MANAGED BY:
SELASA
16 JULI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

SAMARINDA

Selasa, 01 November 2016 12:07
Jalan Pabrik Semen Masih Panjang

Lingkungan Penting Dijaga, Kaltim Perlu Investasi

PROKAL.CO, SAMARINDA - Suara penolakan pembangunan pabrik semen di kawasan karst Kaltim mengencang belakangan ini. Kondisi dilematis. Di satu sisi, sumber daya alam terakhir ini wajib dilindungi. Lain hal, investasi juga dibutuhkan Bumi Mulawarman untuk menggerakkan roda ekonomi. Pemprov Kaltim sebagai pemilik kewenangan penerbitan izin meyakinkan bahwa akan mawas diri dalam penerbitan izin. Tidak serampangan.

Kepala Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (BPMPTSP) Kaltim Diddy Rusdiansyah memastikan belum ada satu pun izin usaha pertambangan (IUP) operasi produksi (OP) yang terbit. Saat ini, diakuinya, total ada empat perusahaan yang sudah mengajukan izin.

Dua di antaranya, mengantongi wilayah IUP (WIUP), yakni PT Semen Borneo Indonesia di Kutai Timur seluas 5 ribu hektare dan PT Bosowa Berau di Biduk-Biduk, Berau seluas 5,54 ribu hektare. Masa berlaku WIUP selama tiga tahun. “WIUP itu izin mencari lokasi kuari (batu gamping) yang cocok. Bukan izin menambang. Luasan akan berkurang kalau di lapangan melanggar RTRW,” terang Diddy di ruang kerjanya, kemarin (31/10).

Dalam pengolahan semen, material dari batu gamping hanya dibutuhkan sebesar 75 persen. Sisanya, perlu campuran material penunjang lainnya, seperti pasir besi, gipsum, dan tanah liat. Itu artinya, tidak terlokasi di satu wilayah.

Dari situ, jika diketahui masuk ke kawasan bentang karst, konsesi yang diajukan mesti diciutkan atau keluar dari zona dilindungi. Dia meyakinkan bahwa proteksi terhadap karst menjadi harga mati oleh pemprov. Terlebih, itu termaktub dalam Perda Kaltim 1/2016 tentang Rencana Tata Ruang dan Wilayah (RTRW) 2015–2035. Sekalipun lanjutnya di luar bentang karst, namun ketika masuk daerah penyangga, tetap harus keluar. “Itu perlu penelitian masuk atau tidaknya. Kekhawatiran masyarakat soal aspek lingkungan jadi perhatian kami,” ucapnya.

Sementara dua perusahaan lain, yakni PT Alam Bahana Lestari yang lokasinya di Kutim–Biduk-Biduk, Berau (1.007 hektare) dan PT Gawi Manuntung di Berau (149 hektare) masuk tahap eksplorasi. Yakni, melakukan penyelidikan dengan menyusun feasibility study (studi kelayakan). Mulai hitung-hitungan teknis hingga bisnis. Keduanya, kelak akan berbendera PT Semen Kaltim.

Pria berkacamata itu menegaskan, proses hingga pabrik semen berdiri memerlukan waktu panjang. “Kalau hasilnya (eksplorasi) tidak masuk hitungan bisnis, tanpa dipaksa mereka pasti mundur sendiri. Tidak meningkatkan ke OP,” sebutnya.

Diakuinya, antara PT Bosowa Berau dan PT Semen Kaltim lokasinya tak berjauhan. Menurut kajian awal kedua perusahaan itu, ketersediaan 75 persen bahan baku pengolahan semen terpenuhi. “Kami memberi kesempatan siapa pun berinvestasi. Cuma tetap mengikuti aturan. Kalau ada yang tidak dipenuhi, kami pastikan izin enggak keluar,” kata Diddy.

 Sebelumnya, rencana masuknya dua pabrik semen di pesisir selatan Berau sudah jadi perhatian Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) di kabupaten tersebut.

 “Masyarakat, khususnya di Kecamatan Biduk-Biduk (Berau) selama ini memanfaatkan air tanah sebagai air baku. Jika tak dikaji secara komprehensif, keberadaan pabrik nantinya bisa memengaruhi air tanah warga sekitar,” kata Kepala Distamben Berau Mappasikra melalui Kepala Bidang (Kabid) Ekologi, Rahmi Suriantari, kepada Berau Post, Minggu (30/10).

Rahma mengatakan, bahan baku utama pembuatan semen adalah batu gamping (kapur) di mana hal itu sebagai tempat penyimpanan air. Jadi, salah satu yang akan menjadi dampak akibat penambangan batu gamping, yakni kondisi hidrologi.

Oleh karena itu, dirinya meminta kepada perusahaan yang akan masuk berinvestasi lebih memerhatikan dari aspek pengaruh dan dampak dari aktivitas penambangan batu gamping. “Jadi, pihak perusahaan harus melakukan penelitian (pendekatan) dari aspek geologi dan pendugaan geofisika, juga dari analisis fluktuasi air tanah dan analisis sifat fisika dan kimia air,” jelasnya.

Terlebih lagi, kata dia, wilayah yang akan dimasuki investasi semen merupakan salah satu kawasan karst. Namun, bila salah dalam menerapkan sistem penambangan, tentu berdampak besar merusak lingkungan. Seperti, berkurangnya ketersediaan air tanah, kesuburan tanah berkurang dan kesehatan terutama pada anak-anak.

Sementara itu, Kepala The Nature Conservancy (TNC) Berau, Saipul, mengatakan seharusnya masyarakat selektif dan lebih melihat program perusahaan investasi semen secara utuh dan menyeluruh.

“Kita jangan melihat dari segi keuntungan dan positifnya saja, tetapi melihat dari segi dampak negatif yang dihasilkan dengan keberadaan penambangan batu gamping dari segi geologis, kimia dan fisika,” terangnya.

Dijelaskannya, areal yang akan dibangun pabrik merupakan wilayah ekosistem karst batu gamping yang menetapkan batang lintas sumber daya alam (SDA) dan sumber daya manusia (SDM). Terlebih lagi pada izin sosial harus dipertimbangkan lebih maksimal dalam pengambilan keputusan, karena lokasi tersebut merupakan kawasan karst.(ril/far/k15)


BACA JUGA

Senin, 15 Juli 2019 23:27

BPJS Ketenagakerjaan Cabang Samarinda Sosialisasi Manfaat Program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan

SAMARINDA - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Cabang Samarinda…

Senin, 15 Juli 2019 13:19
Amarah si Jago Merah di Permukiman Padat

Tunda Kerinduan Bertemu Orangtua, Harta Benda Tinggal Cerita

Pekikan warga bersahutan saling membangunkan. Pertanda musibah mengancam nyawa. Ulah…

Senin, 15 Juli 2019 13:17

JANGAN KASI KENDORRR...!! Hari Ini, Sungai di Gang Nibung Dikeruk

Wacana pengerukan aliran Sungai Karang Mumus (SKM) di sepanjang Gang…

Senin, 15 Juli 2019 13:16

Empat Bulan Jalankan Bisnis Haram Solar Subsidi

BALIKPAPAN–Kurang lebih sepekan melakukan penelusuran dan pengawasan. Subdit Industri Perdagangan…

Senin, 15 Juli 2019 13:15

HARUS TEGAS..!! Bongkar Bangunan Liar di Polder Air Hitam

SAMARINDA–Pemkot Samarinda kian gencar membereskan bangunan liar yang menjamur di…

Senin, 15 Juli 2019 11:39

NUKS Bukan Jaminan Mutu Pendidikan

SAMARINDA–Kepala sekolah wajib mengantongi nomor unik kepala sekolah (NUKS). Jika…

Senin, 15 Juli 2019 11:36

Ngetap BBM Jenis Solar, Keterlibatan Aparat Terendus

Laporan mengenai dugaan keterlibatan oknum aparat dalam aktivitas pengetap, kini…

Senin, 15 Juli 2019 11:34

Mau Jadi Wawali, Calon Harus Mundur dari PNS

SAMARINDA–Wali Kota Samarinda Syaharie Jaang telah menyerahkan surat kepada DPRD…

Senin, 15 Juli 2019 11:33

Mabuk, Pria Tampan Pukuli dan Rampas Mobil

SAMARINDA–Berbadan tegap, kulit putih, dengan potongan rambut rapi. Penampilannya bak…

Senin, 15 Juli 2019 11:30

Jembatan Mahakam Mendesak Diberi Fender Lagi

SAMARINDA–Berkali-kali dihantam, baik fender (pelindung jembatan) maupun pilar utama, membuat…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*