MANAGED BY:
MINGGU
30 APRIL
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

SAMARINDA

Jumat, 17 Februari 2017 08:55
Lahan Masih Bermasalah, Jalan Alternatif BSB Tanggung Jawab Pusat
DIGANTUNG PUSAT: Kondisi terkini jalan alternatif simpang empat Batu Besaung menuju Bandara Samarinda Baru (BSB) di Samarinda Utara. Panjangnya 10,75 kilometer. Sudah dua tahun terakhir, proyek ini tidak dikerjakan lantaran tak mendapat kucuran APBN. (alan rusandi/kp)

PROKAL.CO, SAMARINDA – Defisit keuangan lagi-lagi jadi momok pembangunan infrastruktur jalan di Kaltim. Proyek jalan alternatif simpang empat Batu Besaung menuju Bandara Samarinda Baru (BSB) di Sungai Siring, Samarinda Utara adalah contohnya. Tahun ini, jalan sepanjang 10 kilometer itu dipastikan terbengkalai. Sementara BSB dijadwalkan beroperasi akhir tahun ini.

Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum Tata Ruang dan Perumahan Rakyat (PUTRPR) Kaltim, Joko Setiono, mengatakan jika pembiayaan proyek tersebut bersumber dari APBN. Sehingga, tanggung jawab penyelesaian menjadi tanggung jawab pemerintah pusat. Dia tak menampik, jika kondisi proyek tersebut saat ini memprihatinkan. Nyaris ambruk karena faktor alam.

“Paket APBN itu bernama Ring Road III. Memang di tahun anggaran 2015 dan 2016 tidak dilanjutkan lantaran pembiayaan APBN yang terbatas,” ujar Joko. Dia melanjutkan, kegiatan terakhir di proyek tersebut pada 2014 lalu. Tepatnya, dari Batu Besaung (Samarinda Utara) menuju kantor kecamatan Muara Badak, Kukar.

Akibatnya, lanjut dia, dari ruas jalan itu baru satu lajur yang dikerjakan. Ditilik dari dokumen detailed engineering design (DED), sebenarnya dibangun dua jalur dan empat lajur. Namun hingga dua tahun lalu, baru selesai satu jalur dan dua lajur. Dari informasi yang dia dapat dari PPK proyek tersebut, jalan itu dibangun dengan letak pertemuan antara lembah dan lereng. “Memang semestinya ada pekerjaan dinding. Supaya ketika ada hujan berhari-hari dampak sliding atau longsor bisa dikendalikan,” katanya.

 Kenyataannya, lanjut dia, tanah di jalan yang telah di-rigid pavement malah longsor. “Jadi ikut retak ketika dilintasi kendaraan,” bebernya. Diakuinya, jalur di sebelahnya memang belum ada kontrak. Sehingga pihaknya menunggu program selanjutnya. “Proyek ini bukan berasal dari APBD Kaltim. Kontraktornya Hutama Karya,” ungkap pejabat berkacamata itu.

Sebelumnya, Joko mengungkapkan, proyek tersebut merupakan pembangunan jalan baru. Sebagai alternatif jalan menuju BSB di Sungai Siring. Dirinya menyebut, akses ini dikenal dengan simpang empat Batu Besaung-BSB.

Panjang jalan ini 10,75 kilometer. Median jalannya sepanjang 5 meter. Dalam rencana anggaran biaya (RAB) 2011 lalu, proyek ini membutuhkan anggaran sekitar Rp 980 miliar. “Itu sudah termasuk bangunan, yakni dua jembatan bentang pendek di ruas trase jalan tersebut,” bebernya.

Namun dalam perjalanannya, ucap pria ramah ini, terjadi kendala yang cukup rumit. Yakni pembebasan lahan. Pihaknya telah berupaya keras melakukan pendekatan persuasif ke pemilik lahan. Bahkan sejak di awal proyek ini dikerjakan.

Namun hingga saat ini, atau hampir enam tahun berjalan, hasilnya belum memuaskan. Mengenai penyebab buntunya pembebasan lahan, Joko menyebut Pemkot Samarinda yang lebih tahu. Termasuk dugaan pemilik lahan meminta harga tinggi dari yang ditetapkan tim appraisal. Dia mengatakan, anggaran pembebasan lahan jalur alternatif itu dibebankan ke pemkot.

Belakangan, dengan kondisi anggaran yang defisit, pemkot tak mampu mengalokasikan anggaran secara maksimal. Biaya pembebasan lahan terbilang besar. Total anggaran yang sudah mengalir ke proyek itu sekitar Rp 57 miliar. Selama periode 2013 hingga tahun lalu.

“Untuk anggaran tahun ini terkendala, karena kondisi keuangan defisit. Maka, lanjutan pembangunan jalan tersebut tertunda,” sebut dia. Apakah anggaran itu akan diusulkan di APBD Perubahan 2017, Joko belum bisa menjawab hal itu. (*/hdd/riz/k18)


BACA JUGA

Minggu, 30 April 2017 11:11

Dua Opsi agar Angkot di Samarinda Tak Mati

SAMARINDA – Modernisasi jasa transportasi konvensional dengan mengadaptasi teknologi sedianya…

Minggu, 30 April 2017 08:44

COBA LIHAT..!! Jalan Pemprov Malah Banyak Masalahnya

SAMARINDA – Tidak sulit menemukan lubang di ruas jalan Kota Tepian. Menyelesaikan masalah infrastruktur…

Minggu, 30 April 2017 08:43

Judi Kok Jadi Hobi

SAMARINDA – Hobi buruk mengantarkan Aan (37) ke kerasnya hidup di balik penjara. Dia telanjur…

Minggu, 30 April 2017 08:42

Siaga Satu Kawal Mayday

SAMARINDA – Jelang perayaan Hari Buruh Internasional alias Mayday, besok (1/5), aparat penegak…

Sabtu, 29 April 2017 11:45

Relokasi Warga dari Kawasan Rawan Longsor, Pemkot Hanya Perlu Tegas Kok..!!

SAMARINDA – Polemik merelokasi korban longsor di Jalan Lumba-lumba, Kelurahan Selili, Kecamatan…

Sabtu, 29 April 2017 11:45

Perbaikan Jalan Terbentur Anggaran

SAMARINDA – Kematian Ade Andri (23) menambah panjang daftar korban tewas dalam kecelakaan di Jalan.…

Sabtu, 29 April 2017 11:12

Geliat Ritel Waralaba Nasional, Tak Selamanya Moratorium

SAMARINDA – Peraturan Wali Kota (Perwali) 9/2015 tentang minimarket modern sudah diterapkan sejak…

Sabtu, 29 April 2017 11:11
Wacana PDPAU Mengelola Bisnis Sedot Tinja

Perlu Kajian biar Tak Jadi Beban

SAMARINDA – Wacana Perusahaan Daerah Pergudangan dan Aneka Usaha (PDPAU) mengelola bisnis sedot…

Sabtu, 29 April 2017 10:10

Motor Prima Minimalkan Celaka

TIDAK mudah menghindari lubang ketika berkendara malam hari. Apalagi jika penerangan di sekitar jalan…

Sabtu, 29 April 2017 08:28

Operasional Pabrik Ikan Terkendala Listrik

SAMARINDA –Progres pembangunan pabrik tepung ikan di Kelurahan Tanah Merah, Kecamatan Samarinda…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .