MANAGED BY:
KAMIS
21 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

SAMARINDA

Selasa, 14 Februari 2017 12:00
WOW, ADA APA INI..? Gubernur Kritik Pemkab Kukar

Bahas Pencaplokan Lahan, Tak Satu Pun Pejabat Hadir

Awang Faroek Ishak

PROKAL.CO, SAMARINDA - Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak mengkritik penanganan konflik lahan antara petani di Kutai Kartanegara (Kukar) dengan PT Perkebunan Kaltim Utama (PKU). Gubernur mendesak Bupati Kukar Rita Widyasari segera menyelesaikan persoalan tersebut. Diketahui, PT PKU dituding mencaplok lahan warga Sungai Nangka, di Kecamatan Muara Jawa, Kukar.

Politikus Partai Nasional Demokrat (NasDem) itu mengatakan, PT PKU harus merelokasi warga ke daerah baru. Di tempat baru ini, dia meminta tidak ada kegiatan tambang, kemudian warga diberi kebun dan plasma gratis. Jika persoalan masih buntu, dia pun merestui jika dugaan pencaplokan lahan bergulir ke meja hijau.

Meski demikian, Awang menegaskan, perusahaan milik Menko Maritim Luhut Panjaitan itu memiliki izin resmi dan sudah CnC. Jadi, dia menyarankan, konflik diselesaikan diluar pengadilan terlebih dahulu. “Saya upayakan pengacara negara dari Kejati Kaltim. PT PKU itu beli kebun dari orang lain. Jadi bukan mereka yang buka lahan,” jelasnya.

Dia menyesalkan minimnya perhatian Pemkab Kukar terhadap masalah petani di Sungai Nangka. Dalam pertemuan di Kegubernuran kemarin (13/2), dia telah mengundang Rita Widyasari untuk mencari jalan keluar. Tapi, jangankan bupati yang datang, camat pun tak ada. Yang ada hanya petani, Jatam dan anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD).

Gubernur makin kecewa, ketika camat di lahan yang bersengketa telah diganti. “Tidak masuk akal desa yang sah secara hukum hilang jadi pertambangan. Kalau dikembalikan jadi desa saya yang paling pertama setuju,” kritik Awang sembari menegakkan telunjuk lalu disambut sorak riuh peserta rapat.

Di tempat yang sama, Dinamisator Jatam Kaltim Pradarma Rupang mengatakan, PT PKU telah merampas lahan petani di Sungai Nangka. Kini PT PKU bisa beraktivitas, sementara petani merana. Dia meminta agar ada status quo. Bila petani tak bisa beraktivitas di lahan sengketa itu, maka PT PKU juga harus stop beroperasi.

 “Kami minta gubernur bersama kantor pertanahan untuk memverifikasi ulang lahan yang dirampas Toba Group (kelompok usaha yang menaungi PT PKU),” ucapnya. Warga Sungai Nangka, Akmal yang dihadirkan dalam pertemuan itu mengatakan, sejak PT PKU beroperasi pada 2004, tak pernah ada sosialisasi sedikit pun ke petani setempat.

Perusahaan tersebut, kata dia, mulai sosialisasi ketika sawit telah berbuah. Kemudian, petani dipaksa untuk mau bagi hasil menjadi 20 banding 80. “Itu akal-akalan yang tak sebanding,” ungkapnya. Warga yang protes, lanjut dia, mendapat intimidasi dari perusahaan. Dia pun heran, warga memiliki lahan dengan status sertifikat hak milik (SHM), sementara perusahaan juga punya legalitas yang sama di lahan tersebut.

“Kami menduga ini cacat hukum. Petani yang mencari keadilan diancam penjara. Sampai sekarang masih jadi tahanan Mapolres Tenggarong,” bebernya. (*/hdd/riz)


BACA JUGA

Rabu, 20 September 2017 14:28

Jalani Pengobatan, Terdakwa Pengeroyokan Tetap Ditahan

SAMARINDA - Setelah sempat tersiar kabar di ranah polisi seorang pelaku pengeroyokan yakni Faishal Riedza…

Rabu, 20 September 2017 11:21

Isran Noor Gaet Hadi Mulyadi di Pilgub 2018

JAKARTA – Geliat konsolidasi jelang Pemilihan Gubernur (Pilgub) Kaltim 2018 kian hangat. Belakangan,…

Rabu, 20 September 2017 09:06

Pemprov Ambil Alih Pengelolaan PPI

SAMARINDA – Untuk memperluas sayap bisnis di kompleks Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Selili,…

Rabu, 20 September 2017 09:05

Turut Embat Motor Keluarga

SAMARINDA – Berusia masih belia, kelakuan NU (13) dan AD (15) bikin geleng kepala. Masih duduk…

Rabu, 20 September 2017 09:04

MA Tenggak Enam Obat Peluruh Kandungan

Rangkaian momen aksi keji pengguguran dan pembuangan bayi perempuan oleh pasangan kekasih Agung Purnomo…

Rabu, 20 September 2017 09:02

12 Pemuda Tanpa Identitas Terjaring

SAMARINDA pernah mendapat predikat minor sebagai kota tak aman kedua di Indonesia. Kota Tepian dengan…

Rabu, 20 September 2017 09:00

Bisa Penuhi Hasrat Bermusik Publik

SAMARINDA – Perlahan sekitaran pohon beringin besar di tepian Sungai Mahakam, Jalan RE Martadinata,…

Rabu, 20 September 2017 08:59

Pilih Kontraktor Jangan Gegabah

SAMARINDA – Porsi besar anggaran pengendalian banjir dalam anggaran lebihan di APBD Perubahan…

Rabu, 20 September 2017 08:57

Setiap Hari Perlu 1.000 Ton

TIGA investor beda negara menyatakan kesediaan mengelola sampah di Samarinda menjadi sumber pembangkit…

Rabu, 20 September 2017 08:57

Belum Optimal karena Minim Sosialisasi

PROGRAM kota berjaringan internet alias smart city terus digeber. Terdekat, ada dua program prioritas…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .