MANAGED BY:
RABU
18 OKTOBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

UTAMA

Sabtu, 11 Februari 2017 09:34
Sebulan, Sembilan Kali Cuci Darah, Jutaan Rupiah untuk Tebus Obat

Erna Achmad, Driver Taksi Online yang Alami Gagal Ginjal

TUNTUTAN HIDUP: Sudah beragam pekerjaan digeluti Erna Achmad. Teranyar, dia menjadi driver taksi online. (ANGGI PRADITHA/KP)

PROKAL.CO, Sejak divonis sebagai penderita gagal ginjal delapan tahun silam, Erna Achmad berusaha survive dengan beragam pekerjaan, hingga berperan menjadi pengemudi taksi online. Belakangan, pundi penghasilan mulai menurun ketika taksi online menuai perdebatan dan penentangan. Padahal, cuci darah yang ia jalani jalan terus.

DINA ANGELINA, Balikpapan

BIAYA pengobatan yang tak sedikit membuat Erna harus banting tulang mencari dana. Sebagai perempuan berstatus single, dia wajib mampu mendanai kebutuhannya secara mandiri. Mulai bekerja sebagai admin, freelance di salah satu perusahaan asuransi, hingga terakhir sebagai pengemudi taksi online. Tak ada rasa gengsi dan malu meski harus menjadi sopir perempuan. Baginya, selama itu halal dan mampu menutupi kebutuhan biaya pengobatan, berperan sebagai pengemudi pun tak masalah.

Kaltim Post bertemu Erna di sebuah pusat perbelanjaan di Balikpapan kemarin (9/2). Lokasi ini kerap menjadi tempat berkumpulnya para pengemudi taksi online. Perempuan 35 tahun itu datang mengendarai city car berwarna putih. Sesuai janji, pertemuan mengalir sore itu.

Profesi sebagai pengemudi taksi online sudah dijalani sejak Agustus 2016. Ia mengaku, sesungguhnya tidak begitu mengenal profesi tersebut sampai seorang temannya bercerita. Dengan keberanian, Erna terjun mencoba pengalaman baru.

“Waktu itu belum terlalu ramai penumpangnya. Masih sepi dan baru, sehari dapat tiga penumpang saja rasanya sudah senang. Pengemudi perempuan pun masih sedikit yang bergabung,” ucapnya.

Awalnya, profesi pengemudi ini dianggap hanya sebagai kerja sampingan. Sebab, Erna masih resmi menjadi pegawai di sebuah perusahaan sebagai admin. Setiap kali ada waktu luang, baru dirinya turun dan memegang kendali mobil. Walau begitu, tetap saja penghasilan tak menentu. Penumpang tidak selalu banyak, jika sehari dapat Rp 150 ribu saja dia sudah bersyukur.

“Kini, full time sebagai driver. Saya merasa pekerjaan ini lebih santai dan diri sendiri yang menentukan target. Lahir batin merasa aman. Alhamdulillah, pendapatan lumayan, tapi pekerjaan tidak begitu mendapatkan tekanan,” kata anak ketiga dari lima bersaudara itu.

Erna menyebutkan, ramainya pengguna taksi online baru terjadi September lalu. Biasanya, perempuan berhijab ini sudah stand by menerima penumpang sedari pukul 06.00 Wita, setelah salat Subuh. Dari anak sekolah sampai pegawai kantoran menjadi konsumennya.

Berbeda lagi jika weekend, kebanyakan permintaan menuju mal. Meski begitu, penghasilan tidak tentu karena bergantung jarak tempuh dan banyaknya penumpang. Namun, pendapatan rata-rata berkisar Rp 200 ribu per hari.

Lalu, seperti apa sesungguhnya kondisi perempuan asal Kota Tepian ini? Erna mengaku, semangatnya menjadi pengemudi memang sebagian besar untuk memenuhi biaya pengobatan cuci darah. Sudah sekitar lima tahun terakhir, ia harus berjuang menjalani cuci darah dan melawan penyakitnya, gagal ginjal.

Meski biaya cuci darah terbantu dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan, tetap saja ada biaya obat-obatan yang tidak menjadi tanggungan. Obat ini tidak murah, satu bulan membutuhkan jutaan rupiah uang tunai untuk menebus obat tersebut.

Perempuan yang telah bermukim di Kota Beriman sekitar 17 tahun ini menjelaskan, biaya yang dikeluarkan dari suntik hormon dan obat oral. Dalam sebulan, ia membutuhkan suntik hormon eritropoietin (hormon glikoprotein yang mengontrol proseseritropoiesis atau produksi sel darah merah) sebanyak sembilan kali dalam sebulan, sesuai dengan rutinitas cuci darahnya. Menurutnya, suntik tersebut untuk mempertahankan hemoglobin tubuhnya.

Bayangkan jika satu kali suntik bisa menghabiskan Rp 178 ribu, maka setidaknya, perlu Rp 1,6 juta hanya untuk suntik hormon. Belum lagi, biaya untuk konsumsi obat oral. Termasuk obat yang dikonsumsi setiap kali buang air besar dan buang air kecil. Ada juga obat hipertensi hingga kalsium tulang.

“Kalkulasi untuk obat satu bulan minimal butuh biaya Rp 2,5 juta. Penghasilan yang nyata dari Go-Car ini membantu saya beli obat dan sebagainya,” ujar perempuan kelahiran 26 Agustus 1981 itu. Akibat dari gagal ginjal itu, Erna harus kehilangan rumah yang terjual dan tabungan habis untuk membiayai pengobatan. Semua dana untuk pengobatan sebagian besar memang terpenuhi dari dana pribadinya.

“Sekarang hanya tersisa mobil yang bahkan dulu sempat pernah mau saya jual. Alhamdulillah, justru sekarang bisa cari duit dari mobil itu dan saya tinggal di indekos,” katanya dengan tegar.

Namun, sejak kejadian penghentian layanan taksi online oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Balikpapan, perempuan yang menggantungkan kehidupannya sebagai pengemudi turut merasakan dampaknya. Ia bercerita, sudah beberapa minggu terakhir ini penumpang terasa sepi akibat momen tersebut.

“Memang berpengaruh pada berkurangnya pendapatan, tetapi Alhamdulillah masih ada penumpang. Kalau biasa per hari bisa dapat 15 penumpang, sekarang hanya dapat delapan penumpang rasanya sudah bersyukur,” kata perempuan yang tinggal di daerah Sumber Rejo itu.

Penghasilan lebih mungkin dia dapatkan dari pelanggan pribadinya, terutama kaum ibu yang lebih senang dan merasa aman menggunakan jasa pengemudi perempuan. Tapi, tetap saja tidak setiap hari mereka membutuhkan jasanya. Walau dalam kondisi yang sedang kurang, Erna mengaku tidak akan menyerah dan bersedih hati. Ia menganggap ini menjadi salah satu cobaan untuk driver agar lebih bersabar.

“Soal penghasilan, saya tidak pernah takut kekurangan karena Allah maha mencukupi rezeki. Apa yang kita jalani ini takdir dan Allah maha adil. Toh sebelum menjadi driver, saya sudah harus biayai hidup saya. Pasti ada cara rezeki dari pintu lain, setiap orang sudah diatur rezekinya,” ungkapnya legawa.

Ia bercerita, kebanyakan pengemudi taksi online sendiri merupakan korban dari pemutusan hubungan kerja (PHK) perusahaan. Hadirnya taksi online cukup membantu membuka lowongan pekerjaan bagi sekitar 200 pengemudi yang saat ini aktif.

Menurutnya, meski hingga situasi layanan taksi online tersebut harus tutup, dia tidak akan putus semangat mencari rezeki. “Hidup itu pasti ada liku-likunya, kalau saya menyerah tidak mungkin saya bisa hidup sampai sekarang. Saya yakin Allah bersama saya,” terangnya, tersenyum. (far/k11)


BACA JUGA

Selasa, 17 Oktober 2017 09:45

Soal Jalan Tol, Kaltim Minta Respons Cepat Pusat

SAMARINDA – Pembangunan Jalan Tol Balikpapan-Samarinda (Balsam) terus diburu waktu. Efektif hanya…

Selasa, 17 Oktober 2017 09:44

Tertibkan Bangunan Tanpa IMB

Salam hormat admin Kaltim Post. Saya melihat masih ada warga yang mendirikan rumah tanpa izin mendirikan…

Selasa, 17 Oktober 2017 09:43

Musibah Huda Nyaris di Segiri

SAMARINDA – Stadion Segiri, Samarinda. Borneo FC sedang unggul 2-0 atas tamunya, Perseru Serui.…

Selasa, 17 Oktober 2017 09:41

Tak Berlistrik, Sensor Amerika Belum Berfungsi

SAMARINDA – Untuk mengejar izin penuh operasi awal 2018, Jembatan Mahkota II sudah dipasang sensor…

Selasa, 17 Oktober 2017 09:40

Magis Batakan

BALIKPAPAN – Ambisi lolos dari jeratan degradasi terus digelorakan Persiba Balikpapan. Menjamu…

Selasa, 17 Oktober 2017 09:39

Berharap Ganti Rugi Klir, Korban Tuntut Keadilan

Tak hanya berpotensi memunculkan aksi protes masyarakat. Aktivitas pertambangan yang minim sosialisasi…

Senin, 16 Oktober 2017 09:47

Jalan Tol Terancam Molor

SAMARINDA – Pembangunan fisik Jalan Tol Balikpapan-Samarinda (Balsam) ditarget rampung Desember…

Senin, 16 Oktober 2017 09:45

Kiper Klub Kaltim Kehilangan Huda

KEMATIAN pemain akibat pertandingan di lapangan adalah tragedi. Ini risiko benturan fisik yang rentan…

Senin, 16 Oktober 2017 09:32

Makanan Disesuaikan dengan Habitatnya

Degradasi hutan bikin beruang madu terus terjepit. Namun, di antara mereka kini masih bisa bertahan…

Senin, 16 Oktober 2017 09:29

Belum Fase Kepunahan

KASUS kekejaman terhadap fauna di Kaltim masih terjadi. Buktinya, pada akhir September, jagat maya dihebohkan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .