MANAGED BY:
MINGGU
26 FEBRUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

BALIKPAPAN

Selasa, 27 Desember 2016 12:34
NAH..!! BPJS Semprit Faskes Tingkat Pertama

Jadi Temuan KPK, Dibayar Sesuai Kinerja

PERBAIKI LAYANAN PRIMER: Untuk mengurangi jumlah rujukan ke Rumah Sakit, BPJS Kesehatan akan menerapkan reward dan punishment di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama.(dok/kp)

PROKAL.CO, BALIKPAPAN - Petugas puskesmas, klinik pratama hingga dokter perorangan bakal lebih berkeringat mulai awal 2017. BPJS Kesehatan Balikpapan akan menerapkan sistem pembayaran kapitasi berbasis kinerja (KBK). Metode ini dipilih untuk mendongkrak kinerja Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP).

Sesungguhnya keputusan ini telah berjalan di beberapa daerah di Indonesia, terutama daerah yang menjadi ibu kota provinsi. Nantinya, diharapkan seluruh kabupaten/kota menerapkan kebijakan yang sama. Kepala BPJS Kesehatan Balikpapan Muhammad Fakhriza mengatakan, peraturan ini memacu pada rekomendasi yang diberikan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Temuan dalam lembaga anti rasuah ini menyebutkan jika sistem pembayaran BPJS Kesehatan tergolong masih lemah. Selain itu, kinerja FKTP belum optimal. Sebab kenyataan di lapangan, banyak pasien yang telah berobat ke FKTP, namun tetap harus menjalani rujukan ke rumah sakit. “Ada sekitar 155 diagnosis penyakit nonspesialistik yang harusnya sudah bisa terselesaikan di faskes tingkat satu. Sehingga pasien tidak perlu lagi rujuk ke rumah sakit,” ucapnya kepada Kaltim Post.

Sistem kapitasi merupakan perhitungan pembayaran yang tidak hanya berdasarkan angka kesakitan. Namun, berdasarkan jumlah total peserta yang terdaftar BPJS Kesehatan. “Biasanya pembayaran dari jumlah peserta terdaftar akan dikalikan dengan nilai pembayaran sesuai permenkes,” tuturnya. Namun dengan sistem KBK, sambung dia, BPJS Kesehatan dapat menggenjot kinerja para dokter dan ahli kesehatan lainnya di FKTP.

Mereka akan mendapatkan bayaran sesuai kinerja masing-masing. Di mana, sistem pembayaran akan menuntut pada beberapa indikator. Pertama, indikator angka kontak komunikasi peserta. FKTP akan masuk kategori aman jika dapat menyentuh radius 150 per mil atau 15 persen dari total peserta terdaftar.

Riza memberikan contoh, jika faskes tingkat satu itu terpapar peserta dengan jumlah 10 ribu. Setidaknya mereka harus mampu menyentuh 15 persen dari total peserta. Berarti ada 1.500 peserta yang berada dalam jangkauan faskes tersebut. “Faskes harus melakukan kontak minimal sebanyak 15 persen peserta dari total keseluruhan. Artinya mereka harus kontak dengan peserta lewat berbagai cara. Mulai dari mengadakan sosialisasi langsung, kegiatan di posyandu, kontak lewat telepon, dan sebagainya. Tidak hanya kontak dengan mereka yang sakit,” jelasnya.

Kedua, adalah indikator rasio rujukan nonspesialistik. Riza menuturkan, dokter harus memberikan upaya maksimal untuk menangani pasiennya. Terutama pada pasien yang tergolong menderita penyakit nonspesialistik. “Apabila dokter masih memberikan rujukan pasien ke rumah sakit, padahal pasien itu masuk kategori penyakit nonspesialistik. Itu akan berpengaruh pada penilaian kinerja mereka,” sebutnya.

Tingkat penilaian sendiri terdiri dari zona aman sampai zona berprestasi. Bagi dokter yang memberikan rujukan kurang dari 5 persen dari total pesertanya akan masuk zona aman. Kemudian, untuk dokter dengan hasil rujukan kurang dari 1 persen, maka masuk zona berprestasi. Indikator lainnya, yaitu angka perpindahan peserta ke FKTP lain dan rasio prolanis FKTP.

Harapannya, sistem pembayaran KBK dapat meningkatkan kinerja dokter sekaligus sebagai alat kontrol kerja FKTP. Dengan begitu, tidak semua pasien harus mendapatkan rujukan ke rumah sakit setelah menjalani perawatan di FKTP. Terutama bagi pasien yang menderita penyakit nonspesialistik. (*/gel/riz/k15)


BACA JUGA

Sabtu, 25 Februari 2017 07:44

Hari Ini, Fresh and Healthy Line Dance

BALIKPAPAN  -  Elizabeth Sri Hadayati (Ellis) dan Raymond Robinson akan berduet hari ini.…

Jumat, 24 Februari 2017 08:43

PTK Tak Boleh Diganti Plt

BALIKPAPAN – Persaingan merebut kursi pimpinan DPD II Partai Golkar Balikpapan masih alot. Rencana…

Jumat, 24 Februari 2017 08:39

Saingan Rahmad Mas'ud, Abdulloh Terus Dapat Dukungan

TERKAIT pelaksanaan musda, Ketua PTK Balikpapan Barat Ervan Dahri Mama mengatakan, dirinya bersama tiga…

Jumat, 24 Februari 2017 08:39

Bawa Bom, Ditpolair Bekuk Nelayan

BALIKPAPAN – Para nelayan jangan coba-coba menangkap ikan secara ilegal. Apalagi menggunakan bom…

Jumat, 24 Februari 2017 08:34

WNA Bangladesh Dipulangkan Sabtu Depan

BALIKPAPAN – Delapan warga negara Bangladesh yang diamankan Sabtu (11/2) lalu diagendakan dipulangkan…

Jumat, 24 Februari 2017 08:32

Jalan Sudirman Diserbu Prajurit Kodam

RIBUAN Prajurit Kodam VI/Mulawarman dengan gagahnya berlari sambil membawa senjata laras panjang, pagi…

Jumat, 24 Februari 2017 08:26

Patroli Malam, Blusukan ke Tempat Gelap

KEJAHATAN di malam hari diantisipasi dengan cara patroli. Anggota Direktorat Sabhara Polda Kaltim selain…

Jumat, 24 Februari 2017 08:21

Bappeda Susun Ulang Penlok

BALIKPAPAN – Lima tahun berlalu, pemkot gagal dalam menuntaskan pembebasan lahan di sepanjang…

Jumat, 24 Februari 2017 08:19

Bantu UNBK, Schlumberger Bagikan Switch

BALIKPAPAN – Kegiatan sowan Forum Komunikasi Corporate Social Responsibility (FK CSR) Kota Balikpapan…

Jumat, 24 Februari 2017 08:12

Hari Ini, Let’s Go Balikpapan Resmi Mulai

BALIKPAPAN – Traveling ke delapan negara dalam satu hari? Itu bukan hal yang impossible. Sensasi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .