MANAGED BY:
SENIN
27 FEBRUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

UTAMA

Jumat, 17 Februari 2017 12:12
Terdakwa Korupsi Ini Serahkan Diri setelah Pengajian

Korupsi Berjamaah Bontang, Kejari Tahu Lokasi Dody

SIAP JALANI HUKUM: Tadjuddin Pawannari saat menyerahkan diri di Kejari Bontang, kemarin.(edwin/kaltim post)

PROKAL.CO, BONTANG – Tadjuddin Pawannari akhirnya menyerahkan diri. Setelahtidak memenuhi tiga kali panggilan Kejaksaan Negeri (Kejari) Bontang, pria 62  tahun itu datang bersama istri dan anaknya ke Kejari Bontang, pukul 14.07 kemarin. Terpidana kasus korupsi berjamaah di DPRD Bontang periode 2000–2004 itu melangkah mantap memasuki ruang Jaksa Pidana Khusus.  Di ruangan itu, jaksa menanyakan kesehatan pria payuh baya tersebut. Selain itu, menandatangani beberapa berkas. Mengenakan baju bermotif garis dan bersongkok putih, anggota DPRD Bontang periode 2000–2004 itu, keluar ruangan pukul 14.32.

Kepada Kaltim Post, Tadjuddin mengatakan, sebelum menyerahkan diri, dia berada di Jakarta selama seminggu. Di sana, dia mengikuti pengajian. Meski demikian, dia tetap menjalin komunikasi dengan kejaksaan. “Saya katakan ingin menyelesaikan ibadah dulu. Setelah itu datang ke sini (Kejari),” terangnya, sembari berjalan menuju mobil yang membawanya ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas III Bontang.

Dia mengaku baru mengetahui kasusnya sudah memiliki kekuatan hukum tetap saat berada di Jakarta. Jadi, tidak bisa langsung memenuhi panggilan kejaksaan. “Saya sudah siap menjalani hukuman ini,” ungkapnya.

Sementara itu, Kasi Pidsus Kejari Bontang Novita mengatakan putusan dari Mahkamah Agung terbit pada 20 Oktober 2016. Putusan dengan nomor 1312 K/PID.SUS/2014 itu menjatuhkan vonis 4 tahun penjara dan denda Rp 200 juta subsider 6 bulan. “Terpidana (Tadjuddin) juga diharuskan mengganti kerugian negara sebesar Rp 241,6 juta jika tidak maka diganti enam bulan penjara,” terangnya.

Menurut Novita, 15 Februari lalu Tadjuddin datang ke Kejari. Namun, karena bertepatan dengan libur nasional, sehingga tidak ada petugas yang menemui. “Dia memang janji datang 15 Februari. Dari awal memang kooperatif,” jelasnya.

Dengan menyerahkan dirinya, kasus korupsi berjamaah anggota DPRD Bontang periode 2000–2004 yang ditangani Kejari Bontang, kini menyisakan perkara Dody Rondonuwu dan Asriansyah. Keduanya memilih banding setelah divonis 14 bulan penjara oleh Pengadilan Negeri Bontang. Bedanya, Asriansyah telah ditahan di Lapas, sementara Dody masih buron. Banding Dody sendiri sudah ditolak. Hukumannya bahkan bertambah dari 14 bulan menjadi 2 tahun. 

Kepala Kejari Bontang Budi Setyadi menerangkan, pihaknya masih terus memburu Dody. Dia mengaku sudah mengetahui lokasi wakil ketua DPRD Kaltim tersebut. Kejari menjalin kerja sama dengan Adhyaksa Monitoring Centre (AMC) untuk bisa meringkus politikus PDIP tersebut.

“Jangan tanya saya kapan tangkap Dody Rondonuwu. Saya akan tangkap dia jika dia masuk ke Bontang. Posisi Dody sekarang di Jakarta terus dan dia berada di tempat orang yang susah untuk disentuh. Saya tidak akan sebutkan detail di mana yang jelas di tempat orang yang susah disentuh,” ungkapnya.

TILAP HIBAH

Dari Kota Minyak,  Polres Balikpapan, kemarin, membeber pengungkapan dugaan korupsi dana hibah Pemprov Kaltim. Duit yang dikorupsi mencapai Rp 1 miliar. Pelaku merupakan pensiunan pegawai negeri sipil (PNS). Dia menggelapkan dana yang harusnya digunakan keterampilan mengemudi. Tersangka adalah Mashudi (56), warga Sepinggan.

Pada 2014, melalui  Pusat Kegiatan Belajar Mengajar (PKBM) Entrepreneur Life Skill Balikpapan, Mashudi mengajukan dana hibah. Dalam prosesnya, tersangka melakukan upaya penyelewengan dana itu. Kasus ini pun terendus penegak hukum. Sebab, laporan pertanggungjawaban yang dibuat diketahui fiktif. Ini setelah didalami polisi yang menggandeng Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Kaltim.

"PKBM Entrepreneur Life skill Balikpapan mengajukan dana Rp 1 miliar tahun 2014 lalu. Setelah dilakukan pemeriksaan, ternyata dalam laporan pertanggungjawaban dana hibah banyak yang fiktif," terang Paur Subbag Humas, Polres Balikpapan, Iptu D Suharto, Kamis (16/2).

Pengungkapan kasus korupsi ini cukup panjang. Polres melakukan penyelidikan sejak 16 Maret 2016. Berkas pun sudah dinyatakan lengkap pada 5 Desember 2016.

"Pengungkapan kasus korupsi tidak sama dengan kasus yang lain. Butuh waktu untuk mendalami kasus tersebut. Polres Balikpapan dalam hal ini juga turut menyelamatkan uang negara dan dana hibah yang paling rentan untuk dikorupsi," terang Suharto.

Dari Laporan Hasil Perhitungan Kerugian Keuangan Negara oleh BPKP, kerugian dugaan pidana korupsi ini mencapai Rp 579,9 juta. Oleh kepolisian, tersangka dijerat dengan Pasal 2 Ayat 1 dan Pasal 3 Undang-Undang RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. "Ancaman hukumannya di atas lima tahun. Tersangka cuma satu dan ada 75 saksi yang kami mintai keterangan," jelasnya. (*/and/edw/*/rdh/far/k8)


BACA JUGA

Senin, 27 Februari 2017 12:56

NGERI..!! Pedofilia Beraksi, Diduga Ratusan Anak Jadi Korban

SAMARINDA – Kasus kekerasan pada anak di Samarinda cukup mengkhawatirkan. Bahkan, pelakunya semakin…

Senin, 27 Februari 2017 12:45
Pembunuhan Juragan Angkot di Balikpapan

MENGEJUTKAN..!! Ternyata Juragan Angkot Itu Dihabisi Anak Sendiri

BALIKPAPAN – Pembunuhan Mulyadi, Putera Susilo, dan Lasiyem hingga kemarin (26/2) masih menyisakan…

Senin, 27 Februari 2017 12:12

Biaya Logistik Ditekan, Barang Jadi Murah

PROGRAM tol laut yang digagas Presiden Jokowi diyakini sejumlah pihak bakal mengurangi beban logistik.…

Senin, 27 Februari 2017 12:00

Inflasi Februari Lebih Rendah

JAKARTA – Inflasi awal tahun ini cukup tinggi, yakni di angka 0,97 persen. Besaran inflasi tersebut…

Senin, 27 Februari 2017 11:53
Pembunuhan Juragan Angkot di Balikpapan

Dua Tersangka Ternyata Penjual Salome, Disumpahi Pemilik Kontrakan

DARI penelusuran Kaltim Post di rumah tersangka Fendy dan Adda, dari pemeriksaan awal kepolisian, keduanya…

Senin, 27 Februari 2017 11:48
Pembunuhan Juragan Angkot di Balikpapan

Ada Satu Lagi Keluarga Diduga Terlibat

Selain Bambang Hermato, polisi menyatakan ada pelaku lain yang juga masih memiliki hubungan dengan korban…

Senin, 27 Februari 2017 10:28

HAYUUU..!! Reklamasi Tambang Diabaikan, Dewan Bawa ke KPK

SAMARINDA – Kasus korban tewas di lubang bekas tambang di Kaltim belum juga tuntas ditangani kepolisian.…

Senin, 27 Februari 2017 10:17

Kaltara Jadi Koordinator Percepatan Pembangunan Regional Kalimantan

Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) Irianto Lambrie berharap, sumber daya alam (SDA) di Kalimantan bisa…

Minggu, 26 Februari 2017 10:19

Pelanggaran Nyata, Berakhir Hampa

  SAMARINDA – Penanganan kasus korban tewas di lubang bekas tambang menanti hasil akhir.…

Minggu, 26 Februari 2017 10:18

Jokowi Jemput Raja Salman

JAKARTA – Pemerintah Indonesia betul-betul sibuk menyiapkan kedatangan Raja Arab Saudi Salman…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .