MANAGED BY:
SENIN
20 NOVEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

UTAMA

Rabu, 01 Februari 2017 12:12
YESS..!! Sebanyak 4.080 Honorer Berpeluang Jadi CPNS

Daerah Butuh, Dilema Keuangan Negara

Zain Taufik Nurrohman

PROKAL.CO, SAMARINDA – Kabar baik datang dari perubahan UU 5/2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN). Utamanya, bagi tenaga honorer di seluruh Indonesia. Ada peluang bagi mereka untuk diangkat menjadi calon pegawai negeri sipil (CPNS). Tercatat, total tenaga honorer kategori dua (K-2) se-Indonesia sebanyak 439 ribu orang. Jumlah tersebut yang sempat dijanjikan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN dan RB) pada 2016 untuk diangkat. Tapi, belakangan urung terbukti karena keuangan negara yang tak memungkinkan untuk menggaji seluruhnya. Diestimasi, akan meningkatkan biaya gaji sebesar Rp 34 triliun per tahun. Di samping itu, pemerintah tak memiliki payung hukum untuk mengangkat para honorer tersebut.

Perubahan UU ASN menjadi pintu masuk menjawab persoalan tersebut. Di Kaltim, menurut data Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kaltim, ada sebanyak 4.080 tenaga K-2 di Kaltim.

Tentu saja, perubahan UU ASN yang diinisiasi Senayan, markas DPR RI, itu menjadi angin segar. Terlebih, bila rencana tersebut benar terealisasi. Ketua Forum Solidaritas Pegawai Tidak Tetap Harian (FS PTTH) Kaltim Wahyuddin mengatakan, perubahan UU itu memang membuka ruang kemungkinan honorer diangkat menjadi CPNS.

FS PTTH tentu menyambut baik hal tersebut. Mengenai kualitas dan pengabdian belasan tahun para honorer K-2, terang dia, sudah teruji. “Tapi, ini masih debat kusir antara pemerintah dengan DPR RI. Memang dilema mengangkat seluruhnya dengan kondisi keuangan negara seperti ini,” ucap dia.

Jangan sampai angin segar yang diembuskan kepada honorer menjadi PHP alias pemberi harapan palsu kembali. Dia yang sudah lama memperjuangkan nasib honorer, tahu banyak tentang hal itu. Wahyuddin mengatakan, tak semudah membalikkan telapak tangan melakukan pengangkatan honorer ke CPNS. “Oke secara politis, honorer dijanjikan dewan (DPR) untuk diangkat. Kenyataannya, pemerintah tidak punya uang. Bagaimana dengan gaji mereka?” katanya.

Paling tidak, kata dia, misal dari segi keuangan belum memungkinkan, honorer tersebut dijadikan pegawai pemerintah dengan perjanjian kontrak (PPPK). Jangan sampai, sudah lepas menjadi CPNS, juga tak diakomodasi menjadi PPPK. “Akhirnya, jadi pengangguran. Harapan saya mereka diprioritaskan,” sebut dia.

Ketua Komisi IV DPRD Kaltim Zain Taufik Nurrohman mengatakan, yang perlu diprioritaskan adalah tenaga pengajar dan kesehatan. Sebab, daerah ini masih membutuhkan tenaga di dua posisi tersebut. “Tapi, distribusi harus merata. Prioritaskan K-2 yang sudah lama mengabdi untuk diangkat dulu,” ucap dia.

Asisten Sekprov Kaltim Bidang Administrasi Umum Bere Ali mengatakan, andaikata kebijakan tersebut terealisasi, pihaknya sejalan alias mendukung. Mengingat, kondisi riil di setiap institusi pemerintahan di daerah masih terdapat kekurangan. Sebagai contoh, kekurangan guru banyak ditutupi tenaga honorer. Begitu juga tenaga kesehatan. “Sangat dibutuhkan untuk memperkuat. Ke depan, ASN jadi ujung tombak suksesnya program pembangunan,” katanya.

Terlebih, tuntutan masyarakat sangat luar biasa. Bahkan, penginnya, pusat mengevaluasi secara menyeluruh atas usulan pengadaan formasi dari daerah agar dipenuhi. Sebab, jumlah yang diusulkan tersebut sesuai dengan kebutuhan. “Selama ini formasi terbatas, makanya ditutupi dengan tenaga kontrak,” ucap mantan kepala Dinas Sosial itu. (ril/far/k8)


BACA JUGA

Minggu, 19 November 2017 08:11

Sepinggan Perkuat Rute Internasional, Maskapai Mulai Berhitung

SAMARINDA – Memperkuat rute internasional dari Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan…

Minggu, 19 November 2017 08:07

Jangan Munculkan Diskriminasi Baru

JAKARTA – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) diminta hati-hati dalam eksekusi putusan Mahkamah…

Minggu, 19 November 2017 07:59

Daripada Setnov, Lebih Baik Jenguk Tiang

JAKARTA – Hingga kemarin (11/18), lokasi kecelakaan yang melibatkan Ketua DPR Setyo Novanto (Setnov)…

Minggu, 19 November 2017 07:55

Dari Hobi, Bisa Berbuat Jahat

BERPERILAKU jahat harus dicegah sejak usia dini. Sebab, mengatasi overkapasitas rumah tahanan (rutan)…

Minggu, 19 November 2017 07:54

Pernah Harus Pinjam Celana Kain Penjaga Istana

Tiap kali potong rambut, Jokowi tak pernah neko-neko. Lalu, berapa ongkos yang diterima si tukang cukur?…

Minggu, 19 November 2017 07:50

Nonton Sinetron, Anak Ditelantarkan

HOBI terkadang membuat seseorang lupa akan tanggung jawabnya. Hal itu menimpa keluarga Bedu–nama…

Sabtu, 18 November 2017 07:43

Over Kapasitas, Tambah Lapas Bukan Solusi

SAMARINDA  –  Overkapasitas rumah tahanan (rutan) dan lembaga pemasyarakatan (lapas)…

Sabtu, 18 November 2017 07:41

Ngaku Sakit biar Dikirimi Duit

DERING telepon pada siang hari membuat Toto, nama samaran, terkejut. Nomor yang tertera tidak diketahui.…

Sabtu, 18 November 2017 07:38

Biaya Umrah Lebih Murah

BALIKPAPAN  –   Angkasa Pura (AP) I tak ingin terlalu jauh terlibat dalam polemik…

Sabtu, 18 November 2017 07:34

Dipindah ke RSCM, Wajah Setnov Mulus

JAKARTA  –  Tersangka kasus kartu tanda penduduk elektronik (KTP-el) Setya Novanto tidak…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .