MANAGED BY:
JUMAT
21 JULI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

BALIKPAPAN

Jumat, 17 Februari 2017 08:15
Seribu Kelambu Air Dibagikan

Inovasi DKK Tangkal Demam Berdarah

- Balerina

PROKAL.CO, BALIKPAPAN – Balikpapan menjadi lokasi endemik demam berdarah dengue (DBD). Jumlah kasusnya mencapai ribuan saban tahun. Tahun ini, Dinas Kesehatan Kota (DKK) Balikpapan melakukan inovasi dengan membagikan kelambu air.

Inovasi tersebut mulai disosialisasikan kemarin (16/2) di Kantor Kecamatan Balikpapan Selatan. Kelambu air sama dengan kelambu pada umumnya, yang gunanya untuk menutup penampungan air. Jadi, nyamuk tak bisa masuk dan bertelur. Begitupun jentik di dalam tak dapat keluar ketika menjadi nyamuk.

Dalam sosialisasi kemarin, dibagikan 1.000 kelambu air kepada masyarakat. Kepala DKK Balikpapan Balerina mengatakan, Balikpapan Selatan dipilih sebagai percontohan (pilot project) karena merupakan daerah berbukit yang mayoritas masyarakatnya menyimpan air di dalam penampungan air.

"Kita pikirkan bagaimana supaya tampungan air tidak kemasukan jentik. Salah satunya dengan inovasi kelambu air, mencegah jentik nyamuk masuk ke air serta bisa menghentikan pertumbuhan jentik menjadi nyamuk," paparnya. Dalam pembagian kelambu air ini, DKK menggandeng Pertamina sebagai wujud tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).

Balerina juga terus mengajak CSR perusahaan berperan membantu masyarakat dalam hal penyediaan kelambu air. Jadi, masyarakat termotivasi menggunakan inovasi ini. “Nanti tetap kader jumantik (juru pemantau jentik) yang ada cek jentik tiap pekan dan angka bebas jentik tiap bulan," imbuhnya.

Dia juga mengingatkan, selain menggunakan kelambu air, masyarakat harus waspada ketika sakit. Bila mengalami demam, segera memeriksakan diri ke puskesmas atau rumah sakit.

Sementara itu, Wali Kota Rizal Effendi berharap, kelambu air bisa menjadi cara efektif untuk memberantas DBD. Dan dengan bahan yang terjangkau, kain sebagai penyaring, diharap bisa diaplikasikan di lingkungan masyarakat. "Karena ekonomis, masyarakat bisa buat sendiri sesuai ukuran tong penampungan air masing-masing. Dan supaya bisa mencapai angka bebas jentik hingga 95 persen," tutupnya. (*/ane/rsh/k8)


BACA JUGA

Kamis, 20 Juli 2017 10:07

Salahi Izin Kerja, WNA Terjaring Razia

BALIKPAPAN – Petugas Kantor Imigrasi Balikpapan melakukan razia di salah satu indekos Jalan Indrakila,…

Kamis, 20 Juli 2017 08:43

Lahan Tol Dikawal Polri-TNI

JALAN tol Samarinda–Balikpapan dengan panjang 99,2 kilometer ditargetkan Presiden Joko Widodo…

Kamis, 20 Juli 2017 08:28

Dugaan Korupsi RPU Menggantung

BALIKPAPAN - Dua kali Lebaran Idulfitri terlewati. Namun, kasus dugaan penggelembungan dana untuk pengadaan…

Kamis, 20 Juli 2017 08:27

Protes Kenaikan TDL, Warga Demo PLN

BALIKPAPAN – Kenaikan tarif dasar listrik (TDL) untuk golongan pelanggan 900 VA memang membebani…

Kamis, 20 Juli 2017 08:21

Pajak Kendaraan Menunggak, Bebas Biaya Denda

BALIKPAPAN – Masyarakat Balikpapan yang menunggak pembayaran pajak kendaraannya, segera lakukan…

Kamis, 20 Juli 2017 08:16

Pasar Pandan Sari Jadi Percontohan

BALIKPAPAN - Pasar Pandan Sari perlahan akan diperbaiki. Melalui program pasar sejahtera, akan menjadi…

Kamis, 20 Juli 2017 08:08

Hadiah Motor Ditambah

BALIKPAPAN - Mendekati hari-H, jumlah hadiah yang bisa didapatkan peserta Fun Walk dan Fun Bike HUT…

Kamis, 20 Juli 2017 08:06

Kesbangpol Pastikan HTI Tidak Terdaftar

BALIKPAPAN – Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Balikpapan memastikan ormas Hizbut…

Kamis, 20 Juli 2017 08:04

Tenaga Kerja Serbu Balikpapan

BALIKPAPAN – Masyarakat Balikpapan harus siap bersaing dengan tenaga kerja dari luar kota. Meski…

Kamis, 20 Juli 2017 08:00

Minta Sistem Zonasi Dihapus

BALIKPAPAN – Sebanyak 25 calon siswa baru yang belum diterima di sekolah negeri masih harap-harap…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .