MANAGED BY:
JUMAT
23 FEBRUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

SAMARINDA

Minggu, 11 Desember 2016 09:08
“JKN-KIS Bukan untuk Kepentingan Tertentu”

Dari Media Gathering BPJS Kesehatan

PAPAR FAKTA: M Fakhriza saat menjelaskan fakta seputar BPJS Kesehatan dan JKN-KIS dalam media gathering, kemarin (10/12).

PROKAL.CO, Pemerintah menargetkan, pada 2017 seluruh masyarakat Indonesia sudah mengikuti program Jaminan Kesehatan Nasional Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS). Sayang, hingga kini realisasinya belum menjanjikan. Hingga akhir 2016 ini saja, kepesertaannya baru mencapai 69,2 persen. Belakangan diketahui, minimnya ketertarikan warga bergabung ke program tersebut, karena informasi yang simpang siur.

Coba memberi informasi yang benar kepada masyarakat, BPJS Kesehatan menggaet awak media. Media massa diyakini bisa membantu meluruskan sejumlah informasi keliru yang beredar di masyarakat. “Ketika ada bad news, silakan konfirmasi ke kami, terkait prosedur dan sebagainya. Dari situ, selain berita berimbang, masyarakat juga bisa mendapat informasi yang terkoreksi,” terang Kepala Kantor BPJS Balikpapan M Fakhriza dalam kegiatan media gathering,kemarin (10/12).

Pria yang sebelumnya menjabat kepala BPJS Samarinda itu menambahkan, secara bertahap, layanan kesehatan yang ada kini akan dialihkan ke Kartu Indonesia Sehat (KIS). Selama ini, lanjut dia, banyak publik mengira regulasi pembuatan BPJS Kesehatan hanya akan menguntungkan pihak tertentu. Dia memastikan hal tersebut tidak benar.

Fakhriza menekankan, pembuat semua regulasi terkait JKN-KIS adalah pemerintah, sementara BPJS Kesehatan hanya sebagai operator. “Pemerintah yang memegang regulasi. Mulai sistem rujukan, jumlah iuran, dan sebagainya. Kami hanya menjalankan. Prosedur yang ada juga pasti berasal dari kajian pemerintah,” imbuh dia.

Sementara itu, Kepala Departemen Manajemen Pelayanan Kesehatan BPJS Kesehatan Regional VIII Oktovianus Ramba mengungkapkan alasan mengapa masyarakat harus tergabung JKN-KIS. Dia mengatakan, pada dasarnya saat ini Indonesia mengalami masalah kesehatan triple burden, yakni infeksi, penyakit tidak menular, dan penyakit baru seperti virus Zika, flu burung, dan lainnya.

“Makanya pakai sistem gotong royong agar yang sakit lebih ringan dalam pembiayaan. Semuanya harus bekerja sama termasuk pemerintah daerah,” ucap laki-laki yang akrab disapa Okto tersebut. (*/nyc/*/ndy/k9)


BACA JUGA

Kamis, 22 Februari 2018 20:48
BPTP Kaltim Gelar Rakorda Upsus Pajale se-Kaltim

YAKIN..!! Kekurangan Luas Tambah Tanam 9 Ribu Hektar Lahan Bisa Teratasi

SAMARINDA – Pemenuhan kebutuhan pangan di Benua Etam menjadi atensi bagi pemerintah daerah. Balai…

Kamis, 22 Februari 2018 10:10

Pematangan Lahan Jadi Modus

LEBIH dari separuh wilayah Kota Tepian sudah berubah menjadi area pertambangan. Bisnis perumahan jadi…

Kamis, 22 Februari 2018 10:10

PARAH INI..!! Ada Batu Baranya, Kuburan Dikeruk Oknum Polisi

SAMARINDA – Aktivitas penambangan batu bara secara sembunyi-sembunyi alias ilegal, seolah tak…

Kamis, 22 Februari 2018 10:09

MENGENAL CARA KERJA REPORTER

Puluhan murid TK Islam Ruhamaa Samarinda antusias mengunjungi redaksi Kaltim Post di Jalan Untung Suropati…

Kamis, 22 Februari 2018 10:08

Fasilitas Citra Niaga Akan Ditingkatkan

SAMARINDA – Citra Niaga telah tertinggal jauh dari pusat perbelanjaan modern. Pemkot Samarinda…

Kamis, 22 Februari 2018 10:07

Pemkot Diminta Seriusi Relokasi Warga SKM

SAMARINDA –Tertundanya relokasi warga di bantaran Sungai Karang Mumus (SKM) ke Handil Kopi jadi…

Rabu, 21 Februari 2018 10:37

Unsur Kelalaian Belum Ditemukan

SAMARINDA – Keberadaan pelindung tiang utama jembatan sangat diperlukan. Tujuannya agar kapal-kapal…

Rabu, 21 Februari 2018 10:36

WASPADA..!! Jalan AW Sjahranie Rawan Kriminal

SAMARINDA - Kriminalitas di ibu kota Kaltim bisa dibilang memprihatinkan. Terutama di ruas Jalan AW…

Rabu, 21 Februari 2018 10:36

Lima Tempat Dilarang Pasang Algaka

SAMARINDA – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Samarinda kembali menggelar rapat koordinasi dengan Polresta,…

Rabu, 21 Februari 2018 10:35

Manusia Harus Sadar, Hutan Itu Penting

Proses hukum atas kematian orangutan di Taman Nasional Kutai (TNK) telah berjalan setengah bulan. Empat…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .