MANAGED BY:
SENIN
27 FEBRUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

SELISIK/LAPSUS

Selasa, 07 Februari 2017 12:13
Kado HUT Kota, Reklamasi Coastal Area Dimulai Tahun Ini

Membalik Wajah Kota

PROKAL.CO, Proyek ini bakal mengubah wajah Kota Balikpapan. Reklamasi perairan sepanjang 7,5 kilometer dari Banua Patra sampai Stalkuda, ditarget dimulai pertengahan tahun ini.

TITIK terang mengenai perizinan diperoleh akhir Desember lalu. Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak telah melimpahkan kewenangan pemberian izin lokasi kepada wali kota Balikpapan. Izin lokasi itu segera diberikan ke tujuh investor yang telah memenangi tahapan lelang investasi sebelumnya.

“Saat ini sedang dibahas. Termasuk perpanjangan izin prinsipnya sedang kami persiapkan. Tapi, sebelumnya kami akan mengumpulkan investornya dulu,” kata Wali Kota Rizal Effendi kepada Kaltim Post baru-baru ini. Dia menjelaskan, sebelum izin prinsip yang berlaku satu tahun diperpanjang, harus dipastikan investor masih tetap komitmen untuk membangun.

Dia melanjutkan, jika investor memilih mundur, pemkot akan menawarkan segmen yang ditinggalkan kepada investor lain. "Karena masih banyak investor lain yang juga berminat," imbuhnya. Rizal menyebut, coastal areasangat positif untuk Balikpapan. Yang mana benar-benar akan menempatkan pantai sebagai beranda kota. Selain itu, memecah kemacetan sepanjang Jalan Sudirman karena adanya coastal road, yakni jalan baru tepat di pinggir pantai. Juga, untuk memperluas wilayah.

"Gubernur juga menginginkan coastal road nanti tersambung dengan jembatan Balikpapan-Penajam. Lalu, tersambung dengan jalan tol. Jadi, dampak positifnya akan luar biasa," jelasnya.

Wakil Wali Kota Rahmad Mas’ud turut menyambut baik proyek tersebut. “Prinsipnya, sepanjang itu tidak menyalahi aturan, ya jalan saja,” ujarnya. Dia menyampaikan, sejauh ini, bisa dilihat proyek tersebut bakal banyak memberikan manfaat untuk Balikpapan. Dari sisi perekonomian, estetika kota, memecah kemacetan, dan lain-lain. Karena itu, dia mendukung proyek tersebut. “Nah, kalau misalkan masyarakat ada yang menilai banyak negatifnya ya silakan, bisa dibahas dan didiskusikan bersama,” ujarnya.

Ketua Badan Pengendali Coastal Area Sri Soetantinah menjelaskan, karena sempat terkendala izin lokasi, otomatis tahapan perizinan lainnya juga mundur. Namun, saat ini, dipastikan tak lagi jadi kendala. Tahapan selanjutnya adalah mengurus izin kerja reklamasi ke Kementerian Perhubungan. Dipastikan tak akan ada kendala berarti. Sebab, perizinan yang dilalui sudah cukup panjang dan berlapis. Jadi, kemungkinan pertengahan tahun izin tersebut sudah bisa diperoleh dan pekerjaan fisik sudah bisa dimulai.

Rp 5 Miliar Per Tahun

Coastal area ini terbagi menjadi delapan segmen. Tujuh segmen bakal dikerjakan oleh investor tanpa pendanaan dari pemerintah kota. Pemkot bakal mengerjakan segmen II. Lihat berita terkait.

Sekretaris Badan Pengendali Coastal Area Freddy Nelwan mengatakan, pemkot berupaya, proyek itu tak hanya menguntungkan investor, tapi juga pemerintah dan masyarakat. “Selain akan membuka banyak lapangan kerja baru, pendapatan daerah juga akan banyak dapat pemasukan dari sektor pajak dan retribusi di seluruh area reklamasi,” kata Freddy.

Tak hanya itu, setiap investor harus membayar untuk pendapatan daerah sebesar Rp 5 miliar per tahun mulai tahun ke-11. Terhitung tahun mulainya dilakukan pekerjaan fisik di lapangan. “Itu wajib dan sudah diatur dalam kontrak yang sudah disepakati bersama. Besarnya memang bervariasi, tidak semua Rp 5 miliar. Ada yang hanya Rp 3 miliar lebih. Tapi, rata-rata Rp 5 miliar,” tambahnya.

Tiap-tiap investor diberikan konsesi baru hak guna bangunan (HGB) atas setiap segmen yang direklamasi selama 25 tahun terhitung mulai pekerjaan reklamasi. HGB bisa diperpanjang setelah habis masa berlakunya.

Dalam kontrak kerja sama juga mengatur target waktu penyelesaian pekerjaan, reklamasi ditarget rampung 3 tahun, kemudian 5 tahun untuk infrastrukturnya termasuk jalan utama (coastal road) yang harus sudah sambung menyambung antarsemua segmen. (rsh2/k8)


BACA JUGA

Sabtu, 25 Februari 2017 07:58

SEHARI CUMA 50 KENDARAAN

Gedung Parkir Klandasan (GPK) terancam menjadi proyek mubazir. Enam belas hari menjalani masa uji coba,…

Sabtu, 25 Februari 2017 07:56

Sanksi Tegas Mulai Maret

BELUM  diterapkannya sanksi tegas dinilai menjadi salah satu penyebab masih banyaknya kendaraan…

Sabtu, 25 Februari 2017 07:55

Tawarkan Shuttle hingga JPO

PEREMPUAN paruh baya, Asmiyati (47) terlihat sibuk menaikkan barang belanjaannya ke atas motor. Warga…

Selasa, 07 Februari 2017 08:28

“TOWER PARK DAN SMALL PARADISE”

- Luas: 36,2 hektare (segmen I), 34,4 hektare (segmen VIII) - Investor: PT Sugico Graha join PT Avica…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .