MANAGED BY:
SELASA
22 JANUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

OLAHRAGA

Minggu, 17 April 2016 10:00
Jaino Matos, Anggap Indonesia Rumah Kedua, Tolak Dua Klub Besar

Mengenal Lebih Dekat Pelatih Persiba, Jaino Matos

SARAT PENGALAMAN: Jaino Matos saat melatih penggawa Persiba Balikpapan, beberapa hari lalu. (PANDU NUGROHO/KP)

PROKAL.CO, style="text-align: justify;">Jaino Matos bukan orang baru dalam dunia sepak bola Indonesia. Bahkan, saat berumur dua tahun, dia sering bolak-balik Indonesia bersama ibunya. Kini, Jaino dipercaya mengarsiteki Persiba Balikpapan.

PANDU NUGROHO, Balikpapan

KAMIS (14/4) pagi, Pelatih Persiba Balikpapan Jaino Matos melakukan aktivitas rutin di Hotel Blue Sky Balikpapan. Mengenakan kaus hitam dibalut celana training, dia membawa penggawanya berlatih fisik di ruang fitness hotel bintang empat tersebut. Berbeda. Hari itu dia hanya ditemani Bima Sakti, pelatih penjaga gawang, dan dua pemain Shin Hyun-joon dan Aldaier Makatindu.

"Hari ini (kemarin) anak-anak saya liburkan. Karena kemarin (Rabu sore, Red) ada game internal," kata Jaino kepada Kaltim Post yang hendak mewawancarainya.

"Sebentar ya. Saya beri materi latihan dulu ke pemain, baru ngobrol," sambungnya.

Setelah memberi arahan, di sebuah gazebo dekat kolam renang, Jaino mulai berbicara panjang mengenai kariernya. Ternyata, darah si kulit bundar sudah ada sejak lahir. Pria kelahiran Brasil, 27 Oktober 1979 ini juga bukan orang asing dengan Indonesia. Sebab, sejak kecil ia sering bermain ke Tanah Air.

Ini karena saat Era Galatama atau 80-an, ayahnya, Jairo Matos, menjadi pemain asing pertama yang merumput di Indonesia. Bersama Pardedetex Medan. Kala itu, usia Jaino masih dua tahun. "Saya ingat betul sering dibawa ibu ke Indonesia untuk menemui ayah. Mungkin sebulan sekali. Jadi, bisa dibilang Indonesia rumah saya sendiri," tuturnya.

Seiring waktu, dia memutuskan menekuni sepak bola. Dia kuliah di jurusan sport science Atlanta College, Amerika Serikat. Kemudian melanjutkan studi kepelatihan di Brasil dan Amerika pada 2002. Setahun belajar, ayah satu anak ini memutuskan kembali ke Asia Tenggara. Waktu itu dia mendapat tawaran melatih anak usia dini di Singapura. Di Brazilian Football School sampai 2005.

"Saya juga melatih tim SMA dan universitas," katanya.

Hampir tiga tahun di Singapura, awal 2006, dia menjadi pelatih di Malaysia bersama Penang FA dengan status pinjaman. Awalnya hanya tiga bulan. Tapi, karena kinerja yang luar biasa diperpanjang enam tahun. Dia juga dipercaya mengabdi di Kementerian Olahraga Malaysia membantu Timnas U-15. Saat liburan ke Bali, 2010, dia bertemu dengan istri, orang Indonesia.

Nah, pada 2013, dia mencari suasana baru dan memutuskan hijrah ke Qatar bergabung di Departemen Elite Performa. Sebuah akademi dengan fasilitas sepak bola nomor satu di dunia. Baik dari ilmu kepelatihan hingga sarana latihan. "PSG dan Manchester United saja kalau pramusim latihan di sana. Di Qatar saya menjadi asisten pelatih Sebastiao Lazaroni. Dia mantan pelatih Timnas Brasil," kata pria yang suka gym ini.

Tapi dia merasa kurang cocok. Secara profesional senang karena mendapat kepelatihan terbaik dan setiap Kamis berbagi ilmu dengan pelatih top dunia. Seperti Del Bosque. Itu membentuk filosofi sepak bolanya. "Satu tahun bagi saya sudah cukup. Lalu, saya masuk ke Persib Juni 2013," kenangnya.

Di Maung Bandung, Jaino dipercaya membangun diklat usia dini sekaligus membantu tim senior. Dua musim bersama Persib, dia pindah lagi ke Thailand selama lima bulan. Januari 2015, dia mendapat panggilan membantu klub elite di Brasil, Internacional FC.

"Di Brasil saya membantu Internacional juara dan akhirnya bertemu direktur teknik Timnas Indonesia. Dari situ saya diminta bergabung timnas. Itu kebanggaan luar biasa. Bisa membela Indonesia," ungkapnya.

Sayang sekali, PSSI dibekukan dan rencana baik tersebut sirna. Kemudian dia membantu Timnas Singapura dua bulan. Sepak bola Indonesia pulih. Jaino dipanggil manajemen Pusamania Borneo FC (PBFC). Dia kembali ke Indonesia dan membantu Pelatih Iwan Setiawan sebagai manajer performa. "Saya mendapat tugas memaksimalkan performa individu dan tim. Bagi saya, coach Iwan luar biasa. Dia punya kemampuan paling bagus karena paling mengerti persepakbolaan modern," katanya.

Bagaimana bisa masuk ke Persiba? Jaino mengaku setelah meninggalkan PBFC, dia berencana ke Thailand dan sudah memesan tiket. Dia juga mendapat tawaran dari dua klub besar di Tanah Air. Namun, memilih Persiba karena ditelepon Joko Driyono dan memercayakan tim Beruang Madu secara penuh bersama Bima Sakti.

“Dua tahun lalu saya sudah mengenal Mas Bima dan saya punya cita-cita kerja bareng dengannya. Jadi, pas dibilang kerja sama Bima saya langsung iyakan permintaan itu. Kalau tidak, mungkin saya terbang ke Thailand,” ujarnya.

Di Persiba, dia akan bertekad memberi ruang untuk pemain lokal. Pun menjawab keraguan karena selama ini dia dikenal sebagai penganalisis pertandingan. “Tugas saya sebelumnya membantu pelatih menentukan program latihan setiap harinya. Jadi, tugas sebagai pelatih bukan hal yang benar-benar baru. Saya siap bawa Persiba meraih kemenangan di setiap pertandingan,” katanya.

Dia pun berencana memboyong keluarganya ke Balikpapan. “Sekarang saya masih mencari tempat sekolah untuk anak saya. Di Balikpapan bersih dan rapi. Enak untuk tempat tinggal. Jadi, saya akan ajak keluarga ke sini,” katanya. (*/fir/k15)


BACA JUGA

Selasa, 22 Januari 2019 12:30

Karolina Pliskova Bentrok dengan Serena

MELBOURNE - Upaya Serena Williams meraih trofi grand slam ke-24…

Selasa, 22 Januari 2019 07:04

Ball Susul LeBron dan Rondo

LOS ANGELES - Jelang laga menjamu Golden State Warriors pagi…

Senin, 21 Januari 2019 12:03

Zalnando Hijrah ke Persib

Persib Bandung terus melengkapi skuatnya. Setelah meresmikan Esteban Viscarra, tim…

Senin, 21 Januari 2019 07:14

GOODBYE EDY!

BADUNG — Gelombang desakan mundur terhadap Edy Rahmayadi dari kursi…

Senin, 21 Januari 2019 07:09

Jokdri Solusi PSSI?

MENANGGAPI penunjukan Jokdri sebagai pelaksana tugas (Plt) ketua umum PSSI,…

Senin, 21 Januari 2019 07:07

Awal yang Indah untuk Minions

KUALA LUMPUR – Minions are back! Ya, Marcus Fernaldi Gideon/Kevin…

Senin, 21 Januari 2019 07:04

Waktunya yang Muda Bicara

MELBOURNE – Daniil Medvedev percaya diri akan mengamankan tiket perempat…

Minggu, 20 Januari 2019 10:57

SIASAT TERBATAS

LONDON–Situasi sulit mendera Tottenham Hotspur. Kehilangan beberapa pemain pilar untuk…

Minggu, 20 Januari 2019 10:56

Potensi Dua Gelar

KUALA LUMPUR–Delapan turnamen, tujuh semifinal, dan satu perempat final. Itulah…

Minggu, 20 Januari 2019 10:55

Mudah Lupakan Pipita

MILAN–Serie A giornata ke-20 pekan ini bakal emosional bagi striker…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*