MANAGED BY:
MINGGU
22 JANUARI
HOME | UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

UTAMA

Kamis, 05 Januari 2017 13:12
HEBOH..!! Guyuran Duit Rp 388 M Tak Merata, Anggota DPRD Kaltim Ribut

Setelah APBD Disahkan, Sidang DPRD Ribut Besar

PROKAL.CO, SAMARINDA - Pengesahan peraturan daerah APBD 2017 Kaltim pada penutup 2016 menyisakan perdebatan. Hujan tak merata dalam pembagian dana aspirasi menjadi pangkal perkara. Dari Rp 388 miliar yang disebut total dana aspirasi bagi 55 anggota DPRD Kaltim, selisih antara anggota, ketua fraksi, dengan pimpinan dewan, disebut jomplang. Karang Paci yang jadi markas legislatif pun bergolak.

Dari Rp 8,1 triliun APBD Kaltim yang disahkan tahun ini, terselip Rp 388 miliar dana aspirasi (seputar dana aspirasi, lihat infografis). Dana itu dibagi kepada 55 anggota DPRD. Namun, dari jumlah itu, satu anggota tanpa jabatan disebut hanya menerima Rp 2 miliar. Sementara itu, ketua fraksi menerima dana aspirasi Rp 9 miliar.

Selisih yang begitu tajam ditanyakan anggota DPRD Kaltim Andi Harun. Dalam sidang paripurna kemarin (4/1), interupsi politikus Partai Golkar itu menyita 45 menit. Pertanyaannya kepada Ketua DPRD Kaltim M Syahrun HS membuka berbagai hal mengenai distribusi dana aspirasi.

Sidang beragenda laporan hasil kerja reses itu berubah menjadi cekcok dan adu mulut. Untuk tidak mengurangi rentetan percakapan, Kaltim Post memuat seluruh adu argumentasi. Berikut transkrip dari persidangan yang dipimpin Ketua DPRD M Syahrun HS di lantai enam Gedung D DPRD Kaltim.

Andi Harun: Interupsi Pimpinan. Saya meminta penjelasan distribusi dana aspirasi Rp 388 miliar. Anggota biasa hanya menerima Rp 2 miliar per orang. Tetapi, ketua fraksi sampai Rp 9 miliar. Untuk jatah ketua dan wakil ketua DPRD, saya tidak tahu dan itu yang mau saya tanyakan. Mengapa selisihnya besar sekali?

Saya tahu, beberapa anggota ingin mempertanyakan hal sama. Namun, mereka di ruang lingkup yang membuat mereka diam. Akhirnya tidak ditanyakan. Saya…

Syarkowi (ketua Fraksi Golkar): Interupsi Pimpinan.

Syahrun: Silakan Saudara Syarkowi.

Syarkowi: Saya ingin urun rembuk. Saya lihat Pimpinan agak kesulitan menjawab pertanyaan yang terhormat Pak Andi Harun. Ada baiknya dijawab terbatas saja agar lebih jelas. Rapat paripurna ini sebaiknya membahas yang (sesuai agenda) tadi saja. Mungkin nanti bisa dijelaskan kepada Saudara Andi Harun.

Andi Harun: Pimpinan…

Syahrun: Silakan Saudara Andi Harun.

Andi Harun: Pimpinan, ini bukan untuk saya sendiri. Saya memahami yang dikatakan Pak Syarkowi. Tapi, tidak apa-apa karena ini rapat paripurna. Dalam rapat paripurna terdahulu, saya menghormati Pak Gubernur. Jika saya dibilang Pak Mursyidi Muslim (Fraksi Golkar) saya jarang hadir di DPRD dan tidak mengetahui, insya Allah saya banyak mengetahui.

Lalu, mengapa di sini saya tanyakan dana aspirasi? Karena saya tidak mendapatkan ruang untuk mendapatkan penjelasan. Saya bertekad di setiap paripurna akan meminta penjelasan. Tolong Pimpinan jelaskan. Ini bukan kebutuhan saya saja. Silakan dijawab, Pimpinan.

Syahrun: Biasanya selalu diadakan pertemuan untuk merumuskan berbagai kebijakan. (Untuk dana aspirasi), saya mohon fraksi semua yang bertanggung jawab atas segala kebijakan menjelaskan secara internal. Dijelaskan kepada anggota fraksi masing-masing. Saya pikir itu yang bisa saya jelaskan.

Andi Harun: Pimpinan…

Syahrun: Ya.

Andi Harun: Pimpinan, masalahnya sederhana. Angkanya Rp 388 miliar. Uang Rp 8 triliun bisa didistribusikan di APBD dan dijabarkan, masak Rp 388 miliar tidak bisa? Jangan lupa, APBD adalah ruang bagi seluruh rakyat. Sidang paripurna adalah tempat paling cocok menjelaskannya.

Jadi, sebutkan saja ketua DPRD dapat berapa (dana aspirasi), wakil ketua berapa, ketua fraksi berapa, anggota berapa?

Kalau saya, saya hanya dapat Rp 2 miliar dana aspirasi. Itu pun sebagian saya berikan ke Sekretariat DPRD. Tapi, saya merasa terlalu jauh selisih antara anggota, ketua fraksi, dan pimpinan. Kalau hanya selisih Rp 2 miliar seperti sebelumnya, tidak masalah. Tapi ini antara Rp 2 miliar (anggota) ke Rp 9 miliar (ketua fraksi).

Kalau ketua fraksi saja dapat Rp 9 miliar, ketua DPRD dapat berapa? Wakil ketua dapat berapa? Nah, itu, Bu Qom (Siti Qomariah, Fraksi PAN) saja barusan ngomong, tidak adil banget.

Selama ini, memang tidak ada yang berani bicara. Nanti saya juga akan tanya ke ketua fraksi (Golkar), potongan Rp 500 juta (dari dana aspirasi) untuk apa saja? Apa memang ada perintah partai?

Sekarang silakan dijawab saja, Ketua. Tidak apa-apa, dijawab saja. Kalau ada 55 anggota, satu orang Rp 2 miliar, jumlahnya Rp 110 miliar. Masih ada Rp 278 miliar. Itu untuk ketua fraksi Rp 9 miliar, saya tidak tahu ketua DPRD berapa.

Lagi pula, rekapitulasi Rp 338 miliar sudah ada. Beberapa anggota DPRD juga datang ke Bappeda (Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kaltim) untuk itu. Mohon Pimpinan, dijelaskan saja dapat berapa. Supaya saya puas. Kalau tidak, saya akan buat surat terbuka kepada ketua DPRD di media.

Halaman:

BACA JUGA

Sabtu, 21 Januari 2017 13:00

Gara-Gara Jalan Rusak, Pasien Meninggal di Jalan

SANGATTA   –  Kutai Timur (Kutim) merupakan kabupaten di Kaltim. Namun, tidak semua…

Sabtu, 21 Januari 2017 12:12

Mulai Ditinggalkan, Bensin Bakal Tinggal Kenangan

BALIKPAPAN  –  Pelan tapi pasti, konsumsi premium segera ditinggalkan. Imbas dari pengurangan…

Sabtu, 21 Januari 2017 12:00

Harus Ada Efek Jera bagi TKA Ilegal

SAMARINDA  –  Masih ditemukannya tenaga kerja asing (TKA) di lokasi proyek PLTU Muara…

Sabtu, 21 Januari 2017 08:38

Yakin Trump Tidak Gegabah

JAKARTA  –  Presiden terpilih Amerika Serikat (AS), Donald Trump, resmi dilantik kemarin…

Sabtu, 21 Januari 2017 08:33

Ramai-Ramai Menolak Bandara Sepinggan Ditawarkan ke Asing

KERJA sama operasional (KSO) bandara dengan investor asing masih terbilang hal baru. Selama ini, hanya…

Sabtu, 21 Januari 2017 08:29

Sok-Sokan Seberangi Sarang Buaya, Ya Matilah Kau...

AKSI nekat pria Australia ini tidak patut ditiru. Sudah tahu menjadi sarang buaya, jalur sungai di dekat…

Jumat, 20 Januari 2017 12:15

Tenggat Berakhir, Enam TKA Diusir dari PLTU

SAMARINDA – Masalah tenaga kerja asing (TKA) di proyek PLTU di Muara Jawa, Kutai Kartanegara (Kukar)…

Jumat, 20 Januari 2017 12:12

HEBOH..!! Dikira Bom, Pas Dibuka Ternyata.....

WARGA Samarinda trauma akan ancaman bom. Pasalnya, Kota Tepian pernah dihebohkan dengan pelemparan bom…

Jumat, 20 Januari 2017 10:02

Pasar Senen Membara, Api Sulit Dipadamkan karena Ini...

JAKARTA – Si jago merah melahap Pasar Senen, Jakarta Pusat. Kali ini, hampir seluruh kios yang…

Jumat, 20 Januari 2017 09:52

Bekas Bos Garuda Tersangka Korupsi Transnasional

JAKARTA – Mantan Dirut PT Garuda Indonesia Emirsyah Satar (ESA) harus berurusan dengan Komisi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .