MANAGED BY:
SELASA
23 MEI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

FEATURE

Selasa, 14 Maret 2017 08:28
Diolah Jadi Sambal yang Mengandung Senyawa Aktif

Cerita Dua Mahasiswa Unmul Bawa Mandai Mendunia

SEDERHANA TAPI BERKUALITAS: Fahmi Ilmi Sinatriya dan Henoch Tegar Prakorso membuat terobosan sambal dari bahan dasar mandai.

PROKAL.CO, Berawal dari kejenuhan menikmati menu yang itu-itu saja, dua mahasiswa Universitas Mulawarman ini berhasil menciptakan olahan mandai yang lezat. Cikal bakal sambal Nusantara dari Pulau Borneo.

DINA ANGELINA, Balikpapan

WARGA Benua Etam tentunya tak asing lagi dengan mandai. Olahan makanan dari kulit cempedak yang diasinkan. Melalui proses fermentasi, kulit buah ini menjadi lembut dan layak konsumsi. Bagaimana jika mandai tampil sebagai produk sambal? Warna merah gelap dari sambal dapat menggugah selera makan.

Gagasandatang dari dua mahasiswa Universitas Mulawarman (Unmul). Yaitu Fahmi Ilmi Sinatriya dan Henoch Tegar Prakorso. Keduanya membuat olahan mandai sambal dalam bentuk kemasan yang bisa diperjualbelikan dengan praktis dan higienis. Namanya Sambal Mandai Awak.

Fahmi menuturkan, ide ini muncul mengingat banyaknya penggemar mandai di Samarinda. Padahal, mandai merupakan makanan khas yang berasal dari Kalimantan Selatan. Namun, saking booming-nya, entah mulai kapan makanan ini sudah tersebar ke seluruh wilayah Pulau Kalimantan, termasuk Kaltim. Fahmi dan Henoch tergolong pencinta makanan ini. Mereka sudah cukup bosan karena mandai tampil tanpa perubahan.

Ditambah lagi kondisi penjual mandai di Kota Tepian juga tidak berubah dari masa ke masa.Lalu, lahirlah ide untuk memodifikasi rasa mandai. Keduanya pun melakukan branding pada mandai dengan cara yang berbeda dan modern. “Ibaratnya, mandai ini jadi makanan khas yang punya potensi terjual di pasar nasional hingga internasional. Tapi bagaimana kita bisa jual, kemasan saja tidak begitu diperhatikan. Alias masih seadanya dan membuat orang ragu membeli,” kata mahasiswa kelahiran 28 Oktober 1993 itu.

Pada umumnya, terang dia, orang Indonesia suka dengan beragam jenis sambal. Sehingga lidah masyarakat tidak akan sulit menerima kehadiran produk sambal. Hal ini menjadi alasan lain, mengapa mereka memilih membuat mandai menjadi sebuah sambal. Apalagi, menurut dia, saat ini sambal masih tergolong kurang variasi.

“Jadi, kami buat sambal dengan kombinasi olahan makanan lokal. Peluang pasar besar dan bahan baku utama tersedia banyak,” tuturnya. Bagian menarik dan spesial dari Sambal Mandai Awak juga datang lewat pembuatannya. Yakni sedikit sekali penggunaan garam dalam proses fermentasi mandai.

Berbeda dengan mandai umumnya, garam justru menjadi kunci dari proses fermentasi. Mahasiswa Jurusan Psikologi tersebut mengatakan, sengaja menghindari penggunaan garam yang cukup banyak. Sebab, efek garam yang berlebih dapat mendatangkan risiko seperti gangguan ginjal.

Lalu, bagaimana mereka melakukan fermentasi? Ternyata resepnya ada pada penggunaan yakult. Jadi, timnya menggunakan bakteri prebiotik yang terkandung dalam yakult. Nantinya, yakult dapat melakukan fermentasi dengan baik dan menghasilkan rasa yang gurih. Henoch menjelaskan, fermentasi kulit cempedak dari bantuan prebiotik tersebut dapat memecah senyawa aktif.

“Kelebihan mandai ini, punya kandungan senyawa aktif yang berfungsi menangkal radikal bebas. Kalau sambal pasaran, isinya hanya lombok biasa. Tapi produk sambal hasil kombinasi mandai dan cara fermentasi khusus itu memiliki kandungan fungsional yang bermanfaat bagi kesehatan,” ucap pria asal Batu Timbau, Kabupaten Kutai Timur itu.

Mahasiswa Jurusan Teknologi Hasil Pertanian tersebut berkisah, dirinya kesulitan dalam produksi Sambal Mandai Awak adalah waktu. Sebab, proses fermentasi membutuhkan waktu hingga tujuh hari. Kemudian, tempat pembuatan sambal juga harus jadi perhatian. Cari tempat yang bersih agar bebas dari pencemaran.

Kemudian, mereka juga perlu menciptakan kemasan mandai semenarik mungkin. Semua itu untuk menarik minat pembeli dan produk dapat bersaing di pasar. “Kalau kemasan kami masih harus pesan ke Jawa karena di sini stok botol seperti itu terbatas. Rencananya akan kami jual Rp 25 ribu untuk kemasan 250 gram,” katanya bersemangat.

Henoch mengaku optimistis dengan produk timnya. Bagaimanapun, Sambal Mandai Awak memiliki beragam nilai produk yang menjual. Mulai bahan baku lokal, tidak menggunakan bahan pengawet, kemasan praktis, higienis, tahan lama, dan rasa unik seperti daging ayam.

“Kami punya mimpi produksi sambal mandai ini secara massal dan bisa jadi produk ikon oleh-oleh khas Kaltim,” tandasnya. (riz/k16)

 


BACA JUGA

Jumat, 19 Mei 2017 12:00
Menilik Manuver Dua Bakal Calon Gubernur

Jaang-Rizal Makin Lengket, Rita Dapat Bisikan dari KPK

Manuver dua kandidat kuat calon gubernur (Cagub) Kaltim periode 2018-2022 kian kencang. Rita Widyasari…

Rabu, 17 Mei 2017 09:47

Dekapan Hangat Senjata hingga Mimisan

Mengemban tugas negara di daerah konflik tidaklah mudah. Butuh mental wira agar mampu mengatasinya.…

Selasa, 16 Mei 2017 08:46

Kalau Sudah Tahu Tekniknya Bakal Ketagihan

Menggendong bayi terlihat sepele. Namun, ada baiknya Anda mengetahui posisi menggendong yang tepat,…

Sabtu, 13 Mei 2017 02:06

Ingin Kuliah, Fokuskan ke Pendidikan

Menghilangkan trauma dalam kasus kekerasan anak dianggap tak mudah. Namun, berbagai cara dilakukan untuk…

Sabtu, 13 Mei 2017 01:56

Media Sosial Sekarang Jadi Sarana Menggunjing

Kebiasaan Safari Jumat oleh Kapolda Kaltim Irjen Pol Safaruddin terus dijalankan. Kemarin, dia menjadi…

Sabtu, 13 Mei 2017 00:59

Tiga Bulan Bayar Rp 94 Ribu, Bocor Pun Tak Ada Semburan Api

Penggunaan jaringan gas (jargas) sebagai konversi tabung LPG menuai respons positif. Beberapa konsumen…

Jumat, 12 Mei 2017 08:47

Aman dari Gempa Namun Diadang Biaya Konstruksi

Bukan perkara mudah menghadirkan kereta api di Kalimantan, khususnya di Kaltim. Permasalahan utama adalah,…

Jumat, 12 Mei 2017 07:51

Bergerak, Obat Bagus untuk Diabetes

Obesitas bisa menjadi sumber berbagai penyakit. Maka, orang dengan usia di atas 18 tahun sangat disarankan…

Kamis, 11 Mei 2017 07:51

Surprise, Penikmat Folk Tak Kalah Banyak dengan di Jawa

Bukan hal mudah mengadukan bait-bait puisi ke dalam sebuah nada. Menciptakan alunan musik yang dapat…

Rabu, 10 Mei 2017 09:52

Skedul Dihambat Cuaca Buruk hingga Memori Riam 611

Beberapa jam sebelum acara penutupan, rombongan Kodam VI/Mulawarman dan Kaltim Post sempat waswas. Hujan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .