MANAGED BY:
JUMAT
23 JUNI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

UTAMA

Jumat, 17 Februari 2017 12:00
WNI Jadi Tersangka Pembunuhan Kim Jong-nam
DIRACUN DI BANDARA: Kim Jong Nam semasa hidup. Paspor Siti Aisyah salah satu perempuan yang diduga tersangka pembunuhan yang merupakan warga Indonesia. Foto bawah wajah yang diperkirakan tersangka saat diamankan polisi Malaysia.

PROKAL.CO, KUALA LUMPUR – Warga Negara Indonesia (WNI) bernama Siti Aisyah (25), ditangkap Kepolisian Diraja Malaysia di sebuah hotel di kawasan Ampang, Kuala Lumpur, Malaysia, kemarin (16/2) dini hari. Aisyah menjadi tersangka kasus pembunuhan Kim Jong-nam, kakak tiri Pemimpin Tertinggi Korea Utara Kim Jong-un. Kepala Kepolisian Selangor Datuk Seri Abdul Samah Mat membenarkan hal tersebut.

”Iya betul. Sudah dikonfirmasi bahwa dia (Aisyah) adalah benar WNI berdasarkan paspor dan interogasi,” katanya kepada Jawa Pos di Kuala Lumpur kemarin (16/2).

Datuk Abdul mengatakan, saat ini, pihaknya belum bisa memastikan profil detail dari Aisyah. Pihaknya, masih mendalami latar belakang Aisyah yang tertangkap kamera CCTV berada di dekat Kim Jong-nam tidak lama sebelum pria tersebut tewas. ”Untuk mendalami latar belakangnya, kami melakukan penahanan selama tujuh hari, terhitung sejak hari ini (kemarin),” ungkapnya.

Pihak KBRI Kuala Lumpur mengaku belum bertemu dengan Aisyah. Karena itu juga, pihak KBRI KL belum bisa memastikan apakah perempuan yang ditangkap itu adalah Siti Aisyah seperti data yang tertera di paspor. ”Kan bisa saja orang itu hanya memegang paspornya. Bukan pemilik paspor,” kata Yusron B Ambary, koordinator fungsi konsuler KBRI Kuala Lumpur, kepada Jawa Pos saat ditemui di kantor KBRI KL.

Terkait pembunuhan ini, sebelumnya, Doan Thi Huong ditangkap setelah aksi keduanya terekam dalam CCTV di KLIA2. Aisyah kemudian ditangkap berdasarkan penyelidikan dan identifikasi melalui rekaman CCTV. Namun, hingga saat ini, pihak Kepolisian Malaysia belum merilis gambar Aisyah yang terekam CCTV. Mereka diduga terlibat dalam pembunuhan Kim Jong-nam. Aisyah dan Doan Thi Huong ditangkap secara terpisah.

Doan Thi Huong ditangkap terlebih dahulu di KLIA2 pada 15 Februari pukul 08.20. Pada hari yang sama, seorang pria berkebangsaan Malaysia bernama Muhammad Farid bin Jalaluddin juga ditangkap karena diduga sebagai kekasih dari salah satu tersangka perempuan. Dia ditangkap di kawasan Ampang.

Keesokan harinya, tepat pukul 02.00 dini hari, Polisi Kerajaan Malaysia menangkap Aisyah di sebuah hotel di kawasan Ampang. Datuk Abu mengatakan, Aisyah dan Farid ditangkap di dua lokasi berbeda. ”Untuk detail lokasinya, kami tidak bisa share,” tutur Datuk Abu.

Saat ini, tiga orang yang sudah diamankan tersebut akan ditahan selama tujuh hari terhitung dari kemarin untuk dilakukan pemeriksaan. Ditanya mengenai kemungkinan ada tersangka lain, Datuk Abu enggan berkomentar. Menurut dia, untuk saat ini, pihaknya masih harus mendalami kasus dan menunggu perkembangannya.

Kim Jong-nam dilaporkan terbunuh di KLIA2 sekitar pukul 21.00 pada 13 Februari lalu saat sedang menunggu pesawat yang akan membawanya ke Macau. Saat sedang menunggu pesawat, seseorang sempat merangkul Kim Jong-nam dan melemparkan cairan kepadanya. Tidak lama, dia yang mengaku pusing meminta tolong kepada resepsionis bandara untuk membawanya ke klinik di bandara tersebut.

Kim Jong-nam yang sempat kejang-kejang lalu dibawa dengan menggunakan tandu dan dilarikan ke rumah sakit Putra Jaya. Dalam perjalanan menuju rumah sakit, Kim Jong-nam meninggal dunia. Kematiannya yang tidak wajar itu kemudian mendapat perhatian dunia. Terlebih, dia adalah anak Kim Jong Il.  

MASIH DITAHAN

Deputi Perdana Menteri Ahmad Zahid Hamidi menjelaskan, Kim Jong-nam masuk Malaysia menggunakan paspor atas nama Kim Chol. Zahid menduga, Kim Jong-nam membawa dua identitas berbeda. Namun, dia menegaskan, paspor yang dibawa Kim Jong-nam adalah paspor asli yang diterbitkan oleh pemerintah Korea Utara.

”Kemungkinan ini adalah dokumen undercover. Tapi ini adalah paspor asli,” katanya kepada wartawan saat ditemui setelah menghadiri rapat di Putrajaya, Malaysia, kemarin.

Terkait dengan jenazah Kim Jong-nam yang sampai berita ini diturunkan masih berada di Institut Perubatan Forensik Negara (IPFN) Hospital Kuala Lumpur, Malaysia. Pemerintah Malaysia akan memfasilitasi permintaan pemerintah Korea Utara untuk memulangkan jenazah Kim Jong-nam. Namun, hal tersebut harus dilakukan secara prosedural.  

Hingga saat ini, Malaysia masih belum menerima permintaan resmi pemulangan jenazah dari keluarga Kim Jong-nam. (and/jpnn/far/k8)


BACA JUGA

Kamis, 22 Juni 2017 13:00

ALAMAKKK..!! Lihatlah, Samarinda “Dihantam” Atas-Bawah

SAMARINDA – Banjir menjadi momok yang mendampingi datangnya Lebaran di Samarinda. Cuaca ekstrem…

Kamis, 22 Juni 2017 12:00
JEJAK CHENG HO DARI TIONGKOK KE INDONESIA (25)

Pempek Pun Diperkirakan dari Tiongkok

KEDATANGAN Cheng Ho dan penumpasan bajak laut menjadikan Bumi Sriwijaya lebih tenang. Akulturasi budaya…

Kamis, 22 Juni 2017 11:11

Pemprov Dorong Percepatan PLTA

JAKARTA - Usaha yang dilakukan Pemprov Kaltara akhirnya membuahkan hasil. Kawasan Industri dan Pelabuhan…

Kamis, 22 Juni 2017 11:05

Rita Lapor Menteri ESDM

SAMARINDA - Polemik pembagian porsi hak partisipasi alias participating interest (PI) milik Kaltim di…

Kamis, 22 Juni 2017 11:04

Kapolda Dukung Penuh Jawa Pos Fit Tenggarong

BALIKPAPAN – Gelaran Jawa Pos Fit Tenggarong hanya menyisakan beberapa pekan lagi. Kapolda Kaltim…

Kamis, 22 Juni 2017 11:01

Senang Kelola Majelis Taklim karena Ingin Cerdaskan Perempuan

Hampir seperempat abad Nur Jannah berkecimpung mengelola majelis taklim di Kaltim. Baginya, seorang…

Rabu, 21 Juni 2017 13:09

HATI-HATI..!! Cuaca Buruk Mengintai Selama Mudik

SAMARINDA - Mendung belum mau angkat kaki dari langit Kaltim. Setidaknya sampai Idulfitri. Badan Meteorologi,…

Rabu, 21 Juni 2017 13:00

YANG MUDIK WASPADALAH...!! Rute Kaltim-Kalsel Paling Rawan

BALIKPAPAN – Poros Balikpapan-Samarinda masih menyandang label jalur tengkorak di Kaltim. Walaupun…

Rabu, 21 Juni 2017 12:12
Istri Gubernur Bengkulu Kena OTT, Diduga Suap Proyek Jalan

MANTAP..!! Quattrick OTT KPK Jelang Lebaran

JAKARTA – Bengkulu layak masuk zona merah korupsi. Sebab, sepanjang dua minggu selama bulan Ramadan…

Rabu, 21 Juni 2017 11:03

700 Lubang Sudah Ditambal, Warga Diminta Atur Waktu Mudik

SAMARINDA- Kepala Bidang Perhubungan Darat, Dinas Perhubungan (Dishub) Kaltim, Mahmud Samsul Hadi, menuturkan,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .