MANAGED BY:
MINGGU
30 APRIL
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

SAMARINDA

Selasa, 14 Februari 2017 12:00
WOW, ADA APA INI..? Gubernur Kritik Pemkab Kukar

Bahas Pencaplokan Lahan, Tak Satu Pun Pejabat Hadir

Awang Faroek Ishak

PROKAL.CO, SAMARINDA - Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak mengkritik penanganan konflik lahan antara petani di Kutai Kartanegara (Kukar) dengan PT Perkebunan Kaltim Utama (PKU). Gubernur mendesak Bupati Kukar Rita Widyasari segera menyelesaikan persoalan tersebut. Diketahui, PT PKU dituding mencaplok lahan warga Sungai Nangka, di Kecamatan Muara Jawa, Kukar.

Politikus Partai Nasional Demokrat (NasDem) itu mengatakan, PT PKU harus merelokasi warga ke daerah baru. Di tempat baru ini, dia meminta tidak ada kegiatan tambang, kemudian warga diberi kebun dan plasma gratis. Jika persoalan masih buntu, dia pun merestui jika dugaan pencaplokan lahan bergulir ke meja hijau.

Meski demikian, Awang menegaskan, perusahaan milik Menko Maritim Luhut Panjaitan itu memiliki izin resmi dan sudah CnC. Jadi, dia menyarankan, konflik diselesaikan diluar pengadilan terlebih dahulu. “Saya upayakan pengacara negara dari Kejati Kaltim. PT PKU itu beli kebun dari orang lain. Jadi bukan mereka yang buka lahan,” jelasnya.

Dia menyesalkan minimnya perhatian Pemkab Kukar terhadap masalah petani di Sungai Nangka. Dalam pertemuan di Kegubernuran kemarin (13/2), dia telah mengundang Rita Widyasari untuk mencari jalan keluar. Tapi, jangankan bupati yang datang, camat pun tak ada. Yang ada hanya petani, Jatam dan anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD).

Gubernur makin kecewa, ketika camat di lahan yang bersengketa telah diganti. “Tidak masuk akal desa yang sah secara hukum hilang jadi pertambangan. Kalau dikembalikan jadi desa saya yang paling pertama setuju,” kritik Awang sembari menegakkan telunjuk lalu disambut sorak riuh peserta rapat.

Di tempat yang sama, Dinamisator Jatam Kaltim Pradarma Rupang mengatakan, PT PKU telah merampas lahan petani di Sungai Nangka. Kini PT PKU bisa beraktivitas, sementara petani merana. Dia meminta agar ada status quo. Bila petani tak bisa beraktivitas di lahan sengketa itu, maka PT PKU juga harus stop beroperasi.

 “Kami minta gubernur bersama kantor pertanahan untuk memverifikasi ulang lahan yang dirampas Toba Group (kelompok usaha yang menaungi PT PKU),” ucapnya. Warga Sungai Nangka, Akmal yang dihadirkan dalam pertemuan itu mengatakan, sejak PT PKU beroperasi pada 2004, tak pernah ada sosialisasi sedikit pun ke petani setempat.

Perusahaan tersebut, kata dia, mulai sosialisasi ketika sawit telah berbuah. Kemudian, petani dipaksa untuk mau bagi hasil menjadi 20 banding 80. “Itu akal-akalan yang tak sebanding,” ungkapnya. Warga yang protes, lanjut dia, mendapat intimidasi dari perusahaan. Dia pun heran, warga memiliki lahan dengan status sertifikat hak milik (SHM), sementara perusahaan juga punya legalitas yang sama di lahan tersebut.

“Kami menduga ini cacat hukum. Petani yang mencari keadilan diancam penjara. Sampai sekarang masih jadi tahanan Mapolres Tenggarong,” bebernya. (*/hdd/riz)


BACA JUGA

Minggu, 30 April 2017 11:11

Dua Opsi agar Angkot di Samarinda Tak Mati

SAMARINDA – Modernisasi jasa transportasi konvensional dengan mengadaptasi teknologi sedianya…

Minggu, 30 April 2017 08:44

COBA LIHAT..!! Jalan Pemprov Malah Banyak Masalahnya

SAMARINDA – Tidak sulit menemukan lubang di ruas jalan Kota Tepian. Menyelesaikan masalah infrastruktur…

Minggu, 30 April 2017 08:43

Judi Kok Jadi Hobi

SAMARINDA – Hobi buruk mengantarkan Aan (37) ke kerasnya hidup di balik penjara. Dia telanjur…

Minggu, 30 April 2017 08:42

Siaga Satu Kawal Mayday

SAMARINDA – Jelang perayaan Hari Buruh Internasional alias Mayday, besok (1/5), aparat penegak…

Sabtu, 29 April 2017 11:45

Relokasi Warga dari Kawasan Rawan Longsor, Pemkot Hanya Perlu Tegas Kok..!!

SAMARINDA – Polemik merelokasi korban longsor di Jalan Lumba-lumba, Kelurahan Selili, Kecamatan…

Sabtu, 29 April 2017 11:45

Perbaikan Jalan Terbentur Anggaran

SAMARINDA – Kematian Ade Andri (23) menambah panjang daftar korban tewas dalam kecelakaan di Jalan.…

Sabtu, 29 April 2017 11:12

Geliat Ritel Waralaba Nasional, Tak Selamanya Moratorium

SAMARINDA – Peraturan Wali Kota (Perwali) 9/2015 tentang minimarket modern sudah diterapkan sejak…

Sabtu, 29 April 2017 11:11
Wacana PDPAU Mengelola Bisnis Sedot Tinja

Perlu Kajian biar Tak Jadi Beban

SAMARINDA – Wacana Perusahaan Daerah Pergudangan dan Aneka Usaha (PDPAU) mengelola bisnis sedot…

Sabtu, 29 April 2017 10:10

Motor Prima Minimalkan Celaka

TIDAK mudah menghindari lubang ketika berkendara malam hari. Apalagi jika penerangan di sekitar jalan…

Sabtu, 29 April 2017 08:28

Operasional Pabrik Ikan Terkendala Listrik

SAMARINDA –Progres pembangunan pabrik tepung ikan di Kelurahan Tanah Merah, Kecamatan Samarinda…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .