MANAGED BY:
SENIN
18 JUNI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

SAMARINDA

Minggu, 11 Desember 2016 09:08
“JKN-KIS Bukan untuk Kepentingan Tertentu”

Dari Media Gathering BPJS Kesehatan

PAPAR FAKTA: M Fakhriza saat menjelaskan fakta seputar BPJS Kesehatan dan JKN-KIS dalam media gathering, kemarin (10/12).

PROKAL.CO, Pemerintah menargetkan, pada 2017 seluruh masyarakat Indonesia sudah mengikuti program Jaminan Kesehatan Nasional Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS). Sayang, hingga kini realisasinya belum menjanjikan. Hingga akhir 2016 ini saja, kepesertaannya baru mencapai 69,2 persen. Belakangan diketahui, minimnya ketertarikan warga bergabung ke program tersebut, karena informasi yang simpang siur.

Coba memberi informasi yang benar kepada masyarakat, BPJS Kesehatan menggaet awak media. Media massa diyakini bisa membantu meluruskan sejumlah informasi keliru yang beredar di masyarakat. “Ketika ada bad news, silakan konfirmasi ke kami, terkait prosedur dan sebagainya. Dari situ, selain berita berimbang, masyarakat juga bisa mendapat informasi yang terkoreksi,” terang Kepala Kantor BPJS Balikpapan M Fakhriza dalam kegiatan media gathering,kemarin (10/12).

Pria yang sebelumnya menjabat kepala BPJS Samarinda itu menambahkan, secara bertahap, layanan kesehatan yang ada kini akan dialihkan ke Kartu Indonesia Sehat (KIS). Selama ini, lanjut dia, banyak publik mengira regulasi pembuatan BPJS Kesehatan hanya akan menguntungkan pihak tertentu. Dia memastikan hal tersebut tidak benar.

Fakhriza menekankan, pembuat semua regulasi terkait JKN-KIS adalah pemerintah, sementara BPJS Kesehatan hanya sebagai operator. “Pemerintah yang memegang regulasi. Mulai sistem rujukan, jumlah iuran, dan sebagainya. Kami hanya menjalankan. Prosedur yang ada juga pasti berasal dari kajian pemerintah,” imbuh dia.

Sementara itu, Kepala Departemen Manajemen Pelayanan Kesehatan BPJS Kesehatan Regional VIII Oktovianus Ramba mengungkapkan alasan mengapa masyarakat harus tergabung JKN-KIS. Dia mengatakan, pada dasarnya saat ini Indonesia mengalami masalah kesehatan triple burden, yakni infeksi, penyakit tidak menular, dan penyakit baru seperti virus Zika, flu burung, dan lainnya.

“Makanya pakai sistem gotong royong agar yang sakit lebih ringan dalam pembiayaan. Semuanya harus bekerja sama termasuk pemerintah daerah,” ucap laki-laki yang akrab disapa Okto tersebut. (*/nyc/*/ndy/k9)


BACA JUGA

Minggu, 17 Juni 2018 11:45

Kedapatan Bolos, Sanksi Menanti

SAMARINDA­–Cuti bersama Aparatur Sipil Negara (ASN) berakhir 20 Juni mendatang. Abdi negara…

Minggu, 17 Juni 2018 11:44

Harmonis di Hari Fitri

TAMPIL kompak bersama istri dan anak-anak saat Idulfitri membuat suasana semakin hangat. Kekompakan…

Minggu, 17 Juni 2018 11:43

Menahan Rindu demi Tugas

BAGI Riezky Dwi Anggoro, Lebaran kali ini berbeda. Dia harus bisa menahan rindu walau berat. Bagaimana…

Minggu, 17 Juni 2018 11:43

Selalu Siap Hadapi si Jago Merah

KALA hari raya tiba, rasanya lebih syahdu jika melewatinya bersama keluarga besar. Namun itu tak berlaku…

Sabtu, 16 Juni 2018 12:24

Open House Terakhir Awang Faroek, Ini Harapannya ...

SAMARINDA-Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak menggelar open house di Pendopo Lamin Etam, kemarin (15/6). …

Sabtu, 16 Juni 2018 12:23

Permohonan Izin Terbang ke Surabaya dan Makassar Masih Menunggu Ini...

SAMARINDA – Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi dijadwalkan berkunjung ke Samarinda…

Sabtu, 16 Juni 2018 12:20

Rutan dan Lapas Tetap Waspada kala Senggang

SAMARINDA-Kondisi keamanan Kota Tepian saat Ramadan dan Lebaran terbilang aman dan kondusif. Walau demikian,…

Sabtu, 16 Juni 2018 12:18

Ini yang Harus Diperhatikan, Agar Anda Tak Ke Dokter Usai Lebaran

LAZIMNYA tak sedikit warga yang menyapa dokter usai Lebaran. Alasannya beragam, namun yang paling sering…

Sabtu, 16 Juni 2018 12:16

Baznas Kaltim Kumpulkan Miliaran Rupiah

SAMARINDA-Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kaltim berhasil mengumpulkan zakat, infak, dan sedekah…

Sabtu, 16 Juni 2018 01:03

Indahnya Berbagi di Hari Idul Fitri 1439 H

"Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam adalah manusia paling dermawan. Dan beliau lebih demawan ketika…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .