MANAGED BY:
KAMIS
23 NOVEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

SAMARINDA

Jumat, 17 Februari 2017 08:55
Lahan Masih Bermasalah, Jalan Alternatif BSB Tanggung Jawab Pusat
DIGANTUNG PUSAT: Kondisi terkini jalan alternatif simpang empat Batu Besaung menuju Bandara Samarinda Baru (BSB) di Samarinda Utara. Panjangnya 10,75 kilometer. Sudah dua tahun terakhir, proyek ini tidak dikerjakan lantaran tak mendapat kucuran APBN. (alan rusandi/kp)

PROKAL.CO, SAMARINDA – Defisit keuangan lagi-lagi jadi momok pembangunan infrastruktur jalan di Kaltim. Proyek jalan alternatif simpang empat Batu Besaung menuju Bandara Samarinda Baru (BSB) di Sungai Siring, Samarinda Utara adalah contohnya. Tahun ini, jalan sepanjang 10 kilometer itu dipastikan terbengkalai. Sementara BSB dijadwalkan beroperasi akhir tahun ini.

Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum Tata Ruang dan Perumahan Rakyat (PUTRPR) Kaltim, Joko Setiono, mengatakan jika pembiayaan proyek tersebut bersumber dari APBN. Sehingga, tanggung jawab penyelesaian menjadi tanggung jawab pemerintah pusat. Dia tak menampik, jika kondisi proyek tersebut saat ini memprihatinkan. Nyaris ambruk karena faktor alam.

“Paket APBN itu bernama Ring Road III. Memang di tahun anggaran 2015 dan 2016 tidak dilanjutkan lantaran pembiayaan APBN yang terbatas,” ujar Joko. Dia melanjutkan, kegiatan terakhir di proyek tersebut pada 2014 lalu. Tepatnya, dari Batu Besaung (Samarinda Utara) menuju kantor kecamatan Muara Badak, Kukar.

Akibatnya, lanjut dia, dari ruas jalan itu baru satu lajur yang dikerjakan. Ditilik dari dokumen detailed engineering design (DED), sebenarnya dibangun dua jalur dan empat lajur. Namun hingga dua tahun lalu, baru selesai satu jalur dan dua lajur. Dari informasi yang dia dapat dari PPK proyek tersebut, jalan itu dibangun dengan letak pertemuan antara lembah dan lereng. “Memang semestinya ada pekerjaan dinding. Supaya ketika ada hujan berhari-hari dampak sliding atau longsor bisa dikendalikan,” katanya.

 Kenyataannya, lanjut dia, tanah di jalan yang telah di-rigid pavement malah longsor. “Jadi ikut retak ketika dilintasi kendaraan,” bebernya. Diakuinya, jalur di sebelahnya memang belum ada kontrak. Sehingga pihaknya menunggu program selanjutnya. “Proyek ini bukan berasal dari APBD Kaltim. Kontraktornya Hutama Karya,” ungkap pejabat berkacamata itu.

Sebelumnya, Joko mengungkapkan, proyek tersebut merupakan pembangunan jalan baru. Sebagai alternatif jalan menuju BSB di Sungai Siring. Dirinya menyebut, akses ini dikenal dengan simpang empat Batu Besaung-BSB.

Panjang jalan ini 10,75 kilometer. Median jalannya sepanjang 5 meter. Dalam rencana anggaran biaya (RAB) 2011 lalu, proyek ini membutuhkan anggaran sekitar Rp 980 miliar. “Itu sudah termasuk bangunan, yakni dua jembatan bentang pendek di ruas trase jalan tersebut,” bebernya.

Namun dalam perjalanannya, ucap pria ramah ini, terjadi kendala yang cukup rumit. Yakni pembebasan lahan. Pihaknya telah berupaya keras melakukan pendekatan persuasif ke pemilik lahan. Bahkan sejak di awal proyek ini dikerjakan.

Namun hingga saat ini, atau hampir enam tahun berjalan, hasilnya belum memuaskan. Mengenai penyebab buntunya pembebasan lahan, Joko menyebut Pemkot Samarinda yang lebih tahu. Termasuk dugaan pemilik lahan meminta harga tinggi dari yang ditetapkan tim appraisal. Dia mengatakan, anggaran pembebasan lahan jalur alternatif itu dibebankan ke pemkot.

Belakangan, dengan kondisi anggaran yang defisit, pemkot tak mampu mengalokasikan anggaran secara maksimal. Biaya pembebasan lahan terbilang besar. Total anggaran yang sudah mengalir ke proyek itu sekitar Rp 57 miliar. Selama periode 2013 hingga tahun lalu.

“Untuk anggaran tahun ini terkendala, karena kondisi keuangan defisit. Maka, lanjutan pembangunan jalan tersebut tertunda,” sebut dia. Apakah anggaran itu akan diusulkan di APBD Perubahan 2017, Joko belum bisa menjawab hal itu. (*/hdd/riz/k18)


BACA JUGA

Rabu, 22 November 2017 11:03

Perantauan Betah di Jalan

Anak jalanan, gelandangan dan pengemis (anjal-gepeng) menjadi problem mengakar di Samarinda. Acap kali…

Rabu, 22 November 2017 11:03

Orangtua Anjal Malah Mendukung

ANJAL merupakan seseorang yang berusia di bawah 18 tahun. Menghabiskan sebagian atau seluruh waktunya…

Rabu, 22 November 2017 11:01

Siapkan Sanksi untuk Pemberi

KEPALA Dinas Sosial (Dissos) Samarinda Ridwan Tassa tak membantah bahwa sanksi terhadap anjal dan gepeng…

Rabu, 22 November 2017 10:55

Pengerjaan Luput dari Target

SAMARINDA – Pembangunan drainase di persimpangan Jalan Pramuka–Krayan–Perjuangan terus…

Rabu, 22 November 2017 08:07

632 Eks Galian Tambang Berpotensi Jadi Embung

JAKARTA – Sebanyak 632 lubang eks galian tambang batu bara di wilayah Kalimantan Timur (Kaltim)…

Rabu, 22 November 2017 07:57

Majelis Hakim Ancam Surati Kejagung

SAMARINDA – Belum 2 menit palu sidang diketuk majelis hakim, pembacaan tuntutan kasus dugaan pemerasan…

Selasa, 21 November 2017 10:39

Sopir Diduga Serangan Jantung, Bus Antarkota Terjun ke Jurang

SAMARINDA – Kecelakaan di jalur poros antarkota kembali terjadi. Sebelumnya, truk bermuatan pupuk…

Selasa, 21 November 2017 10:37

Aroma Melati di Bus

JERITAN dan lantunan ayat suci lantang dipanjatkan. Seluruh tangan berpegangan ke besi di jendela. Kala…

Selasa, 21 November 2017 10:35

Kekerasan Anak Masih Ada

SAMARINDA – Sepanjang 2016 terdapat 423 kasus kekerasan anak dan perempuan yang diterima Dinas…

Selasa, 21 November 2017 10:29

Giliran Aktor Video Mesum Dipolisikan

KASUS penyebaran video mesum yang melibatkan eks siswa sekolah ternama di Samarinda tampaknya masih…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .