MANAGED BY:
SABTU
07 MEI
HOME | UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

UTAMA

Rabu, 14 Agustus 2013 09:30
Rush Hajar Mobil Perwira Polda

Sopir Mengantuk, Satu Tewas di Jalan Poros Balikpapan-Samarinda

BALIKPAPAN - Belasan nyawa melayang sia-sia selama arus mudik-balik Lebaran tahun ini. Yang terbaru, kemarin (13/8), satu orang tewas seketika dalam kecelakaan yang melibatkan dua mobil dan satu sepeda motor. Lokasinya (lagi-lagi) di jalan poros Balikpapan-Samarinda yang selama ini dikenal sebagai “jalur tengkorak”.

Kecelakaan terjadi pukul 15.10 Wita di jalur poros Jalan Soekarno Hatta Km 34, RT 12, Kelurahan Karya Merdeka, Samboja, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar). Pengendara motor bernama Tri Sutrisno (28) warga Jalan Sultan Hasanuddin RT 34, Kelurahan Baru Tengah, Balikpapan Barat, tewas di lokasi kejadian.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, dari arah Balikpapan menuju Samarinda, mobil Toyota Rush KT 1403 CJ yang dikemudikan Sempo (28), warga RT 54 Kelurahan Bukit Merdeka, Samboja, melaju kencang dengan membawa dua penumpang. Sempo diduga mengantuk ketika memacu dengan kecepatan di atas 70 kilometer per jam.

Sebelum di titik tabrakan, mobilnya oleng ke kanan. Nahas, sedan Ford Focus dengan pelat Polri 15-XII warna oranye yang diketahui mobil dinas Direktur Pengamanan Objek Vital (Dirpamobvit) Polda Kaltim Kombes Pol Suherman (49) yang dikemudikan sopirnya, Briptu Novi Hari (24), menjadi korban. Mobil dinas itu ditubruk Rush dari arah berlawanan.

Namun, nasib Ford tak senahas motor Kawasaki Ninja KT 7680 AL yang ditunggangi Tri Sutrisno, yang saat itu membonceng rekannya, Mugiwaras (23).

“Mobil (Ford) Pak Dirpamobvit oleng dan terbalik. Setelah itu, Rush kembali menabrak sepeda motor di belakang mobil dinas,” terang Direktur Lalu Lintas Polda Kaltim Kombes Pol Rudy Sumardiyanto yang dihubungi melalui telepon selulernya setelah dari lokasi kejadian.

Tri langsung meregang nyawa. Sementara Mugiwaras mengalami patah kaki dan dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Aji Batara Agung Dewa Sakti (ABADI), Samboja, guna mendapatkan perawatan.

Rudy menambahkan, berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) dan keterangan saksi, pengendara sepeda motor terlempar. “Lantas, mobil (Rush) kembali menabrak pohon nangka dan terbalik masuk cerukan sedalam sekira 2 meter,” tuturnya.

Kombes Suherman sendiri tidak apa-apa. Namun, lanjut Rudy, beberapa saat setelah benturan keras, Dirpamobvit mendatangi pengemudi Rush. “Kemudian ditanyai, kenapa menabrak. Si sopir (Sempo) menjawab. ‘Saya mengantuk, Pak, tahu-tahu mobil sudah menabrak’.”

Seluruh pengendara dan penumpang mobil tidak mengalami luka serius, hanya lecet. Meski begitu, baik Ford maupun Rush dalam kondisi terbalik. Bagian sisi kanan mobil dinas Dirpamobvit ringsek. Begitu pula Rush, di mana bodi kanan dan depan rusak berat. Sedangkan, bodi sepeda motor Kawasaki Ninja tak berbentuk lagi.

Kaltim Post edisi Selasa 13 Agustus 2013 melansir data dari Kepala Biro Operasi Polda Kaltim Kombes Pol Dedy Setiadi bahwa pada Operasi Ketupat periode 2-11 Agustus mencatat 18 kasus kecelakaan di Kaltim, dengan korban tewas 13 orang dan kerugian materi Rp 141,2 juta. Kematian Tri Sutrisno kemarin menambah daftar korban tewas lakalantas selama musim mudik-balik Idulfitri 1434 H ini menjadi 14 orang.

LEBARAN TERAKHIR

Lepas magrib, ruang instalasi gawat darurat (IGD) RSUD ABADI Samboja dibekap sepi. Sesekali terdengar rintihan dari Mugiwaras, korban laka di Km 34. Dia ditunggui ibu dan kerabat.

Di sisi lain, sebuah mobil warna gelap memarkir diri di depan IGD. Tiga orang turun dan langsung menemui petugas RSUD. Mereka adalah ayah, adik, dan kerabat dari Tri Sutrisno, korban tewas saat membonceng Mugiwaras.

Wajah mereka harap-harap cemas, terlebih ketika tidak melihat Tri di ruang IGD. Pihak RSUD sengaja tidak memberi tahu bahwa Tri telah tiada saat menghubungi keluarga.

Diantar seorang petugas, mereka bertiga menuju ruang jenazah di bagian belakang. Di sanalah berada tubuh kaku Tri yang sudah dibersihkan tertutup kain biru.

Sang ayah Seni Sukir (60) membuka kain di bagian wajah. Dalam diam, diciuminya wajah anak ketiganya itu sambil berbisik lirih. Tidak ada air mata dari pria berkacamata itu.

Sedangkan si adik, Suprapto, juga terdiam menyaksikan adegan itu. Namun, matanya berkaca-kaca. Setelah melihat jenazah, Seni Sukir menyelesaikan urusan administrasi di bagian depan ruangan. Suprapto lantas terduduk di kursi tunggu di pojok ruangan. Air matanya akhirnya tumpah. Lirih, namun terdengar nyaring karena menggema di ruangan sepi.

Tanpa firasat apapun, Lebaran kemarin menjadi saat terakhir mereka berkumpul. “Cuma sempat hari pertama, karena hari kedua Mas (Tri) berangkat ke Samarinda melanjutkan kerjanya,” ujar Suprapto, lirih.

Si bungsu ini masih ingat perjumpaan terakhir dengan kakaknya itu. Tri sempat mengutarakan niatnya untuk membuat foto keluarga. “Karena baru Lebaran kali ini semua keluarga bisa kumpul. Tapi sekarang rencana itu batal,” lanjutnya, sesenggukan.

Sementara menurut Seni Sukir, ia sudah menyiapkan diri menghadapi yang terburuk. “Saya sedang di pasar saat menerima telepon bahwa Tri kecelakaan. Saat saya tanya kondisi, disarankan ke RSUD untuk melihat langsung. Saya sudah menduga yang terburuk,” jelas pensiunan TNI ini tenang.

Tri bekerja di bengkel las bubut dan sedang terlibat pembangunan proyek BIG Mall di Kecamatan Sungai Kunjang, Samarinda. Ia pamit pada Lebaran hari kedua untuk kembali bekerja dan tidak mengabarkan bakal pulang ke Balikpapan kemarin. “Lebih-lebih ini masih hari kerja,” sambung Suprapto yang mencoba tegar.

Ditambahkan seorang kerabat yang mengantar Sukir dan Suprapto, semasa hidupnya Tri tidak pernah menyusahkan orangtua. “Meski sedikit bandel, tapi dia selalu menurut apa kata orangtua dan tidak pernah merepotkan,” ujar pria yang menolak menyebutkan namanya ini.

Setelah mengurus segala administrasi dan keperluan pemulangan jenazah ke Balikpapan, bapak dan anak ini mengucapkan terima kasih dan berpamitan. (aim/*/bis/zal/k1)
 

BACA JUGA
Rabu, 04 Mei 2016 12:09

Guru Disebut Hanya Buru Tunjangan, Sertifikasi Mengejar Ekspektasi

SAMARINDA – Sertifikasi guru belum sesuai harapan. Sejumlah pendidik hanya ribut memenuhi kuota…

Rabu, 04 Mei 2016 12:00

Biksu di Balik Keajaiban si Rubah

BIKSU dan Leicester City. Dua hal itu yang mengingatkan akan kisah kenshi Myanmar Cherry Faw. Tak beda…

Rabu, 04 Mei 2016 12:00

Militer Filipina Bungkam soal Nasib 4 WNI

ZAMBOANGA - Nasib empat WNI yang disandera kelompok Abu Sayyaf di Filipina belum jelas. Lokasi mereka…

Rabu, 04 Mei 2016 10:51

Ini Gagasan Besar Para Guru Besar, Berjiwa Pemenang atau Terus Kecanduan

Sejarah baru tercipta pada Hari Pendidikan Nasional di Kaltim. Mahaguru di Bumi Etam berkumpul menuangkan…

Rabu, 04 Mei 2016 10:17

Dokter M Iqbal Bicara soal STEMI, Tipe Paling “Membunuh” dari Penyakit Jantung

Lebih 95 persen penyebab kematian di Indonesia karena jantung koroner. Penyakit ini duduk di peringkat…

Rabu, 04 Mei 2016 10:12

Kerja Ringan Malah Gugat Perusahaan

PEGAWAI umumnya mengeluh kalau pekerjaan menumpuk. Sebab, bakal menguras pikiran dan tenaga. Tapi, pekerja…

Selasa, 03 Mei 2016 12:09

Sudah Bebas 10 Orang, Posisi Empat WNI Lain Masih Dipantau

JAKARTA – Setelah sukses memulangkan 10 anak buah kapal (ABK) Brahma 12 dengan selamat, pemerintah…

Selasa, 03 Mei 2016 12:00

ADUH..ADUH....Tarif Listrik Naik 10 Persen

BALIKPAPAN – Mulai bulan ini, 12 golongan tarif listrik nonsubsidi mengalami kenaikan. Besarnya…

Selasa, 03 Mei 2016 11:18

Juknis Tersendat, Ribuan Guru Belum Terima Tunjangan Profesi

BALIKPAPAN – Sertifikasi guru bukan satu-satunya masalah di dunia pendidikan. Selain belum semua…

Selasa, 03 Mei 2016 09:55

"Guru Besar Keluarlah, Jangan Lagi Hanya di Depan Kelas"

Cara berbeda memaknai Hari Pendidikan Nasional, 2 Mei. Gubernur dan guru besar duduk bersama dalam satu…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2015 Kaltim Post Group. All Right Reserved.