MANAGED BY:
JUMAT
23 FEBRUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

SAMARINDA

Selasa, 14 Februari 2017 12:00
WOW, ADA APA INI..? Gubernur Kritik Pemkab Kukar

Bahas Pencaplokan Lahan, Tak Satu Pun Pejabat Hadir

Awang Faroek Ishak

PROKAL.CO, SAMARINDA - Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak mengkritik penanganan konflik lahan antara petani di Kutai Kartanegara (Kukar) dengan PT Perkebunan Kaltim Utama (PKU). Gubernur mendesak Bupati Kukar Rita Widyasari segera menyelesaikan persoalan tersebut. Diketahui, PT PKU dituding mencaplok lahan warga Sungai Nangka, di Kecamatan Muara Jawa, Kukar.

Politikus Partai Nasional Demokrat (NasDem) itu mengatakan, PT PKU harus merelokasi warga ke daerah baru. Di tempat baru ini, dia meminta tidak ada kegiatan tambang, kemudian warga diberi kebun dan plasma gratis. Jika persoalan masih buntu, dia pun merestui jika dugaan pencaplokan lahan bergulir ke meja hijau.

Meski demikian, Awang menegaskan, perusahaan milik Menko Maritim Luhut Panjaitan itu memiliki izin resmi dan sudah CnC. Jadi, dia menyarankan, konflik diselesaikan diluar pengadilan terlebih dahulu. “Saya upayakan pengacara negara dari Kejati Kaltim. PT PKU itu beli kebun dari orang lain. Jadi bukan mereka yang buka lahan,” jelasnya.

Dia menyesalkan minimnya perhatian Pemkab Kukar terhadap masalah petani di Sungai Nangka. Dalam pertemuan di Kegubernuran kemarin (13/2), dia telah mengundang Rita Widyasari untuk mencari jalan keluar. Tapi, jangankan bupati yang datang, camat pun tak ada. Yang ada hanya petani, Jatam dan anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD).

Gubernur makin kecewa, ketika camat di lahan yang bersengketa telah diganti. “Tidak masuk akal desa yang sah secara hukum hilang jadi pertambangan. Kalau dikembalikan jadi desa saya yang paling pertama setuju,” kritik Awang sembari menegakkan telunjuk lalu disambut sorak riuh peserta rapat.

Di tempat yang sama, Dinamisator Jatam Kaltim Pradarma Rupang mengatakan, PT PKU telah merampas lahan petani di Sungai Nangka. Kini PT PKU bisa beraktivitas, sementara petani merana. Dia meminta agar ada status quo. Bila petani tak bisa beraktivitas di lahan sengketa itu, maka PT PKU juga harus stop beroperasi.

 “Kami minta gubernur bersama kantor pertanahan untuk memverifikasi ulang lahan yang dirampas Toba Group (kelompok usaha yang menaungi PT PKU),” ucapnya. Warga Sungai Nangka, Akmal yang dihadirkan dalam pertemuan itu mengatakan, sejak PT PKU beroperasi pada 2004, tak pernah ada sosialisasi sedikit pun ke petani setempat.

Perusahaan tersebut, kata dia, mulai sosialisasi ketika sawit telah berbuah. Kemudian, petani dipaksa untuk mau bagi hasil menjadi 20 banding 80. “Itu akal-akalan yang tak sebanding,” ungkapnya. Warga yang protes, lanjut dia, mendapat intimidasi dari perusahaan. Dia pun heran, warga memiliki lahan dengan status sertifikat hak milik (SHM), sementara perusahaan juga punya legalitas yang sama di lahan tersebut.

“Kami menduga ini cacat hukum. Petani yang mencari keadilan diancam penjara. Sampai sekarang masih jadi tahanan Mapolres Tenggarong,” bebernya. (*/hdd/riz)


BACA JUGA

Kamis, 22 Februari 2018 20:48
BPTP Kaltim Gelar Rakorda Upsus Pajale se-Kaltim

YAKIN..!! Kekurangan Luas Tambah Tanam 9 Ribu Hektar Lahan Bisa Teratasi

SAMARINDA – Pemenuhan kebutuhan pangan di Benua Etam menjadi atensi bagi pemerintah daerah. Balai…

Kamis, 22 Februari 2018 10:10

Pematangan Lahan Jadi Modus

LEBIH dari separuh wilayah Kota Tepian sudah berubah menjadi area pertambangan. Bisnis perumahan jadi…

Kamis, 22 Februari 2018 10:10

PARAH INI..!! Ada Batu Baranya, Kuburan Dikeruk Oknum Polisi

SAMARINDA – Aktivitas penambangan batu bara secara sembunyi-sembunyi alias ilegal, seolah tak…

Kamis, 22 Februari 2018 10:09

MENGENAL CARA KERJA REPORTER

Puluhan murid TK Islam Ruhamaa Samarinda antusias mengunjungi redaksi Kaltim Post di Jalan Untung Suropati…

Kamis, 22 Februari 2018 10:08

Fasilitas Citra Niaga Akan Ditingkatkan

SAMARINDA – Citra Niaga telah tertinggal jauh dari pusat perbelanjaan modern. Pemkot Samarinda…

Kamis, 22 Februari 2018 10:07

Pemkot Diminta Seriusi Relokasi Warga SKM

SAMARINDA –Tertundanya relokasi warga di bantaran Sungai Karang Mumus (SKM) ke Handil Kopi jadi…

Rabu, 21 Februari 2018 10:37

Unsur Kelalaian Belum Ditemukan

SAMARINDA – Keberadaan pelindung tiang utama jembatan sangat diperlukan. Tujuannya agar kapal-kapal…

Rabu, 21 Februari 2018 10:36

WASPADA..!! Jalan AW Sjahranie Rawan Kriminal

SAMARINDA - Kriminalitas di ibu kota Kaltim bisa dibilang memprihatinkan. Terutama di ruas Jalan AW…

Rabu, 21 Februari 2018 10:35

Manusia Harus Sadar, Hutan Itu Penting

Proses hukum atas kematian orangutan di Taman Nasional Kutai (TNK) telah berjalan setengah bulan. Empat…

Rabu, 21 Februari 2018 09:24

Hari Ini, DLH Panggil Indomaret

SAMARINDA –Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Samarinda dibuat geram oleh pemilik Indomaret di Jalan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .