MANAGED BY:
KAMIS
22 JUNI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

OLAHRAGA

Sabtu, 11 Februari 2017 09:31
PR TIMO KARENA JAINO
BUANG CAP KASAR: Sistem dan kolektivitas diyakini Timo Scheunemann sebagai kunci permainan. Tak perlu mengandalkan pemain bintang.

PROKAL.CO, BALIKPAPAN – Jaino Matos di Persiba Balikpapan hanya selama Torabika Soccer Championship (TSC) 2016 bergulir. Itu pun tidak sampai satu tahun. Namun, efek yang ditimbulkan Jaino masih terasa. Di Piala Presiden 2017, Persiba Balikpapan menjadi tim teratas dalam urusan mengoleksi kartu.

Enam kartu kuning dan satu merah dikoleksi Abdul Rachman dkk. Lebih banyak dari Persipura Jayapuran dan Madura United dengan raihan tiga kartu kuning. Serta PSCS Cilacap yang baru diganjar satu kartu kuning dan satu merah.

Indikasinya jelas, anak-anak Beruang Madu bermain keras. Gaya yang diagung-agungkan pelatih terdahulu.  Pekerjaan rumah bagi Timo Scheunemann, pelatih baru. Mengubah gaya bermain Persiba jelang bergulirnya Liga 1.

Setelah menandatangani kontrak berdurasi dua tahun, Timo bertekad menyuguhkan permainan yang berbeda dari Persiba era Jaino. Salah satunya menghilangkan permainan keras menjurus kasar. Baginya, sepak bola bukanlah karate.

Setelah menyudahi perlawanan Persela Lamongan (6/2), dia mengaku kecewa dengan penampilan anak asuhnya. Ketika menjalani latihan rutin, sebenarnya dia sudah puas karena gaya permainan keras mulai hilang. Nyatanya, kembali saat pertandingan.

Banyaknya pemain yang dipertahankan dari musim lalu, sepertinya jadi salah satu penyebab. Diketahui, di skuad Persiba saat ini masih bercokol 10 nama eks andalan Jaino di TSC 2016. Dua di antaranya menyumbang kartu saat bersua Persela. Kapten tim Absor Fauzi mendapat kartu kuning, sementara Abdul Rachman dihadiahi kartu merah setelah dua kali melanggar lawan dengan keras.

Jumlah pemain muda di tim juga jadi bahan evaluasi. Dari lima pemain di bawah U-23 yang ditampilkan saat menghadapi Persela, dua di antaranya juga menyumbang kartu. Yakni, Robi Kriswantoro dan Ridho Nur Cahyo. “Ini memang sisi negatifnya kalau punya banyak pemain muda. Apalagi ada yang belum dikontrak, pasti mereka punya semangat tinggi untuk membuktikan diri,” kata Timo.

Lemahnya mental bertanding juga menjadi sorotan pria berpaspor Jerman tersebut. Dia menilai, kualitas anak asuhnya sebenarnya cukup baik. Hanya, mereka tidak percaya diri untuk menyuguhkan skill yang dimiliki dan merasa kualitasnya masih di bawah pemain lawan.

Ini terlihat dari jalannya program latihan yang berlangsung kurang dari sebulan. Meski tergolong baru, skuad Beruang Madu cepat menyerap materi yang diberikan. “Kualitas mereka ada. Hanya mentalnya saja yang harus diperbaiki,” tutur Timo. Peningkatan mental tidak bisa diberikan saat latihan. “Sebagai pelatih, saya hanya bisa memberi motivasi. Untuk tumbuh perlu pertandingan. Makanya kami ada di sini (Piala Presiden),” sambungnya.

Menurut Timo, gaya permainan negatif bisa merusak program yang diinginkan. Permainan yang mengandalkan sistem, kolektivitas tim, serta menerapkan bola bawah, jadi andalan Timo. Bukan mengandalkan bola-bola atas sembari berharap Tuhan menurunkan takdir baik dengan bola langsung mengarah ke kaki striker yang kemudian dikonversi menjadi gol. “Ini bukan keinginan saya,” tegasnya.

Timo mengaku sejalan dengan keinginan Ketua Umum Persiba Syahril HM Taher. Dalam sepak bola, tidak ada permainan kasar. Harus bermain cantik supaya bisa menghibur suporter. Sepak bola bukan sekadar permainan tapi juga hiburan. “Lewat sepak bola, kami juga membawa nama baik daerah. Malu kalau sampai dicap sebagai tim kasar. Apalagi sampai memberatkan manajemen karena membayar kartu,” terangnya.

Ketika disinggung minimnya pemain bintang di tim, mantan arsitek timnas putri itu menganggap bukan kendala. Sebab, tahun ini dia ingin menjadikan sistem permainan sebagai bintangnya. Tak lupa kerja keras. “Justru di Persiba, akan muncul bintang-bintang baru,” pungkasnya.  

Terpisah, Absor menegaskan tidak ada arahan dari Timo kepada rekan-rekannya untuk bermain kasar. Pria yang didaulat sebagai kapten ini menyebut, kartu yang diperoleh murni karena insiden di lapangan. “Banyaknya kartu yang kami terima karena beberapa keputusan wasit yang kurang tepat. Yang seharusnya diberi peringatan tapi langsung diberi kartu,” tuturnya. (ndu/er/k9)

 


BACA JUGA

Kamis, 22 Juni 2017 10:08

Libur, Tak Rusak Permainan

BALIKPAPAN - Sempat menunjukkan peningkatan performa di tiga laga terakhir, penampilan Persiba Balikpapan…

Kamis, 22 Juni 2017 10:04

Indra Sjafri Dukung Egy di Timnas U-22

JAKARTA - Keputusan coach Luis Milla untuk memanggil Egy Maulana Vikry ke Timnas U-22, mendapat dukungan…

Kamis, 22 Juni 2017 10:03

Menanti Papeda dan Gohu Ikan

JATAH libur Lebaran menjadi hal yang paling ditunggu-tunggu pesepak bola. Salah satunya bagi pemain…

Kamis, 22 Juni 2017 10:00

Pesut Junior Kumpul Awal Juli

SAMARINDA - Tidak hanya tim senior yang mendapat jatah libur, Borneo FC U-19 juga bebas dari aktivitas…

Kamis, 22 Juni 2017 10:00

Buruknya Organisasi Pertahanan

BALIKPAPAN - Masalah lama masih menghantui Persiba Balikpapan. Buruknya organisasi pertahanan, terutama…

Kamis, 22 Juni 2017 09:56

Ingin Buat Sejarah

BALIKPAPAN – Pelatih kepala Persatuan Sepak Bola Angkatan Darat (PSAD) Kodam VI/Mulawarman, M…

Kamis, 22 Juni 2017 09:51

Setelah Lebaran Giatkan Latihan

TENGGARONG - Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kaltim 2018 yang bergulir tahun depan memang menyisakan…

Kamis, 22 Juni 2017 09:49

Jaring Talenta Muda Terbaik

TANJUNG REDEB – Menjelang kualifikasi Pekan Olahraga Provinsi (Pra-Porprov) 2017, Asosiasi Futsal…

Kamis, 22 Juni 2017 08:38

BISA IMBANG

  Karena, Chile dipimpin wasit dari Iran sudah 43 tahun yang lalu. Tepatnya ketika ditahan tanpa…

Kamis, 22 Juni 2017 08:37

Mulai Luluh Dirayu Milan

MILAN – CEO AC Milan, Marco Fassone, masih memiliki keyakinan begitu kuat kepada Gianluigi Donnarumma,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .