MANAGED BY:
JUMAT
24 NOVEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

SAMARINDA

Selasa, 14 Februari 2017 12:00
WOW, ADA APA INI..? Gubernur Kritik Pemkab Kukar

Bahas Pencaplokan Lahan, Tak Satu Pun Pejabat Hadir

Awang Faroek Ishak

PROKAL.CO, SAMARINDA - Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak mengkritik penanganan konflik lahan antara petani di Kutai Kartanegara (Kukar) dengan PT Perkebunan Kaltim Utama (PKU). Gubernur mendesak Bupati Kukar Rita Widyasari segera menyelesaikan persoalan tersebut. Diketahui, PT PKU dituding mencaplok lahan warga Sungai Nangka, di Kecamatan Muara Jawa, Kukar.

Politikus Partai Nasional Demokrat (NasDem) itu mengatakan, PT PKU harus merelokasi warga ke daerah baru. Di tempat baru ini, dia meminta tidak ada kegiatan tambang, kemudian warga diberi kebun dan plasma gratis. Jika persoalan masih buntu, dia pun merestui jika dugaan pencaplokan lahan bergulir ke meja hijau.

Meski demikian, Awang menegaskan, perusahaan milik Menko Maritim Luhut Panjaitan itu memiliki izin resmi dan sudah CnC. Jadi, dia menyarankan, konflik diselesaikan diluar pengadilan terlebih dahulu. “Saya upayakan pengacara negara dari Kejati Kaltim. PT PKU itu beli kebun dari orang lain. Jadi bukan mereka yang buka lahan,” jelasnya.

Dia menyesalkan minimnya perhatian Pemkab Kukar terhadap masalah petani di Sungai Nangka. Dalam pertemuan di Kegubernuran kemarin (13/2), dia telah mengundang Rita Widyasari untuk mencari jalan keluar. Tapi, jangankan bupati yang datang, camat pun tak ada. Yang ada hanya petani, Jatam dan anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD).

Gubernur makin kecewa, ketika camat di lahan yang bersengketa telah diganti. “Tidak masuk akal desa yang sah secara hukum hilang jadi pertambangan. Kalau dikembalikan jadi desa saya yang paling pertama setuju,” kritik Awang sembari menegakkan telunjuk lalu disambut sorak riuh peserta rapat.

Di tempat yang sama, Dinamisator Jatam Kaltim Pradarma Rupang mengatakan, PT PKU telah merampas lahan petani di Sungai Nangka. Kini PT PKU bisa beraktivitas, sementara petani merana. Dia meminta agar ada status quo. Bila petani tak bisa beraktivitas di lahan sengketa itu, maka PT PKU juga harus stop beroperasi.

 “Kami minta gubernur bersama kantor pertanahan untuk memverifikasi ulang lahan yang dirampas Toba Group (kelompok usaha yang menaungi PT PKU),” ucapnya. Warga Sungai Nangka, Akmal yang dihadirkan dalam pertemuan itu mengatakan, sejak PT PKU beroperasi pada 2004, tak pernah ada sosialisasi sedikit pun ke petani setempat.

Perusahaan tersebut, kata dia, mulai sosialisasi ketika sawit telah berbuah. Kemudian, petani dipaksa untuk mau bagi hasil menjadi 20 banding 80. “Itu akal-akalan yang tak sebanding,” ungkapnya. Warga yang protes, lanjut dia, mendapat intimidasi dari perusahaan. Dia pun heran, warga memiliki lahan dengan status sertifikat hak milik (SHM), sementara perusahaan juga punya legalitas yang sama di lahan tersebut.

“Kami menduga ini cacat hukum. Petani yang mencari keadilan diancam penjara. Sampai sekarang masih jadi tahanan Mapolres Tenggarong,” bebernya. (*/hdd/riz)


BACA JUGA

Jumat, 24 November 2017 18:22

Sekprov Dipanggil Kejaksaan, Ini Klarifikasi Pemprov Kaltim

SAMARINDA - Pemprov Kaltim mengklarifikasi terkait kehadiran Sekretaris Provinsi (Sekprov) Kaltim Rusmadi…

Jumat, 24 November 2017 10:37

Kesal Disebut Tak Bekerja

SAMARINDA – Angka belanja fisik yang minim pada rencana APBD 2018 mendapat sorotan anggota DPRD…

Jumat, 24 November 2017 10:36

Korban Guru Bejat Bertambah

SAMARINDA – Korban guru bejat, GLD, ternyata bukan hanya satu. Seorang siswi pernah digauli guru…

Jumat, 24 November 2017 10:34

Punya 180 Anak Kunci, Sekeluarga Dalam Penjara

DI pengujung salam kedua salat Magrib, pemuda berkulit sawo matang itu tak berkutik. Yudi Effendi, residivis…

Jumat, 24 November 2017 10:31

Habitat Berkurang, Tak Lagi Bergelantungan

SAMARINDA – Satwa endemik Borneo ini tak lagi seperti dulu. Habitat yang mulai berkurang membuat…

Jumat, 24 November 2017 10:30

Nelayan Tetap Dapat Bantuan

SAMARINDA – Meski jumlahnya sedikit, posisi nelayan di Samarinda sangat penting. Sebab, merekalah…

Jumat, 24 November 2017 10:28

Perumahan Elite Dibobol Pencuri

SAMARINDA – Jelang tutup tahun, aksi kriminalitas kian berani. Di lokasi perumahan yang penjagaannya…

Kamis, 23 November 2017 17:38
BREAKING NEWS

Kasus Hibah Aptisi Melebar, Sekprov Diperiksa Jaksa

SAMARINDA- Dana hibah Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (Aptisi) Wilayah XI B Kaltim sebesar…

Kamis, 23 November 2017 11:32

Terkendala Kecilnya Kapal

SAMARINDA – Saat ini tercatat 768 orang berprofesi sebagai pencari ikan alias nelayan di Kota…

Kamis, 23 November 2017 11:30

Betina Sedikit, Populasi Turun

MAMALIA bernama latin Pongo pygmaeus ini termasuk primata yang dilindungi. Perannya dalam ekosistem…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .