MANAGED BY:
MINGGU
26 FEBRUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN
Selasa, 03 Januari 2017 10:57
RUU Miras Tak Kunjung Disahkan, Fahira Idris Ultimatum DPR
-

PROKAL.CO, JAKARTA - Setelah sempat ditargetkan selesai pada Juni 2016, nyatanya RUU Larangan Minuman Beralkohol (LMB) hingga kini belum juga disahkan DPR. Padahal, RUU LMB sudah cukup mendesak diterapkan, mengingat pelanggaran terkait miras belakangan ini semakin marak di Indonesia.

Untuk itu, Gerakan Nasional Anti Miras (Genam) mendesak DPR untuk serius menyelesaikan pembahasan RUU LMB dan segera menyahkannya pada awal 2017. “Saya tidak tahu tarik-menarik seperti apa yang terjadi dalam pembahasannya, sehingga molor hingga setengah tahun,” kata Ketua Umum Genam Fahira Idris kemarin (2/1).

Yang pasti, lanjut dia, pelanggaran miras di daerah-daerah semakin mengkhawatirkan. Dari hasil operasi, kepolisian berhasil menyita ribuan botol miras di berbagai daerah. “Mau sampai kapan negara ini tidak ada aturan miras setingkat undang-undang. Mau tunggu sampai berapa nyawa melayang akibat miras,” ujarnya.

Menurut Fahira, peraturan Menteri Perdagangan tentang pelarangan penjualan miras di minimarket tidak cukup untuk menghentikan laju peredaran miras. Sebab, selain tidak komprehensif juga tak ada sanksi berat. Apalagi denda dan pidana bagi yang melanggarnya.

Ia menyebutkan, masyarakat di daerah yang sudah punya Perda Miras seperti Provinsi Papua beruntung karena laju produksi, distribusi, dan konsumsi miras bisa diatasi. Tetapi bagi daerah yang belum punya perda miras seperti Jakarta dan banyak daerah lainnya, masyarakat hanya bisa mengelus dada, melihat miras dijajakan begitu bebas.

“Itulah kenapa perlu regulasi miras setingkat undang-undang karena bisa berlaku dan diterapkan secara nasional,” ujar Fahira yang juga Wakil Ketua Komite III DPD RI itu.

Karena ketidakjelasan penyelesaian RUU LMB ini, Fahira mengimbau masyarakat terutama di daerah-daerah yang akan menggelar Pilkada Serentak pada 15 Februari 2017 mendatang untuk menarik komitmen dari para calon kepala daerah. Para calon kepala daerah dituntut untuk membuat regulasi terkait miras, mulai peraturan kepala daerah hingga perda.

Genam, lanjut Fahira, sudah mulai menggerakkan relawan-relawannya di daerah untuk menarik komitmen dari semua pasangan calon terkait produksi, distribusi, dan konsumsi miras. Fahira berharap, isu pemberantasan miras juga menjadi program para calon kepala daerah yang akan berkompetisi pada pilkada mendatang.

“Miras ini kan penyakit sosial yang serius. Terutama bagi generasi muda. Jadi, calon kepala daerah harus punya inovasi dan solusi untuk mengatasi. Kalau tidak ada komitmen, dia tidak layak dipilih,” pungkasnya. (fri/jpnn/kri/k11)


BACA JUGA

Sabtu, 25 Februari 2017 11:30

SUDAH NGGAK TAHAN! Bawa Polisi Gerebek Suami lagi Ngamar

 LAMONGAN – Jangan main-main jika istri sudah nekat. Pria berisinial BG (25) warga Desa Blajo,…

Sabtu, 25 Februari 2017 10:17

WADUH! SMA Negeri Belajarnya Lesehan

  LUWU UTARA- Program pendidikan menjadi salah satu prioritas pemerintahan sekarang. Tapi apa jadinya…

Jumat, 24 Februari 2017 00:24

Dialog The Prospects for Global Financial Stability Hadirkan Pakar Ekonometrika

JAKARTA - Generasi muda saat ini sering terjebak pada pilihan yang sempit ketika mempelajari sebuah…

Kamis, 23 Februari 2017 09:49

Pilkada Brutal, Massa Bentrok Polisi

 MOROTAI- Kekhawatiran terjadinya aksi anarkis dalam Pilkada Morotai, Maluku Utara, terbukti. Massa…

Kamis, 23 Februari 2017 09:19

Difitnah Tiduri Pacar, Kepala Teman Ditebas

  SURABAYA- Caesar Risky Priambodo, 21, tak mampu mengendalikan emosi ketika dirinya menjadi buah…

Kamis, 23 Februari 2017 08:37

Bachtiar Diusut, Dana Teman Ahok Gimana?

   JAKARTA- Banyak hal dipertanyakan kepada Kapolri dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi…

Rabu, 22 Februari 2017 12:24

Janda Ngajak Ngamar, Eh… Bawa Kabur Motor

 SURABAYA- Ulah janda kembang, Eka Kartika Sari (25) warga Surabaya, tak patut dicontoh, baik oleh…

Rabu, 22 Februari 2017 11:54

Foto Payudaranya Viral, Kepsek Mundur

 MAKASSAR- Karier Icw sebagai kepala di sebuah sekolah dasar di Pongtiku Makassar, Sulawesi Selatan…

Rabu, 22 Februari 2017 10:46

428 Ribu Hektare Kebun Ganja Terdeteksi

JAKARTA – Penyalahgunaan ganja masih tinggi. Negara tidak tinggal diam menyikapi persoalan itu.…

Rabu, 22 Februari 2017 10:41

39 Ribu Tenaga Kesehatan PTT Jadi CPNS

JAKARTA – Kabar menggembirakan disampaikan Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Mereka mengumumkan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .