MANAGED BY:
JUMAT
23 JUNI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

SELISIK/LAPSUS

Selasa, 07 Februari 2017 12:13
Kado HUT Kota, Reklamasi Coastal Area Dimulai Tahun Ini

Membalik Wajah Kota

PROKAL.CO, Proyek ini bakal mengubah wajah Kota Balikpapan. Reklamasi perairan sepanjang 7,5 kilometer dari Banua Patra sampai Stalkuda, ditarget dimulai pertengahan tahun ini.

TITIK terang mengenai perizinan diperoleh akhir Desember lalu. Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak telah melimpahkan kewenangan pemberian izin lokasi kepada wali kota Balikpapan. Izin lokasi itu segera diberikan ke tujuh investor yang telah memenangi tahapan lelang investasi sebelumnya.

“Saat ini sedang dibahas. Termasuk perpanjangan izin prinsipnya sedang kami persiapkan. Tapi, sebelumnya kami akan mengumpulkan investornya dulu,” kata Wali Kota Rizal Effendi kepada Kaltim Post baru-baru ini. Dia menjelaskan, sebelum izin prinsip yang berlaku satu tahun diperpanjang, harus dipastikan investor masih tetap komitmen untuk membangun.

Dia melanjutkan, jika investor memilih mundur, pemkot akan menawarkan segmen yang ditinggalkan kepada investor lain. "Karena masih banyak investor lain yang juga berminat," imbuhnya. Rizal menyebut, coastal areasangat positif untuk Balikpapan. Yang mana benar-benar akan menempatkan pantai sebagai beranda kota. Selain itu, memecah kemacetan sepanjang Jalan Sudirman karena adanya coastal road, yakni jalan baru tepat di pinggir pantai. Juga, untuk memperluas wilayah.

"Gubernur juga menginginkan coastal road nanti tersambung dengan jembatan Balikpapan-Penajam. Lalu, tersambung dengan jalan tol. Jadi, dampak positifnya akan luar biasa," jelasnya.

Wakil Wali Kota Rahmad Mas’ud turut menyambut baik proyek tersebut. “Prinsipnya, sepanjang itu tidak menyalahi aturan, ya jalan saja,” ujarnya. Dia menyampaikan, sejauh ini, bisa dilihat proyek tersebut bakal banyak memberikan manfaat untuk Balikpapan. Dari sisi perekonomian, estetika kota, memecah kemacetan, dan lain-lain. Karena itu, dia mendukung proyek tersebut. “Nah, kalau misalkan masyarakat ada yang menilai banyak negatifnya ya silakan, bisa dibahas dan didiskusikan bersama,” ujarnya.

Ketua Badan Pengendali Coastal Area Sri Soetantinah menjelaskan, karena sempat terkendala izin lokasi, otomatis tahapan perizinan lainnya juga mundur. Namun, saat ini, dipastikan tak lagi jadi kendala. Tahapan selanjutnya adalah mengurus izin kerja reklamasi ke Kementerian Perhubungan. Dipastikan tak akan ada kendala berarti. Sebab, perizinan yang dilalui sudah cukup panjang dan berlapis. Jadi, kemungkinan pertengahan tahun izin tersebut sudah bisa diperoleh dan pekerjaan fisik sudah bisa dimulai.

Rp 5 Miliar Per Tahun

Coastal area ini terbagi menjadi delapan segmen. Tujuh segmen bakal dikerjakan oleh investor tanpa pendanaan dari pemerintah kota. Pemkot bakal mengerjakan segmen II. Lihat berita terkait.

Sekretaris Badan Pengendali Coastal Area Freddy Nelwan mengatakan, pemkot berupaya, proyek itu tak hanya menguntungkan investor, tapi juga pemerintah dan masyarakat. “Selain akan membuka banyak lapangan kerja baru, pendapatan daerah juga akan banyak dapat pemasukan dari sektor pajak dan retribusi di seluruh area reklamasi,” kata Freddy.

Tak hanya itu, setiap investor harus membayar untuk pendapatan daerah sebesar Rp 5 miliar per tahun mulai tahun ke-11. Terhitung tahun mulainya dilakukan pekerjaan fisik di lapangan. “Itu wajib dan sudah diatur dalam kontrak yang sudah disepakati bersama. Besarnya memang bervariasi, tidak semua Rp 5 miliar. Ada yang hanya Rp 3 miliar lebih. Tapi, rata-rata Rp 5 miliar,” tambahnya.

Tiap-tiap investor diberikan konsesi baru hak guna bangunan (HGB) atas setiap segmen yang direklamasi selama 25 tahun terhitung mulai pekerjaan reklamasi. HGB bisa diperpanjang setelah habis masa berlakunya.

Dalam kontrak kerja sama juga mengatur target waktu penyelesaian pekerjaan, reklamasi ditarget rampung 3 tahun, kemudian 5 tahun untuk infrastrukturnya termasuk jalan utama (coastal road) yang harus sudah sambung menyambung antarsemua segmen. (rsh2/k8)


BACA JUGA

Selasa, 20 Juni 2017 08:27

Waspada Kolesterol setelah Lebaran

Pada momen setelah Lebaran, banyak orang yang mengalami gangguan kesehatan. Biasanya kolesterol tinggi…

Selasa, 20 Juni 2017 08:25

Utamakan Buah, Masakan Jangan Dipanasi Terus

BANYAKNYA makanan dan kegiatan sudah menjadi tradisi di hari yang fitri.  Namun jika tak dijaga…

Selasa, 20 Juni 2017 08:22

Cermat Mengolah Daging

LEBARAN semakin dekat. Untuk menyambut momen tersebut, kebiasaan masyarakat di rumah menyediakan menu-menu…

Selasa, 13 Juni 2017 12:09

WASPADALAH...!! Lebaran Mendekat, Perampok Makin Nekat

Meningkatnya perputaran uang membuat perampokan jadi kejahatan yang khas jelang Lebaran. PERISTIWA peroncean…

Selasa, 13 Juni 2017 08:44

Hindari Kecurigaan dengan Transaksi Nontunai

MEMINIMALISASI belanja menggunakan uang tunai adalah upaya Novitrisari Istidevi agar selalu aman dari…

Selasa, 06 Juni 2017 08:39

Seribu Wajah sang Perusak Organ

  Lupus memang bukan penyakit baru di Indonesia. Namun kenyataannya, masih banyak orang yang tidak…

Selasa, 06 Juni 2017 08:36

Enggan Salahkan Keadaan, Orangtua Jadi Pelecut Semangat

  Di usia yang tergolong masih dini, Anisa Rizky Ameilia dan Arrahman harus berjibaku sebagai penderita…

Selasa, 06 Juni 2017 08:33

Mengancam Organ Vital Anak

LUPUS pada usia balita tergolong unik dan langka. Jumlah kasusnya jauh lebih sedikit dibandingkan dewasa.…

Selasa, 06 Juni 2017 08:32

Saling Menguatkan lewat Kula Kupu Borneo

SEMENJAK resmiberdiri 21 Mei 2016 lalu, Kula Kupu Borneo (KKB) memiliki beragam kesibukan untuk membantu…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .