MANAGED BY:
RABU
27 MARET
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

UTAMA

Jumat, 15 Juli 2016 11:12
Penumpang Panik, Sriwijaya Kembali ke Sepinggan, Ada Apa Ya...?

Alami Insiden Cabin Pressure,

BIKIN PANIK: Sriwijaya SJ 159 kembali ke Sepinggan setelah mengalami guncangan.

PROKAL.CO, BALIKPAPAN - Insiden penerbangan terjadi di Sepinggan. Kamis (14/7), sekira pukul 13.00 Wita, pesawat Sriwijaya Air dengan nomor penerbangan SJ 159 yang baru terbang dari  Bandara Internasional Sultan AM Sulaiman, Sepinggan, Balikpapan, harus kembali ke landasan.

Pesawat ini siang itu sedianya akan terbang menuju Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Cengkareng. Pemicunya, pesawat mengalami insiden cabin pressure atau kehilangan tekanan dalam kabin. Akibatnya 113 penumpang dibuat panik. Beberapa di antaranya pingsan dan cedera.

Kepada Kaltim Post, District Manager Sriwijaya Air Area Balikpapan Fredy J De Hart mengungkapkan, pesawat terpaksa kembali ke Bandara Sepinggan karena terjadi masalah pada tekanan udara pesawat.

“Begitu cek di lapangan setelah pesawat mendarat ternyata ada gangguan pada tekanan udara pesawat atau dengan istilah problem pressurized system,” ucapnya saat ditemui di kantornya kemarin.

Fredy menuturkan, pukul 11.50 Wita pesawat Sriwijaya Air Boeing 737-300 dengan nomor penerbangan SJ 159 lepas landas di Bandara Sepinggan menuju Bandara Soekarno-Hatta, Tanggerang. Namun setelah sekitar 30 menit pesawat mengudara, kapten pilot merasakan adanya gangguan pada indikator mesin.

Demi keselamatan penumpang pesawat, pilot menghubungi operator Bandara Sepinggan untuk izin melakukan pendaratan. Pesawat yang membawa sekitar 113 penumpang itu akhirnya harus mendarat kembali ke bandara.

“Seperti  yang disebutkan sebelumnya, pesawat dengan kapasitas 148 penumpang ini ternyata mengalami gangguan pada tekanan udara dan teknisi meminta spare part baru yang dikirim dari Jakarta,” ungkapnya. Setelah pengecekan dan perbaikan pesawat, sambung dia, pesawat sudah bisa terbang namun demi keselamatan penumpang akhirnya mengganti dengan spare part baru.

“Untuk penumpang pesawat, kita beri pilihan apakah dialihkan penerbangan dengan maskapai lain atau menunggu. Akhirnya 70 penumpang memilih untuk menggunakan maskapai lainnya dengan kita akomodasi semuanya, mereka tinggal pergi saja,” terangnya. Kemudian, 48 penumpang, sampai pukul 19.00 Wita masih menunggu dan akhirnya pihak Sriwijaya Air memastikan dilakukan penerbangan hari ini, Jumat (15/7).

Sebelumnya pihaknya memberi pilihan apakah dilakukan refund lalu dialihkan ke penerbangan lain atau menunggu sembari penumpang di inapkan di hotel terdekat. “Akhirnya 46 orang memutuskan untuk berangkat dan dua sisanya memilih menginap untuk menunggu keberangkatan esok hari,” tambahnya. Freddy juga menyampaikan permintaan maaf Sriwijaya Air kepada masyarakat khususnya penumpang penerbangan dengan nomor penerbangan SJ 159 tersebut. Hal ini, dilakukan atas dasar keselamatan penumpang. Walaupun terjadi delay, dia mengklaim, pihaknya tetap bertanggung jawab penuh kepada penumpang.

Sementara itu,  saat ditemui di kantornya, dokter Kantor Kesehatan Pelabuhan Balikpapan, Deni Tri Hananto mengatakan, akibat kejadian ini sebanyak 9 penumpang mendapat perawatan. Terdiri dari lima laki-laki dan empat perempuan. “Telinga para korban berdengung. Jika tidak segera pemeriksaan lanjutan bisa serius. Ada juga penumpang yang  mimisan. Dari pengakuan para penumpang, ada juga yang pingsan,” katanya.

Menurutnya, apabila penerbangan tetap dilanjutkan tapi kabin kehilangan tekanan maka akan mengakibatkan kecelakaan. “Pasti menimbulkan trauma. Kami sesalkan, hanya sembilan penumpang yang diperiksa. Pihak maskapai juga tidak mengarahkan dan tidak peka.  Padahal ini kejadian serius,” ungkapnya.

Dia mengatakan, insiden ini baru pertama kali terjadi sejak terminal baru Bandara Sepinggan dioperasikan sejak 22 Maret 2014. Salah seorang penumpang Sriwijaya Air, Sigit menuturkan, pada saat kejadian penumpang panik. Pilot langsung menginformasikan akan kembali ke Sepinggan. “Ada guncangan. Semuanya panik,” kata Sigit.  (*/aji/riz/far)


BACA JUGA

Selasa, 26 Maret 2019 22:00

Gubernur Isran Bangga Indonesia Menang Mutlak atas Churchill Mining Plc

SAMARINDA - Gubernur Kaltim Isran Noor turut merasa bangga dengannya…

Selasa, 26 Maret 2019 21:40

Gubernur Isran Perjuangkan Rp 3 Triliun APBN untuk Keruk Sungai Karang Mumus

SAMARINDA - Gubernur Kaltim Isran Noor mengaku pihaknya sedang memperjuangkan…

Selasa, 26 Maret 2019 10:11
Muhammadiyah Umumkan 1 Ramadhan

Tidak Ada Potensi Hari Raya Ganda

JAKARTA – Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah merilis tanggal 1 Ramadhan…

Selasa, 26 Maret 2019 09:25

DENGAR NIH..!! Kata Gubernur, Pabrik Semen Tak Ganggu Karst Sangkulirang Mangkalihat

SAMARINDA- Mahasiswa boleh menolak pembangunan pabrik semen di Kutai Timur.…

Senin, 25 Maret 2019 22:10

WALHI : Pemprov Kaltim Beri Jalan Mulus Kehancuran Karst Kutim dan Berau

SAMARINDA - Kawasan Karst di Sangkulirang di Kabupaten Kutai Timur…

Senin, 25 Maret 2019 12:39
MONTENEGRO vs INGGRIS

Butuh Lebih dari Caps ke-50

PODGORICA – Jordan Henderson pemain paling senior di timnas Inggris…

Senin, 25 Maret 2019 11:53

Cepat Bangkit, Kejar Target Lain!

HANOI – Nasib tim nasional U-23 Indonesia dalam dua bulan…

Senin, 25 Maret 2019 11:12

Yuni Dibunuh di Rumah, Wajah Lebam, Harta-Benda Raib

SAMARINDA–Sebuah rumah di Jalan Masjid, RT 30, Nomor 21, Rawa…

Senin, 25 Maret 2019 08:59

Dokter Menumpuk di Samarinda, Mahakam Ulu Tak Ada Dokter Spesialis

Dokter spesialis lebih suka bertugas di daerah perkotaan. Pasalnya, mereka…

Minggu, 24 Maret 2019 12:52

TEGAS..!! Kaltim Tolak Pembatasan Produksi Batu Bara

SAMARINDA- Wakil Gubernur Kalimantan Timur Hadi Mulyadi mengatakan, untuk menjaga…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*