MANAGED BY:
JUMAT
24 NOVEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

SAMARINDA

Senin, 06 Februari 2017 09:16
NAH KALO..!! Dana UKM Jadi Temuan BPK

Jumlahnya Rp 2 Miliar, Mengendap di BPR Tanpa Alasan

PROKAL.CO, SAMARINDA - Investasi dana bergulir Pemkot Samarinda di Bank Perkreditan Rakyat (BPR) menjadi temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Kaltim. Dari laporan hasil pemeriksaan (LHP) BPK, dana yang sedianya disalurkan ke usaha kecil menengah (UKM) mengendap tanpa alasan. Nominalnya sebesar Rp 2.227.776.810.

Dana ini mengendap di BPR selama periode 2014-2015, dengan dua nomor rekening berbeda. Pada nomor rekening 01.11.00003.01, jumlah saldonya sebesar Rp 1.340.690.268. Kemudian di rekening 01.11.002731.01, senilai Rp 887.086.542. Berdasarkan audit BPK, setoran uang ke bank pelat merah itu tanpa dasar. Dikarenakan, nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) bernomor 581.1/260/MoU/Pemkot-BPR/IX/2008 tertanggal 17 September 2008 telah kedaluwarsa.

Dana sebesar Rp 2.227.776.810 ini menjadi temuan tim auditor BPK dikarenakan kerja sama investasi non-permanen tak juga ditindaklanjuti BPR. Sementara pemkot membenarkan jika nota kesepahaman dengan perusahaan daerah tersebut telah berakhir pada 2011 lalu. Lantaran BPR telah menyerahkan bunga hak pemkot, sementara perwali dan perpanjangan MoU justru tak diperpanjang.

Ditemui Kaltim Post, Direktur BPR Samarinda, Desi Novianti, menerangkan jika dana bergulir itu telah dikembalikan ke kas daerah. Selepas menjadi temuan BPK dalam LHP bernomor 9.C/LHP/XIX.SMD/V/2016 tertanggal 30 Mei 2016. Tapi, lima tahun berjalan, nota kesepahaman tak juga diperbarui dan membuat dana tersebut mengendap.

“Kami jadi tak bisa bertindak. Tidak boleh mengutak-atik,” akunya. Lebih lanjut, dalam LHP tersebut, BPR yang merupakan lembaga penyalur, penyeleksi dan penagih dana bergulir, terpusat pada 42 debitur yang ditetapkan Dinas Koperasi dan UKM Samarinda. Tetapi mengendap selama tahun 2014-2015.

BPR kemudian menelurkan rekomendasi agar Dinas Koperasi dan UKM menyusun kajian kondisi saat ini atas investasi tersebut. Serta meminta wali kota Samarinda agar membuat keputusan atas status dana bergulir tersebut. “Sistem keuangannya kami BPR sebagai channeling agency (agen penyalur) yang dimana dana langsung dikelola secara penuh. Tapi merujuk dasar yang dibuat dinas koperasi dan UKM. Makanya, total administrasinya wewenang kami,” urainya.

Hanya saja, skema agen penyalur itu tak dapat dilakukan kembali. Lantaran adanya Peraturan Pemerintah 71/2010 tentang Akuntansi Investasi. Dikatakan, PP ini menyatakan jika pengelolaan investasi dana bergulir hanya dapat dikelola langsung oleh satuan kerja yang berstatus badan layanan umum (BLU).

Karena aturan itu, BPR pun dibuat tak berdaya untuk mengutak-atik uang tersebut untuk menunjang pendapatan daerah. “BPR kan belum BLU makanya dana tersebut kami kembalikan ke kas daerah setelah temuan,” terangnya.

Lambannya keaktifan pemkot dalam memastikan dasar hukum pengelolaan tersebut membuat pemkot merugi dalam menunjang pendapatan daerah. Sementara dana bergulir UKM di Bank Pembangunan Daerah (BPD) Kaltim, Samarinda memperoleh untung hingga Rp 38.210.909. Begitu pun dengan dana bergulir sawit yang dikelola BPR Samarinda meraup untung sebesar Rp 23.762,723.

Padahal, BPR diharapkan berkontribusi maksimal dari sektor UKM. Dalam empat tahun terakhir, perusda yang berkantor di Jalan Pahlawan itu selalu menyumbang pendapatan di atas Rp 500 juta. (*/ryu/riz/k18)


BACA JUGA

Kamis, 23 November 2017 17:38
BREAKING NEWS

Kasus Hibah Aptisi Melebar, Sekprov Diperiksa Jaksa

SAMARINDA- Dana hibah Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (Aptisi) Wilayah XI B Kaltim sebesar…

Kamis, 23 November 2017 11:03

MASALAH LAGI..!! Delapan Warga Gugat Lahan BSB

SAMARINDA – Pembangunan landasan pacu (runway) Bandara Aji Pangeran Tumenggung (APT) Samarinda…

Kamis, 23 November 2017 11:02

Terdakwa Pungli Mengaku Khilaf

SAMARINDA – Perkara pungutan liar (pungli) yang bergulir di Pengadilan Negeri (PN) Samarinda tak…

Kamis, 23 November 2017 10:46

Terpeleset, Bocah Tewas Tenggelam

SANGATTA­ – Banjir di Sangatta, Kutai Timur, Selasa (21/11), memakan korban. Muhammad Haikal…

Rabu, 22 November 2017 11:03

Perantauan Betah di Jalan

Anak jalanan, gelandangan dan pengemis (anjal-gepeng) menjadi problem mengakar di Samarinda. Acap kali…

Rabu, 22 November 2017 11:03

Orangtua Anjal Malah Mendukung

ANJAL merupakan seseorang yang berusia di bawah 18 tahun. Menghabiskan sebagian atau seluruh waktunya…

Rabu, 22 November 2017 11:02

Heran Pemerintah Kecolongan

SAMARINDA – Selain memengaruhi estetika kota, anjal-gepeng rentan terlibat penyalahgunaan narkoba…

Rabu, 22 November 2017 11:01

Siapkan Sanksi untuk Pemberi

KEPALA Dinas Sosial (Dissos) Samarinda Ridwan Tassa tak membantah bahwa sanksi terhadap anjal dan gepeng…

Rabu, 22 November 2017 10:56

2019 Masih Sibuk Bayar Utang

SAMARINDA – APBD 2018 menunggu waktu untuk disahkan. Dua pihak penyusun anggaran, yakni Tim Anggaran…

Rabu, 22 November 2017 10:55

Berutang demi Penuhi Konsumsi

SAMARINDA – Tiap tahun, jumlah penghuni lembaga pemasyarakatan (lapas) dan rumah tahanan (rutan)…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .