MANAGED BY:
MINGGU
22 JANUARI
HOME | UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN
Selasa, 03 Januari 2017 10:57
RUU Miras Tak Kunjung Disahkan, Fahira Idris Ultimatum DPR
-

PROKAL.CO, JAKARTA - Setelah sempat ditargetkan selesai pada Juni 2016, nyatanya RUU Larangan Minuman Beralkohol (LMB) hingga kini belum juga disahkan DPR. Padahal, RUU LMB sudah cukup mendesak diterapkan, mengingat pelanggaran terkait miras belakangan ini semakin marak di Indonesia.

Untuk itu, Gerakan Nasional Anti Miras (Genam) mendesak DPR untuk serius menyelesaikan pembahasan RUU LMB dan segera menyahkannya pada awal 2017. “Saya tidak tahu tarik-menarik seperti apa yang terjadi dalam pembahasannya, sehingga molor hingga setengah tahun,” kata Ketua Umum Genam Fahira Idris kemarin (2/1).

Yang pasti, lanjut dia, pelanggaran miras di daerah-daerah semakin mengkhawatirkan. Dari hasil operasi, kepolisian berhasil menyita ribuan botol miras di berbagai daerah. “Mau sampai kapan negara ini tidak ada aturan miras setingkat undang-undang. Mau tunggu sampai berapa nyawa melayang akibat miras,” ujarnya.

Menurut Fahira, peraturan Menteri Perdagangan tentang pelarangan penjualan miras di minimarket tidak cukup untuk menghentikan laju peredaran miras. Sebab, selain tidak komprehensif juga tak ada sanksi berat. Apalagi denda dan pidana bagi yang melanggarnya.

Ia menyebutkan, masyarakat di daerah yang sudah punya Perda Miras seperti Provinsi Papua beruntung karena laju produksi, distribusi, dan konsumsi miras bisa diatasi. Tetapi bagi daerah yang belum punya perda miras seperti Jakarta dan banyak daerah lainnya, masyarakat hanya bisa mengelus dada, melihat miras dijajakan begitu bebas.

“Itulah kenapa perlu regulasi miras setingkat undang-undang karena bisa berlaku dan diterapkan secara nasional,” ujar Fahira yang juga Wakil Ketua Komite III DPD RI itu.

Karena ketidakjelasan penyelesaian RUU LMB ini, Fahira mengimbau masyarakat terutama di daerah-daerah yang akan menggelar Pilkada Serentak pada 15 Februari 2017 mendatang untuk menarik komitmen dari para calon kepala daerah. Para calon kepala daerah dituntut untuk membuat regulasi terkait miras, mulai peraturan kepala daerah hingga perda.

Genam, lanjut Fahira, sudah mulai menggerakkan relawan-relawannya di daerah untuk menarik komitmen dari semua pasangan calon terkait produksi, distribusi, dan konsumsi miras. Fahira berharap, isu pemberantasan miras juga menjadi program para calon kepala daerah yang akan berkompetisi pada pilkada mendatang.

“Miras ini kan penyakit sosial yang serius. Terutama bagi generasi muda. Jadi, calon kepala daerah harus punya inovasi dan solusi untuk mengatasi. Kalau tidak ada komitmen, dia tidak layak dipilih,” pungkasnya. (fri/jpnn/kri/k11)


BACA JUGA

Kamis, 19 Januari 2017 10:05

TEGAS..!! Empat Pengedar Meregang Nyawa

JAKARTA — Polri makin garang memerangi pengedar narkotika. Terbukti, hanya dalam 18 hari pada…

Jumat, 13 Januari 2017 08:54

Tim Musafir Perlu Petarung

BALIKPAPAN – Persiba Balikpapan mematok kriteria cukup tinggi untuk pesepak bola Tanah Air yang…

Minggu, 08 Januari 2017 11:23

GILA..!! Di Kabupaten Ini, Jika Ingin Jadi Pejabat, Bayar Ratusan Juta

JAKARTA - Praktik “dagang jabatan” di Pemkab Klaten masuk kategori akut. Sebab, jabatan…

Minggu, 08 Januari 2017 08:05

Polisi Buru Sponsor Buku Jokowi Undercover

JAKARTA - Polri terus mendalami kasus pembuatan buku Jokowi Undercover yang dinilai melanggar undang-undang…

Rabu, 04 Januari 2017 09:54

Buku Ahok Jadi Pembahasan dalam Sidang

JAKARTA - Jalannya sidang dugaan penistaan yang digelar tertutup didominasi pembahasan soal buku Basuki…

Selasa, 03 Januari 2017 10:56

Polisi Identifikasi Jaringan ISIS di Palu

PALU – Jaringan Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) sudah berada di Sulawesi Tengah. Hal tersebut…

Selasa, 03 Januari 2017 10:55

ADUH..!! Kartu BPJS Tak Sakti Lagi di RS Swasta

JAKARTA - Pengguna kartu Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan harus bersabar. Mereka…

Selasa, 03 Januari 2017 10:54

Perkara Ahok Masuk Tahap Pembuktian

JAKARTA - Sidang keempat perkara dugaan penodaan agama Islam dengan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama…

Selasa, 03 Januari 2017 10:23

Risma Takut Banyak Siswa DO

SURABAYA - Memasuki 2017, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menghadapi tantangan berat di bidang pendidikan.…

Selasa, 03 Januari 2017 10:14

MASIH MAU..!! Gara-gara Main Petasan, Jari Putus

PALANGKA RAYA - Kenikmatan Misbah merayakan malam pergantian tahun berujung petaka. Warga Jalan Yos…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .