MANAGED BY:
RABU
18 OKTOBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

UTAMA

Senin, 13 Februari 2017 12:34
Banyak Masalah, Anggaran Lahan Tol Sulit Dibelanjakan

Dana Ratusan Miliar Mengendap

TOL: Anggaran tol Balikpapan-Samarinda sulit dibelanjakan karena banyak masalah, utamanya pembebasan lahan.

PROKAL.CO, BALIKPAPAN – Proyek tol Balikpapan-Samarinda memang sudah memakan waktu enam tahun sejak di-groundbreaking pada 2011. Bahkan, hampir sewindu provinsi ini hanya sibuk mengurusi pembebasan lahan pembangunan jalan bebas hambatan tersebut. Bukan soal anggaran yang tak ada, namun masalah di lapangan yang menyebabkan lahan tak bisa dibebaskan. Akhirnya, ratusan miliar rupiah tak bisa dibelanjakan.

Tol Balikpapan-Samarinda kembali dapat sorotan pusat. Kali ini datang dari anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI dari daerah pemilihan (dapil) Kaltim-Kaltara Aji Muhammad Mirza Wardana.

Tiba di Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan Balikpapan, Minggu (12/2) siang. Bersama rombongan DPD RI didampingi perwakilan dari Dinas Pekerjaan Umum, Tata Ruang, dan Perumahan Rakyat (PUTRPR) Kaltim, Balai Pelaksana Jalan XII, dan Badan Pengatur Jalan, Mirza bertolak ke jalan tol Seksi V Tol Balikpapan-Samarinda di Km 13.

“Kami akan minta data lengkapnya. Kalau ada kendala silakan lapor, kami akan bantu push  dari pusat. Jalan tol Balikpapan-Samarinda ini harus selesai sesuai targetnya pada 2018 karena demi masyarakat Kaltim juga,” ujar Mirza dalam peninjauannya.

Mirza mengapresiasi langkah Pemprov Kaltim yang menganggarkan pembangunan jalan tol. “Saya puas lihat progresnya (tol), meski selesainya tertunda tiga tahun. Tetapi setelah mendengar penjelasan bila secara total pembebasannya sudah 85 persen. Semoga bisa selesai sesuai rencana,” tutur senator kelahiran Samarinda itu.

Sejumlah kendala disebut masih menghantui penyelesaian megaproyek yang menelan investasi Rp 13,112 triliun tersebut. Seksi V, misalnya. Dari panjang jalan 11,09 kilometer, baru 60,80 persen lahan yang dibebaskan, atau masih ada 5,88 kilometer belum bebas.

Ada 300 bidang masih dalam proses musyawarah. Sementara itu, beberapa bidang akan masuk dalam proses konsinyasi. Ini lantaran terjadi tumpang tindih kepemilikan, pemilik yang tidak diketahui keberadaannya, dan keberatan dengan harga appraisal. Seksi V ditarget selesai April 2017 dengan sisa keperluan dana mencapai Rp 121 miliar.

Selain itu, di seksi V terdapat tiga titik lahan lain belum dibebaskan. ,Yakni lahan milik Kodam Mulawarman sepanjang 0,90 kilometer yang diproses secara ruislag (tukar-menukar). Untuk lahan warga ada sepanjang 3,980 kilometer yang masih dalam proses negosiasi dan lahan Trans Angkatan Darat sepanjang 1 kilometer yang juga dalam proses negosiasi.

Untuk finalisasi proses ruislag area Kompi B Yonif 900/R Balikpapan, Pemprov Kaltim sebenarnya sudah menyelesaikan bangunan pengganti. Tetapi masih ada kekurangan anggaran sebesar Rp 50 miliar. Dana itu untuk penggantian area lapangan baru di Jalan MT Haryono Balikpapan. Namun, PT Jasa Marga Balikpapan Samarinda komit menyediakan dana talangan tanah sesuai dengan ketentuan dalam perjanjian pengusahaan jalan tol (PPJT).

Selain seksi V yang progres pembebasannya lambat, yakni seksi IV (Palaran-Jembatan Mahkota II) juga memiliki masalah serupa. Bahkan, pembebasan lahan baru 52,44 persen. Pembebasan lahan yang ditarget selesai Maret 2017 itu masih terkendala proses appraisal lahan masyarakat dan pembangunan kebun binatang. Sedangkan sisa keperluan dananya masih Rp 57 miliar.

Adapun seksi tol yang paling bagus progres pembebasannya adalah di seksi I dan seksi III. Masing-masing pembebasan lahannya sudah mencapai 96,16 persen. (Selengkapnya lihat grafis).

“Untuk seksi II (Samboja-Muara Jawa) sepanjang 30,98 kilometer, sudah bebas 94,17 persen. Masih ada persoalan banyaknya tanam tumbuh dan kebun milik warga di lokasi APL (area peruntukan lain) di Tahura yang memerlukan kepastian hukum. Apakah perlu ada ganti rugi atau tidak,” beber Herry Susanto, Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Pembebasan Lahan Tol Balikpapan-Samarinda, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

“Untuk itu, kami lakukan legal opinion dengan mengundang Kejaksaan Tinggi. Selasa (besok) kami sosialisasi ke masyarakat di Kantor Camat Samboja,” sambungnya.

Jika ditotal, sisa keperluan dana untuk pembebasan lahan sebesar Rp 230 miliar dari total anggaran Rp 300 miliar. Itu sesuai Surat Keputusan Menteri PUPR Nomor 875/KPTS/M/2016 tanggal 31 Oktober 2016. Dalam surat itu berisi, seluruh pembebasan lahan dari seksi 1 sampai seksi V jalan tol merupakan tanggung jawab PPK Lahan Proyek Jalan Tol Balikpapan-Samarinda.

Namun diyakini, dana tersebut sudah tersedia. Jadi, ketika ketika lahan telah siap dibebaskan, duit tersebut akan dicairkan. Dengan kata lain, dana tersebut mengendap lantaran belum bisa dibelanjakan akibat lahan yang masih bermasalah.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pembangunan Jalan Tol Balikpapan-Samarinda, Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN), Edwin C Manurung berharap banyak dengan DPD RI.

Dia meminta, senator asal Kaltim di Senayan bisa membantu menyelesaikan hambatan-hambatan, terutama pembebasan lahan. “Kami juga usulkan soal intersection (persimpangan) proyek supaya bisa dibantu. Sehingga ada konektivitas dari jalan tol dengan jalan nasional dan akses ke Pelabuhan Kariangau,” paparnya.

Dalam Seksi I Jalan Tol Balikpapan-Samarinda, terdapat proyek pembangunan Jembatan Sungai Manggar dengan bentang 613 meter. Saat ini progresnya disebut Edwin mencapai 73 persen. Angka itu melebihi target sebelumnya sebesar 62 persen. Jembatan Sungai Manggar memiliki kalender kerja 730 hari sejak tanggal kontrak 23 September 2015.

“Untuk seksi V, anggaran yang turun dari loan (pinjaman) Tiongkok sudah Rp 848 miliar. Sementara untuk Jembatan Sungai Manggar yang dananya dari APBN 2015–2017 sudah turun lebih dari Rp 200 miliar,” kata Edwin.  

Kepala Pelaksana Balai Jalan XII Balikpapan (Kaltim-Kaltara), Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR, Timbul Manahan Pasaribu menyebut, pihaknya kini tengah mendorong pembangunan junction atau simpang susun pintu yang menghubungkan Seksi V di Km 13 ke Pelabuhan Kariangau.

“DED (design engineering detail) sudah selesai Desember (2016). Kami masih melakukan evaluasi desain arah ke junction tadi di Jakarta. Dananya enggak terlalu besar, hanya sekitar Rp 400 juta. Sejauh ini tidak ada kendala. Mudah-mudahan rampung semua Agustus 2018, meski dalam kontraknya selesai Desember 2018. Maka, kami minta dukungan dari DPD untuk penyelesaiannya,” harap Pasaribu.

Sementara itu, Pemprov Kaltim mengklaim anggaran pembebasan lahan proyek Jalan Tol Balikpapan-Samarinda (Balsam) tanpa hambatan. Namun, meski duit tersedia, masalah tanah tersebut belum mampu terselesaikan.

Menurut catatan Dinas Pekerjaan Umum, Tata Ruang, dan Perumahan Rakyat (PUTRPR) Kaltim, dari keperluan lahan 99,98 kilometer, 19,28 kilometer atau 14,71 persen di antaranya belum beres. PT Jasa Marga Balikpapan-Samarinda (JMBS) yang merupakan Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) atau investor tol Seksi II, III, dan IV, telah menyiapkan Rp 250 miliar khusus untuk kegiatan pembebasan lahan.

Informasi yang dihimpun Kaltim Post, dari total lembaran rupiah tersebut, baru Rp 20 miliar yang dibelanjakan. Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Pembebasan Lahan dari Dinas PUTRPR Kaltim Eri Susanto tak spesifik menerangkan dana tersebut digunakan untuk pembebasan lahan di seksi pekerjaan mana. “Kalau BPN (Badan Pertanahan Nasional) dengan pemilik lahan sudah sepakat, baru kami bayar,” ujarnya.

Kepala Dinas PUTRPR Kaltim M Taufik Fauzi menuturkan, untuk pembiayaan seluruh seksi kegiatan tol kini tak jadi persoalan. Semua seksi sudah terjawab sumber pendanaannya. Seksi I (Km 13 Balikpapan-Samboja, Kutai Kartanegara) dibiayai APBD Kaltim sebesar Rp 1,4 triliun dengan skema kontrak tahun jamak alias multiyears contract (MYC) 2014–2018.

Seksi V (Km 13-Sepinggan Balikpapan) dengan dana APBN dan sharing pinjaman lunak dari Tiongkok sekitar Rp 930 miliar. Sementara itu, Seksi II (Samboja-Muara Jawa), III (Muara Jawa -Palaran), dan IV (Palaran-Jembatan Mahakam Kota II) dibiayai investor mencapai Rp 6,5 triliun. “Pinjaman Tiongkok itu sudah turun. Progres fisiknya (Seksi V) masih kecil karena masalah lahan,” terang Taufik.

Sementara itu, Polda Kaltim, Kejati Kaltim, dan Kodam VI/Mulawarman menyatakan siap mendukung pemprov memuluskan proyek jalan bebas hambatan tersebut.  Siapa pun diminta tak menghambat proyek strategis nasional sepanjang 99,02 kilometer itu. Sesuai dengan Instruksi Presiden (Inpres) 1/2016 dan Peraturan Presiden (Perpres) 3/2016. (*/rdh/rom/k8)


BACA JUGA

Selasa, 17 Oktober 2017 09:44

Tertibkan Bangunan Tanpa IMB

Salam hormat admin Kaltim Post. Saya melihat masih ada warga yang mendirikan rumah tanpa izin mendirikan…

Selasa, 17 Oktober 2017 09:43

Musibah Huda Nyaris di Segiri

SAMARINDA – Stadion Segiri, Samarinda. Borneo FC sedang unggul 2-0 atas tamunya, Perseru Serui.…

Selasa, 17 Oktober 2017 09:41

Tak Berlistrik, Sensor Amerika Belum Berfungsi

SAMARINDA – Untuk mengejar izin penuh operasi awal 2018, Jembatan Mahkota II sudah dipasang sensor…

Selasa, 17 Oktober 2017 09:40

Magis Batakan

BALIKPAPAN – Ambisi lolos dari jeratan degradasi terus digelorakan Persiba Balikpapan. Menjamu…

Selasa, 17 Oktober 2017 09:39

Berharap Ganti Rugi Klir, Korban Tuntut Keadilan

Tak hanya berpotensi memunculkan aksi protes masyarakat. Aktivitas pertambangan yang minim sosialisasi…

Senin, 16 Oktober 2017 09:47

Jalan Tol Terancam Molor

SAMARINDA – Pembangunan fisik Jalan Tol Balikpapan-Samarinda (Balsam) ditarget rampung Desember…

Senin, 16 Oktober 2017 09:45

Kiper Klub Kaltim Kehilangan Huda

KEMATIAN pemain akibat pertandingan di lapangan adalah tragedi. Ini risiko benturan fisik yang rentan…

Senin, 16 Oktober 2017 09:32

Makanan Disesuaikan dengan Habitatnya

Degradasi hutan bikin beruang madu terus terjepit. Namun, di antara mereka kini masih bisa bertahan…

Senin, 16 Oktober 2017 09:29

Belum Fase Kepunahan

KASUS kekejaman terhadap fauna di Kaltim masih terjadi. Buktinya, pada akhir September, jagat maya dihebohkan…

Senin, 16 Oktober 2017 09:28

Mawar Lima Pikap, Rangkai Kembang Tiga Malam

Pesta pernikahan bertabur ribuan tangkai bunga tidak akan ditemukan pada hari biasa. Untuk hari istimewa,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .