MANAGED BY:
SENIN
27 FEBRUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

UTAMA

Selasa, 14 Februari 2017 10:30
Perampok Bank Pakai Bom Rakitan Itu sempat Dikira Orang Bisu

Agus Belajar Bikin Bom dari Video, Polisi Telusuri Indikasi Terorisme

DIJINAKKAN: Brigpol Saidi Amri Ritonga mengenakan baju antipeledak saat berusaha menjinakkan rangkaian bom di depan KCP BRI, Jalan P Suryanata, Samarinda, kemarin (13/2). Foto lain, tersangka Agus Fitriana menjalani serangkaian pemeriksaan di Polresta Samarinda. Tampak indekos tersangka di Dusun Pulau Mas Desa Bhuana Jaya, Tenggarong Seberang, dipasang police line. (RESTU/KP)

PROKAL.CO, TERIK matahari tak terasa di ruangan berukuran sekitar 7x10 meter itu. Embusan air conditioner (AC) yang biasa sejuk berubah seketika. Agus Fitriana, pelaku perampokan di Kantor Cabang Pembantu (KCP) Bank Rakyat Indonesia (BRI) di Jalan P Suryanata, Kelurahan Bukit Pinang, Kecamatan Samarinda Ulu, membuat gempar ratusan orang. Bukan karena tindakan kasarnya, aksinya seperti terorisme kelas profesional.

“Tolong, ada bom, Pak,” teriakan perempuan sambil lari tergesa-gesa berusaha menyelamatkan diri. Seketika itu, suasana tenang di teller bank berubah panik. Begitu pula Titah, karyawan bank yang bertugas melayani nasabah terburu-buru menghubungi keluarganya yang bekerja sebagai aparat penegak hukum.

“Uwa, cepat ke sini (BRI). Ada bom di kantor,” sebut perempuan dengan makeup tipis di wajahnya. Di ujung telepon, Iptu Hardi sebagai Kasubag Humas Polresta Samarinda adalah pria yang dihubungi Titah.

Di atas lantai keramik putih, seragam Bayu Andi Saputra, sekuriti bank sudah kusut karena bergelut. Sebanyak 11 nasabah yang berada di ruangan berusaha menyelamatkan diri, namun ada pula yang membantu mengamankan Agus.

Kesigapan petugas yang mendapat laporan warga perlu diapresiasi. Tak sampai 10 menit, anggota Polsekta Samarinda Ulu sudah tiba di tempat kejadian perkara (TKP). Tangan terborgol, pria berbadan gempal dengan rambut lurus belah kiri itu dibawa ke Polsekta Samarinda Ulu.

Wajah lebam dan lecet di beberapa bagian badan, Agus tak bisa lagi melawan. Puluhan warga yang tersulut emosi karena ulahnya mendaratkan bogem mentah. Dari tas yang berisikan bom, pelaku kedapatan membawa pisau dapur, obeng, dan rompi seragam tempatnya bekerja.

Berhasil diamankan, petugas lantas memasang kursi plastik dan tali rafia menandakan ada bom di tengah jalan. Lalu lintas kawasan tersebut pun tak bisa dilintasi, baik dari arah Tenggarong menuju Samarinda Kota, maupun sebaliknya.

Aksi warga Dusun Pulau Mas, RT 006, Desa Bhuana Jaya, Tenggarong Seberang, Kukar, itu sangat nekat. Menjelang matahari tepat berada di atas kepala, Agus masuk ke bank tanpa mengabaikan pertanyaan Bayu yang kala itu berjaga sendirian.

“Saya seperti biasa, menanyakan maksud dan tujuan kepada setiap orang yang masuk ke bank,” jelas Bayu. Tak ada yang dicurigai, karena penampilan Agus layaknya seorang nasabah yang hendak menyetor atau mengambil uang.

“Saya pikir malah dia (pelaku) orang bisu, karena tidak menjawab dan mengeluarkan kertas,” timpal Bayu. Matanya lantas terbelalak kala melihat tulisan “saya minta uang Rp 50 juta, atau saya ledakkan bom ini”.

Jari tangan kanannya lantas menunjukkan tas selempang warna biru gelap berbahan kain. Naluri sebagai keamanan tergerak. Badan gempal Agus tak bisa melemahkan kekuatan Bayu. Mengenakan baju hem biru lengan panjang, Bayu berusaha mencakar sekuriti bank. Namun, usaha pria yang diketahui sebagai karyawan tambang PT PAMA di Site Separi, Kukar itu sia-sia.

Kegaduhan di gedung menambah senewen nasabah. Bom rakitan terlempar keluar ketika Bayu dan Agus bergelut. Karyawan bank lantas lari ke atas dan berteriak minta tolong.

Tak dinyana, delapan pipa berukuran sepanjang 15 sentimeter dibalut dengan lakban putih berlilitkan kabel merah, biru, dan hitam menambah kecemasan. Pemicunya pun diketahui menggunakan PCB (printed circuit board) powerbank yang disambung dengan baterai berukuran sedang. Sementara di bagian lain, kertas aluminium foil dibungkus berisikan pasir basah.

Kaltim Post menelusuri bagaimana pembuatan bom oleh Agus. Bak pelaku profesional, pria kelahiran Karawang, Jawa Barat, itu menyusun rangkaian bom dari sebuah video tutorial.

Berdurasi sekitar 3 menit, video yang diketahui dari sebuah film layar lebar Bollywood itu ditonton dari komputer di indekosnya. Sayang, polisi belum berani membeberkan keseluruhan terkait rakitan bom. Berdasarkan penelusuran, bom tersebut dirakit pelaku sejak 10 hari lalu. Nah, jika berhasil meledak, jaraknya ledaknya bisa sampai 25 meter.

Kapolresta Samarinda Kombes Pol Eriadi, menjelaskan, aksi Agus tergolong teror namun dengan keperluan untuk pribadi. “Pelaku dililit utang sekitar Rp 15 juta, dia mencoba mengancam pihak bank untuk mendapatkan uang Rp 50 juta,” ujar Eriadi.

Perwira berpangkat melati tiga itu menegaskan bakal menyelidiki kehidupan pelaku. Lanjut dia, bank sudah bekerja sama dengan baik dengan menempatkan anggota yang bertugas menjaga keamanan.

HOBI JUDI ONLINE

Setelah sukses membuat geger dengan ancaman bom pipa miliknya, sosok Agus Fitriana (29), warga Kecamatan Tenggarong Seberang, Kukar, mendadak terkenal. Kaltim Post kembali menelusuri sosok pria yang bermukim di indekos dengan penuh daun di depan kamarnya. Agus merupakan seorang perantauan asal Jawa Barat. Selama beberapa tahun terakhir, dia bekerja di sebuah perusahaan tambang di Tenggarong Seberang.

Berdasarkan alamat kartu tanda penduduk (KTP) yang dimiliki, dia bermukim di RT 006, Dusun Pulau Mas, Desa Bhuana Jaya, Kecamatan Tenggarong Seberang. Setelah dilakukan pengecekan oleh petugas, rupanya tersangka sudah sekitar 1,5 tahun terakhir tak lagi tinggal di rumah tersebut.

Dia rupanya menyewa sebuah bangsal milik warga berinisial EF No 65, RT 001, Desa Bukit Pariaman, Kecamatan Tenggarong Seberang.

Informasi yang dihimpun dari kepolisian, Agus selama ini bekerja di PT Tekindo Mitra Mandiri, tepatnya di Sub-Kontraktor PT PAMA sebagai operator unit. Berdasarkan keterangan seorang sumber, tersangka dikenal sebagai sosok yang tertutup, pendiam serta jarang bergaul dengan warga sekitar.

Dari sumber yang sama, tersangka juga kerap didatangi oleh sejumlah temannya serta pihak leasingsepeda motor lantaran tagihan bulanan yang menunggak.

Halaman:

BACA JUGA

Senin, 27 Februari 2017 12:56

NGERI..!! Pedofilia Beraksi, Diduga Ratusan Anak Jadi Korban

SAMARINDA – Kasus kekerasan pada anak di Samarinda cukup mengkhawatirkan. Bahkan, pelakunya semakin…

Senin, 27 Februari 2017 12:45
Pembunuhan Juragan Angkot di Balikpapan

MENGEJUTKAN..!! Ternyata Juragan Angkot Itu Dihabisi Anak Sendiri

BALIKPAPAN – Pembunuhan Mulyadi, Putera Susilo, dan Lasiyem hingga kemarin (26/2) masih menyisakan…

Senin, 27 Februari 2017 12:12

Biaya Logistik Ditekan, Barang Jadi Murah

PROGRAM tol laut yang digagas Presiden Jokowi diyakini sejumlah pihak bakal mengurangi beban logistik.…

Senin, 27 Februari 2017 12:00

Inflasi Februari Lebih Rendah

JAKARTA – Inflasi awal tahun ini cukup tinggi, yakni di angka 0,97 persen. Besaran inflasi tersebut…

Senin, 27 Februari 2017 10:28

HAYUUU..!! Reklamasi Tambang Diabaikan, Dewan Bawa ke KPK

SAMARINDA – Kasus korban tewas di lubang bekas tambang di Kaltim belum juga tuntas ditangani kepolisian.…

Senin, 27 Februari 2017 10:17

Kaltara Jadi Koordinator Percepatan Pembangunan Regional Kalimantan

Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) Irianto Lambrie berharap, sumber daya alam (SDA) di Kalimantan bisa…

Minggu, 26 Februari 2017 10:19

Pelanggaran Nyata, Berakhir Hampa

  SAMARINDA – Penanganan kasus korban tewas di lubang bekas tambang menanti hasil akhir.…

Minggu, 26 Februari 2017 10:18

Jokowi Jemput Raja Salman

JAKARTA – Pemerintah Indonesia betul-betul sibuk menyiapkan kedatangan Raja Arab Saudi Salman…

Minggu, 26 Februari 2017 10:11

Bakal Jadi Oscars Paling Politis

LOS ANGELES – Oscars selalu menjadi perhelatan yang menarik. Film-film terbaik Hollywood dikompetisikan,…

Minggu, 26 Februari 2017 10:07

Ingin Kuliah tapi Fasilitas Perguruan Tinggi Belum Memadai

Banyak orangtua yang kebingungan menangani anak penyandang disabilitas tuli. Bahkan, cenderung pesimistis…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .