MANAGED BY:
KAMIS
17 AGUSTUS
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

UTAMA

Jumat, 17 Februari 2017 12:00
WNI Jadi Tersangka Pembunuhan Kim Jong-nam
DIRACUN DI BANDARA: Kim Jong Nam semasa hidup. Paspor Siti Aisyah salah satu perempuan yang diduga tersangka pembunuhan yang merupakan warga Indonesia. Foto bawah wajah yang diperkirakan tersangka saat diamankan polisi Malaysia.

PROKAL.CO, KUALA LUMPUR – Warga Negara Indonesia (WNI) bernama Siti Aisyah (25), ditangkap Kepolisian Diraja Malaysia di sebuah hotel di kawasan Ampang, Kuala Lumpur, Malaysia, kemarin (16/2) dini hari. Aisyah menjadi tersangka kasus pembunuhan Kim Jong-nam, kakak tiri Pemimpin Tertinggi Korea Utara Kim Jong-un. Kepala Kepolisian Selangor Datuk Seri Abdul Samah Mat membenarkan hal tersebut.

”Iya betul. Sudah dikonfirmasi bahwa dia (Aisyah) adalah benar WNI berdasarkan paspor dan interogasi,” katanya kepada Jawa Pos di Kuala Lumpur kemarin (16/2).

Datuk Abdul mengatakan, saat ini, pihaknya belum bisa memastikan profil detail dari Aisyah. Pihaknya, masih mendalami latar belakang Aisyah yang tertangkap kamera CCTV berada di dekat Kim Jong-nam tidak lama sebelum pria tersebut tewas. ”Untuk mendalami latar belakangnya, kami melakukan penahanan selama tujuh hari, terhitung sejak hari ini (kemarin),” ungkapnya.

Pihak KBRI Kuala Lumpur mengaku belum bertemu dengan Aisyah. Karena itu juga, pihak KBRI KL belum bisa memastikan apakah perempuan yang ditangkap itu adalah Siti Aisyah seperti data yang tertera di paspor. ”Kan bisa saja orang itu hanya memegang paspornya. Bukan pemilik paspor,” kata Yusron B Ambary, koordinator fungsi konsuler KBRI Kuala Lumpur, kepada Jawa Pos saat ditemui di kantor KBRI KL.

Terkait pembunuhan ini, sebelumnya, Doan Thi Huong ditangkap setelah aksi keduanya terekam dalam CCTV di KLIA2. Aisyah kemudian ditangkap berdasarkan penyelidikan dan identifikasi melalui rekaman CCTV. Namun, hingga saat ini, pihak Kepolisian Malaysia belum merilis gambar Aisyah yang terekam CCTV. Mereka diduga terlibat dalam pembunuhan Kim Jong-nam. Aisyah dan Doan Thi Huong ditangkap secara terpisah.

Doan Thi Huong ditangkap terlebih dahulu di KLIA2 pada 15 Februari pukul 08.20. Pada hari yang sama, seorang pria berkebangsaan Malaysia bernama Muhammad Farid bin Jalaluddin juga ditangkap karena diduga sebagai kekasih dari salah satu tersangka perempuan. Dia ditangkap di kawasan Ampang.

Keesokan harinya, tepat pukul 02.00 dini hari, Polisi Kerajaan Malaysia menangkap Aisyah di sebuah hotel di kawasan Ampang. Datuk Abu mengatakan, Aisyah dan Farid ditangkap di dua lokasi berbeda. ”Untuk detail lokasinya, kami tidak bisa share,” tutur Datuk Abu.

Saat ini, tiga orang yang sudah diamankan tersebut akan ditahan selama tujuh hari terhitung dari kemarin untuk dilakukan pemeriksaan. Ditanya mengenai kemungkinan ada tersangka lain, Datuk Abu enggan berkomentar. Menurut dia, untuk saat ini, pihaknya masih harus mendalami kasus dan menunggu perkembangannya.

Kim Jong-nam dilaporkan terbunuh di KLIA2 sekitar pukul 21.00 pada 13 Februari lalu saat sedang menunggu pesawat yang akan membawanya ke Macau. Saat sedang menunggu pesawat, seseorang sempat merangkul Kim Jong-nam dan melemparkan cairan kepadanya. Tidak lama, dia yang mengaku pusing meminta tolong kepada resepsionis bandara untuk membawanya ke klinik di bandara tersebut.

Kim Jong-nam yang sempat kejang-kejang lalu dibawa dengan menggunakan tandu dan dilarikan ke rumah sakit Putra Jaya. Dalam perjalanan menuju rumah sakit, Kim Jong-nam meninggal dunia. Kematiannya yang tidak wajar itu kemudian mendapat perhatian dunia. Terlebih, dia adalah anak Kim Jong Il.  

MASIH DITAHAN

Deputi Perdana Menteri Ahmad Zahid Hamidi menjelaskan, Kim Jong-nam masuk Malaysia menggunakan paspor atas nama Kim Chol. Zahid menduga, Kim Jong-nam membawa dua identitas berbeda. Namun, dia menegaskan, paspor yang dibawa Kim Jong-nam adalah paspor asli yang diterbitkan oleh pemerintah Korea Utara.

”Kemungkinan ini adalah dokumen undercover. Tapi ini adalah paspor asli,” katanya kepada wartawan saat ditemui setelah menghadiri rapat di Putrajaya, Malaysia, kemarin.

Terkait dengan jenazah Kim Jong-nam yang sampai berita ini diturunkan masih berada di Institut Perubatan Forensik Negara (IPFN) Hospital Kuala Lumpur, Malaysia. Pemerintah Malaysia akan memfasilitasi permintaan pemerintah Korea Utara untuk memulangkan jenazah Kim Jong-nam. Namun, hal tersebut harus dilakukan secara prosedural.  

Hingga saat ini, Malaysia masih belum menerima permintaan resmi pemulangan jenazah dari keluarga Kim Jong-nam. (and/jpnn/far/k8)


BACA JUGA

Rabu, 16 Agustus 2017 10:29

Calon Berpotensi Kawin Paksa

SAMARINDA – Sebagai satu-satunya bakal calon gubernur (cagub) yang sudah mendapatkan perahu politik…

Rabu, 16 Agustus 2017 10:27

Tarif Ditetapkan Paksa oleh Komura

SAMARINDA – Kasus dugaan pungutan liar (pungli) di Terminal Peti Kemas (TPK) Palaran, Samarinda,…

Rabu, 16 Agustus 2017 10:21

Bukan Start yang Buruk

KUALA LUMPUR – Timnas Indonesia U-22 mulai menjejak dalam persaingan di pentas SEA Games 2017.…

Rabu, 16 Agustus 2017 10:16

Lunasi Jamrek, 17 IUP Produksi Lagi

SAMARINDA – Izin usaha pertambangan (IUP) yang statusnya dihentikan sementara tersisa sepekan…

Rabu, 16 Agustus 2017 10:14

Big Reds Siapkan Bendera Raksasa

BALIKPAPAN – Meski masih sekitar tiga bulan lagi. Antusias suporter klub sepak bola Liverpool…

Rabu, 16 Agustus 2017 10:10

Beri Layanan Antar Gratis saat Kondisi Darurat

Berjualan online, seperti jasa pengantaran barang maupun penumpang, sudah lumrah di kota besar. Bisnis…

Selasa, 15 Agustus 2017 10:24
Konstelasi Jelang Pilgub 2018 Masih Dinamis

Banyak Pilihan Calon Gubernur, Untungkan Warga

SAMARINDA – Konstelasi politik jelang Pemilihan Gubernur (Pilgub) Kaltim 2018 masih begitu cair.…

Selasa, 15 Agustus 2017 10:17

Salah Strategi, Duit Nganggur Bertambah

BALIKPAPAN – Memasuki pertengahan Agustus, realisasi fisik dan keuangan Kaltim belum menggembirakan.…

Selasa, 15 Agustus 2017 10:12

AIS Siapkan Sambutan Meriah

BALIKPAPAN – Puluhan ribu suporter Arsenal yang tergabung dalam Arsenal Indonesia Suporter (AIS)…

Selasa, 15 Agustus 2017 10:10

Nikmatnya Mobil Canggih yang Berawal dari Mimpi si “Orang Gila”

Masa depan. Itulah cerminan mobil listrik yang di Indonesia begitu didorong Dahlan Iskan, mantan Menteri…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .