MANAGED BY:
JUMAT
20 OKTOBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

BALIKPAPAN

Jumat, 17 Februari 2017 08:10
Penyesuaian Tarif untuk Peningkatan Pelayanan

Golongan I Tak Naik, Masyarakat Tak Perlu Resah

PROKAL.CO, BALIKPAPAN – Para pelanggan PDAM sedikit resah. Sebab, ada wacana perusahaan penyedia air bersih di Balikpapan tersebut tengah mengusulkan kenaikan tarif. Namun jangan khawatir, dalam kajian PDAM, hanya pelanggan menengah ke atas yang mungkin mengalami penyesuaian tarif sebesar 9 persen.

Itu pun belum pasti. PDAM menegaskan hingga saat ini belum ada usulan secara resmi terkait kenaikan tarif. Mekanismenya, usulan disampaikan ke dewan pengawas (Dewas) PDAM, kemudian dilanjutkan ke wali kota. “Sampai saat ini kami belum memasukkan usulan kenaikan tarif itu,” kata Dirut PDAM Balikpapan Haidir Effendi kepada Kaltim Post, kemarin (16/2).

Orang nomor satu di PDAM Balikpapan itu juga meminta masyarakat tak perlu resah. Apalagi, dalam kajian yang secara eksklusif dibeberkan kepada Kaltim Post, pelanggan rumah tangga menengah ke bawah, sosial dan pemerintahan, yakni golongan IA dan IB tidak mengalami penyesuaian tarif. Sementara pelanggan golongan II dan III direncanakan mengalami kenaikan tarif 9 persen.

Pria berkaca mata ini lantas melanjutkan, setidaknya ada dua peraturan yang menyangkut mengenai hal tersebut. Pertama dalam Perda Kota Balikpapan Nomor 10 Tahun 2014 Tentang Perubahan Atas Peraturan Daerah Nomor 3 Tahun 2008 Tentang PDAM Kota Balikpapan Pasal 4, Ayat 4. Yang kedua, Peraturan Wali Kota Balikpapan Nomor 19 Tahun 2010, Tentang Sistem Penyediaan Air Minum, BAB VII: Rekening Air Minum, Pasal 18.

“Pada peraturan tersebut kan tertulis jika PDAM dapat melakukan penyesuaian tarif air minum paling tinggi 10 persen setiap awal tahun untuk pelanggan golongan industri dan masyarakat menengah ke atas. Dan secara berkala setiap tiga tahun sekali untuk pelanggan golongan masyarakat menengah ke bawah,” ujarnya memberikan penjelasan.

Selanjutnya, dalam penyesuaian tarif itu sendiri tetap berpegang pada aturan dan asas keterjangkauan masyarakat. Yakni kenaikannya tak boleh lebih dari 4 persen dari Upah Minimum Kota (UMK).

Perlunya penyesuaian tarif air ini sendiri bukan tanpa alasan. Sebab sudah hampir dua tahun tarif air tak mengalami penyesuaian. Sementara harga pokok produksi (HPP) air terus mengalami kenaikan. Berdasarkan hitungan PDAM, kenaikan HPP pada 2016 ke 2017 sebesar  Rp 121 per meter kubik (m3) air.

“Akibatnya, penjualan usaha berupa air yang dilakukan PDAM tahun 2016 dan dibandingkan dengan anggaran tahun 2017, hanya mampu menutupi biaya operasional dan pengolahan air PDAM saja,” tambahnya. Sementara laba yang ada adalah dari pendapatan lainnya.

Belum lagi jika melihat inflasi Balikpapan pada Desember 2015 sebesar 6,26 persen. Kemudian sampai Desember 2016 inflasi sebesar 4,13 persen. Ditambah lagi biaya operasional yang mengalami kenaikan yakni biaya pegawai sebesar 8 persen, biaya bahan kimia sebesar 26 persen, biaya listrik sebesar 9 persen. Juga biaya pemeliharaan sebesar 17 persen, biaya penyusutan 23 persen, biaya operasional lainnya sebesar 20 persen.

Sepanjang 2016 sendiri, HPP air sebesar Rp 8 ribuan/m3. Dan harga jual air rata-rata Rp 9 ribuan/m3. “Nanti jika memang dirasa perlu mengusulkan penyesuaian tarif, masyarakat harus mengetahui bahwa ini semata-mata demi mempertahankan keberadaan PDAM itu sendiri dalam meningkatkan pelayanan air bersih kepada masyarakat,” ujarnya. (*/iyo/rsh2/k18)


BACA JUGA

Rabu, 18 Oktober 2017 08:30

Tunggu Jadi Bencana, Baru Diperbaiki

BALIKPAPAN – Masyarakat Balikpapan tak bisa berharap pada pemerintah. Longsor yang terjadi selama…

Rabu, 18 Oktober 2017 08:27

Puluhan Warga Terancam Terisolasi

BALIKPAPAN – Menunggu Pemkot Balikpapan yang cenderung tanpa solusi, nasib warga Balikpapan harus…

Rabu, 18 Oktober 2017 08:26

Pagi Ini, KRI Surabaya -591 Berlabuh di Semayang

BALIKPAPAN - Siswa Wira Jala Yudha VI 2017 akan singgah ke Kota Minyak, hari ini. Ratusan peserta didik…

Rabu, 18 Oktober 2017 08:23

Angkutan Online Mulai Urus Izin

BALIKPAPAN - Sambil bernyanyi lagu Sayang Semuanya karya Soerjono alias Pak Kasur yang diubah versi…

Rabu, 18 Oktober 2017 08:19

Selesaikan Masalah dengan Musyawarah

BALIKPAPAN – Ketua adat dari Kerukunan Keluarga Wasilomata Buton (KKWB), Ganeru A Md berharap…

Rabu, 18 Oktober 2017 08:18

Bayi Dibuang di Dalam Kardus

BALIKPAPAN – Rusmayati, warga Jalan Kemuning RT 19, Nomor 96, Kelurahan Damai kaget bukan main.…

Rabu, 18 Oktober 2017 08:14

Retribusi Parkir Jadi Sorotan

BALIKPAPAN – Sumber pendapatan daerah dari sektor retribusi parkir, realisasinya cukup mengecewakan.…

Rabu, 18 Oktober 2017 08:10

Tiga Anak Dijadikan Pemuas Nafsu

BALIKPAPAN – Dua kasus pencabulan diungkap. Masing-masing terjadi di Tanjung Redeb dan Balikpapan.…

Rabu, 18 Oktober 2017 08:05

Bruk, Angkot Terbalik, Enam Ibu Masuk Rumah Sakit

BALIKPAPAN – Akibat tak kuat menanjak, sebuah angkutan kota (angkot) nomor tujuh terbalik. Satu…

Rabu, 18 Oktober 2017 08:01

Asyik Tiduran di Masjid, HP Raib

WARGA Jalan Pandansari, Margasari, Balikpapan Barat, Nurul Fajar sedang tidur pulas usai salat subuh,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .