MANAGED BY:
SABTU
24 JUNI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN
Selasa, 03 Januari 2017 10:23
Risma Takut Banyak Siswa DO

SMA/SMK Tak Gratis Lagi

GUNDAH: Risma berdialog dengan warga Surabaya dalam satu kesempatan blusukan. Banyak masukan didapatnya, termasuk kekhawatiran banyak anak akan putus sekolah jika pengelolaan SMA-SMK dialihkan kepada pemerintah provinsi.(jpnn)

PROKAL.CO, SURABAYA - Memasuki 2017, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menghadapi tantangan berat di bidang pendidikan. Pihaknya masih akan berjuang untuk memperoleh kembali hak pengelolaan untuk pendidikan menengah di Surabaya.

Pasalnya, ia tidak ingin banyak anak putus sekolah (drop out/DO) di Surabaya setelah pengelolaan SMA/SMK dialihkan ke provinsi.

Hal itu disampaikan Risma saat refleksi akhir tahun 2016 di Balai Kota. Risma mengatakan, pendidikan adalah kunci dari membentuk generasi yang unggul.

Jika pendidikan gratis di Surabaya hilang, ia takut akan banyak anak Surabaya yang mendadak putus sekolah lantaran tidak bisa membayar uang sekolah.

“Di Surabaya itu ada anak SMK, sebelum sekolah itu dia jualan koran. Terus setelah itu, dia sekolah. Dia hidup ikut neneknya. Dia bilang ke aku, kalau sampai sekolahnya enggak gratis, dia mending putus sekolah saja, dia kasihan pada neneknya,” kata Risma.

Oleh karena itu, Risma terus memperjuangkan pendidikan anak-anak tetap dikelola oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya. Harapannya, tidak akan ada lagi anak-anak yang putus sekolah yang akhirnya berdampak pada tindakan kriminal.

Sebab, berdasarkan data yang didapatkan dari penelitian outreach dari anak-anak yang melakukan tindak kriminalitas di bawah umur, biasanya adalah anak yang memang ada kekurangan dalam hal ekonomi keluarga.

"PR terbesarku adalah bagaimana pendidikan ini bisa dikelola oleh pemkot. Jujur aku khawatir kalau sampai anak-anak dipungut biaya SPP. Kalau anak tidak mampu bagaimana? Dia bisa putus sekolah, lalu masuk ke dunia kriminalitas, radikalisme, terus mau jadi apa mereka nantinya. Ini yang aku takutkan," kata Risma.

Banyaknya kriminalitas yang terjadi pada anak-anak usia dini, salah satu faktor dari putusnya sekolah yang diakibatkan tidak adanya biaya.

Inilah yang akan menjadi pekerjaan rumah paling besar bagi mantan kepala Bappeko Surabaya ini.

Kondisi anak saat ini, kata Risma, jauh berbeda dengan zaman dahulu. Anak-anak sekarang, menurutnya, lebih rapuh dan mudah dipengaruhi lingkungan.

Sehingga membutuhkan pengawasan dari semua pihak, baik keluarga maupun lingkungan. Dengan begitu, anak bisa terhindar sejak dini ajak-ajakan negatif. "Kondisi ini enggak mudah buat aku. Aku takut sekali kalau anak-anaknya sampai terjerumus. Aku takut kalau mereka tidak bisa memanfaatkan waktunya dengan baik. Ini merupakan PR besar yang harus aku segera selesaikan," tandasnya. (ima/no/ms/k11)


BACA JUGA

Jumat, 23 Juni 2017 16:27

Rampok Hambur Puluhan Juta di Jalan agar Bisa Kabur

PROKAL.CO, PALEMBANG- Ada saja cara penjahat agar bebas dari kejaran massa. Dua perampok di Palembang…

Jumat, 23 Juni 2017 09:17

Tata Ulang Pendidikan Karakter Budaya

JAKARTA – Rencana untuk menggodok ulang full day school atau sekolah lima hari sampai sore bukan…

Rabu, 21 Juni 2017 18:23

Habib Rizieq Minta SP3, Polri: Ayo Pulang

PROKAL.CO, JAKARTA- Ini suara resmi Mabes Polri terkait permohonan kuasa hukum Habib Rizieq Shihab kepada Presiden…

Rabu, 21 Juni 2017 18:03

UENAK TENAN, Penghasilan Anggota DPRD Naik Drastis

PROKAL.CO, JAKARTA- Para wakil rakyat di daerah kembali tersenyum lebar. Ini seiring resmi diberlakukannya…

Rabu, 21 Juni 2017 17:54

Detik-detik Si Cantik Nyonya Gubernur Terima Uang Suap Satu Kardus

  PROKAL.CO, JAKARTA- Lembaga pemberangus korupsi, Selasa (20/6) menangkap si cantik Lily Martiani…

Rabu, 21 Juni 2017 17:47

Istri Gubernur Ditangkap KPK, Meylani: Itu Kelakuan Aslinya

  PROKAL.CO, JAKARTA-  KPK menangkap istri Gubernur Bengkulu, Hj. Lily Martiani Maddari, karena…

Rabu, 21 Juni 2017 17:40

MANTAP!! Gubernur Bengkulu dan Istri Resmi Tersangka Penerima Suap

  PROKAL.CO, JAKARTA- Tak perlu menunggu lama, sehari setelah operasi tangkap tangan (OTT) di Bengkulu, Komisi…

Selasa, 20 Juni 2017 18:34

Kader Diciduk KPK, Golkar Mengawal

PROKAL.CO, JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dikabarkan melakukan operasi tangkap tangan terhadap…

Selasa, 20 Juni 2017 18:25

BRUTAL! Wali Kota Tendangi Motor Warga

  PROKAL.CO, BOGOR-  Kesal karena warga memarkir motor sembarangan, Wali Kota Bogor, Jawa…

Selasa, 20 Juni 2017 18:18

Ketap Bikin Masalah, Lapas Kerobokan Segera Dipindah

  PROKAL.CO, JAKARTA- Kerap bermasalah dan menimbulkan persoalan serius, Menteri Hukum dan Hak…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .