MANAGED BY:
RABU
20 JUNI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

FEATURE

Selasa, 17 Mei 2016 09:41
Tertantang saat Hadapi Siswa yang Tak Serius

Mendidik Bahasa Inggris ala Muda Mengajar Samarinda

BAHASA INTERNASIONAL: Tantangan MEA membuat Natalie (kiri) dan Devina Rayzi (tengah) memilih bahasa Inggris sebagai konsentrasi didikan komunitas mereka.

PROKAL.CO, Hari Kasih Sayang, 14 Februari lalu, jadi awal langkah Muda Mengajar Samarinda beraksi. Komunitas yang bergerak di bidang pendidikan itu hadir dengan konsentrasi mengembangkan pendidikan bahasa Inggris. Hal tersebut penting untuk menyongsong masyarakat ekonomi ASEAN (MEA).

KETUA Muda Mengajar Samarinda Devina Rayzi mengaku sering melihat fenomena anak-anak gugup saat berbincang menggunakan bahasa Inggris. “Makanya, kami melihat sisi itu dan memilih bahasa Inggris,” terangnya setelah mengisi program Samarinda Pagi garapan Samarinda TV (televisi jaringan Kaltim Post Group), kemarin (16/5).

Saat ini, ada 21 relawan yang membina puluhan anak-anak untuk belajar bahasa Inggris. Para relawan sebagian besar berasal dari mahasiswa. Sisanya, dari kalangan profesional. Tak semua berlatar belakang pendidikan bahasa Inggris. Namun, mereka mampu dan memiliki spirit untuk berbagi ilmu tentang bahasa internasional tersebut.

Setiap Ahad, komunitas itu berkumpul di Taman Pendidikan Al-Ikhlas Jalan AM Sangaji. Di sana, mereka berbagi ilmu bahasa Inggris kepada anak-anak yang tinggal di bantaran Sungai Karang Mumus dan Pasar Segiri.

Mengedepankan fun learning atau pembelajaran mengasyikkan, komunitas itu mengajar tidak seperti di sekolah. Ada beberapa media yang digunakan, seperti video, tarian, dan nyanyian. Dengan begitu, “siswa” yang berusia rata-rata SD itu bisa menikmati dan lebih mudah menyerap pelajaran.

“Tiap pembahasan dalam sebuah pertemuan, dievaluasi pada pertemuan berikutnya. Jika mengerti, lanjut ke pembahasan setelahnya,” imbuh Humas Muda Mengajar Samarinda Natalie.

Dia menyatakan, sebelum pertemuan, ada divisi kurikulum yang akan mengevaluasi metode pembelajaran. Menghadapi anak-anak yang suka bermain-main, menjadi tantangan tersendiri bagi mereka. Cara terbaik adalah membuat mereka tertarik dengan materi. (*/nyc/*/ndy/k8)

loading...

BACA JUGA

Minggu, 17 Juni 2018 10:19

JOSSS..!! Agnes Jadi Cover Majalah Rogue

Kerja keras Agnez Mo untuk go international semakin membuahkan hasil nyata. Setelah majalah fesyen dunia,…

Minggu, 17 Juni 2018 00:49

Lolos 6 Besar, Belajar Tampil Live di TV

Lima remaja ini sudah eksis dengan kelompok nasyid sekolah selama dua tahun terakhir. Siapa sangka,…

Sabtu, 16 Juni 2018 01:18

Tak Lagi di Rumah Dinas, Serasa Lebaran Bersama Keluarga

Ada yang berbeda open house yang dilakukan Rizal Effendi kali ini. Masa cutinya kali ini membuat perayaan…

Kamis, 14 Juni 2018 19:59
Mengunjungi Lorong Buangkok, Kampung Terakhir di Singapura

Kalau Ada Apa-Apa, Kentongan Ditabuh, Warga Pasti ke Sini

Kontras dengan Singapura yang gemerlap, di Lorong Buangkok, jalanan masih berupa tanah, ayam berkeliaran,…

Sabtu, 09 Juni 2018 11:00
Bernostalgia di Sisa-Sisa Kejayaan si Doel Anak Sekolahan

Kamar Mandi dan Sumur Tak Diubah buat Kenang-kenangan

Warung dan opelet memang tak ada lagi. Tapi, di bagian belakang rumah Babeh Sabeni di Jakarta masih…

Sabtu, 02 Juni 2018 01:56

Warga Amankan Diri karena Letusan Diikuti Getaran

                                                      …

Sabtu, 26 Mei 2018 02:26

“Darah Madura Saya Tidak Memungkinkan untuk Menjadi Takut”

Setelah pensiun, Artidjo Alkostar berencana menghabiskan waktu di tiga kota: Jogjakarta, Situbondo,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .