MANAGED BY:
SABTU
16 DESEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN
Selasa, 03 Januari 2017 10:23
Risma Takut Banyak Siswa DO

SMA/SMK Tak Gratis Lagi

GUNDAH: Risma berdialog dengan warga Surabaya dalam satu kesempatan blusukan. Banyak masukan didapatnya, termasuk kekhawatiran banyak anak akan putus sekolah jika pengelolaan SMA-SMK dialihkan kepada pemerintah provinsi.(jpnn)

PROKAL.CO, SURABAYA - Memasuki 2017, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menghadapi tantangan berat di bidang pendidikan. Pihaknya masih akan berjuang untuk memperoleh kembali hak pengelolaan untuk pendidikan menengah di Surabaya.

Pasalnya, ia tidak ingin banyak anak putus sekolah (drop out/DO) di Surabaya setelah pengelolaan SMA/SMK dialihkan ke provinsi.

Hal itu disampaikan Risma saat refleksi akhir tahun 2016 di Balai Kota. Risma mengatakan, pendidikan adalah kunci dari membentuk generasi yang unggul.

Jika pendidikan gratis di Surabaya hilang, ia takut akan banyak anak Surabaya yang mendadak putus sekolah lantaran tidak bisa membayar uang sekolah.

“Di Surabaya itu ada anak SMK, sebelum sekolah itu dia jualan koran. Terus setelah itu, dia sekolah. Dia hidup ikut neneknya. Dia bilang ke aku, kalau sampai sekolahnya enggak gratis, dia mending putus sekolah saja, dia kasihan pada neneknya,” kata Risma.

Oleh karena itu, Risma terus memperjuangkan pendidikan anak-anak tetap dikelola oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya. Harapannya, tidak akan ada lagi anak-anak yang putus sekolah yang akhirnya berdampak pada tindakan kriminal.

Sebab, berdasarkan data yang didapatkan dari penelitian outreach dari anak-anak yang melakukan tindak kriminalitas di bawah umur, biasanya adalah anak yang memang ada kekurangan dalam hal ekonomi keluarga.

"PR terbesarku adalah bagaimana pendidikan ini bisa dikelola oleh pemkot. Jujur aku khawatir kalau sampai anak-anak dipungut biaya SPP. Kalau anak tidak mampu bagaimana? Dia bisa putus sekolah, lalu masuk ke dunia kriminalitas, radikalisme, terus mau jadi apa mereka nantinya. Ini yang aku takutkan," kata Risma.

Banyaknya kriminalitas yang terjadi pada anak-anak usia dini, salah satu faktor dari putusnya sekolah yang diakibatkan tidak adanya biaya.

Inilah yang akan menjadi pekerjaan rumah paling besar bagi mantan kepala Bappeko Surabaya ini.

Kondisi anak saat ini, kata Risma, jauh berbeda dengan zaman dahulu. Anak-anak sekarang, menurutnya, lebih rapuh dan mudah dipengaruhi lingkungan.

Sehingga membutuhkan pengawasan dari semua pihak, baik keluarga maupun lingkungan. Dengan begitu, anak bisa terhindar sejak dini ajak-ajakan negatif. "Kondisi ini enggak mudah buat aku. Aku takut sekali kalau anak-anaknya sampai terjerumus. Aku takut kalau mereka tidak bisa memanfaatkan waktunya dengan baik. Ini merupakan PR besar yang harus aku segera selesaikan," tandasnya. (ima/no/ms/k11)


BACA JUGA

Jumat, 15 Desember 2017 11:29

MENGEJUTKAN..!! Ini Sebabnya Suami Mutilasi dan Bakar Istri Sendiri

KARAWANG- Satreskrim Polres Karawang berhasil mengungkap kasus pembunuhan sadis disertai mutilasi yang…

Rabu, 13 Desember 2017 19:20

Kaum Radikal Diyakini Dukung Lawan Jokowi di 2019

Siapa lawan Jokowi pada Pilpres 2019 belum jelas. Namun yang pasti, siapapun lawan tersebut, dukungan…

Rabu, 13 Desember 2017 19:14

Anehnya Setnov, Bisa Jalan Tak Bisa Bicara

Setya Novanto membuat hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta kebingungan. Khususnya…

Rabu, 13 Desember 2017 19:08

Setnov Jadi Bisu dan Diare

Sidang pertama untuk Setya Novanto (Setnov) akhirnya digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor)…

Senin, 11 Desember 2017 15:23

17 Dokter Spesialis Mundur, RS Mulai Tolak Pasien

17 dokter spesialis yang bertugas di RS Regional Sumbar mundur sejak akhir pekan lalu. Dampaknya pun…

Senin, 11 Desember 2017 15:15

Bangsawan Bali Bela Ustaz Somad

Meski sebagian orang sempat mendemo Ustad Abdul Somad, tapi sebagaian warga di Bali justru membela ustad…

Senin, 11 Desember 2017 15:09

Tuduh Ustaz Somad Anti Pancasila, Anggota DPD dari Bali Diperkarakan

Saat bersafari di Bali, Sabtu (9/12), Ustaz Abdul Somad yang hendak berceramah sempat mendapat…

Senin, 11 Desember 2017 15:02

Ditunjuk Gantikan Setnov, Aziz Bilang Siap

Ketua Umum Golkar Setya Novanto (Setnov) membuat surat sakti yang isinya menunjuk Aziz Syamsudin sebagai…

Senin, 11 Desember 2017 14:58

Separuh Lebih Anggota Fraksi Golkar di DPR Tolak Aziz Syamsuddin

Bukannya mendapat dukungan, keputusan Ketua Umum Golkar Setya Novanto menunjuk Aziz Syamsuddin sebagai…

Senin, 11 Desember 2017 10:34

Jokowi Abaikan Penegakan HAM

JAKARTA - Kepemimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi) disebut telah mengabaikan penegakan di bidang Hak…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .