MANAGED BY:
MINGGU
20 MEI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

UTAMA

Rabu, 01 Februari 2017 12:12
YESS..!! Sebanyak 4.080 Honorer Berpeluang Jadi CPNS

Daerah Butuh, Dilema Keuangan Negara

Zain Taufik Nurrohman

PROKAL.CO, SAMARINDA – Kabar baik datang dari perubahan UU 5/2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN). Utamanya, bagi tenaga honorer di seluruh Indonesia. Ada peluang bagi mereka untuk diangkat menjadi calon pegawai negeri sipil (CPNS). Tercatat, total tenaga honorer kategori dua (K-2) se-Indonesia sebanyak 439 ribu orang. Jumlah tersebut yang sempat dijanjikan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN dan RB) pada 2016 untuk diangkat. Tapi, belakangan urung terbukti karena keuangan negara yang tak memungkinkan untuk menggaji seluruhnya. Diestimasi, akan meningkatkan biaya gaji sebesar Rp 34 triliun per tahun. Di samping itu, pemerintah tak memiliki payung hukum untuk mengangkat para honorer tersebut.

Perubahan UU ASN menjadi pintu masuk menjawab persoalan tersebut. Di Kaltim, menurut data Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kaltim, ada sebanyak 4.080 tenaga K-2 di Kaltim.

Tentu saja, perubahan UU ASN yang diinisiasi Senayan, markas DPR RI, itu menjadi angin segar. Terlebih, bila rencana tersebut benar terealisasi. Ketua Forum Solidaritas Pegawai Tidak Tetap Harian (FS PTTH) Kaltim Wahyuddin mengatakan, perubahan UU itu memang membuka ruang kemungkinan honorer diangkat menjadi CPNS.

FS PTTH tentu menyambut baik hal tersebut. Mengenai kualitas dan pengabdian belasan tahun para honorer K-2, terang dia, sudah teruji. “Tapi, ini masih debat kusir antara pemerintah dengan DPR RI. Memang dilema mengangkat seluruhnya dengan kondisi keuangan negara seperti ini,” ucap dia.

Jangan sampai angin segar yang diembuskan kepada honorer menjadi PHP alias pemberi harapan palsu kembali. Dia yang sudah lama memperjuangkan nasib honorer, tahu banyak tentang hal itu. Wahyuddin mengatakan, tak semudah membalikkan telapak tangan melakukan pengangkatan honorer ke CPNS. “Oke secara politis, honorer dijanjikan dewan (DPR) untuk diangkat. Kenyataannya, pemerintah tidak punya uang. Bagaimana dengan gaji mereka?” katanya.

Paling tidak, kata dia, misal dari segi keuangan belum memungkinkan, honorer tersebut dijadikan pegawai pemerintah dengan perjanjian kontrak (PPPK). Jangan sampai, sudah lepas menjadi CPNS, juga tak diakomodasi menjadi PPPK. “Akhirnya, jadi pengangguran. Harapan saya mereka diprioritaskan,” sebut dia.

Ketua Komisi IV DPRD Kaltim Zain Taufik Nurrohman mengatakan, yang perlu diprioritaskan adalah tenaga pengajar dan kesehatan. Sebab, daerah ini masih membutuhkan tenaga di dua posisi tersebut. “Tapi, distribusi harus merata. Prioritaskan K-2 yang sudah lama mengabdi untuk diangkat dulu,” ucap dia.

Asisten Sekprov Kaltim Bidang Administrasi Umum Bere Ali mengatakan, andaikata kebijakan tersebut terealisasi, pihaknya sejalan alias mendukung. Mengingat, kondisi riil di setiap institusi pemerintahan di daerah masih terdapat kekurangan. Sebagai contoh, kekurangan guru banyak ditutupi tenaga honorer. Begitu juga tenaga kesehatan. “Sangat dibutuhkan untuk memperkuat. Ke depan, ASN jadi ujung tombak suksesnya program pembangunan,” katanya.

Terlebih, tuntutan masyarakat sangat luar biasa. Bahkan, penginnya, pusat mengevaluasi secara menyeluruh atas usulan pengadaan formasi dari daerah agar dipenuhi. Sebab, jumlah yang diusulkan tersebut sesuai dengan kebutuhan. “Selama ini formasi terbatas, makanya ditutupi dengan tenaga kontrak,” ucap mantan kepala Dinas Sosial itu. (ril/far/k8)


BACA JUGA

Sabtu, 19 Mei 2018 01:38

WIDIH..!! Sita Ratusan Tas Mewah dari Properti Najib

KUALA LUMPUR –  Rumor bahwa Rosmah Mansor mengoleksi berbagai barang mewah mulai terbukti.…

Sabtu, 19 Mei 2018 01:37

Abun Dihukum 3,5 Tahun Penjara

JAKARTA  –  Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta menghukum Hery Susanto…

Sabtu, 19 Mei 2018 01:35
Pengusaha Sebut Angkasa Pura Diskriminasi

Keluhkan Tata Letak Tenant Bandara

BALIKPAPAN –   Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan, Balikpapan, sepertinya…

Sabtu, 19 Mei 2018 01:31

Pantang Tampil Bertahan

MELAKONI laga tandang kontra PSM Makassar di Stadion Andi Mattalatta Mattoangin nanti malam (18/5),…

Sabtu, 19 Mei 2018 01:30

Seperti Jadi Atlet Dulu, Kini Juga Harus Disiplin agar Bisa “Juara”

Harus kembali berhadapan dengan kanker kelenjar getah bening tak sampai menyurutkan perhatian Purnomo…

Jumat, 18 Mei 2018 08:56

Sampah Menggunung Minim Solusi

 Karena tak beraroma wangi, sampah kerap terpinggirkan, dan tak jarang menyulut masalah. Tempat…

Jumat, 18 Mei 2018 08:51

Sel-Sel Otonom Tinggal Menunggu Perintah, Siap Lakukan Segala Cara

Salah satu yang membuat aksi bom bunuh diri di Surabaya terlihat sadis adalah pelibatan satu keluarga…

Jumat, 18 Mei 2018 08:46

Kedok Agama Aksi Teror

CATATAN: BAMBANG ISWANTO (*) BOM bunuh diri di Surabaya pada 13 dan 14 Mei kemarin menyentak dunia.…

Jumat, 18 Mei 2018 08:39

Sampah Samarinda Mau Dijadikan Energi, Masalah di Sini...

SAMPAH Samarinda yang per harinya mencapai 800 ton, sempat menggoda sejumlah investor asing. Potensi…

Jumat, 18 Mei 2018 08:33

Sampah, Energi Sekaligus Ancaman Generasi

REPUTASI sampah tak lagi seburuk rupa dan aromanya. Dengan ketekunan dan teknologi, barang yang tak…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .