MANAGED BY:
MINGGU
17 DESEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

BALIKPAPAN

Jumat, 17 Februari 2017 08:10
Penyesuaian Tarif untuk Peningkatan Pelayanan

Golongan I Tak Naik, Masyarakat Tak Perlu Resah

PROKAL.CO, BALIKPAPAN – Para pelanggan PDAM sedikit resah. Sebab, ada wacana perusahaan penyedia air bersih di Balikpapan tersebut tengah mengusulkan kenaikan tarif. Namun jangan khawatir, dalam kajian PDAM, hanya pelanggan menengah ke atas yang mungkin mengalami penyesuaian tarif sebesar 9 persen.

Itu pun belum pasti. PDAM menegaskan hingga saat ini belum ada usulan secara resmi terkait kenaikan tarif. Mekanismenya, usulan disampaikan ke dewan pengawas (Dewas) PDAM, kemudian dilanjutkan ke wali kota. “Sampai saat ini kami belum memasukkan usulan kenaikan tarif itu,” kata Dirut PDAM Balikpapan Haidir Effendi kepada Kaltim Post, kemarin (16/2).

Orang nomor satu di PDAM Balikpapan itu juga meminta masyarakat tak perlu resah. Apalagi, dalam kajian yang secara eksklusif dibeberkan kepada Kaltim Post, pelanggan rumah tangga menengah ke bawah, sosial dan pemerintahan, yakni golongan IA dan IB tidak mengalami penyesuaian tarif. Sementara pelanggan golongan II dan III direncanakan mengalami kenaikan tarif 9 persen.

Pria berkaca mata ini lantas melanjutkan, setidaknya ada dua peraturan yang menyangkut mengenai hal tersebut. Pertama dalam Perda Kota Balikpapan Nomor 10 Tahun 2014 Tentang Perubahan Atas Peraturan Daerah Nomor 3 Tahun 2008 Tentang PDAM Kota Balikpapan Pasal 4, Ayat 4. Yang kedua, Peraturan Wali Kota Balikpapan Nomor 19 Tahun 2010, Tentang Sistem Penyediaan Air Minum, BAB VII: Rekening Air Minum, Pasal 18.

“Pada peraturan tersebut kan tertulis jika PDAM dapat melakukan penyesuaian tarif air minum paling tinggi 10 persen setiap awal tahun untuk pelanggan golongan industri dan masyarakat menengah ke atas. Dan secara berkala setiap tiga tahun sekali untuk pelanggan golongan masyarakat menengah ke bawah,” ujarnya memberikan penjelasan.

Selanjutnya, dalam penyesuaian tarif itu sendiri tetap berpegang pada aturan dan asas keterjangkauan masyarakat. Yakni kenaikannya tak boleh lebih dari 4 persen dari Upah Minimum Kota (UMK).

Perlunya penyesuaian tarif air ini sendiri bukan tanpa alasan. Sebab sudah hampir dua tahun tarif air tak mengalami penyesuaian. Sementara harga pokok produksi (HPP) air terus mengalami kenaikan. Berdasarkan hitungan PDAM, kenaikan HPP pada 2016 ke 2017 sebesar  Rp 121 per meter kubik (m3) air.

“Akibatnya, penjualan usaha berupa air yang dilakukan PDAM tahun 2016 dan dibandingkan dengan anggaran tahun 2017, hanya mampu menutupi biaya operasional dan pengolahan air PDAM saja,” tambahnya. Sementara laba yang ada adalah dari pendapatan lainnya.

Belum lagi jika melihat inflasi Balikpapan pada Desember 2015 sebesar 6,26 persen. Kemudian sampai Desember 2016 inflasi sebesar 4,13 persen. Ditambah lagi biaya operasional yang mengalami kenaikan yakni biaya pegawai sebesar 8 persen, biaya bahan kimia sebesar 26 persen, biaya listrik sebesar 9 persen. Juga biaya pemeliharaan sebesar 17 persen, biaya penyusutan 23 persen, biaya operasional lainnya sebesar 20 persen.

Sepanjang 2016 sendiri, HPP air sebesar Rp 8 ribuan/m3. Dan harga jual air rata-rata Rp 9 ribuan/m3. “Nanti jika memang dirasa perlu mengusulkan penyesuaian tarif, masyarakat harus mengetahui bahwa ini semata-mata demi mempertahankan keberadaan PDAM itu sendiri dalam meningkatkan pelayanan air bersih kepada masyarakat,” ujarnya. (*/iyo/rsh2/k18)


BACA JUGA

Jumat, 15 Desember 2017 07:29

Penerima Dana RPU Menghilang

BALIKPAPAN – Kelanjutan perkara dugaan korupsi Rumah Potong Unggas (RPU) di Km 13 Kelurahan Karang…

Jumat, 15 Desember 2017 07:28

Tiga Simpang Dipasangi Markah Beton

BALIKPAPAN – Beton pembatas setinggi 1 meter dipasang di markah simpang Jalan MT Haryono dan MT…

Jumat, 15 Desember 2017 07:26

Maskapai Diminta Bertanggung Jawab

BALIKPAPAN – Pemerintah daerah bersama dengan kantor imigrasi setempat dituntut lebih maksimal…

Jumat, 15 Desember 2017 07:22

Istri Melahirkan, Suami Histeris dan Pingsan

SEBUAH mobil mendadak berhenti di depan Rumah Sakit Sayang Ibu. Dari sisi kanan keluar pria dengan wajah…

Jumat, 15 Desember 2017 07:21

Ditreskrimum Awasi Pembangunan Tol

BALIKPAPAN - Kepolisian dilibatkan dalam percepatan pembangunan jalan tol Balikpapan-Samarinda. Korps…

Jumat, 15 Desember 2017 07:16

Perusahaan Kawasan Tunggu Sertifikat Lahan

BALIKPAPAN - Sejak 2014, pembentukan perusahaan kawasan di Kariangau belum juga terealisasi. Padahal,…

Jumat, 15 Desember 2017 07:15

Pengukuran Sudah Rampung

KEPALA Badan Pertanahan Nasional (BPN) Balikpapan Didik Bangun Restu Aji memastikan pengukuran lahan…

Jumat, 15 Desember 2017 07:15

Wajah Manggar Baru Akan Dipercantik

BALIKPAPAN — Lewat program Kotaku, kawasan pesisir di Manggar Baru, Balikpapan Timur pada 2018…

Jumat, 15 Desember 2017 07:12

Evaluasi Akhir Tahun, Rizal-Rahmad Kurang Memuaskan

KINERJA Wali Kota dan Wakil Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi-Rahmad Mas’ud sepanjang 2017 dinilai…

Jumat, 15 Desember 2017 07:12

Pelat Nopol Menumpuk di Samsat Balikpapan

PEMILIK kendaraan yang masih menggunakan nomor polisi (nopol) dari kertas maupun pelat nomornya sudah…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .