Kami punya mimpi produksi sambal mandai ini secara massal dan bisa jadi produk ikon oleh-oleh khas Kaltim,” tandasnya. (riz/k16)

 


BACA JUGA

Minggu, 10 Desember 2017 11:21

Kinigalau Kampung Sebelah

Oji hanya bisa bengong. Dia tak mengira, Lapangan Kinigalau di Kampung Sebelah yang jadi tempat bermainnya…

Selasa, 05 Desember 2017 11:02

Dari Ingin Eksistensi hingga Kurang Perhatian Orangtua

Aksi remaja usia SMA yang mengunggah aksinya berciuman di Mahakam Lampion Garden mendapat tanggapan…

Sabtu, 02 Desember 2017 07:46

Berusia Lebih 70 Tahun, Lahirkan Pesepak Bola Besar

Lapangan Kinibalu bukanlah lapangan biasa bagi Kota Tepian. Sederet nama besar pesepakbola lahir dari…

Sabtu, 02 Desember 2017 07:27

Tinggal Bersama Keluarga Ateis, Aktivitas Agama Justru Didukung

An-Nahl Aulia Hakim merupakan satu dari empat siswa SMA 1 Balikpapan yang diterbangkan ke luar negeri…

Sabtu, 02 Desember 2017 06:59

Meneteskan Air Mata Kala Dengar Curhat PSK

Menjadi petugas trantib (ketenteraman dan ketertiban) pada Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten…

Jumat, 01 Desember 2017 07:38

Asuh 40 Anak Yatim Piatu, Suami Meninggal karena Depresi

Perempuan ini telah menghabiskan waktu 11 tahun hidup bersama human immunodeficiency virus (HIV). Bukan…

Kamis, 30 November 2017 08:34

Bawa Rempah Sendiri, Sanggup Menampung 20 Orang

Sauna ini baru pertama di TPA yang ada di Indonesia. Terobosan ini dulunya sempat dianggap gila. GUNUNGAN…

Rabu, 29 November 2017 08:35

Pengajuan Anggaran Molor, Hasil Musrenbang Belum Diakomodasi

  Masalah utang pihak ketiga yang tak kunjung tuntas menghantui Pemkot Samarinda. Solusi sejatinya…

Selasa, 28 November 2017 08:38

Harus Cerdas Ekspos Temuan agar Tak Ditunggangi Kepentingan Politik

Investigasi Kaltim Post pada Desember 2016 di wilayah Muara Jawa, Kutai Kartanegara, berdampak signifikan.…

Sabtu, 25 November 2017 07:44

Sebagian Besar Makanan yang Dikonsumsi Diolah Sendiri

Pada usia yang memasuki angka 80 tahun, artis Titiek Puspa seolah tak kalah dengan penuaan. Wajahnya…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .