MANAGED BY:
KAMIS
19 JULI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

KALTIM

Senin, 28 November 2016 15:46
Ini Alasan Warga Sekerat – Selangkau Dukung Pembangunan Pabrik Semen
MENDUKUNG: Kawasan gunung karst di Selangkau Kutim. Warga Sekerat dan Selangkau mendukung pembangunan pabrik semen.

PROKAL.CO, SAMARINDA- Perwakilan warga Desa Sekerat Kecamatan Bengalon dan Desa Selangkau Kecamatan Kaliorang sudah bertemu Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak. Warga menyampaikan dukungan pembangunan pabrik semen itu di wilayahnya.  Gubernur Awang Faroek sendiri tak mengiyakan, juga tak melarang. Gubernur bersikap hati-hati.

Nah, apa alasan warga Sekerat dan Selangkau mendukung penambangan karst dan pembangunan pabrik semen di desa mereka? Pemerintah Desa Sekerat dan Desa Selangkau didukung seluruh elemen masyarakat, berpendapat bahwa pembangunan pabrik semen di JepuJepu merupakan salah satu upaya percepatan pembangunan menuju kemandirian desa.

Armadin, Kepala Desa Sekerat mengatakan, ada beberapa alasan mengapa warga setuju ada pembangunan pabrik semen. “Warga juga sudah mendapatkan penjelasan beberapa hal. Diantaranya tata kelola lingkungan hidup, rencana pengelolaan area tambang, batas wilayah area terdampak, rancangan pembangunan pabrik semen, sistem kendali pengoperasian pabrik, penerapan teknologi, presentasi keuntungan secara menyeluruh dan penanganan dampak social,” paparnya.

Kata dia, perusahaan juga sudah menyetujui syarat yang diminta masyarakat.  Selain itu berdasarkan penjelasan hasil kajian menyangkut dampak pembangunan pabrik semen, pemerintah desa dan masyarakat mendapatkan gambaran pasti bahwa lebih banyak dampak positif dibanding dampak negatif dari investasi pabrik semen tersebut.

Menyangkut upaya mempertahankan air di Jepujepu, pemerintah desa dan masyarakat memperoleh penjelasan bahwa luas keseluruhan gunung Sekerat adalah 11.800 Ha. Sedangkan lokasi IUP operasi produksi PT Bengalon Limestone yang akan dikelola adalah 834,28 Ha dari luas izin 1.077 Ha.

Ini dikurangi daerah enclave / relinguish untuk perlindungan mata air Selo Macinong dan Selangkau seluas 272,42 Ha. Lalu jarak lokasi tambang tahap 1 dengan mata air Sekerat adalah 5 Km, jarak lokasi pengembangan tambang dengan mata air Sekerat adalah 3 Km, jarak Desa Sekerat dengan lokasi pabrik 4 Km, jarak pabrik dengan Dusun Muara Selangkau 5 km dan jarak tambang tahap 1 dengan dusun Muara Selangkau adalah 3 Km.

Bagaimana langkah perusahaan dalam konservasi sumber daya air? Warga mengaku mendapatkan penjelasan. Diantaranya pemilihan areal penambangan pada bagian lereng selatan komplek Gunung Sekerat/ daerah Jepujepu.  Lalu pemilihan daerah penambangan pada wilayah area penggunaan lain (APL), dan berdasarkan studi hidrogeologi dimana arah aliran air dan sungai permukaan yang mengalir langsung ke arah pantai.

 Perlindungan yang dilakukan terhadap mata air yang diperlukan warga Selangkau yakni mata air Selangkau dan Selo Macinong adalah men-enclove / me-relinguish wilayah tangkapan air pada kedua mata air tersebut dari wilayah izin IUP operasi produksi PT Bengalon Limestone.

“Bahwa lokasi penambangan/bukit Jepujepu secara geomorfologi merupakan bukti yang terpisah dengan tubuh utama Gunung Sekerat, dimana dibatasi suatu lembah yang membatasi arah pola pengaliran dan merupakan daerah tangkapan (catchment area) yang terpisah dari induk gunung Sekerat,” tulis warga dalam surat pernyataan.

Kemudian untuk mata air Sekerat tak terpengaruh, karena sumbernya berasal dari cathment area dari lokasi rencana penambangan demkkian juga halnya dengan mata air Sungai Mampang. Untuk konservasi air, utamanya pemulihan daerah resapan air pada daerah penambangan, berdasarkan hasil kajian hidrogeologi dan speleology yang telah dilakukan adalah diketahui batas zona kering pada level 75 m Dpl. Sehingga batas penambangan terbawah yang dilakukan adalah diatas ketingian 75 m dpl. Dan hasil desain tambang batas terbawah zona tambang bervariasi, antara 85 m hingga 125 m dpl.

Dari sisi ketenagakerjaan, pabrik semen akan menyerap 1000 tenaga kerja, terdiri dari bagian penambangan sekitar 290 orang bagian pabrik semen 510 orang, dan pembangkit listrik 200 orang. Selain itu dibangun pula infrastruktur berupa jalan, jembatan listrik, air bersih, sarana ibadah serta sarana pendidikan dan kesehatan. (pro)


BACA JUGA

Rabu, 18 Juli 2018 10:36

Tak Semua Parpol Mendaftar

PENAJAM – Pendaftaran bakal calon anggota legislatif (bacaleg) di Komisi Pemilihan Umum (KPU)…

Rabu, 18 Juli 2018 10:34

Demokrat Targetkan Dua Kursi Tiap Dapil

TANA PASER – Menghadapi Pemilu Legislatif (Pileg) dan Pemilu Presiden (Pilpres) 2019,  Dewan…

Rabu, 18 Juli 2018 10:33

Koperasi TKBM Sumber Karya Berjaya Lagi

TANA PASER – Koperasi Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) Sumber Karya Pelabuhan Tana Paser kembali…

Rabu, 18 Juli 2018 10:29

Sukses Tuan Rumah Harganas

SANGATTA–Peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) XXV Tingkat Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim)…

Rabu, 18 Juli 2018 10:28

Pendapatan 2019 Diproyeksikan Rp 2,58 T

SANGATTA–Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) memproyeksikan pendapatan daerah 2019…

Rabu, 18 Juli 2018 10:17

Tujuh Parpol Sudah Masuk

SANGATTA–Hari terakhir pendaftaran calon wakil rakyat cukup menyita perhatian kemarin (17/7).…

Rabu, 18 Juli 2018 10:17

Dinas Pendidikan Tunggu Laporan PPDB

TANJUNG REDEB–Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Berau tengah menunggu laporan dari seluruh sekolah…

Rabu, 18 Juli 2018 10:16

Sabu-Sabu 3,91 Gram Gagal Diedarkan

BONTANG–Sabu-sabu seberat 3,91 gram berhasil digagalkan peredarannya oleh Unit Opsnal Sat Reskoba…

Rabu, 18 Juli 2018 07:36

Harus Mampu Jalani Peran

TANJUNG REDEB – Upacara peringatan Hari Koperasi Nasional di Kabupaten Berau dilangsungkan di…

Rabu, 18 Juli 2018 07:35

Mendag Pimpin Upacara HUT RI di Maratua

TANJUNG REDEB – Menyambut pelaksanaan hari ulang tahun (HUT) ke-73 kemerdekaan Republik Indonesia,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .