MANAGED BY:
JUMAT
21 JULI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

SAMARINDA

Selasa, 14 Februari 2017 12:00
WOW, ADA APA INI..? Gubernur Kritik Pemkab Kukar

Bahas Pencaplokan Lahan, Tak Satu Pun Pejabat Hadir

Awang Faroek Ishak

PROKAL.CO, SAMARINDA - Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak mengkritik penanganan konflik lahan antara petani di Kutai Kartanegara (Kukar) dengan PT Perkebunan Kaltim Utama (PKU). Gubernur mendesak Bupati Kukar Rita Widyasari segera menyelesaikan persoalan tersebut. Diketahui, PT PKU dituding mencaplok lahan warga Sungai Nangka, di Kecamatan Muara Jawa, Kukar.

Politikus Partai Nasional Demokrat (NasDem) itu mengatakan, PT PKU harus merelokasi warga ke daerah baru. Di tempat baru ini, dia meminta tidak ada kegiatan tambang, kemudian warga diberi kebun dan plasma gratis. Jika persoalan masih buntu, dia pun merestui jika dugaan pencaplokan lahan bergulir ke meja hijau.

Meski demikian, Awang menegaskan, perusahaan milik Menko Maritim Luhut Panjaitan itu memiliki izin resmi dan sudah CnC. Jadi, dia menyarankan, konflik diselesaikan diluar pengadilan terlebih dahulu. “Saya upayakan pengacara negara dari Kejati Kaltim. PT PKU itu beli kebun dari orang lain. Jadi bukan mereka yang buka lahan,” jelasnya.

Dia menyesalkan minimnya perhatian Pemkab Kukar terhadap masalah petani di Sungai Nangka. Dalam pertemuan di Kegubernuran kemarin (13/2), dia telah mengundang Rita Widyasari untuk mencari jalan keluar. Tapi, jangankan bupati yang datang, camat pun tak ada. Yang ada hanya petani, Jatam dan anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD).

Gubernur makin kecewa, ketika camat di lahan yang bersengketa telah diganti. “Tidak masuk akal desa yang sah secara hukum hilang jadi pertambangan. Kalau dikembalikan jadi desa saya yang paling pertama setuju,” kritik Awang sembari menegakkan telunjuk lalu disambut sorak riuh peserta rapat.

Di tempat yang sama, Dinamisator Jatam Kaltim Pradarma Rupang mengatakan, PT PKU telah merampas lahan petani di Sungai Nangka. Kini PT PKU bisa beraktivitas, sementara petani merana. Dia meminta agar ada status quo. Bila petani tak bisa beraktivitas di lahan sengketa itu, maka PT PKU juga harus stop beroperasi.

 “Kami minta gubernur bersama kantor pertanahan untuk memverifikasi ulang lahan yang dirampas Toba Group (kelompok usaha yang menaungi PT PKU),” ucapnya. Warga Sungai Nangka, Akmal yang dihadirkan dalam pertemuan itu mengatakan, sejak PT PKU beroperasi pada 2004, tak pernah ada sosialisasi sedikit pun ke petani setempat.

Perusahaan tersebut, kata dia, mulai sosialisasi ketika sawit telah berbuah. Kemudian, petani dipaksa untuk mau bagi hasil menjadi 20 banding 80. “Itu akal-akalan yang tak sebanding,” ungkapnya. Warga yang protes, lanjut dia, mendapat intimidasi dari perusahaan. Dia pun heran, warga memiliki lahan dengan status sertifikat hak milik (SHM), sementara perusahaan juga punya legalitas yang sama di lahan tersebut.

“Kami menduga ini cacat hukum. Petani yang mencari keadilan diancam penjara. Sampai sekarang masih jadi tahanan Mapolres Tenggarong,” bebernya. (*/hdd/riz)


BACA JUGA

Kamis, 20 Juli 2017 11:02

Rapatkan Barisan Tangkal Narkoba

SAMARINDA – Banyak faktor penyebab rusaknya moral bangsa. Penyalahgunaan narkoba, satu di antaranya.…

Kamis, 20 Juli 2017 11:01

Sakit Hati Berujung Tragedi

IRFAN (40) alias Asek turun dari mobil di pelataran Mapolresta Samarinda dengan tertatih-tatih. Langkahnya…

Kamis, 20 Juli 2017 11:00

Upayakan Tambahan LPJU

SAMARINDA – Polemik minimnya penerangan jalan di Kota Tepian takkan terurai dalam waktu dekat.…

Kamis, 20 Juli 2017 10:59

Dihabisi karena Pergoki Pencuri

SAMARINDA – Peristiwa berdarah penganiayaan yang merenggut nyawa Misrani (51) oleh Gogo Mangaraja…

Kamis, 20 Juli 2017 10:57

Siapkan Taman yang Memanjakan

SAMARINDA – Sempat menjadi sasaran tangan jahil oknum tak bertanggung jawab, perlahan Taman Cerdas…

Kamis, 20 Juli 2017 10:55

Rekayasa Lalin, Dishub “Takut”

SAMARINDA – Pengaspalan di Jalan Juanda, Samarinda Ulu, hingga persimpangan bawah flyover masih…

Kamis, 20 Juli 2017 10:50

Balas Budi, Ikut Mencuri

SAMARINDA – Luapan amarah warga di Jalan Cipto Mangunkusumo, Simpang Tiga, Loa Janan Ilir, mengarah…

Kamis, 20 Juli 2017 10:49

Lirik Pengelolaan Pabrik Es

SAMARINDA – Sekian tahun dalam keterpurukan, Perusahaan Daerah Pergudangan dan Aneka Usaha (PDPAU)…

Kamis, 20 Juli 2017 10:48

Kupas Kisah Unik Berkuliah di Rusia

SAMARINDA – Program Sarapan Pagi Radio 96,8 KPFM Samarinda, Kamis (19/7), kembali menghadirkan…

Kamis, 20 Juli 2017 09:06

Oknum PNS Pemprov Tersangka

SAMARINDA – Belum genap sepekan Biro Sosial dan Biro Keuangan Sekretariat Provinsi (Setprov) Kaltim…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .