MANAGED BY:
KAMIS
23 NOVEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

UTAMA

Kamis, 16 Februari 2017 12:00
Urusi Lahan Tol, Pemprov Diminta Berkeringat
MASALAH KLASIK: Rumitnya pembebasan lahan di Tol Balikpapan-Samarinda sudah berlangsung sejak proyek ini dimulai.(dok/kp)

PROKAL.CO, SAMARINDA – Proyek jalan tol Balikpapan-Samarinda (Balsam) tidak berjalan mulus. Hingga kini, proyek multiyears contract (MYC) yang dimulai sejak 2012 itu masih berkutat pada pembebasan lahan. Pemicunya, seperti kepemilikan ganda, sertifikat tidak jelas, hingga buruknya komunikasi pemerintah dengan para pemilik lahan.

Anggota Komisi I DPRD Kaltim Jahidin mengingatkan, pemerintah harus serius dalam menjalankan proyek tol yang telah menghabiskan banyak anggaran. Terutama masalah pembebasan lahan yang membuat pekerjaan fisik jalan bebas hambatan tersebut jadi terhambat. Perlu keseriusan dan komunikasi yang baik kepada masyarakat, khususnya para pemilik lahan. Agar tidak terjadi kesalahpahaman dan menimbulkan konflik dalam proses pembebasan lahan.

“Tapi apa, selama ini berkutat dengan pembebasan lahan. Padahal, kalau komunikasinya bagus cepat selesai, seperti lahan tol yang terhalang kebun binatang milik Hery Susanto. Saya kira Pemprov Kaltim harus lebih ‘berkeringat’ mengurusi tol itu,” tegas Jahidin, kemarin (15/2).

Namun, menurut dia, kebesaran hati Hery Susanto alias Abun yang secara sukarela mendukung proyek tol Balikpapan-Samarinda dengan menerima opsi relokasi harus tetap sesuai aturan hukum yang berlaku. Kesepakatan antardua pihak jangan sampai berujung pelanggaran administrasi bahkan pidana. Begitu pula dengan petak lahan lain yang hingga saat ini belum dibebaskan. Jika ada ganti rugi, pemprov wajib menggantinya. Karena dananya pun sudah tersedia.

“Gubernur berikan lah kompensasi kepada lahan-lahan milik kelompok tani yang di atasnya ada tanaman tumbuh atau bangunan. Itu kan diatur dalam undang-undang bahkan ada peraturan pemerintahnya. Jadi tidak menyalahi aturan. Salah kalau tanah negara, tapi ini kan punya kelompok tani tidak masalah karena memang hak mereka,” ujar politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu.

Terkait kebun binatang milik Abun yang direlokasi menurutnya hal tersebut sah-sah saja. Pasalnya, pemilik tidak mempermasalahkan. Bahkan, dalam pertemuan tidak keluar satu kata pun untuk meminta ganti rugi.

“Tanah Abun ada banyak di sana. Kalau cuma geser sedikit saja dia tidak masalah. Bersyukur ada orang seperti Pak Abun, tapi tidak bisa disamakan semua pemilik lahan seperti dia,” jelasnya.

Senada, anggota Komisi III DPRD Kaltim Baharuddin Demmu menyatakan, tak kunjung rampungnya pembebasan lahan tol karena faktor komunikasi Pemprov Kaltim dengan pemilik lahan yang masih belum intensif. Padahal, proyek ditarget selesai sekitar 2 tahun lagi. Jika gagal, bakal jadi preseden buruk bagi Awang Faroek pada akhir masa kepemimpinannya.

“Pendekatannya musyawarah, sebisa mungkin hindari gesekan dengan pemilik lahan. Karena bisa mempersulit dan menambah durasi waktu pengerjaan tol nantinya,” ujar politikus Partai Amanat Nasional itu.

Dia mencontohkan, komunikasi intensif yang dilakukan kepada pemilik lahan di Seksi IV secara intensif membuahkan hasil menggembirakan. Bahkan, pemilik lahan secara sukarela kebun binatang miliknya direlokasi tanpa ganti rugi.

“Persoalannya cuma komunikasi. Temui terus pastikan win-win solution. Demi pembangunan di Kaltim,” sebutnya.

Sebelumnya, titik relokasi kebun binatang yang mengadang trase Seksi IV (Palaran-Jembatan Mahakam Kota II) Jalan Tol Balikpapan-Samarinda (Balsam) belum final diputuskan. Tapi, opsi yang mengemuka sementara, relokasi hanya berupa pergeseran. Bukan memindahkan taman satwa tersebut ke lokasi lain.

“Prinsipnya, Pak Abun (Hery Susanto) siap direlokasi. Seandainya digeser, siap membongkar bangunan (masuk trase tol),” ucap Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Tata Ruang, dan Perumahan Rakyat (PUTRPR) Kaltim M Taufik Fauzi, Selasa (14/2) pagi.

Tak hanya itu, bila memang nantinya direlokasi jauh dari lokasi sekarang akan menyerahkan Surat Keputusan Menteri Kehutanan Nomor 692/Menhut-II/2010 tentang Pemberian Izin sebagai Lembaga Konservasi dalam Bentuk Taman Satwa kepada PT Samarinda Golden Prima kepada pemerintah. Pun, 98 satwa akan dikembalikan melalui Balai Konservasi Sumber Daya Alam.

Adapun jarak aman dari ruang tol, yakni kanan-kiri masing-masing 100 meter. Nantinya, teknis pengamanan agar orang dan binatang tak masuk ke ruas tol dengan dipasang pagar permanen.

Tidak hanya itu, ada pagar yang akan dipasang pemilik lahan sebagai pembatas tanah miliknya dengan tol. “Di tanah saya, juga akan dipagar. Kepentingan (lahan) proyek berapa yang digunakan, setelah itu saya pagar,” sahut Abun mendengar penjelasan kepala Dinas PUTRPR Kaltim itu. Pengusaha Samarinda itu meminta agar relokasi tak jauh dari lokasi sekarang. Semisal jauh, tentu akan berbiaya besar. Sebab, mesti membangun dari awal.

Mengenai kepastian diganti rugi atau tidak lahan yang dimiliki Abun, Taufik bungkam. “Saya tidak menjawab,” ucapnya mengakhiri. Turut dalam rombongan, yakni Kepala Dinas Kehutanan Kaltim Wahyu Widhi Heranata, Kepala Satpol PP Gede Yusa, dan Kepala BKSDA Kaltim Sunandar.

Terpisah, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pengadaan Tanah Jalan Tol Balikpapan-Samarinda dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Hery Susanto, mengatakan belum mendapat konfirmasi lahan kebun binatang masuk trase tol diganti rugi atau tidak.

Namun, informasi yang dia terima, pemilik lahan telah bersedia dipindahkan. “Masih simpang siur. Ada yang bilang iya (ganti rugi), ada juga tidak. Kalau milik pribadi harusnya dibayar,” terang Hery. Tapi, bisa jadi kebijakan pemilik lahan untuk menghibahkan. Itu sama halnya dengan konsesi tambang di jalur tol, perusahaan hanya menghibahkan. “Alhamdulillah kalau begitu,” katanya. (*/him/far/k8)


BACA JUGA

Rabu, 22 November 2017 09:56

Golkar Kaltim Masih Menimbang

SAMARINDA – Rumor Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) DPP Golkar setelah penahanan sang…

Rabu, 22 November 2017 09:47

Merpati Pengantar Narkoba

BERABAD-abad silam, hingga 1940-an, merpati merupakan hewan paling berjasa dalam jalur komunikasi warga.…

Selasa, 21 November 2017 09:28

Banjir Harapan dari Penanganan Banjir

Tujuh belas proyek penanganan banjir dikerjakan dalam waktu hampir bersamaan. Akibatnya, warga menghadapi…

Selasa, 21 November 2017 09:24

Menumpuk karena Anggaran Lambat

BERBAGAI cara diambil pemerintah untuk menangani banjir. Tiga belas proyek pembangunan drainase disiapkan…

Selasa, 21 November 2017 09:23

Polisi Tunggu Petunjuk Ahli

TENGGARONG – Insiden tenggelamnya operator ekskavator di lubang galian tambang di konsesi PT Mega…

Selasa, 21 November 2017 09:20

Belum Banyak Dermaga, Suatu Saat Bisa Berbelanja di Sogo

Samarinda punya bengawan yang sangat menawan. Potensi besar menyedot wisatawan di perairan Sungai Mahakam.  …

Selasa, 21 November 2017 09:17

Suami Terlalu Perkasa, Istri Menyerah

BANGUN pagi seperti menjadi kebiasaan yang sulit bagi Bedu–nama samaran. Sementara Karin–juga…

Senin, 20 November 2017 09:12

Operator Tenggelam di Lubang Tambang

TENGGARONG – Kecelakaan kerja lagi-lagi terjadi di area pertambangan batu bara di Kutai Kartanegara…

Senin, 20 November 2017 09:08

Buka Rute Bergantung Daya Tarik Kota

SAMARINDA – Pengembangan rute internasional di Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan…

Senin, 20 November 2017 09:07

Gagal Melobi Jokowi

PENAHANAN yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadi akhir “pelarian” Ketua…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .