MANAGED BY:
MINGGU
30 APRIL
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN
Rabu, 04 Januari 2017 09:54
Buku Ahok Jadi Pembahasan dalam Sidang
-

PROKAL.CO, JAKARTA - Jalannya sidang dugaan penistaan yang digelar tertutup didominasi pembahasan soal buku Basuki Tjahaja Purnama berjudul Mengubah Indonesia. Salah satu saksi pelapor Habib Novel menyebut buku tersebut memberikan penegasan terkait dugaan penistaan agama.

Ditemui di sela waktu istirahat, Habib menuturkan bahwa dalam persidangan tersebut, dirinya mengungkapkan adanya bukti dalam buku yang ditulis Ahok. Dalam buku itu, tepatnya di halaman 40 terdapat kalimat yang sangat terhubung dengan dugaan penistaan agama. Kalimat tersebut adalah ayat suci no, konstitusi yes. “Itu menunjukkan bahwa Ahok memang sejak awal mengincar Al Maidah 51,” terangnya ditemui samping Ruang Auditorium Kementerian Pertanian, Ragunan, Jakarta Selatan, kemarin (3/1).

Dengan kalimat itu, maka Ahok mengartikan bahwa aturan konstitusi itu lebih tinggi daripada kitab suci. Hal tersebut dapat menjadi petunjuk terkait kesengajaan yang dilakukan Ahok dalam menista agama. “Sehingga, penistaan yang dilakukan sama sekali tidak terbantahkan,” ujar saksi yang kali pertama memberikan keterangan dalam sidang tersebut.

Menurutnya, sebenarnya awalnya pihaknya ingin memberikan nasihat pada Ahok untuk tidak menistakan agama. Namun, ternyata setelah digali lebih dalam, Ahok sudah setidaknya empat kali mengucapkan kalimat yang diduga menistakan agama. “Yang diucapkan di Kepulauan Seribu, kantor DPP NasDem, Balai Kota, dan sewaktu menjadi bupati,” ungkapnya.

Dalam persidangan tersebut, hakim yang diketuai Dwiarso Budi juga memperdalam soal bagaimana Habib Novel mengetahui adanya dugaan penistaan agama tersebut. Habib mengatakan, ada dua video yang ditontonnya terkait pernyataan Ahok. Yang pertama, video itu dikirimkan salah seorang warga Kepulauan Seribu yang menjadi jamaahnya dan kedua video yang di-upload oleh Pemprov DKI Jakarta. “Saya tidak mengetahui kalau soal Buni Yani,” paparnya.

Dalam persidangan itu, Habib juga menjadi sorotan karena kuasa hukumnya Habiburokhman juga merupakan kuasa hukum dari salah satu pasangan calon yang menjadi lawan Ahok. Dikonfirmasi soal itu, Habib mengaku tidak mengetahuinya. “Itu bukan urusan saya,” jelasnya.

Saat menjadi saksi, Habib Novel juga memberikan permohonan kepada majelis hakim untuk menahan Ahok. Permintaan itu dilakukan karena Ahok sudah berulang melakukan penistaan agama. “Ya, baru kali ini tersangka penistaan agama tidak ditahan,” tuturnya.

Selain Habib Novel, juga ada saksi pelapor Habib Muchsin. Muchsin merupakan salah satu imam besar Front Pembela Islam (FPI). Ditemui saat keluar persidangan, Muchsin menjelaskan bahwa pernyataan Ahok itu sangat tidak tepat karena sebagai nonmuslim dia tidak berhak untuk mengartikan ayat suci Alquran. “Apalagi, ucapannya itu terhubung dengan pilkada, sebab dia terdaftar sebagai cagub,” jelasnya.

Ada juga saksi bernama Gus Joy yang disebut-sebut sering lupa dalam menjawab pertanyaan hakim dan kuasa hukum. Setelah sidang, Ahok menggelar konferensi pers. Ahok mengatakan bahwa saksi Gus Joy mengakui dalam persidangan pernah mendeklarasikan sebagai pendukung salah satu calon gubernur (cagub). Setelah itu, Gus Joy melaporkan dirinya ke kepolisian. “Dia juga mengaku advokat, ternyata bukan,” paparnya.

Yang juga penting, lanjut Ahok, ternyata semua saksi pelapor itu ternyata sebagian besar hanya menonton 13 detik video dirinya di Kepulauan Seribu. Padahal ada satu jam lebih video pernyataannya tersebut. “Tidak adil kalau menilai hanya dari 13 detik. Ini fitnah yang terlalu keji,” paparnya.

Soal saksi lain, yakni Habib Novel, Ahok menuturkan bahwa Habib Novel mengaku mendapat banyak laporan warga Kepulauan Seribu soal penistaan agama. Karena itu, dirinya berencana untuk meminta bantuan provider untuk memastikan kebenaran tersebut. “Kami cek bohong atau tidaknya,” tuturnya.

Dalam persidangan tersebut setidaknya terdapat enam saksi. Namun, satu di antaranya tidak hadir karena sebab yang tidak diketahui. Lalu, ada juga satu saksi yang sudah meninggal dunia pada 7 Desember lalu. Rencananya, sidang lanjutan kasus penistaan agama ini akan dilanjutkan pada Selasa, pekan depan.

Sementara itu, saat sidang akan dimulai pada pukul 09.00 terjadi kericuhan di pintu masuk ruang sidang. Pasalnya, Kapolsek Jakarta Selatan Kombespol Iwan Kurniawan yang awalnya menyebut awak media bisa masuk ternyata mengingkari janji. Hanya ada segelintir awak media yang bisa masuk.

Namun, tidak berapa lama semua awak media yang berhasil masuk ternyata diusir. Padahal, Hakim Dwiarso Budi memutuskan bahwa sidang dilakukan terbuka dan wartawan cetak serta online boleh untuk masuk persidangan. Kabag Humas Polres Jaksel AKBP Purwanta mengaku semua dilakukan itu demi keamanan. (idr/jpnn/rom/k15)


BACA JUGA

Jumat, 28 April 2017 11:05

Tuntut Intenet Murah, Telkomsel Dihack, Dikatain Monyet

JAKARTA- Hacker berhasil membobol situs salah satu operator telekomunikasi seluler di Indonesia, Telkomsel.…

Jumat, 28 April 2017 10:40

Nah Kan! Miryam Menghilang

  JAKARTA- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dibiking pusing. Salah satu saksi penting dalam kasus…

Jumat, 28 April 2017 10:32

Golkar Panas, Habisi Yorrys Mencuat

   JAKARTA- Internal Partai Golkar memanas lagi. Kali ini karena pernyataan Yorrys Raweyai.…

Jumat, 28 April 2017 10:31

Hari Ini, Jokowi Bertemu Duterte, Apa yang Dibicarakan?

JAKARTA - Presiden Joko Widodo akan bertemu Presiden Filipina Rodrigo Duterte di Manila, Filipina, hari…

Kamis, 27 April 2017 14:08

Fadli Zon Dituding Kekanak-kanakan

  JAKARTA- Buntut dari pernyataan Fadli Zon yang terus mendiskreditkan Ahok, anggota Fraksi PDI…

Kamis, 27 April 2017 13:43

Reshuffle Bikin Elektabilitas Jokowi Merosot

  JAKARTA- Isu bakal ada perombakan kabinet alias reshuffle di Kabinet Kerja terus terdengar. Voxpol…

Kamis, 27 April 2017 13:25

Din Syamsuddin: Tuntutan Jaksa ke Ahok Justru Melindungi

  JAKARTA- Banyak pihak menyorot ringannya tuntutan jaksa kepada terdakwa dugaan penistaan agam…

Kamis, 27 April 2017 13:16

Cuti Bersama Tak Lagi Potong Hak Cuti Tahunan PNS

  JAKARTA- PNS di negeri ini makin dimanjakan. Untuk urusan cuti misalnya, peraturan baru benar-benar…

Kamis, 27 April 2017 10:17

Tuntutan Ringan Ahok Dinilai Janggal

JAKARTA – Kejanggalan penuntutan jaksa penuntut umum (JPU) sidang dugaan penistaan agama ditengarai…

Kamis, 27 April 2017 10:16

Cuti Bersama Tak Potong Jatah Tahunan

JAKARTA – Libur cuti bersama tak lagi jadi momok bagi pegawai negeri sipil (PNS) karena harus…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .