MANAGED BY:
SABTU
24 JUNI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

UTAMA

Jumat, 17 Februari 2017 10:27
NAIK..!! Ongkos Naik Haji Jadi Rp 38,7 Juta

Tambah Jatah Makan, Living Cost Berkurang

PROKAL.CO, SAMARINDA – Ongkos naik hajitahun ini hampir dipastikan naik. Sejumlah faktor jadi pemicu. Seperti kenaikan kurs dolar Amerika Serikat, bertambahnya jumlah jamaah, hingga tingginya harga avtur. Biaya penyelenggaraan ibadah haji (BPIH) naik 3,1 persen dibanding tahun lalu. Data dari Kementerian Agama Indonesia, pada 2016, rata-rata BPIH reguler se-Indonesia Rp 34.641.304. Jika nantinya naik 3,1 persen, rata-rata menjadi Rp 35.740.107 per jamaah. Bagi Kaltim, angkanya tentu lebih tinggi lagi.  Mengacu  BPIH Kaltim sebelumnya yang masuk embarkasi Balikpapan, BPIH tahun lalu adalah Rp 37.583.508. Jika naik 3,1 persen, diperkirakan ongkos yang harus disiapkan calon jamaah haji Kaltim adalah Rp 38.748.596.

Selain Balikpapan, di seluruh Indonesia ada 11 embarkasi lain. Yakni, Aceh, Medan, Batam, Padang, Palembang, dan Jakarta. Ada juga Solo, Surabaya, Banjarmasin, Makassar, dan Lombok.  Tiap embarkasi berbeda-beda besaran BPIH-nya. Bergantung dengan cost living tiap-tiap daerah. Namun, rencana kenaikan ini belum bisa dipastikan. Kepala Kementerian Agama Kaltim Saifi pun belum berani berkomentar banyak. Sebab, saat ini dirinya masih menunggu keputusan resmi dari pusat. “Biaya ONH (ongkos naik haji–BPIH), dibahas di DPR RI. Sekarang belum ditetapkan,” ucap Saifi.

Perlu diketahui, BPIH sempat turun USD 132 alias Rp 1.768.800 pada 2016. Jadi, ada di angka Rp 34.641.304. Dengan kurs Rp 13.400, pada 2015, BPIH sebesar USD 2.717. Kemudian, menjadi USD 2.585.  Tidak hanya BPIH, kuota haji diperkirakan juga bertambah. Itu seiring dengan kebijakan Kerajaan Arab Saudi untuk menambah kuota haji Indonesia. Nah, meski kenaikan kuota haji positif, jumlah untuk jamaah haji asal Kaltim belum bisa disebutkan. “Sebab, kami belum dapat surat dari pusat tentang kuota tambahan,” sebut Saifi.

TAMBAH MAKAN

Sejumlah skenario baru disiapkan pemerintah menyambut penyelenggaraan ibadah haji tahun ini. Soal makanan menjadi salah satu fokus perbaikan. Dirjen Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umroh Kementerian Agama (Kemenag) Abdul Djamil mengungkapkan, tambahan makanan itu rencananya diberikan di Makkah. Hal itu merujuk pada masukan-masukan yang ditujukan kepada Kemenag dalam penyelenggaraan ibadah haji sebelumnya.

Dia menjelaskan, jamaah mengaku kesulitan mendapat makanan di sekitar hotel yang mereka tempati. Sebab, hotel mereka merupakan kelas bintang empat. Kalaupun ada, mereka harus merogoh kocek cukup dalam untuk satu kali makan. Sebab, rata-rata penyedia makanan hanya restoran kelas menengah dengan harga SAR 15–17 sekali makan. ”Terlebih untuk mereka yang berangkat pada gelombang pertama. Ini perlu,” ujarnya dalam rapat panja BPIH Komisi VIII, kemarin (16/2).

Jamaah gelombang pertama yang berangkat langsung dari Jakarta-Madinah akan melakukan perjalanan panjang ke Makkah. Dalam perjalanan selama 8 jam itu, banyak kemungkinan mereka sampai bukan saat jam makan yang ditentukan. Jadi, sering kali harus membuat jamaah mencari makanan sendiri di sekitar hotel. ”Sedangkan makan selanjutnya diberikan pada hari berikutnya. Jadi, mereka harus mencari makanan di sekitar hotel. Ini tidak seperti 15 tahun lalu, banyak yang menjajakan makanan di sekitar hotel,” paparnya.

Karena itu, perlu ada penambahan makanan di Makkah. Rencananya, makanan ditambah dua kali. Salah satunya diberikan dalam bentuk welcome dinner. Dengan penambahan itu, total makanan yang diberikan di Makkah sebanyak 26 kali. Rencana kebijakan tersebut tentu menyedot living cost yang diberikan pada jamaah. Bila tahun lalu jamaah diberi SAR 1.500, tahun ini dipangkas SAR 500 per jamaah. Jadi, jamaah hanya menerima SAR 1.000.

Merespons rencana tersebut, anggota Komisi VIII Achmad Mustaqim mengaku keberatan. Menurut dia, tambahan cukup diberikan satu kali. Itu pun harus diperjelas cara pembagiannya, terutama untuk jamaah yang tidak masuk dalam gelombang pertama. ”Mungkin sekali saja, jangan dua. Tentu saya melihat tambahan ini sangat bagus. Sebab, jamaah banyak mengeluh,” ungkapnya.

Kata dia, tambahan itu tentu berdampak pada besaran BPIH yang semakin membengkak. Dari rapat yang digelar tersendiri, kemungkinan terjadi kenaikan BPIH tahun ini. Yakni dari Rp 34.641.304 per orang menjadi Rp 35.740.107 per orang. Penyumbang kenaikan terbesar adalah biaya penerbangan dari Tanah Air menuju Arab Saudi. (nyc/jpnn/mia/oki/far/k8)


BACA JUGA

Sabtu, 24 Juni 2017 15:25

Mulai Bahaya di Jalan, Sudah Enam Tewas di Jalur Mudik

BONTANG–Dua hari jelang Lebaran, warga Kaltim kian disibukkan dengan arus mudik. Terutama lewat…

Sabtu, 24 Juni 2017 13:00

Potensi Zakat Besar, Sayangnya Transparansi LAZ Rendah

SAMARINDA  –  Hari Raya Idulfitri tinggal hitungan jam. Salah satu amalan penyempurna…

Sabtu, 24 Juni 2017 12:47
Lebaran, saat Jarak dan Waktu Dipangkas Teknologi Komunikasi

Pilih Virtual, Silaturahmi Bisa Tergerus

Bagi generasi 1980-an dan 1990-an, setiap menjelang Idulfitri, biasanya berburu kartu ucapan Lebaran.…

Sabtu, 24 Juni 2017 12:45
Para Tokoh Agama dalam Pembangunan Kaltim: Jos Soetomo (4-Habis)

Bangun Masjid Cheng Ho di Tiga Daerah

Selain dikenal sebagai pengusaha gaek, HM Jos Soetomo juga aktif berkecimpung dalam berbagai kegiatan…

Sabtu, 24 Juni 2017 12:30

Tergerusnya Romantisme Kartu Lebaran

PERKEMBANGAN  teknologi menyebabkan peminat kartu Lebaran menurun drastis. Kartu “legendaris”…

Sabtu, 24 Juni 2017 01:10

170 Anak Buah Terbunuh di Majapahit

Jawa menjadi salah satu tujuan utama ekspedisi Cheng Ho. Enam di antara tujuh pelayarannya menyinggahi…

Jumat, 23 Juni 2017 12:57
Teknik MISS MED, Inovasi Terbaru Operasi Tulang Belakang di Kaltim

Luka Irisan Mini, Tak Perlu Lagi ke Luar Negeri

Teknologi baru operasi tulang belakang kini bisa dilakukan di RSUD Abdul Wahab Sjahranie, Samarinda.…

Jumat, 23 Juni 2017 12:56
Arus Mudik 2017

Hari Ini Padat, Pengasong Ditegur Jenderal

BALIKPAPAN – Sejumlah titik pelayanan mudik masih buruk. Temuan itu diketahui saat Kapolda Kaltim…

Jumat, 23 Juni 2017 12:45

WAH PARAH...!! Mau Terbang, Pilot Terdeteksi Narkotika

JAKARTA – Badan Narkotika Nasional (BNN) Nusa Tengara Barat (NTB) mengamankan seorang pilot bernama…

Jumat, 23 Juni 2017 09:34

Buka Usaha untuk Ibadah, Umrahkan Jamaah yang Rajin Salat

Sukses berdagang ayam goreng, tak membuat Chusnul Dhihin lupa membantu orang lain. Dia mengaku, terobsesi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .