MANAGED BY:
KAMIS
21 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

UTAMA

Kamis, 16 Februari 2017 11:12
Pilgub DKI, KPU Siapkan Putaran Dua
IMBAS CUACA EKSTREM: TPS II di RT 2 RW 2, Desa Mintobasuki, Gabus, Pati, dikepung banjir kemarin (15/2). Warga harus menggunakan perahu untuk menjangkau lokasi pemungutan suara. (DANNY LUTHFI HIDAYAT/RADAR KUDUS)

PROKAL.CO, JAKARTA – Pilgub DKI 2017 dapat dipastikan berlangsung dua putaran. Berdasar hasil hitung cepat yang diselenggarakan beberapa lembaga survei, pasangan calon (paslon) 2, Basuki T Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidajat unggul tipis dari paslon 3, Anies Baswedan-Sandiaga Uno.

Meski demikian, komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI Jakarta Betty Epsilon Idroos, belum bisa bicara banyak apakah terjadi dua putaran. Itu baru bisa diketahui jika hitung resmi oleh KPU DKI telah rampung dua sampai tiga hari ke depan.

“Saya tidak bisa menjawab apakah ada putaran kedua atau tidak,” ujar Betty kemarin (15/2). Menurut Betty, jika skenario putaran dua terjadi, KPU DKI telah menyiapkan matang putaran dua yang dijadwalkan berlangsung pada 19 April.

Melihat hasil hitung cepat beberapa lembaga survei, perolehan suara Ahok maupun Anies belum mampu memenuhi syarat ambang batas 50 persen plus satu. Itu sebagaimana tertuang dalam Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) Nomor 6 Tahun 2016 Pasal 36 ayat 2 disebutkan jika tidak ada paslon yang memperoleh data lebih dari 50 persen, maka diadakan putaran kedua. Pada putaran kedua, diikuti oleh paslon yang memperoleh suara terbanyak pertama dan kedua pada putaran pertama.

Dukungan terhadap pasangan nomor 3 Anies Baswedan-Sandiaga Uno sebenarnya juga sangat tinggi. Sampai semalam, beberapa survei juga menunjukkan pasangan itu unggul tipis. Tetapi yang menyimpulkan begitu tidak sebanyak yang menyimpulkan Ahok-Djarot unggul.

Ketua Tim Media Pasangan  Anies-Sandi, Naufal Firman Yursak mengungkapkan, di TPS 28 Cilandak Barat, tempat Anies dan keluarganya mencoblos, suara yang diraih timnya sangat tinggi. “Mendapatkan 377 suara dari 568 suara,” ujarnya, kemarin  (15/2).

Naufal menilai, kemenangan di kandang sudah terprediksi sebelumnya. Sebab, Anies sejak lama kerap bercengkerama dengan masyarakat sekitar. Tak jarang, rumah mantan mendikbud itu menjadi tempat kegiatan-kegiatan sosial.  Mulai 17 Agustusan sampai pelatihan-pelatihan. “Pak Anies juga Pembina Karang Taruna di wilayah itu,” ujar praktisi media tersebut.

Komitmen warga sekitar memilih Anies sangat terlihat. Sejumlah warga gotong-royong membuat sejumlah spanduk dukungan terhadap pria yang pernah menjabat sebagai ketua komite etik KPK itu.

Saat mencoblos, Anies tidak sendiri. Dia ditemani istrinya, Fery Farhati Ganis, dan anak sulungnya, Mutiara Baswedan. Anies dan keluarganya mencoblos di TPS 28, sekitar pukul 09.00 WIB.

Di kandang Ahok, TPS 54, 55, dan 56 Kelurahan Pluit, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara, giliran pasangan Anies-Sandi dan pasangan Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni kalah telak. Warga sudah memenuhi halaman sekretariat RW 16 Kelurahan Pluit sejak pagi.

Ahok merupakan pemegang hak dengan nomor DPT 146 di TPS 54. Menyusul nama putra pertamanya Nicholas Sean dengan nomor DPT 147 dan Veronica dengan nomor DPT 148. Jamuan di sana cukup menarik. Setiap tamu diperkenankan mencicipi kudapan semangkuk bakmi ayam Tenda Biru gratis. “Ini inisiatif warga gratis buat siapa saja,” kata Rudi, 50, pemilik bakmi Tenda Biru.

Setelah menggunakan hak suara, Ahok kembali harus meladeni permintaan foto. Kali itu  sambil memamerkan kertas suara. Ahok mendapat kertas suara nomor 141, Nicholas Sean nomor 142, dan Veronica nomor 143.

“Saya terima kasih karena berjalan kondusif dan saya harap warga DKI berbondong-bondong datang ke TPS,” kata Ahok setelah memasukkan kertas suara ke dalam bilik. Dia juga meminta warga Jakarta tidak khawatir jika tidak dapat surat undangan. Sebab, dengan menggunakan KTP dan KK, siapa saja bisa menggunakan hak suara.

Sementara itu, pasangan cagub-cawagub DKI Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni harus menelan pil pahit. Semua quick count menyatakan pasangan itu tak bisa melaju ke putaran dua. Bahkan, Agus kalah di kandangnya sendiri.

Agus menyalurkan haknya di TPS 06, Jalan Cibeber I, Rawa Barat, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Sejak pagi keadaan di sana sudah cukup ramai. Awak media sudah siap menunggu Agus keluar dari rumahnya di Jalan Cibeber I Nomor 19, Kebayoran Baru, sejak pukul 08.00 WIB. Agus di jadwal mencoblos pukul 09.00 WIB.

Warga setempat datang bergantian. Sehingga suasana tidak begitu padat. Tidak ada gesekan sama sekali di sana. Sekilas semua seperti saling tak memerhatikan. Muncul dari rumahnya bersama sang istri Annisa Pohan, Agus tampak tenang dan percaya diri. Dia langsung menghampiri kerumunan awak media yang sudah menanti-nanti.

“Kami sudah berpasrah. Kami sudah berjuang lima bulan terakhir ini. Bersama rakyat terutama warga Jakarta yang menginginkan perubahan,” jelas putra Presiden keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono itu.

Dia mengucapkan terima kasih kepada para relawan dan warga yang mendukungnya, atas perjuangan sejauh ini. “Mudah-mudahan ini menjadi tonggak sejarah bagi saja,” sambung Agus.

Mengingat persaingan ketat, dia tak lupa mengimbau masyarakat untuk datang baik-baik ke TPS. “Mudah-mudahan berjalan fair. Jauh dari kecurangan. Saya berharap bisa unggul,” katanya.

Setelah mencoblos, Agus meninggalkan lokasi. Dia menyatakan akan mengunjungi rekan dan keluarga. Juga kedua orangtuanya untuk meminta doa.

Namun, harapan Agus meredup. Di kandang sendiri dia kalah oleh pesaingnya, Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidajat. Agus hanya meraih 127 suara. Ahok-Djarot meraih 286 suara dan Anies Baswedan-Sandiaga Uno 66 suara. Ada 6 surat suara tak sah. Jumlah DPT 481.

Tak sampai di situ, berbagai hasil quick count menjelang sore menyajikan data pahit bagi Agus. Tidak ada satu pun yang menyatakan Agus unggul. Bahkan, di semua hitungan cepat Agus-Sylvi terbawah.

Sampai menjelang malam Agus tak tampak di publik. Di markas Demokrat, Wisma Proklamasi suasana cukup ramai setelah hitungan cepat di semua TPS beres. Namun, tidak seperti biasanya. Banyak anggota Timses Agus-Sylvi yang tampak lesu. “Aduh nyesek banget,” ucap anggota Timses Agus-Sylvi kepada temannya dalam salah satu kumpulan di Wisma Proklamasi.

Para wartawan sudah menunggu sejak magrib di depan panggung yang akan digunakan untuk jumpa pers. Jumpa pers dijadwalkan pada 20.30 WIB. Sampai berita ini ditulis, Agus belum juga tampak.

RATUSAN LAPORAN

Kendati keamanan selama pilkada serentak di 101 daerah cukup kondusif, Polri memastikan adanya 17 kejadian yang mengarah pada gangguan keamanan. Walau demikian, belasan kejadian itu secara umum tidak menghambat pencoblosan.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divhumas Mabes Polri Brigjen Rikwanto menuturkan, 17 kejadian tersebut terjadi di sejumlah daerah. Misalnya, di Gorontalo yang terjadi pembakaran sebuah meja kerja di rumah salah satu pasangan calon. “Yang dibakar meja dan sebuah laptop. Handphone juga diambil. Tapi, pelaku sudah diamankan,” tuturnya.

Ada juga di Halmahera Tengah yang terjadi percekcokan antara tim sukses pasangan calon. Saat itu ada orang yang tidak punya KTP tapi memaksa untuk melakukan pencoblosan. “Tapi, kejadian itu berhasil diredam dan tidak mengganggu proses pencoblosan sama sekali,” terangnya.

Kejadian lainnya terjadi di Luwu Utara, dimana ditemukan orang yang akan mencoblos dengan KTP tertentu. Ternyata, setelah ditelusuri dia disuruh oleh seorang temannya. “Semua sedang diproses ya,” ungkapnya.

Untuk belasan kejadian sisanya, didominasi oleh kejadian adanya orang yang memaksa mencoblos kendati tidak memiliki KTP atau KTP-nya tidak sesuai lokasi. “Tapi, semua sudah ditangani dan pencoblosan tetap lancar. Kejadiannya tersebar, tidak bisa disebutkan satu-satu ya,” ungkapnya.

Kalau di Jakarta juga ada satu kejadian kecil, di mana terjadi pemukulan di luar TPS. Saat ini kasusnya ditangani Polsek Jakarta Pusat. Tapi, itu masuknya ke pidana umum. “Karena di luar TPS dianggap pidana umum,” ungkapnya.

Yang juga penting adanya 9 TPS di Sangihe Talaud, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara yang tertunda pencoblosannya. Hal itu dikarenakan kondisi cuaca yang sangat tidak bersahabat. “Ombaknya 6 meter, sehingga kapal yang akan mengirim kotak suara tidak bisa berangkat,” ujar Rikwanto.

Cuaca ekstrem sepertinya memang melanda sejumlah daerah di Indonesia. Selain di Sangihe Talaud, di Pati juga demikian. Bahkan warga di Desa Mintobasuki, Gabus, Pati malah memakai perahu ke TPS karena kawasan sekitar dikepung banjir, kemarin.

Selain itu, selama masa pilkada serentak, Polri menerima 255 laporan terkait pilkada. Setelah diteliti 145 laporan tidak memenuhi kriteria, 12 laporan masuk ke penyidikan pidana pemilu dan ada sembilan perkara masuk penyidikan tahap dua. Sisanya, 89 kasus masih dikaji kepolisian. “Untuk yang masuk penyidikan tahap dua ada juga kasus penghalangan kampanye yang terjadi di Jakarta,” ungkapnya.

Rikwanto mengatakan, kondisi secara umum memang aman dan kondusif. Hal itu dikarenakan masyarakat, tokoh agama dan kepolisian saling bahu-membahu menciptakan kondisi yang aman. “Lagi pula animo masyarakat dalam pilkada serentak ini juga tinggi,” tuturnya. (riz/rya/idr/ydh/jpnn/rom/k8)


BACA JUGA

Rabu, 20 September 2017 10:35

SANGAT TAK DISIPLIN..!! 640 Menit, 6.931 Pelanggar di Jalan

BERKENDARA di jalan raya tak boleh sembarangan. Keselamatan wajib diutamakan. Di Kaltim, kesadaran berlalu…

Rabu, 20 September 2017 10:26

Pemprov-DPRD Berkonspirasi, Akhirnya Masjid Itu Dibangun Juga

SAMARINDA – Rencana pembangunan masjid di Lapangan Kinibalu, Samarinda, tak terbendung. DPRD Kaltim…

Rabu, 20 September 2017 10:23

Bersama Wakil Rakyat dan Bupati, Minta Dukungan DPD RI

Tak hanya berjuang untuk investasi daerah, Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) Irianto Lambrie memperjuangkan…

Rabu, 20 September 2017 08:55

Biaya Logistik Melambung, Perlu Ada Tol Sungai

BALIKPAPAN – Kaltim harus mampu menekan biaya logistik yang terlalu tinggi. Terutama di daerah…

Selasa, 19 September 2017 09:31
3,5 Jam Jaang Bersaksi

Kontroversi Pungli TPK Palaran, Wali Kota Enggan Disalahkan

SAMARINDA – Lagi, Wali Kota Samarinda Syaharie Jaang menghindari tampil sendiri dalam kasus pungutan…

Selasa, 19 September 2017 09:26

Pelajar Jadi Alat Bandar

SAMARINDA – Anak yang terjerembab sebagai penyalahguna narkoba bukan berarti masa depannya jadi…

Selasa, 19 September 2017 09:25

Lebih Dekat dengan Idola

BALIKPAPAN – Balikpapan Masters Cup 2017 benar-benar sayang untuk dilewatkan. Tak hanya memanjakan…

Selasa, 19 September 2017 09:23

Sempat Menurun, Kesehatan Wagub Mulai Membaik

JAKARTA – Ponsel milik Musmin Narta Dinata terus berdering sejak Senin (18/9) pagi. Penelepon…

Selasa, 19 September 2017 09:19

MEMBANGGAKAN! Berkat Karyanya, Mahasiswa STT Migas Balikpapan Ini Bisa sampai ke Prancis

Mahasiswa STT Migas Balikpapan kembali membuat prestasi membanggakan. Yoga Pratama membuat terang daerah…

Selasa, 19 September 2017 09:16

Ambil Uang di ATM dengan Pengenal Wajah

SEJUMLAH bank di Tiongkok baru saja meluncurkan mesin anjungan tunai mandiri (ATM) dengan teknologi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .