MANAGED BY:
SABTU
16 DESEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

UTAMA

Jumat, 17 Februari 2017 10:27
NAIK..!! Ongkos Naik Haji Jadi Rp 38,7 Juta

Tambah Jatah Makan, Living Cost Berkurang

PROKAL.CO, SAMARINDA – Ongkos naik hajitahun ini hampir dipastikan naik. Sejumlah faktor jadi pemicu. Seperti kenaikan kurs dolar Amerika Serikat, bertambahnya jumlah jamaah, hingga tingginya harga avtur. Biaya penyelenggaraan ibadah haji (BPIH) naik 3,1 persen dibanding tahun lalu. Data dari Kementerian Agama Indonesia, pada 2016, rata-rata BPIH reguler se-Indonesia Rp 34.641.304. Jika nantinya naik 3,1 persen, rata-rata menjadi Rp 35.740.107 per jamaah. Bagi Kaltim, angkanya tentu lebih tinggi lagi.  Mengacu  BPIH Kaltim sebelumnya yang masuk embarkasi Balikpapan, BPIH tahun lalu adalah Rp 37.583.508. Jika naik 3,1 persen, diperkirakan ongkos yang harus disiapkan calon jamaah haji Kaltim adalah Rp 38.748.596.

Selain Balikpapan, di seluruh Indonesia ada 11 embarkasi lain. Yakni, Aceh, Medan, Batam, Padang, Palembang, dan Jakarta. Ada juga Solo, Surabaya, Banjarmasin, Makassar, dan Lombok.  Tiap embarkasi berbeda-beda besaran BPIH-nya. Bergantung dengan cost living tiap-tiap daerah. Namun, rencana kenaikan ini belum bisa dipastikan. Kepala Kementerian Agama Kaltim Saifi pun belum berani berkomentar banyak. Sebab, saat ini dirinya masih menunggu keputusan resmi dari pusat. “Biaya ONH (ongkos naik haji–BPIH), dibahas di DPR RI. Sekarang belum ditetapkan,” ucap Saifi.

Perlu diketahui, BPIH sempat turun USD 132 alias Rp 1.768.800 pada 2016. Jadi, ada di angka Rp 34.641.304. Dengan kurs Rp 13.400, pada 2015, BPIH sebesar USD 2.717. Kemudian, menjadi USD 2.585.  Tidak hanya BPIH, kuota haji diperkirakan juga bertambah. Itu seiring dengan kebijakan Kerajaan Arab Saudi untuk menambah kuota haji Indonesia. Nah, meski kenaikan kuota haji positif, jumlah untuk jamaah haji asal Kaltim belum bisa disebutkan. “Sebab, kami belum dapat surat dari pusat tentang kuota tambahan,” sebut Saifi.

TAMBAH MAKAN

Sejumlah skenario baru disiapkan pemerintah menyambut penyelenggaraan ibadah haji tahun ini. Soal makanan menjadi salah satu fokus perbaikan. Dirjen Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umroh Kementerian Agama (Kemenag) Abdul Djamil mengungkapkan, tambahan makanan itu rencananya diberikan di Makkah. Hal itu merujuk pada masukan-masukan yang ditujukan kepada Kemenag dalam penyelenggaraan ibadah haji sebelumnya.

Dia menjelaskan, jamaah mengaku kesulitan mendapat makanan di sekitar hotel yang mereka tempati. Sebab, hotel mereka merupakan kelas bintang empat. Kalaupun ada, mereka harus merogoh kocek cukup dalam untuk satu kali makan. Sebab, rata-rata penyedia makanan hanya restoran kelas menengah dengan harga SAR 15–17 sekali makan. ”Terlebih untuk mereka yang berangkat pada gelombang pertama. Ini perlu,” ujarnya dalam rapat panja BPIH Komisi VIII, kemarin (16/2).

Jamaah gelombang pertama yang berangkat langsung dari Jakarta-Madinah akan melakukan perjalanan panjang ke Makkah. Dalam perjalanan selama 8 jam itu, banyak kemungkinan mereka sampai bukan saat jam makan yang ditentukan. Jadi, sering kali harus membuat jamaah mencari makanan sendiri di sekitar hotel. ”Sedangkan makan selanjutnya diberikan pada hari berikutnya. Jadi, mereka harus mencari makanan di sekitar hotel. Ini tidak seperti 15 tahun lalu, banyak yang menjajakan makanan di sekitar hotel,” paparnya.

Karena itu, perlu ada penambahan makanan di Makkah. Rencananya, makanan ditambah dua kali. Salah satunya diberikan dalam bentuk welcome dinner. Dengan penambahan itu, total makanan yang diberikan di Makkah sebanyak 26 kali. Rencana kebijakan tersebut tentu menyedot living cost yang diberikan pada jamaah. Bila tahun lalu jamaah diberi SAR 1.500, tahun ini dipangkas SAR 500 per jamaah. Jadi, jamaah hanya menerima SAR 1.000.

Merespons rencana tersebut, anggota Komisi VIII Achmad Mustaqim mengaku keberatan. Menurut dia, tambahan cukup diberikan satu kali. Itu pun harus diperjelas cara pembagiannya, terutama untuk jamaah yang tidak masuk dalam gelombang pertama. ”Mungkin sekali saja, jangan dua. Tentu saya melihat tambahan ini sangat bagus. Sebab, jamaah banyak mengeluh,” ungkapnya.

Kata dia, tambahan itu tentu berdampak pada besaran BPIH yang semakin membengkak. Dari rapat yang digelar tersendiri, kemungkinan terjadi kenaikan BPIH tahun ini. Yakni dari Rp 34.641.304 per orang menjadi Rp 35.740.107 per orang. Penyumbang kenaikan terbesar adalah biaya penerbangan dari Tanah Air menuju Arab Saudi. (nyc/jpnn/mia/oki/far/k8)


BACA JUGA

Jumat, 15 Desember 2017 08:38

Jalan Jenderal Makin Mulus

BALIKPAPAN – Jalan Irjen Safaruddin maju di Pemilihan Gubernur (Pilgub) Kaltim 2018 makin lapang.…

Jumat, 15 Desember 2017 08:35

Bos Komura Dituntut 15 Tahun Penjara

SAMARINDA – Ketua Koperasi Samudera Sejahtera (Komura) Jafar Abdul Gaffar dan sekretarisnya, Dwi…

Jumat, 15 Desember 2017 08:30

Abun Siap Hadapi Kasasi

HERY Susanto Gun alias Abun dan Noor Asriansyah alias Elly masih harap-harap cemas atas putusan bebas…

Jumat, 15 Desember 2017 08:28

Airlangga Bakal Evaluasi Golkar Kaltim

SAMARINDA – Hasil rapat pleno DPP Partai Golkar yang menyepakati Airlangga Hartarto sebagai ketua…

Jumat, 15 Desember 2017 08:25

Turun ke Mal, Sosialisasikan Strukvaganza

SOSIALISASI program Strukvaganza terus digencarkan. Kamis (14/12) tim yang terdiri dari Kaltim Post,…

Jumat, 15 Desember 2017 08:22

Tinggalkan Kesan Kaku, Belajar Sesuai Minat dan Bakat

Kebanyakan perguruan tinggi melayani mahasiswa sesuai program studi yang sudah disiapkan. Namun, Maestro…

Kamis, 14 Desember 2017 09:27
Putusan Bebas Abun dan Elly, Jaksa Masih Buat Telaah Hukum

Sekarang Giliran KPK

SAMARINDA – Putusan Pengadilan Negeri (PN) Samarinda yang membebaskan Hery Susanto Gun alias Abun…

Kamis, 14 Desember 2017 09:23

Antisipasi Manuver di Sidang Setnov

JAKARTA – Setya Novanto (Setnov) tidak bisa berkelit ketika ketua majelis hakim Pengadilan Tipikor…

Kamis, 14 Desember 2017 09:19

Balsam Terkesan Panas, Berintan Berpeluang

Jalan Tol Balikpapan-Samarinda belum beroperasi. Singkatan Balsam sudah melekat di proyek yang ditarget…

Kamis, 14 Desember 2017 09:16

Sembilan Suspek Difteri di Kaltim

SAMARINDA – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mendapat laporan 11 provinsi tentang kejadian luar…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .