MANAGED BY:
SENIN
27 FEBRUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

MASKULIN

Minggu, 12 Februari 2017 07:06
Pikun, Kenapa Terjadi dan Bagaimana Mengatasinya...?
HILANG GAIRAH: Periksa diri Anda segera jika tak merasakan penyakit tetapi kerap cemas dan mudah panik. (ALAN/KP)

PROKAL.CO, PADA usia senja, penyakit orang tua bermacam-macam. Pikun, cemas, dan panik bisa diatasi. “Gangguan jiwa itu banyak sekali. Pada orang tua, gangguan yang paling sering itu demensia atau pikun. Kebanyakan orang menganggapnya normal. Gejalanya biasanya orang tua sering curiga ditambah dengan lupa,” papar dr Denny J Rotinsulu SpKJ, saat diwawancarai di Klinik Famro, Jalan Perjuangan, Samarinda, Sabtu (11/2).

Dokter spesialis kedokteran jiwa tersebut mengatakan, biasa keluarga menganggapnya karena sudah tua lalu dibiarkan. Tetapi kalau tidak diobati, bukan cuma pasiennya yang merasa sakit. Satu keluarga juga kesusahan. Karena  orang tua akan buang air sembarangan, lupa mematikan kompor, dan sebagainya. Tentunya bukan dia sendiri yang membersihkan, tapi keluarganya. Keluar dari rumah lalu tidak tahu jalan pulang.

“Pikun ini bisa terjadi karena otaknya mengecil. Biasanya pada penderita pikun, saya lakukan CT scan untuk memastikan. Kalau pikun dan kelakuannya berbeda dari biasanya, berarti pikun dengan gangguan psikologis. Sebanyak 90 persen orang pikun itu karena ada masalah dengan perilakunya,” ujar psikiater tersebut.

Selain pikun, ada pula gangguan cemas. Dia mengatakan, gangguan cemas paling banyak ditemukan sehari-hari. Ada gangguan cemas yang ketika dia lagi diam, tiba-tiba muncul ketegangan, sesak napas, jantung berdebar, seperti mau mati rasanya. Bisa juga dinamakan gangguan panik. Gangguan ini membuat dia ketakutan hebat tiba-tiba. Setelah itu normal kembali. Hal ini menyiksa sekali. Tapi ini yang membuat dia takut keluar rumah.

“Pasien seperti ini, di bawa ke dokter spesialis jantung di rumah sakit, hasil pemeriksaannya normal semua. Sebab, gangguan sebenarnya berada di otaknya, bukan fisik. Kalau kepalanya di rontgen, hasilnya normal saja,” pungkas dia. (*/yuv/her/k18)


BACA JUGA

Minggu, 26 Februari 2017 08:22

NADIR NADYA

Rasanya memang empat hari saja. Air muka Nadya Sheila Erzalia menggambarkan ia dalam keadaan kelewat…

Minggu, 26 Februari 2017 07:27

Barotrauma, Nyeri Telinga Akibat Menyelam

MENYELAM atau diving salah satu aktivitas menyenangkan, bahkan menjadi hobi bagi sebagian orang. Diving…

Minggu, 26 Februari 2017 07:24

Tinitus, Denging Dalam Telinga

MUNCULNYA suara denging yang kerap muncul di telinga disebut tinitus. Tinitus merupakan suara berdenging,…

Minggu, 26 Februari 2017 07:21

Mimisan, Tulang Hidung Bengkok

HIDUNG sering tersumbat dan sering mimisan, bisa menjadi gejala Anda mengalami deviasi septum. Menurut…

Minggu, 19 Februari 2017 08:37

Bukan Perempuan Manja

LAMA ia mematut dirinya di depan kaca. Vanny Verbian Stephanie masih merasa remeh. Tapi, ia kadung bilang…

Minggu, 19 Februari 2017 08:35

TERIKAT TERIK

Baki kayu bercat merah dilapisi kain kuning yang membawa Sang Saka Merah Putih tak bergeming. Dipegang…

Minggu, 19 Februari 2017 08:33

Hanya untuk Berida

Sebagian orang suka yang praktis. Serupa dengan urusan membangun otot. Pull-up misalnya, strategi tersebut…

Minggu, 19 Februari 2017 08:31

Sudah Dewasa, Apakah Masih Perlu Susu...? Ini Jawabannya

Slogan empat sehat lima sempurna yang usang itu, kini berganti gizi seimbang. Awalnya susu merupakan…

Minggu, 19 Februari 2017 08:30

Pilih Manual atau Mesin

MANFAATKAN tiang di lingkungan sekitar untuk pull up memang ampuh melatih beberapa otot sekaligus. Namun,…

Minggu, 19 Februari 2017 08:12

Terikat Terik

Baki kayu bercat merah dilapisi kain kuning yang membawa Sang Saka Merah Putih tak bergeming. Dipegang…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .