MANAGED BY:
SABTU
24 JUNI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

UTAMA

Sabtu, 11 Februari 2017 09:34
Sebulan, Sembilan Kali Cuci Darah, Jutaan Rupiah untuk Tebus Obat

Erna Achmad, Driver Taksi Online yang Alami Gagal Ginjal

TUNTUTAN HIDUP: Sudah beragam pekerjaan digeluti Erna Achmad. Teranyar, dia menjadi driver taksi online. (ANGGI PRADITHA/KP)

PROKAL.CO, Sejak divonis sebagai penderita gagal ginjal delapan tahun silam, Erna Achmad berusaha survive dengan beragam pekerjaan, hingga berperan menjadi pengemudi taksi online. Belakangan, pundi penghasilan mulai menurun ketika taksi online menuai perdebatan dan penentangan. Padahal, cuci darah yang ia jalani jalan terus.

DINA ANGELINA, Balikpapan

BIAYA pengobatan yang tak sedikit membuat Erna harus banting tulang mencari dana. Sebagai perempuan berstatus single, dia wajib mampu mendanai kebutuhannya secara mandiri. Mulai bekerja sebagai admin, freelance di salah satu perusahaan asuransi, hingga terakhir sebagai pengemudi taksi online. Tak ada rasa gengsi dan malu meski harus menjadi sopir perempuan. Baginya, selama itu halal dan mampu menutupi kebutuhan biaya pengobatan, berperan sebagai pengemudi pun tak masalah.

Kaltim Post bertemu Erna di sebuah pusat perbelanjaan di Balikpapan kemarin (9/2). Lokasi ini kerap menjadi tempat berkumpulnya para pengemudi taksi online. Perempuan 35 tahun itu datang mengendarai city car berwarna putih. Sesuai janji, pertemuan mengalir sore itu.

Profesi sebagai pengemudi taksi online sudah dijalani sejak Agustus 2016. Ia mengaku, sesungguhnya tidak begitu mengenal profesi tersebut sampai seorang temannya bercerita. Dengan keberanian, Erna terjun mencoba pengalaman baru.

“Waktu itu belum terlalu ramai penumpangnya. Masih sepi dan baru, sehari dapat tiga penumpang saja rasanya sudah senang. Pengemudi perempuan pun masih sedikit yang bergabung,” ucapnya.

Awalnya, profesi pengemudi ini dianggap hanya sebagai kerja sampingan. Sebab, Erna masih resmi menjadi pegawai di sebuah perusahaan sebagai admin. Setiap kali ada waktu luang, baru dirinya turun dan memegang kendali mobil. Walau begitu, tetap saja penghasilan tak menentu. Penumpang tidak selalu banyak, jika sehari dapat Rp 150 ribu saja dia sudah bersyukur.

“Kini, full time sebagai driver. Saya merasa pekerjaan ini lebih santai dan diri sendiri yang menentukan target. Lahir batin merasa aman. Alhamdulillah, pendapatan lumayan, tapi pekerjaan tidak begitu mendapatkan tekanan,” kata anak ketiga dari lima bersaudara itu.

Erna menyebutkan, ramainya pengguna taksi online baru terjadi September lalu. Biasanya, perempuan berhijab ini sudah stand by menerima penumpang sedari pukul 06.00 Wita, setelah salat Subuh. Dari anak sekolah sampai pegawai kantoran menjadi konsumennya.

Berbeda lagi jika weekend, kebanyakan permintaan menuju mal. Meski begitu, penghasilan tidak tentu karena bergantung jarak tempuh dan banyaknya penumpang. Namun, pendapatan rata-rata berkisar Rp 200 ribu per hari.

Lalu, seperti apa sesungguhnya kondisi perempuan asal Kota Tepian ini? Erna mengaku, semangatnya menjadi pengemudi memang sebagian besar untuk memenuhi biaya pengobatan cuci darah. Sudah sekitar lima tahun terakhir, ia harus berjuang menjalani cuci darah dan melawan penyakitnya, gagal ginjal.

Meski biaya cuci darah terbantu dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan, tetap saja ada biaya obat-obatan yang tidak menjadi tanggungan. Obat ini tidak murah, satu bulan membutuhkan jutaan rupiah uang tunai untuk menebus obat tersebut.

Perempuan yang telah bermukim di Kota Beriman sekitar 17 tahun ini menjelaskan, biaya yang dikeluarkan dari suntik hormon dan obat oral. Dalam sebulan, ia membutuhkan suntik hormon eritropoietin (hormon glikoprotein yang mengontrol proseseritropoiesis atau produksi sel darah merah) sebanyak sembilan kali dalam sebulan, sesuai dengan rutinitas cuci darahnya. Menurutnya, suntik tersebut untuk mempertahankan hemoglobin tubuhnya.

Bayangkan jika satu kali suntik bisa menghabiskan Rp 178 ribu, maka setidaknya, perlu Rp 1,6 juta hanya untuk suntik hormon. Belum lagi, biaya untuk konsumsi obat oral. Termasuk obat yang dikonsumsi setiap kali buang air besar dan buang air kecil. Ada juga obat hipertensi hingga kalsium tulang.

“Kalkulasi untuk obat satu bulan minimal butuh biaya Rp 2,5 juta. Penghasilan yang nyata dari Go-Car ini membantu saya beli obat dan sebagainya,” ujar perempuan kelahiran 26 Agustus 1981 itu. Akibat dari gagal ginjal itu, Erna harus kehilangan rumah yang terjual dan tabungan habis untuk membiayai pengobatan. Semua dana untuk pengobatan sebagian besar memang terpenuhi dari dana pribadinya.

“Sekarang hanya tersisa mobil yang bahkan dulu sempat pernah mau saya jual. Alhamdulillah, justru sekarang bisa cari duit dari mobil itu dan saya tinggal di indekos,” katanya dengan tegar.

Namun, sejak kejadian penghentian layanan taksi online oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Balikpapan, perempuan yang menggantungkan kehidupannya sebagai pengemudi turut merasakan dampaknya. Ia bercerita, sudah beberapa minggu terakhir ini penumpang terasa sepi akibat momen tersebut.

“Memang berpengaruh pada berkurangnya pendapatan, tetapi Alhamdulillah masih ada penumpang. Kalau biasa per hari bisa dapat 15 penumpang, sekarang hanya dapat delapan penumpang rasanya sudah bersyukur,” kata perempuan yang tinggal di daerah Sumber Rejo itu.

Penghasilan lebih mungkin dia dapatkan dari pelanggan pribadinya, terutama kaum ibu yang lebih senang dan merasa aman menggunakan jasa pengemudi perempuan. Tapi, tetap saja tidak setiap hari mereka membutuhkan jasanya. Walau dalam kondisi yang sedang kurang, Erna mengaku tidak akan menyerah dan bersedih hati. Ia menganggap ini menjadi salah satu cobaan untuk driver agar lebih bersabar.

“Soal penghasilan, saya tidak pernah takut kekurangan karena Allah maha mencukupi rezeki. Apa yang kita jalani ini takdir dan Allah maha adil. Toh sebelum menjadi driver, saya sudah harus biayai hidup saya. Pasti ada cara rezeki dari pintu lain, setiap orang sudah diatur rezekinya,” ungkapnya legawa.

Ia bercerita, kebanyakan pengemudi taksi online sendiri merupakan korban dari pemutusan hubungan kerja (PHK) perusahaan. Hadirnya taksi online cukup membantu membuka lowongan pekerjaan bagi sekitar 200 pengemudi yang saat ini aktif.

Menurutnya, meski hingga situasi layanan taksi online tersebut harus tutup, dia tidak akan putus semangat mencari rezeki. “Hidup itu pasti ada liku-likunya, kalau saya menyerah tidak mungkin saya bisa hidup sampai sekarang. Saya yakin Allah bersama saya,” terangnya, tersenyum. (far/k11)


BACA JUGA

Sabtu, 24 Juni 2017 15:25

Mulai Bahaya di Jalan, Sudah Enam Tewas di Jalur Mudik

BONTANG–Dua hari jelang Lebaran, warga Kaltim kian disibukkan dengan arus mudik. Terutama lewat…

Sabtu, 24 Juni 2017 13:00

Potensi Zakat Besar, Sayangnya Transparansi LAZ Rendah

SAMARINDA  –  Hari Raya Idulfitri tinggal hitungan jam. Salah satu amalan penyempurna…

Sabtu, 24 Juni 2017 12:47
Lebaran, saat Jarak dan Waktu Dipangkas Teknologi Komunikasi

Pilih Virtual, Silaturahmi Bisa Tergerus

Bagi generasi 1980-an dan 1990-an, setiap menjelang Idulfitri, biasanya berburu kartu ucapan Lebaran.…

Sabtu, 24 Juni 2017 12:45
Para Tokoh Agama dalam Pembangunan Kaltim: Jos Soetomo (4-Habis)

Bangun Masjid Cheng Ho di Tiga Daerah

Selain dikenal sebagai pengusaha gaek, HM Jos Soetomo juga aktif berkecimpung dalam berbagai kegiatan…

Sabtu, 24 Juni 2017 12:30

Tergerusnya Romantisme Kartu Lebaran

PERKEMBANGAN  teknologi menyebabkan peminat kartu Lebaran menurun drastis. Kartu “legendaris”…

Sabtu, 24 Juni 2017 01:10

170 Anak Buah Terbunuh di Majapahit

Jawa menjadi salah satu tujuan utama ekspedisi Cheng Ho. Enam di antara tujuh pelayarannya menyinggahi…

Jumat, 23 Juni 2017 13:00

Saatnya Main “Pukul”..!! Perlu Aksi Besar Tangani Banjir Samarinda

SAMARINDA - Banjir yang menggenangi sebagian ruas jalan di Samarinda jelang Idulfitri juga mengusik…

Jumat, 23 Juni 2017 12:57
Teknik MISS MED, Inovasi Terbaru Operasi Tulang Belakang di Kaltim

Luka Irisan Mini, Tak Perlu Lagi ke Luar Negeri

Teknologi baru operasi tulang belakang kini bisa dilakukan di RSUD Abdul Wahab Sjahranie, Samarinda.…

Jumat, 23 Juni 2017 12:56
Arus Mudik 2017

Hari Ini Padat, Pengasong Ditegur Jenderal

BALIKPAPAN – Sejumlah titik pelayanan mudik masih buruk. Temuan itu diketahui saat Kapolda Kaltim…

Jumat, 23 Juni 2017 12:45

WAH PARAH...!! Mau Terbang, Pilot Terdeteksi Narkotika

JAKARTA – Badan Narkotika Nasional (BNN) Nusa Tengara Barat (NTB) mengamankan seorang pilot bernama…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .