MANAGED BY:
JUMAT
23 FEBRUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

UTAMA

Rabu, 01 Februari 2017 12:12
YESS..!! Sebanyak 4.080 Honorer Berpeluang Jadi CPNS

Daerah Butuh, Dilema Keuangan Negara

Zain Taufik Nurrohman

PROKAL.CO, SAMARINDA – Kabar baik datang dari perubahan UU 5/2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN). Utamanya, bagi tenaga honorer di seluruh Indonesia. Ada peluang bagi mereka untuk diangkat menjadi calon pegawai negeri sipil (CPNS). Tercatat, total tenaga honorer kategori dua (K-2) se-Indonesia sebanyak 439 ribu orang. Jumlah tersebut yang sempat dijanjikan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN dan RB) pada 2016 untuk diangkat. Tapi, belakangan urung terbukti karena keuangan negara yang tak memungkinkan untuk menggaji seluruhnya. Diestimasi, akan meningkatkan biaya gaji sebesar Rp 34 triliun per tahun. Di samping itu, pemerintah tak memiliki payung hukum untuk mengangkat para honorer tersebut.

Perubahan UU ASN menjadi pintu masuk menjawab persoalan tersebut. Di Kaltim, menurut data Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kaltim, ada sebanyak 4.080 tenaga K-2 di Kaltim.

Tentu saja, perubahan UU ASN yang diinisiasi Senayan, markas DPR RI, itu menjadi angin segar. Terlebih, bila rencana tersebut benar terealisasi. Ketua Forum Solidaritas Pegawai Tidak Tetap Harian (FS PTTH) Kaltim Wahyuddin mengatakan, perubahan UU itu memang membuka ruang kemungkinan honorer diangkat menjadi CPNS.

FS PTTH tentu menyambut baik hal tersebut. Mengenai kualitas dan pengabdian belasan tahun para honorer K-2, terang dia, sudah teruji. “Tapi, ini masih debat kusir antara pemerintah dengan DPR RI. Memang dilema mengangkat seluruhnya dengan kondisi keuangan negara seperti ini,” ucap dia.

Jangan sampai angin segar yang diembuskan kepada honorer menjadi PHP alias pemberi harapan palsu kembali. Dia yang sudah lama memperjuangkan nasib honorer, tahu banyak tentang hal itu. Wahyuddin mengatakan, tak semudah membalikkan telapak tangan melakukan pengangkatan honorer ke CPNS. “Oke secara politis, honorer dijanjikan dewan (DPR) untuk diangkat. Kenyataannya, pemerintah tidak punya uang. Bagaimana dengan gaji mereka?” katanya.

Paling tidak, kata dia, misal dari segi keuangan belum memungkinkan, honorer tersebut dijadikan pegawai pemerintah dengan perjanjian kontrak (PPPK). Jangan sampai, sudah lepas menjadi CPNS, juga tak diakomodasi menjadi PPPK. “Akhirnya, jadi pengangguran. Harapan saya mereka diprioritaskan,” sebut dia.

Ketua Komisi IV DPRD Kaltim Zain Taufik Nurrohman mengatakan, yang perlu diprioritaskan adalah tenaga pengajar dan kesehatan. Sebab, daerah ini masih membutuhkan tenaga di dua posisi tersebut. “Tapi, distribusi harus merata. Prioritaskan K-2 yang sudah lama mengabdi untuk diangkat dulu,” ucap dia.

Asisten Sekprov Kaltim Bidang Administrasi Umum Bere Ali mengatakan, andaikata kebijakan tersebut terealisasi, pihaknya sejalan alias mendukung. Mengingat, kondisi riil di setiap institusi pemerintahan di daerah masih terdapat kekurangan. Sebagai contoh, kekurangan guru banyak ditutupi tenaga honorer. Begitu juga tenaga kesehatan. “Sangat dibutuhkan untuk memperkuat. Ke depan, ASN jadi ujung tombak suksesnya program pembangunan,” katanya.

Terlebih, tuntutan masyarakat sangat luar biasa. Bahkan, penginnya, pusat mengevaluasi secara menyeluruh atas usulan pengadaan formasi dari daerah agar dipenuhi. Sebab, jumlah yang diusulkan tersebut sesuai dengan kebutuhan. “Selama ini formasi terbatas, makanya ditutupi dengan tenaga kontrak,” ucap mantan kepala Dinas Sosial itu. (ril/far/k8)


BACA JUGA

Jumat, 23 Februari 2018 10:50
PGK Bukan Ajang Kampanye Paslon Pilgub Kaltim

INGAT..!! Panitia akan Usir Oknum yang Pakai Atribut Paslon

SAMARINDA- Siang ini Piala Gubernur Kaltim (PGK) II/2018 resmi dibuka. Nah, kebetulan interval waktu…

Kamis, 22 Februari 2018 10:19
Maut di Dalam Rumah

Fenomena Kekerasan kepada Anak yang Makin Marak

Kekerasan kepada anak cenderung meningkat. Mereka disiksa di tempat yang seharusnya paling aman dan…

Kamis, 22 Februari 2018 10:05

Umbar Senyum, Diajak Kakak Foto Bareng

Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) nonaktif Rita Widyasari menjalani sidang perdana di Pengadilan Tindak…

Kamis, 22 Februari 2018 09:56

Mendeteksi Jantung Bawaan sejak Dini

CATATAN: DR RAFLES PH SIMBOLON (*) TETRALOGI fallot (TF). Dua kata tersebut mungkin belum awam di tengah…

Kamis, 22 Februari 2018 09:48

Ekonomi Tak Boleh Jadi Alasan

PENGANGGURAN dan impitan ekonomi bisa menjadi biang kekerasan dalam rumah tangga. Dua variabel tersebut…

Rabu, 21 Februari 2018 14:39
Sidang Tipikor Perdana Rita Widyasari

Ngga Tanggung-Tanggung..!! Ini Dakwaan Jaksa KPK kepada Rita

JAKARTA- KPK mengungkap adanya tim khusus di lingkaran Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Rita Widyasari,…

Rabu, 21 Februari 2018 11:50
BREAKING NEWS

SIDANG PERDANA... Rita Berselfie Ria dengan iPhone Teranyar

JAKARTA- Dua ekspresi berbeda ditunjukkan dua terdakwa kasus korupsi Kutai Kartanegara (Kukar) Rita…

Rabu, 21 Februari 2018 09:51

Desak Tutup Operasional Abu Tours

BALIKPAPAN – Ribut-ribut ribuan jamaah umrah PT Amanah Bersama Umat (Abu) Tours and Travel yang…

Rabu, 21 Februari 2018 09:49

Kasus Berulang, Harus Ada Efek Jera

KEGAGALAN ribuan jamaah umrah Abu Tours menuju Tanah Suci, menambah rentetan kasus yang menimpa travel-travel…

Rabu, 21 Februari 2018 09:45

Delapan Hari Kejar Kapal Berisi 1,6 Ton Sabu

JAKARTA – Rekor pengungkapan kasus sabu-sabu kembali pecah. Setelah rekor Satgas Merah Putih dengan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .