MANAGED BY:
MINGGU
26 FEBRUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN
Senin, 12 Desember 2016 09:17
Peserta Meninggal Masih Ditagih Iuran BPJS
-

PROKAL.CO, JAKARTA - Jelang tiga tahun perjalanannya, Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan masih mendapat banyak catatan. Salah satunya soal tagihan iuran bagi peserta yang sudah meninggal.

Koordinator Advokasi BPJS Watch Timboel Siregar menuturkan, fenomena itu masih banyak dijumpai di lapangan. Banyak laporan yang masuk ke pihaknya terkait tunggakan iuran yang kadang bahkan cukup mencengangkan pada peserta yang sudah tutup usia ini.

“Beberapa waktu lalu saya juga sempat mengurus punya paman saya. Sudah meninggal lima bulan tapi tagihan masih diberikan. Ada banyak kasus serupa,” ujarnya di Jakarta, kemarin (11/12).

Timboel cukup menyayangkan hal ini. Apalagi, saat diurus pihak kantor cabang BPJS kesehatan tersebut tetap mewajibkan tunggakan iuran dibayar. Alasannya, karena memang tidak ada laporan masuk soal wafatnya peserta tersebut.

“Paman saya meninggalnya di RS provider BPJS Kesehatan. harusnya ada koordinasi antara pihak rumah sakit ini dan BPJS Kesehatan dong. Kalau seperti ini akhirnya masyarakat lagi yang disalahkan karena tidak lapor,” jelasnya.

Menurutnya, hal itu bisa dilakukan dengan system online pelayanan kepesertaan yang bisa diakses bersama oleh kedua bela pihak. Pihak rumah sakit harusnya bisa meneruskan informasi terkait surat kematian peserta pada BPJS Kesehatan. Sehingga, peserta yang sudah tutup usia ini tak lagi ditagih iuran.

“Paling tidak diinfokan sehingga tidak ada tagihan. Kalau pun nanti harus follow up dengan menyerahkan surat kematian asli paling tidak ya enggak ada tagihan,” tegasnya.

Buruknya koordinasi ini membuka tabir soal buruknya data kepesertaan. Hal ini dikhawatirkan banyaknya peserta yang akhirnya eksisting-nya dipertanyakan. Paling berat tentu pada peserta tidak mampu yang dibiayai oleh negara. “Kalau terjadi di PBI, ini ‘kan sayang. Padahal di lapangan banyak warga tidak mampu yang masih belum masuk PBI,” ungkapnya.

Merespons hal ini, Kepala Departemen Komunikasi Eksternal dan Humas BPJS Kesehatan Irfan Humaidi menuturkan, untuk hal ini memang ada kewajiban oleh keluarga peserta untuk melapor. Karena bila tidak, tentu BPJS kesehatan tidak mengetahui bahwa yang bersangkutan telah tutup usia. Sehingga, tagihan masih terus dihitung. “Karena ada surat keterangan meninggal. Itu dibawa ke cabang BPJS Kesehatan terdekat,” ungkapnya.

Dia membenarkan adanya kewajiban pembayaran tunggakan dari peserta tersebut oleh pihak keluarga. Sebab, itu sudah masuk ke sistem tagihan. Namun, dia menyatakan, besaran iuran terhitung sejak peserta meninggal bisa dikembalikan oleh pihak bank. “Memang tidak bisa langsung. Tapi itu bisa nanti oleh pihak bank,” pungkasnya. (mia/jpnn/rom)


BACA JUGA

Sabtu, 25 Februari 2017 12:23

Polisi Ungkap Pabrik yang Produksi Pupuk Palsu 300 Ton, Setahun Untung Rp 3,6 Miliar

JAKARTA-Bareskrim Polri mengungkap pabrik pembuat pupuk palsu di Majalengka, Jawa Barat, kemarin (25/2).…

Sabtu, 25 Februari 2017 11:30

SUDAH NGGAK TAHAN! Bawa Polisi Gerebek Suami lagi Ngamar

 LAMONGAN – Jangan main-main jika istri sudah nekat. Pria berisinial BG (25) warga Desa Blajo,…

Sabtu, 25 Februari 2017 10:17

WADUH! SMA Negeri Belajarnya Lesehan

  LUWU UTARA- Program pendidikan menjadi salah satu prioritas pemerintahan sekarang. Tapi apa jadinya…

Sabtu, 25 Februari 2017 10:02

Naik Haji atau Umrah, Hadiah Tim Pengamanan Raja Salman

 JAKARTA- Kedatangan Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz al-Saud di Indonesia pada 1-9 Maret 2017…

Sabtu, 25 Februari 2017 09:50

Dahlan Korban Pembunuhan Karakter

 JAKARTA- Kasus yang menimpa mantan Menteri BUMN Dahlan Iskan dianggap sebagai pembunuhan karakter.…

Jumat, 24 Februari 2017 11:36

Wuih! 800 Orang Sertai Raja Arab ke Indonesia

 JAKARTA -- Bagaimana bila Raja Arab Saudi ke Indonesia? Tak tanggung-tanggung ada 800 orang yang…

Jumat, 24 Februari 2017 11:19

Blangko Kosong , Urus e-KTP Terhambat

 JAKARTA- Proses lelang pengadaan blangko kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP)–yang semestinya…

Jumat, 24 Februari 2017 10:59

Tim Boy Sadikin Siap Serang Balik Ahok

JAKARTA - Makin panas saja situasi politik di Ibu Kota menyongsong putaran kedua Pilkada DKI 2017. Tim…

Jumat, 24 Februari 2017 10:30

Kantor DPC Demokrat dan Uang Rp 63 M Disita

JAKARTA - Komisi anti rasuah terus memburu harta Wali Kota Madiun, Jawa Timur, Bambang Irianto yang…

Jumat, 24 Februari 2017 10:27

Kantor DPC Demokrat dan Uang Rp 63 M Disita

JAKARTA - Komisi anti rasuah terus memburu harta Wali Kota Madiun, Jawa Timur, Bambang Irianto yang…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .