MANAGED BY:
KAMIS
17 AGUSTUS
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

UTAMA

Kamis, 16 Februari 2017 12:00
Urusi Lahan Tol, Pemprov Diminta Berkeringat
MASALAH KLASIK: Rumitnya pembebasan lahan di Tol Balikpapan-Samarinda sudah berlangsung sejak proyek ini dimulai.(dok/kp)

PROKAL.CO, SAMARINDA – Proyek jalan tol Balikpapan-Samarinda (Balsam) tidak berjalan mulus. Hingga kini, proyek multiyears contract (MYC) yang dimulai sejak 2012 itu masih berkutat pada pembebasan lahan. Pemicunya, seperti kepemilikan ganda, sertifikat tidak jelas, hingga buruknya komunikasi pemerintah dengan para pemilik lahan.

Anggota Komisi I DPRD Kaltim Jahidin mengingatkan, pemerintah harus serius dalam menjalankan proyek tol yang telah menghabiskan banyak anggaran. Terutama masalah pembebasan lahan yang membuat pekerjaan fisik jalan bebas hambatan tersebut jadi terhambat. Perlu keseriusan dan komunikasi yang baik kepada masyarakat, khususnya para pemilik lahan. Agar tidak terjadi kesalahpahaman dan menimbulkan konflik dalam proses pembebasan lahan.

“Tapi apa, selama ini berkutat dengan pembebasan lahan. Padahal, kalau komunikasinya bagus cepat selesai, seperti lahan tol yang terhalang kebun binatang milik Hery Susanto. Saya kira Pemprov Kaltim harus lebih ‘berkeringat’ mengurusi tol itu,” tegas Jahidin, kemarin (15/2).

Namun, menurut dia, kebesaran hati Hery Susanto alias Abun yang secara sukarela mendukung proyek tol Balikpapan-Samarinda dengan menerima opsi relokasi harus tetap sesuai aturan hukum yang berlaku. Kesepakatan antardua pihak jangan sampai berujung pelanggaran administrasi bahkan pidana. Begitu pula dengan petak lahan lain yang hingga saat ini belum dibebaskan. Jika ada ganti rugi, pemprov wajib menggantinya. Karena dananya pun sudah tersedia.

“Gubernur berikan lah kompensasi kepada lahan-lahan milik kelompok tani yang di atasnya ada tanaman tumbuh atau bangunan. Itu kan diatur dalam undang-undang bahkan ada peraturan pemerintahnya. Jadi tidak menyalahi aturan. Salah kalau tanah negara, tapi ini kan punya kelompok tani tidak masalah karena memang hak mereka,” ujar politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu.

Terkait kebun binatang milik Abun yang direlokasi menurutnya hal tersebut sah-sah saja. Pasalnya, pemilik tidak mempermasalahkan. Bahkan, dalam pertemuan tidak keluar satu kata pun untuk meminta ganti rugi.

“Tanah Abun ada banyak di sana. Kalau cuma geser sedikit saja dia tidak masalah. Bersyukur ada orang seperti Pak Abun, tapi tidak bisa disamakan semua pemilik lahan seperti dia,” jelasnya.

Senada, anggota Komisi III DPRD Kaltim Baharuddin Demmu menyatakan, tak kunjung rampungnya pembebasan lahan tol karena faktor komunikasi Pemprov Kaltim dengan pemilik lahan yang masih belum intensif. Padahal, proyek ditarget selesai sekitar 2 tahun lagi. Jika gagal, bakal jadi preseden buruk bagi Awang Faroek pada akhir masa kepemimpinannya.

“Pendekatannya musyawarah, sebisa mungkin hindari gesekan dengan pemilik lahan. Karena bisa mempersulit dan menambah durasi waktu pengerjaan tol nantinya,” ujar politikus Partai Amanat Nasional itu.

Dia mencontohkan, komunikasi intensif yang dilakukan kepada pemilik lahan di Seksi IV secara intensif membuahkan hasil menggembirakan. Bahkan, pemilik lahan secara sukarela kebun binatang miliknya direlokasi tanpa ganti rugi.

“Persoalannya cuma komunikasi. Temui terus pastikan win-win solution. Demi pembangunan di Kaltim,” sebutnya.

Sebelumnya, titik relokasi kebun binatang yang mengadang trase Seksi IV (Palaran-Jembatan Mahakam Kota II) Jalan Tol Balikpapan-Samarinda (Balsam) belum final diputuskan. Tapi, opsi yang mengemuka sementara, relokasi hanya berupa pergeseran. Bukan memindahkan taman satwa tersebut ke lokasi lain.

“Prinsipnya, Pak Abun (Hery Susanto) siap direlokasi. Seandainya digeser, siap membongkar bangunan (masuk trase tol),” ucap Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Tata Ruang, dan Perumahan Rakyat (PUTRPR) Kaltim M Taufik Fauzi, Selasa (14/2) pagi.

Tak hanya itu, bila memang nantinya direlokasi jauh dari lokasi sekarang akan menyerahkan Surat Keputusan Menteri Kehutanan Nomor 692/Menhut-II/2010 tentang Pemberian Izin sebagai Lembaga Konservasi dalam Bentuk Taman Satwa kepada PT Samarinda Golden Prima kepada pemerintah. Pun, 98 satwa akan dikembalikan melalui Balai Konservasi Sumber Daya Alam.

Adapun jarak aman dari ruang tol, yakni kanan-kiri masing-masing 100 meter. Nantinya, teknis pengamanan agar orang dan binatang tak masuk ke ruas tol dengan dipasang pagar permanen.

Tidak hanya itu, ada pagar yang akan dipasang pemilik lahan sebagai pembatas tanah miliknya dengan tol. “Di tanah saya, juga akan dipagar. Kepentingan (lahan) proyek berapa yang digunakan, setelah itu saya pagar,” sahut Abun mendengar penjelasan kepala Dinas PUTRPR Kaltim itu. Pengusaha Samarinda itu meminta agar relokasi tak jauh dari lokasi sekarang. Semisal jauh, tentu akan berbiaya besar. Sebab, mesti membangun dari awal.

Mengenai kepastian diganti rugi atau tidak lahan yang dimiliki Abun, Taufik bungkam. “Saya tidak menjawab,” ucapnya mengakhiri. Turut dalam rombongan, yakni Kepala Dinas Kehutanan Kaltim Wahyu Widhi Heranata, Kepala Satpol PP Gede Yusa, dan Kepala BKSDA Kaltim Sunandar.

Terpisah, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pengadaan Tanah Jalan Tol Balikpapan-Samarinda dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Hery Susanto, mengatakan belum mendapat konfirmasi lahan kebun binatang masuk trase tol diganti rugi atau tidak.

Namun, informasi yang dia terima, pemilik lahan telah bersedia dipindahkan. “Masih simpang siur. Ada yang bilang iya (ganti rugi), ada juga tidak. Kalau milik pribadi harusnya dibayar,” terang Hery. Tapi, bisa jadi kebijakan pemilik lahan untuk menghibahkan. Itu sama halnya dengan konsesi tambang di jalur tol, perusahaan hanya menghibahkan. “Alhamdulillah kalau begitu,” katanya. (*/him/far/k8)


BACA JUGA

Rabu, 16 Agustus 2017 10:29

Calon Berpotensi Kawin Paksa

SAMARINDA – Sebagai satu-satunya bakal calon gubernur (cagub) yang sudah mendapatkan perahu politik…

Rabu, 16 Agustus 2017 10:27

Tarif Ditetapkan Paksa oleh Komura

SAMARINDA – Kasus dugaan pungutan liar (pungli) di Terminal Peti Kemas (TPK) Palaran, Samarinda,…

Rabu, 16 Agustus 2017 10:21

Bukan Start yang Buruk

KUALA LUMPUR – Timnas Indonesia U-22 mulai menjejak dalam persaingan di pentas SEA Games 2017.…

Rabu, 16 Agustus 2017 10:16

Lunasi Jamrek, 17 IUP Produksi Lagi

SAMARINDA – Izin usaha pertambangan (IUP) yang statusnya dihentikan sementara tersisa sepekan…

Rabu, 16 Agustus 2017 10:14

Big Reds Siapkan Bendera Raksasa

BALIKPAPAN – Meski masih sekitar tiga bulan lagi. Antusias suporter klub sepak bola Liverpool…

Rabu, 16 Agustus 2017 10:10

Beri Layanan Antar Gratis saat Kondisi Darurat

Berjualan online, seperti jasa pengantaran barang maupun penumpang, sudah lumrah di kota besar. Bisnis…

Selasa, 15 Agustus 2017 10:24
Konstelasi Jelang Pilgub 2018 Masih Dinamis

Banyak Pilihan Calon Gubernur, Untungkan Warga

SAMARINDA – Konstelasi politik jelang Pemilihan Gubernur (Pilgub) Kaltim 2018 masih begitu cair.…

Selasa, 15 Agustus 2017 10:17

Salah Strategi, Duit Nganggur Bertambah

BALIKPAPAN – Memasuki pertengahan Agustus, realisasi fisik dan keuangan Kaltim belum menggembirakan.…

Selasa, 15 Agustus 2017 10:12

AIS Siapkan Sambutan Meriah

BALIKPAPAN – Puluhan ribu suporter Arsenal yang tergabung dalam Arsenal Indonesia Suporter (AIS)…

Selasa, 15 Agustus 2017 10:10

Nikmatnya Mobil Canggih yang Berawal dari Mimpi si “Orang Gila”

Masa depan. Itulah cerminan mobil listrik yang di Indonesia begitu didorong Dahlan Iskan, mantan Menteri…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .