MANAGED BY:
RABU
24 AGUSTUS
HOME | UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

UTAMA

Rabu, 14 Agustus 2013 09:30
Rush Hajar Mobil Perwira Polda

Sopir Mengantuk, Satu Tewas di Jalan Poros Balikpapan-Samarinda

BALIKPAPAN - Belasan nyawa melayang sia-sia selama arus mudik-balik Lebaran tahun ini. Yang terbaru, kemarin (13/8), satu orang tewas seketika dalam kecelakaan yang melibatkan dua mobil dan satu sepeda motor. Lokasinya (lagi-lagi) di jalan poros Balikpapan-Samarinda yang selama ini dikenal sebagai “jalur tengkorak”.

Kecelakaan terjadi pukul 15.10 Wita di jalur poros Jalan Soekarno Hatta Km 34, RT 12, Kelurahan Karya Merdeka, Samboja, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar). Pengendara motor bernama Tri Sutrisno (28) warga Jalan Sultan Hasanuddin RT 34, Kelurahan Baru Tengah, Balikpapan Barat, tewas di lokasi kejadian.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, dari arah Balikpapan menuju Samarinda, mobil Toyota Rush KT 1403 CJ yang dikemudikan Sempo (28), warga RT 54 Kelurahan Bukit Merdeka, Samboja, melaju kencang dengan membawa dua penumpang. Sempo diduga mengantuk ketika memacu dengan kecepatan di atas 70 kilometer per jam.

Sebelum di titik tabrakan, mobilnya oleng ke kanan. Nahas, sedan Ford Focus dengan pelat Polri 15-XII warna oranye yang diketahui mobil dinas Direktur Pengamanan Objek Vital (Dirpamobvit) Polda Kaltim Kombes Pol Suherman (49) yang dikemudikan sopirnya, Briptu Novi Hari (24), menjadi korban. Mobil dinas itu ditubruk Rush dari arah berlawanan.

Namun, nasib Ford tak senahas motor Kawasaki Ninja KT 7680 AL yang ditunggangi Tri Sutrisno, yang saat itu membonceng rekannya, Mugiwaras (23).

“Mobil (Ford) Pak Dirpamobvit oleng dan terbalik. Setelah itu, Rush kembali menabrak sepeda motor di belakang mobil dinas,” terang Direktur Lalu Lintas Polda Kaltim Kombes Pol Rudy Sumardiyanto yang dihubungi melalui telepon selulernya setelah dari lokasi kejadian.

Tri langsung meregang nyawa. Sementara Mugiwaras mengalami patah kaki dan dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Aji Batara Agung Dewa Sakti (ABADI), Samboja, guna mendapatkan perawatan.

Rudy menambahkan, berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) dan keterangan saksi, pengendara sepeda motor terlempar. “Lantas, mobil (Rush) kembali menabrak pohon nangka dan terbalik masuk cerukan sedalam sekira 2 meter,” tuturnya.

Kombes Suherman sendiri tidak apa-apa. Namun, lanjut Rudy, beberapa saat setelah benturan keras, Dirpamobvit mendatangi pengemudi Rush. “Kemudian ditanyai, kenapa menabrak. Si sopir (Sempo) menjawab. ‘Saya mengantuk, Pak, tahu-tahu mobil sudah menabrak’.”

Seluruh pengendara dan penumpang mobil tidak mengalami luka serius, hanya lecet. Meski begitu, baik Ford maupun Rush dalam kondisi terbalik. Bagian sisi kanan mobil dinas Dirpamobvit ringsek. Begitu pula Rush, di mana bodi kanan dan depan rusak berat. Sedangkan, bodi sepeda motor Kawasaki Ninja tak berbentuk lagi.

Kaltim Post edisi Selasa 13 Agustus 2013 melansir data dari Kepala Biro Operasi Polda Kaltim Kombes Pol Dedy Setiadi bahwa pada Operasi Ketupat periode 2-11 Agustus mencatat 18 kasus kecelakaan di Kaltim, dengan korban tewas 13 orang dan kerugian materi Rp 141,2 juta. Kematian Tri Sutrisno kemarin menambah daftar korban tewas lakalantas selama musim mudik-balik Idulfitri 1434 H ini menjadi 14 orang.

LEBARAN TERAKHIR

Lepas magrib, ruang instalasi gawat darurat (IGD) RSUD ABADI Samboja dibekap sepi. Sesekali terdengar rintihan dari Mugiwaras, korban laka di Km 34. Dia ditunggui ibu dan kerabat.

Di sisi lain, sebuah mobil warna gelap memarkir diri di depan IGD. Tiga orang turun dan langsung menemui petugas RSUD. Mereka adalah ayah, adik, dan kerabat dari Tri Sutrisno, korban tewas saat membonceng Mugiwaras.

Wajah mereka harap-harap cemas, terlebih ketika tidak melihat Tri di ruang IGD. Pihak RSUD sengaja tidak memberi tahu bahwa Tri telah tiada saat menghubungi keluarga.

Diantar seorang petugas, mereka bertiga menuju ruang jenazah di bagian belakang. Di sanalah berada tubuh kaku Tri yang sudah dibersihkan tertutup kain biru.

Sang ayah Seni Sukir (60) membuka kain di bagian wajah. Dalam diam, diciuminya wajah anak ketiganya itu sambil berbisik lirih. Tidak ada air mata dari pria berkacamata itu.

Sedangkan si adik, Suprapto, juga terdiam menyaksikan adegan itu. Namun, matanya berkaca-kaca. Setelah melihat jenazah, Seni Sukir menyelesaikan urusan administrasi di bagian depan ruangan. Suprapto lantas terduduk di kursi tunggu di pojok ruangan. Air matanya akhirnya tumpah. Lirih, namun terdengar nyaring karena menggema di ruangan sepi.

Tanpa firasat apapun, Lebaran kemarin menjadi saat terakhir mereka berkumpul. “Cuma sempat hari pertama, karena hari kedua Mas (Tri) berangkat ke Samarinda melanjutkan kerjanya,” ujar Suprapto, lirih.

Si bungsu ini masih ingat perjumpaan terakhir dengan kakaknya itu. Tri sempat mengutarakan niatnya untuk membuat foto keluarga. “Karena baru Lebaran kali ini semua keluarga bisa kumpul. Tapi sekarang rencana itu batal,” lanjutnya, sesenggukan.

Sementara menurut Seni Sukir, ia sudah menyiapkan diri menghadapi yang terburuk. “Saya sedang di pasar saat menerima telepon bahwa Tri kecelakaan. Saat saya tanya kondisi, disarankan ke RSUD untuk melihat langsung. Saya sudah menduga yang terburuk,” jelas pensiunan TNI ini tenang.

Tri bekerja di bengkel las bubut dan sedang terlibat pembangunan proyek BIG Mall di Kecamatan Sungai Kunjang, Samarinda. Ia pamit pada Lebaran hari kedua untuk kembali bekerja dan tidak mengabarkan bakal pulang ke Balikpapan kemarin. “Lebih-lebih ini masih hari kerja,” sambung Suprapto yang mencoba tegar.

Ditambahkan seorang kerabat yang mengantar Sukir dan Suprapto, semasa hidupnya Tri tidak pernah menyusahkan orangtua. “Meski sedikit bandel, tapi dia selalu menurut apa kata orangtua dan tidak pernah merepotkan,” ujar pria yang menolak menyebutkan namanya ini.

Setelah mengurus segala administrasi dan keperluan pemulangan jenazah ke Balikpapan, bapak dan anak ini mengucapkan terima kasih dan berpamitan. (aim/*/bis/zal/k1)
 

BACA JUGA

Rabu, 24 Agustus 2016 12:12

Pola Investasi Trans Studio Berubah, Menanti Pengesahan DPRD

SAMARINDA - Publik masih harus meningkatkan level kesabaran untuk bisa menikmati wahana bermain di Trans…

Rabu, 24 Agustus 2016 12:09

Penggunaan Nuklir Masuk Road Map Energi 2025

Penggunaan nuklir sebagai alternatif sumber energi menemui titik terang. Nuklir menjadi alternatif sumber…

Rabu, 24 Agustus 2016 12:00

Dana Menganggur Bertambah Rp 9,9 T, Kemenkeu Tunda DAU

JAKARTA - Salah satu yang menjadi pengganjal pertumbuhan ekonomi adalah besarnya dana idle atau menganggur…

Rabu, 24 Agustus 2016 11:45

Presiden Janji Guyur Telake

SAMARINDA - Lahan pertanian, khususnya sawah di Kaltim kesulitan air. Padahal, daerah ini dikelilingi…

Rabu, 24 Agustus 2016 11:02

Apresiasi Tinggi Pahlawan Olahraga

JAKARTA – Apresiasi buat peraih medali emas Olimpiade 2016, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir, tersaji…

Rabu, 24 Agustus 2016 10:39

Remaja Suka Meraba, Dilaporkan Papa

MASUK pubertas dan melanggar batas. Seorang remaja di Tiongkok tak sanggup menahan nafsu yang menggelora…

Selasa, 23 Agustus 2016 12:00

Sudah Tahap Perizinan, Mesra Salip Trans Studio

SAMARINDA – Start rencana pembangunan Trans Studio di Samarinda jauh lebih awal dibanding Mesra…

Selasa, 23 Agustus 2016 10:59

GOODBYE RIO, WELCOME TOKYO

OLIMPIADE Rio baru berlalu. Tokyo kini bersiap. Ya, ibu kota Jepang itu gantian menjadi tuan rumah ajang…

Selasa, 23 Agustus 2016 10:37

Tak Lupa Cara Menang

TENGGARONG – Kemenangan itu akhirnya datang. Setelah sembilan laga tak pernah tersenyum, akhirnya…

Selasa, 23 Agustus 2016 10:34

Filipina Jalur Ilegal Favorit ke Tanah Suci Warga Kaltara, Daftar Haji Tahun Ini Langsung Berangkat

NUNUKAN – Jalan pintas. Ini yang diambil 30 warga Sebatik, Kalimantan Utara (Kaltara) untuk bisa…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia. All Right Reserved.