MANAGED BY:
SELASA
23 MEI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

UTAMA

Selasa, 07 Februari 2017 09:24
Anggaran Pemerintah Minim, Incar Peluang di Swasta
-Ilustrasi

PROKAL.CO, MINIMNYA anggaran pemerintah daerah menjadi pukulan keras bagi pengusaha lokal. Untuk survive, mereka harus memutar otak merumuskan strategi agar tetap bertahan. Termasuk lepas dari proyek negara.

Mahyudin, pengusaha Balikpapan itu, mengungkapkan keuangan daerah yang lagi “sakit” cukup memengaruhi bisnisnya. Pemilik konsultan proyek, PT Zigma Sawitto Konsultan itu menyebut, selama ini, pekerjaan dikerjakan 90 persen dari pemerintah. Sebagai konsultan proyek, dia memang memiliki nama. Namun, saat anggaran dipangkas seperti sekarang, dampaknya terasa.

Kendati demikian, tahun lalu, perusahaannya masih tergolong stabil. Karena usahanya bergerak di jasa konsultan bukan pengerjaannya. Jumlah dananya pun tidak sebanyak jasa kontraktor. Tapi, dia memproyeksikan, tahun ini karena defisit anggaran tersebut kemungkinan omzet yang diterima turun 30 persen.

Tidak mau diam meratapi situasi, pria yang akrab disapa Yudi itu menjelaskan kemungkinan akan lebih melakukan penetrasi ke sektor non pemerintahan dan tambang batu bara. Pasalnya, proyek itu di sektor ini dinilai bisa menutupi pasar pemerintah yang mungkin sebagian hilang. “Bisnis batu bara pelan-pelan bergerak positif,” bebernya.

Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kaltim Slamet Brotosiswoyo mengatakan, kondisi minimnya anggaran pemerintah membuat perusahaannya, PT Prakasa Bintang Jaya yang bergerak di bidang konstruksi tidak dulu mengerjakan proyek. “Saat ini, saya hanya merentalkan alat berat. Sangat berisiko jika mengambil proyek pemerintah di tengah kondisi seperti sekarang,” bebernya.

Kenapa demikian, pembayaran yang tidak jelas dari pemerintah membuat pengusaha tidak ingin mengambil risiko. Ketika dana belum cair, otomatis pengusaha melakukan pinjaman ke bank.

Ketidakjelasan pembayaran dari pemerintah, berbanding terbalik dengan bunga kredit dari bank. Setiap bulannya ada kewajiban yang mereka bayarkan. Sehingga adanya bukan untung, malah merugi. Sejak dua tahun lalu, Slamet mengatakan sudah tidak mengambil pengadaan proyek pemerintah.

Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Balikpapan Yaser Arafat yang memiliki perusahaan yang bergerak di sektor jasa konstruksi satu suara dengan Slamet. Pemilik PT Anugrah Jaya Mandiri itu mengaku, karena minimnya anggaran pemerintah, komposisi pengerjaan proyeknya sekarang terbalik.

Sebelumnya 60 persen proyek yang dia kerjakan berasal dari pemerintah dan 40 persen non pemerintah dan swasta. Sekarang kebalikannya bahkan proyek pemerintah belakangan mulai ditinggalkan.

Pria yang mempunyai hobi golf dan sepak bola itu mengatakan, selain efisiensi, ada beberapa sifat yang harus dimiliki pengusaha dalam situasi sekarang. Mereka harus menanamkan pemikiran kerja keras dan sifat ikhlas. “Kita tidak bisa mengikuti cara bisnis sebelumnya. Namun, sekarang harus bekerja lebih keras. Yang menggantungkan diri kepada kita cukup banyak,” imbuhnya.

Yaser mengungkapkan, dibanding tahun-tahun ketika kondisi ekonomi normal, anak pertama dari dua bersaudara itu membeberkan omzet tahun lalu menurun sekitar 30 persen. Untuk meningkatkan pendapatan, maka perlu dilakukan ekspansi ke daerah lain.

Terpisah, Kepala Bank Pembangunan Daerah (BPD) Kaltim Area Balikpapan Muhammad Hidayat menuturkan, sepanjang tahun lalu, penyaluran kreditnya hanya terealisasi 80 persen dari target. Selain kondisi ekonomi yang belum stabil, defisit anggaran pemerintah berimbas pada ikut dipangkasnya sejumlah rencana proyek APBD. Di sisi lain, orientasi penyaluran kredit perusahaan daerah ini lebih ke kontraktor yang menjalankan proyek pemerintah.

“Karena defisit anggaran tersebut, banyak pengusaha yang enggan menggunakan jasa perbankan untuk permodalan. Mereka banyak memanfaatkan modal yang mereka miliki. Serta, menuntaskan pekerjaan sesuai dana yang dikucurkan oleh pemerintah,” terangnya.

Menurut dia, ketimbang menambah beban kredit di perbankan, banyak pengusaha yang akhirnya menempuh cara tersebut. Ditambah, karena defisit anggaran, mereka jadi enggan mengambil proyek pemerintah. “Yang banyak diambil pengusaha saat ini proyek multiyears contract atau proyek yang tak bisa dirampungkan dalam setahun,” terangnya.

BANTU PEMERINTAH

Sudah 25 tahun Abdul Ramis bermitra dengan Pemkab Paser dalam membangun kabupaten paling selatan Kaltim itu. Selama menjadi mitra pemerintah, pria yang akrab disapa Nanang Ramis itu menyatakan bisa bertahan di tengah-tengah kondisi keuangan daerah yang serbasulit.

“Kami sebagai mitra tentunya sudah seharusnya ikut bahu-membahu menghadapi defisit anggaran. Meski hal itu agak sulit, bagi kami tetap melaksanakan pekerjaan sesuai kontrak kerja. Saya senang banyak membangun jalan, karena manfaatnya langsung dirasakan masyarakat,” ujar direktur utama PT Fajar tersebut.

Menurut dia, saat Pemkab Paser berutang kepada kontraktor, Nanang melakukan beberapa cara agar 60 karyawannya tetap memperoleh hak sebagai pekerja. Salah satunya menyewakan alat berat sekaligus tenaga driver untuk pihak-pihak yang memerlukan. Di antaranya, perusahaan perkebunan, batu bara, dan pengembang perumahan di Paser.

“Meski pekerjaan itu dalam lingkup atau skala kecil, tetap kami ambil. Dengan begitu, PT Fajar tetap bisa menggaji karyawan kami yang terdiri dari admin dan driver alat berat,” bebernya.

Jadi, lanjut dia, masalah tersebut merupakan pelajaran berharga bagi dia dan rekannya sesama kontraktor. “Saat sekarang diperlukan terobosan bagi kontraktor. Sehingga ketika dihadapkan dengan kondisi seperti ini (minim anggaran), kami masih bertahan,” ungkapnya.

Nanang berharap, Pemkab Paser segera merapatkan barisan bersama daerah lain di Kaltim untuk meminta hak yang layak kepada pemerintah pusat melalui dana bagi hasil. Dengan itu, daerah bisa terbantu. (*/ns/*/and/edw/*/dns/aji/rsh/qi/rom/k8)


BACA JUGA

Senin, 22 Mei 2017 11:00

Simak, Ini Cerita di Balik Terbakarnya KM Mutiara Sentosa I saat Menuju Balikpapan

BALIKPAPAN – Wajah kusut, memelas, dan pasrah. Raut ini mendominasi ekspresi 184 penumpang yang…

Senin, 22 Mei 2017 09:38

REKOR AKBAR SI NYONYA BESAR

ITALIA mutlak milik Juventus. Klub Turin ini memastikan gelar juara Serie A musim 2016-2017 setelah…

Senin, 22 Mei 2017 09:29

Rasio Timpang di Rutan

Solusi keterbatasan pegawai di lembaga pemasyarakatan (lapas) dan pengadilan negeri (PN) segera terjawab.…

Senin, 22 Mei 2017 09:14

Distribusi Rumah “Jokowi” Diduga Tanpa Data

SAMARINDA – Program sejuta rumah murah Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan sejuta harap.…

Senin, 22 Mei 2017 09:12

Membangun Negeri, Komitmen Cetak Birokrasi Antikorupsi

Selama tiga hari Workshop Generasi Tunas Integritas yang digelar Pemprov Kaltim bekerja sama Komisi…

Minggu, 21 Mei 2017 12:00

Lima Tewas Terbakar di Masalembu

BALIKPAPAN - Terbakarnya KM Mutiara Sentosa I, Rabu (20/5) menambah daftar panjang kapal yang karam…

Minggu, 21 Mei 2017 09:21

Modal Bagus Tantang Singo Edan

TENGGARONG – Mitra Kukar punya modal bagus saat bertandang ke markas Arema FC, pekan depan. Itu…

Minggu, 21 Mei 2017 09:14

Tertahan di Pintu hingga Diintimidasi Telepon Spekulan

Upaya Satuan Tugas (Satgas) Pangan Polri mengendus kejahatan yang memainkan harga pangan menjelang Ramadan…

Minggu, 21 Mei 2017 09:10

176 Kuota Masih Kosong

ANTREAN naik haji yang panjang rupanya bukan jaminan kuota ke Tanah Suci full tahun ini. Buktinya, waktu…

Sabtu, 20 Mei 2017 12:02

Hindari Objek Vital Terendam, Pertamina Bangun Tanggul

SAMARINDA  – Tiga hari setelah jebolnya tanggul kolam bekas tambang batu bara di Kelurahan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .